Salah mengartikan bisa jadi salah analisa problem ban Rossi karena carcass di ban itu bukan tekstur, daging ataupun kompon


Sebelumnya penulis membahas mengapa pembalap motogp Valentino Rossi kesulitan memakai ban Michelin yang baru.

Penulis menganggap bahwa problem rossi bukan karena rossi sudah tua ataupun sudah berkurang kemampuannya, namun lebih karena postur tubuh yang tinggi dan cara pengereman / posisi berkendara di motor Yamaha yang membuat pengereman jadi sangat membebani ban depan.

Ada argumentasi yang menjelaskan bahwa rider dengan postur badan tinggi bisa mengerem lebih telat karena berat badan akan lebih membebani rem depan. Pemanfaatan kaki yang panjang memungkinkan motor tidak terangkat roda belakangnya karena center of gravity jadi turun. Namun ini akan sangat membebani ban.

Cara pengereman Valentino Rossi:

Cara pengereman Dani Pedrosa:

Menurut penulis faktor itulah yang membuat Rossi tidak suka ban Michelin dengan carcass soft, ban jadi nggak kuat menahan beban. Itu juga yang membuat pembalap semacam Doni Pedrosa atau Marc Marquez tidak suka carcass stiff, ban jadi berkurang gripnya sementara untuk keduanya ban soft tidak bikin masalah.

Penulis menjumpai bahwa blog lain punya kesimpulan berbeda. Sebenarnya tidak masalah ada kesimpulan berbeda, namun ternyata perbedaan kesimpulan itu sepertinya terjadi karena perbedaan dalam menterjemahkan kata carcass. Berikut contoh kutipannya:
iwanbanaran.com – Motogp Qatar Warm Up 2017 : Sempat dlosor….Marquez terkencang. Rossi makin terpuruk !!!….

Prediksi IWB kemungkinan besar masalah ada pada ban yang kurang sesuai keinginan Vale. Maklum cak…kompon Michelin tahun ini beda dengan musim 2016.

iwanbanaran.com – Valentino Rossi : “Start dari row 4 di Losail akan cukup sulit…”……

Keluhan yang dikeluarkan Valentino Rossi adalah kompon Michelin 2017 yang dikatakan sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun 2016. Khususnya pada “soft compon” yang dikatakan terlalu lunak….sementara komponen diatasnya terlalu keras.

iwanbanaran.com – Kenapa Rossi terlihat lebih kedodoran dibanding Vinales ?. Berikut analisanya….

Diperparah dengan kompon baru 2017 yang dibawa Michelin memberikan feeling negatif disisi depan. Itulah kenapa proses adaptasi diperlukan dan bisa disimpulkan Maverick Vinales mampu lebih cepat beradaptasi dibandingkan Rossi

ridertua.com – Inilah kenapa Valentino Rossi hanya posisi-16 Latihan Bebas Jumat GP Argentina?

Sebelum seri Argentina ada ungkapan dari Rossi akan keinginannya untuk memakai kompon ban Michelin yang lebih kaku (stiff) karena menurut Rossi type ban itu diyakini bisa mengatasi masalah di Argentina dengan kondisi sirkuitnya yang sangat rakus akan ban.

78deka.com – Kontroversi Michelin VS Safety Commision, Pro Rossi Dan Anti Rossi

Ya..setelah mengetes ban depan baru michelin yang punya carcass ( daging ban ) lebih stiff, rossi merasa puas di valencia musim lalu.

78deka.com – Problem Rossi Di Musim 2017 Ternyata Sangat Pelik

Ceritanya, saat sesi tes akhir musim 2016 di valencia, michelin memberikan ban depan jenis baru yang dagingnya lebih tebal dan “stiff” agar punya daya tahan lebih bagus.

Valentino Rossi Ingin Tes Ban Baru di Sirkuit Austin

http://www.cnnindonesia.com – Michelin meminta para pebalap menguji coba ban depan dengan daging ban (carcass) baru

roda2blog.com – Michelin Dituding Memberi Fasilitas Khusus Buat Valentino Rossi

Setelah pengujian musim dingin, hanya Rossi dan Iannone yang memberitahu ketidaknyamanan mereka dengan permukaan ban baru (2017 yang lebih lembut) dan mereka menyukai (permukaan) yang lebih kaku.

Ada juga yang menyebut carcass sebagai tekstur

bola.liputan6.com – Carcass dan Tarmac Michelin Bikin Lorenzo Kompetitif di Valencia

Tekstur atau sering disebut dengan carcass dan tarmac pada bagian ban depan Michelin yang dipakai Lorenzo lebih halus dibandingkan tiga balapan sebelumnya.

 

Di kutipan di atas carcass diterjemahkan sebagai kompon, tekstur, permukaan dan daging.

Menurut Michelin penjelasannya adalah:
Michelin Tyre Glossary :

Carcass: The internal part of the tyre that makes up its structure.
Tyre tread: The external part of the tyre that is in contact with the road.

Dikatakan bahwa carcas adalah bagian dalam ban yang membentuk strukturnya.

Lebih jelas bila melihat gambar:

Penjelasan soal rider dengan badan tinggi bisa mengerem lebih telat:
WEIGHT DISTRIBUTION | RIDING SKILLS SERIES

Ever wonder why you don’t see Dani Pedrosa (5-foot-2, 112 pounds) making late braking passes on riders like Leon Camier (6-foot-2, 174 pounds)? Everything else the same or similar, a smaller rider simply cannot transfer enough weight to the back of the bike to keep the bike stable in these braking situations.

Dikatakan bahwa pengendara motogp yang lebih pendek lebih susah melakukan pengereman telat karena lebih susah untuk memindahkan berat ke belakang untuk membuat kendaraan lebih stabil saat pengereman.

 

Jadi Rossi ingin carcass stiff itu karena gaya berkendara dan postur tubuhnya yang tinggi. Rossi bisa saja mengadaptasi cara berkendara yang lain, namun ini akan membuat Rossi mengerem lebih lambat dari biasa. Menurut teknisi Yamaha, solusi yang dilakukan lewat setingan motor juga akan memperlambat juga:
Why Rossi must reinvent himself once again

Michelin insists the tyre’s construction is no softer than last year’s but some within Rossi’s crew aren’t so sure. They believe its carcass compresses and deflects too much under load, so when Rossi tries to do what he likes to do, which is brake deep into the corner rather than gently trail-braking, the tyre squishes and won’t support him, so he loses his line. Rossi’s crew chief Silvano Galbusera has been working at reducing his rider’s front-tyre squish since they first used the 2017 front at Sepang in late January.

“The problem is that everything you do to avoid this problem loses you performance. You can try to take some weight off the tyre with different bike balance or slightly softer front suspension, but then you are slow, this is the problem. At the moment Valentino has lost confidence going into the corner in his usual way. And if you are slow in the corner, then you must open the throttle more on the exit, so you get more wheelspin, so you are in a circle.”

Mike Norton, Rossi’s Öhlins suspension technician for more than a decade, has also been working hard to help Rossi escape this vicious circle. “It’s difficult to take weight off the front with the suspension,” said Norton, speaking a few hours before the Qatar race. “A rider needs to have the front with him to go fast and Valentino doesn’t have the front at the moment. He’s had to accept that everything we’ve done hasn’t really solved the problem, so now he’s having to adapt his style. being big and gangly can be a disadvantage, because he sometimes overloads the front. Many guys are fast for five laps in practice, but in the race they may struggle because you can’t load the front tyre that much for that long.”

Dikatakan bahwa Michelin ngotot bilang bahwa konstruksi roda tidak lebih soft dari tahun lalu, tapi kru Rossi tidak yakin. Mereka percaya bahwa ban tersebut penyet dan mleot terlalu banyak pada saat dibawah tekanan, sehingga saat Rossi mencoba seperti biasa, mengerem ekstrem saat mau masuk tikungan, bukan trail braking, maka roda jadi mbelesek dan tidak bisa menahan sehingga ia jadi keluar jalur. Kepala kru Silvano Galbusera sudah mulai berusaha mengurangi mbeleseknya ban depan sejak pertama pakai di awal Januari di 2017 di Sepang.

Problemnya adalah segala yang dilakukan untuk menghindari masalah ini menyebabkan berkurangnya performa. Berat bagian depan bisa dikurangi dengan merubah balance atau suspensi depan yang lebih empuk, tapi akan jadi lambat, dan ini masalah. Sekarang ini Valentino tidak pede untuk menikung dengan gaya biasanya. Dan bila di tikungan lambat, maka keluar tikungan harus lebih gas pol, dan ini menyebabkan wheelspin yang juga bikin masalah.

Mike Norton, teknisi ohlinnya Rossi lebih dari satu dekadan juga bekerja keras mengatasi ini. Berat katanya untuk megurangi beban di di depan kalau pakai suspensi. Rider harus bisa menguasai bagian depan bila ingin kencang, tapi Valentino tidak bisa melakukannya. Ia harus menerima bahwa semua yang dilakukan tidak bisa menyelesaikan masalah. Jadi ia harus merubah gayanya. Badan yang besar dan ceking bisa jadi kerugian karena ia kadang terlalu membebani bagian depan. Banyak yang bisa cepat saat 5 lap latihan, namun dalam balapan akan susah karena ban depan tidak bisa dibebani terlalu lama.

 

Jadi masalah Rossi untuk bisa memakai ban carcass soft Michelin adalah karena gaya mengemudi dan bentuk badannya. Sepertinya Rossi terpaksa tidak bisa lagi menggunakan cara mengemudi mengerem ekstrem lagi dan harus mengerem seperti yang lain. Ini sepertinya beresiko membuat Rossi menjadi lebih lambat pada adu pengereman. Mungkin Rossi bakalan jarang ngerem pakai menurunkan kaki lagi. Ada yang perhatikan?

 

Penulis penasaran juga ingin tahu apakah dengan merubah arti dari carcass ini kesimpulan blog lain akan beda atau tetap sama?

Iklan

6 thoughts on “Salah mengartikan bisa jadi salah analisa problem ban Rossi karena carcass di ban itu bukan tekstur, daging ataupun kompon

  1. Nice info.. penjelasan’y bagus bgt. bahan compound sama tapi beda struktur Carcass, beda jg cara handling’y, ban balap emank banyak parameter’y selain compound ban.

    Suka

  2. Yang pasti yg diuntungkan pembalap yg berpostur sedang2 saja – cenderung pendek ddong, macam Duo Remasol itu?
    Apakah ini berarti juga Bridgestone mampu membuat ban depan yg lebih bagus daripada Michelin?

    Oh iya Om, coba dong bikin artikel khusus cara nikung motor yg pakai body english, cuz sepertinya kalo pake cara itu, yg berpengaruh adalah gimana kita membuang body. Cmiiw

    Suka

    • Iya, mungkin harusnya tiap pembalap dikasih ban sendiri sendiri, sesuai dengan perawakan tubuh atau gaya berkendara. Compound sama tapi carcass beda. toh motornya sudah dibuat custom per pembalap juga, mengapa rodanya tidak.

      terima kasih sarannya. nanti saya coba cari referensi dulu

      Suka

  3. […] Penyebabnya mungkin seperti yang penulis jelaskan sebelumnya, berhubungan dengan carcass. – Valentino Rossi mengeluh soal carcass karena ban motogp sama sama soft compoundnya bisa beda handlingnya bila carcass beda, 18 April 2017 – Salah mengartikan bisa jadi salah analisa problem ban Rossi karena carcass di ban itu bukan tekstur,… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s