Ternyata hitung kapasitas mesin atau tahu jumlah silinder itu gampang banget bila tahu bore dan stroke


Ketidaktelitian penulis dalam mengutip spesifikasi Midual type 1 membuat penulis salah dalam menulis jumlah silinder, untung diingatkan pembaca. Penulis lupa bahwa mengetahui kapasitas mesin dan mengetahui jumlah silinder itu gampang banget bila tahu bore dan stroke. Mungkin sudah banyak yang tahu tapi penulis buat artikelnya biar penulis nggak lupa lagi.

Kita tinggal pakai rumus untuk menghitung volume tabung. Kita butuh tahu luas silinder dan berapa tingginya. Bore itu diameter silinder. dari sini kita bisa menghitung luasnya silinder:

Luas silinder = 1/4 x pi x diameter x diameter

Kapasitas mesin gampangannya dihitung dengan mengalikan luas silinder dengan strokenya.

Sebagai contoh kita pakai motor midual type 1. Informasinya “Bore x Stroke: 100 x 66 mm”

Luas silinder = 100 x 100 x pi / 4 = 7853
Volume = 7853 x 66 = 518298

Satuannya masih cubic milimeter (mm3) perlu dirubah ke cubic centimeter (cc / cm3). Tinggal dibagi 1000, sehingga ketemu 518 cc.

Kapasitas mesin total midual adalah: “Total displacement: 1036 cc.”. 1036 itu dua kali dari 518, Midual itu ternyata dua silinder :). Sudah itu saja. Jadi bila tahu bore stroke dan kapasitas total, ingin tahu jumlah silinder tinggal dibandingkan hitungan kapasitas per silindernya. Kapasitas total juga bisa dihitung bila tahu bore stroke dan jumlah silinder.

5 respons untuk ‘Ternyata hitung kapasitas mesin atau tahu jumlah silinder itu gampang banget bila tahu bore dan stroke

  1. Tebak2an yuk kira2 brapa Bore x Stroke nya next bakal Calon Matic Suzuki terbaru yg katanya mau dibenturin sama N-Max itu tapi dg bocoran kapasitas mesin 180cc.
    Kalo menurut ane untuk menghasilkan kapasitas segitu Suzuki mungkin akan pakai Bore x Stroke = 60.5 mm x 62.2mm, dg kalkulasi akan menghasilkan kubikasi sekitar 178an cc (sudah masuk kelas 180cc). Stroke 62.2 dipilih karena ini identik dengan stroke motor garuk tanah mereka yaitu Suzuki RMZ-450. Dg konvigurasi overstroke dan diameter piston terbesar maka akan menghasilkan performa diatas rival2nya, ane kira performanya bakal bejaban sama NVA dan All New CiBi 150R.

    Suka

    • Saya lebih cenderung ke overbore karena motor CVT butuh tenaga di rpm menengah, karena contohnya brugman lain, Bore x stroke:
      Brugman 400: 83 x 71.2 mm
      Brugman 200: 69 x 53.4 mm
      Brugman 125: 57 x 48.8 mm

      Suka

      • butuh tenaga di RPM menengah, mesin Square dong harusnya yang paling cocok, karena mesin jenis ini katanya mampu membagi rata power di putaran bawah, tengah, hingga atas, kompromi antara power dan torsi yg ideal. makanya mesin N-MAX dan Aerox 155 pake Square, powernya enak di RPM bawah hingga atas katanya (apalagi plus VVA). tapi kenapa T-Max kok malah overstroke Om? Bore 68mm x Stroke 73mm.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.