Berkurangnya kecelakaan di motogp Austin Texas US 2017 dan menangnya Marquez adalah bukti peranan penting ban di balapan


Kemenangan Marquez menunjukkan besarnya peranan ban dalam balapan. Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana Rossi mengeluh soal carcass yang sangat empuk. Carcass dan compound menjadi kunci penting untuk bisa menang lomba.

Valentino Rossi mengeluh soal carcass karena ban motogp sama sama soft compoundnya bisa beda handlingnya bila carcass beda

Kata Rossi compound dibutuhkan untuk menyesuaikan dengan temperatur, namun carcass akan mempengaruhi (perilaku) berkendara.

Kedua hal itulah yang menjadi kunci kemenangan dari Marc Marquez.

Berikut saat Marquez menjelaskan mengapa banyak kecelakaan pada saat kualifikasi:
Saturday MotoGP Summary at Austin: Explaining Crashes, And New Rivalries

“The thing is that for me this year we changed the casing, then the casing is quite soft. For keep the stability we go to the harder compound. For that reason when you have harder compound you have less warming and it’s easy to lose the front,” was Márquez’ reply.

Marquez mengatakan bahwa casing (carcass) dari ban lebih soft. Untuk menjaga kestabilan roda mereka menggunakan ban dengan compound lebih hard. Karena ban dengan compound lebih hard itu warming jadi kurang, sehingga ban depan jadi lebih mudah selip.

Jadi ban dengan compound yang hard itu bisa membantu kestabilan ban michelin yang sekarang punya carcass soft. Sepertinya ini juga yang menjadi alasan bekurangnya pembalap yang jatuh. Ban yang dipergunakan sepertinya antara medium dan hard. Dengan begitu, ban tidak akan terlalu mleot walau compoundnya soft.

Problemnya adalah karena ban dengan compound hard lebih susah ngegrip saat dingin, maka ban jadi tidak punya grip saat cuaca lebih dingin dari yang diharapkan.

Efek suhu dingin dengan pemilihan compound dijelaskan sebagai berikut:
Saturday MotoGP Summary at Austin: Explaining Crashes, And New Rivalries

Viñales added two other factors. “yesterday so hot and today really cold. More than the cold was the wind. It was so windy and the wind was cold. The back straight is so long, so it takes the temperature really down.”

Rossi added another reason. “I think that the problem was that the riders didn’t expect that the changing conditions would make such a big effect on the tires. I was with the medium because I thought five or six degrees less than yesterday is not a big problem. The tires don’t arrive to the temperature and after the bike is unrideable.”

Aleix Espargaro, who had what he described as “one of the worst days of my career, in 11 years of racing,” was eloquent about the causes. “The problem is that the tarmac is super bumpy. So if on top of the bumps, the ground is cold, every time you hit the bumps the rubber has no grip and you lose the front or the rear. We saw the Márquez crash, he was super lucky, because it was clear that the bike never gripped again. Because the crash it was clear that it was a cold tire. The combination with a bumpy track makes our life super super tricky.”

Viñales mengatakan bahwa kemarin sangat panas dan hari ini sangat dingin. Nggak cuma dingin tapi juga anginnya. Cuaca sangat berangin dan anginnya dingin. Lintasan lurus sangat panjang dan itu membuat suhu (ban) jadi sangat turun.

Rossi mengatakan bahwa pembalap tidak menyangka bahwa perubahan suhu ternyata sangat berpengaruh pada ban. Ia pakai ban medium karena berpikir suhu 5 – 6 derajat lebih rendah dari kemarin tidak masalah. Tapi ternyata ban tidak bisa mencapai suhu optimal dan akibatnya motor jadi susah dikendarai.

Aleix Espargaro mengatakan bahwa aspalnya sangat bergelombang. Lalu diperparah dengan permukaan yang dingin. Saat terkena bump ban jadi lepas grip bisa yang belakang atau yang depan. Marquez crash itu sangat beruntung karena motor sudah tidak bisa ngegrip lagi. Jelas itu karena ban yang dingin (tidak pada suhu optimal). Dikombinasikan dengan kondisi lintasan yang bergelombang membuat berkendara menjadi sangat sulit.

 

Pada saat lomba cuaca sangat panas. Keputusan Marquez memakai ban hard akhirnya menjadi penentu kemenangannya di balapan ini:
The United States Grand Prix at Circuit of the Americas (COTA) at Austin, Texas. Marquez does it for a fifth time, Vinales crashes out and Rossi proves he’s still got it

With six laps to go, Marquez began proving he had made a wise choice selecting hard option tires as he began clocking some of the fastest laps of the race while other racer’s tires became increasingly chewed up, ultimately gaining a full 3 second advantage over Pedrosa. “Magnet” also appeared on Marquez’s board, indicating that the onboard camera has revealed his hard option front tire was actually nearing the end of his life, ultimately a warning for the fast Spaniard to keep it cool in the final laps.

Dikatakan bahwa keputusan Marquez untuk menggunakan ban (compound) hard itu merupakan keputusan yang sangat tepat sehingga ia bisa terus menghasilkan lap tercepat selama balapan sementara pembalap lain mulai kemakan (bannya), sehingga bisa unggul 3 detik dari Pedrose. Tanda magnet juga muncul pada papan Marquez yang menunjukkan bahwa onboard camera menunjukkan ban sudah mulai habis, sebagai peringatan agar Marquez tetap tidak memaksa untuk lap terakhir.

Marquez wins fifth GP of the Americas

Marquez said, “Although I won, it was difficult, because the temperature was much higher than yesterday. Five minutes before the start, I said to my chief mechanic, ‘OK, let’s use the hard tire’ because I knew that I would push the medium front tire a lot.”

Marquez mengatakan bahwa walau menang, tetap sangat sulit karena temperatur ternyata jauh lebih tinggi dari kemarin. Lima menit sebelum start, ia bilang ke mekanik untuk pakai ban hard, karena ia tahu bahwa ia akan memaksa ban medium bekerja terlalu berlebihan.

Sementara itu rekannya Pedrosa yang memilih roda medium memang kencang di awal lomba. Namun mendekati akhir terpaksa harus melambat:
The United States Grand Prix at Circuit of the Americas (COTA) at Austin, Texas. Marquez does it for a fifth time, Vinales crashes out and Rossi proves he’s still got it

At the start, fitted with the medium front tyre, Pedrosa took the holeshot and used his early grip advantage to excellent effect to keep Marquez at bay, whilst Valentino Rossi and Vinales followed close behind.

Dikatakan bahwa dengan roda depan medium Pedrosa bisa mengambil posisi terdepan dan menggunakan grip bagus awalnya untuk tetap di depan Marquez, Rossi dan Vinales.

Marquez wins 5th straight MotoGP Grand Prix of the Americas

Once passed, Pedrosa kept up with Marquez for several more laps before the leader started pulling away. That left him fighting degrading tires to hang on to second ahead of Rossi, who caught him on lap 19. “The right side of the tire was completely gone,” Pedrosa said. “I’m happy to finish on the podium.”

Dikatakan bahwa sesudah disalip, Pedrosa masih bisa mengikuti Marquez selama beberapa lap sebelum akhirnya ketinggal. Ia harus berjuang mengatasi grip ban depn yang makin berkurang untuk tetap bisa di depan Rossim yang akhirnya bisa menyalipnya di lap 19. Katanya bagian kanan ban benar benar hilang. Ia bersyukur bisa finish di podium.

 

Vinales jatuh saat balapan katanya karena ban depan selip, sepertinya gara gara berlebihan dalam pemakaian rem depan juga:
MARQUEZ CONTINUES COTA WIN STREAK AS VINALES CRASHES

Vinales lost the front-end of his YZR-M1 going through the long right of Turn 18 and slid into his first DNF since Argentina last year.

 

Di balapan Austin 2017, walau masih carcass soft, kecelakaan jauh berkurang karena cuaca menuntut pembalap menggunakan ban medium atau hard. Menurut penulis kemampuan pengendara motogp mencegah crash akan diuji bila nanti ada balapan yang menuntut pemakaian ban yang soft.

Beberapa cuplikan balapan motogp di Austin Texas 2017:

Balapan itu juga diikuti oleh penyelamatan yang hebat oleh #76 Loris Baz. Motor jatuh tapi bisa bangun lagi dan terus jalan

//platform.twitter.com/widgets.js

6 respons untuk ‘Berkurangnya kecelakaan di motogp Austin Texas US 2017 dan menangnya Marquez adalah bukti peranan penting ban di balapan

  1. Michelin masih belum sanggup sih ya. Coba dikembalikan bridgestone ke motogp, pasti motor-motornya akan lebih cepat keluar tikungan dan semakin miring rebahnya. Kalau sekarang sudah biasa elbow down, berikutnya mungkin shoulder down to the asphalt.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.