Penjelasan mengapa grip ban depan terasa kurang bila mengerem pakai rem depan dulu juga hubungannya dengan chatter dan ABS.


Sebelumnya penulis pernah bercerita bahwa saat penulis mencoba membandingkan pengereman, antara depan dulu dan belakang dulu, penulis merasa bahwa bila mengerem pakai yang depan dulu terasa grip ban depan lebih sedikit daripada kalau pakai yang belakang dulu. Ternyata ini ada penjelasannya.

Penjelasannya penulis dapat di link berikut yang menjelaskan soal mengapa ban lompat lompat tapi ban kok masih ngegrip sehingga motor bisa belok:
Flat Track Racing – KEVIN’S INSIGHTS: Strange Tire Traction

Kutipannya sebagai berikut:

What this shows is that a very limited amount of first-class tire traction can provide nearly as much turning effect as steady contact between tire and track. As one of the tires in this video bounces up off the track, all stress leaves it completely. When it comes back down, it creates a brand-new unstressed footprint that expands from a small “kiss” to a big oval of contact. The combination of a new, un-stressed footprint and the extra downward impact force of the tire hitting the ground add up to enough to make up for the time lost up in the air.

So, the principle of maximum grip is to lay down a large, unstressed area of rubber in intimate contact with the track surface and then yank on it.

Another example of the same kind is chatter, in which a tire on a turning bike bounces rapidly (at 16–22 cycles per second). As the tire descends onto the track, its footprint spreads rapidly, is stressed, then deforms, releases, and bounces back into the air. “Chatter generally occurs under conditions of good grip and heavy load.” Yes, a bike in chatter runs wide, but here again is a case in which a relatively short period of cyclic contact can generate a remarkable amount of grip.

Video tersebut menunjukkan bahwa kontak ban yang sangat terbatas dengan kualitas grip tinggi bisa memberikan efek sama dengan kontak terusan antara ban dengan permukaan jalan. Saat salah satu ban di video mental keatas, semua tekanan dari ban jadi hilang. Ketika ban kembali lagi menempel jalan, ban akan “segar” lagi sehingga bisa memberika grip lebih banyak. Kombinasi dari permukaan ban yang tidak lagi terbebani dan gaya dorongan kebawah ketika menyentuh permukaan memberikan grip yang bisa mengurangi kehilangan traksi saat ban tidak menyentuh permukaan jalan.

Jadi prinsip dari grip maksimal adalah untuk membuat ban mempunyai kontak yang besar tanpa terbebani di permukaan jalan lalu menggenjotnya.

Contoh lain juga terjadi pada chatter, dimana pada saat membelok roda memantul sangat cepat. Pada saat roda menyentuh jalan, permukaan ban menyebar cepat, kena tekanan, berubah bentuk, tekanan lepas dan memantul ke udara. Chatter biasa terjadi pada kondisi grip yang bagus dan beban yang berat. Memang motor yang mengalami chatter akan menikung melebar, tapi ini adalah bukti dimana kontak yang cepat bisa menghasilkan grip yang kuat.

 

Jadi ban akan punya grip yang lebih bagus bila ban masih segar. Grip ban akan berkurang setelah ban mengalami tekanan. Ini biasanya dijelaskan dengan teori slip angle, namun ini akan penulis bahas di artikel lain.

Menyegarkan grip roda ini juga yang jadi alasan mengapa di motogp soal urutan pengapian big bang menjadi penting. Dengan big bang maka roda tidak terus menerus dibebani sehingga bisa sempat bernapas lega, yang efeknya punya grip lebih banyak dan wheel spin berkurang. Ada kontroversinya juga. Soal bigbang vs screamer masih penulis susun artikelnya.

Efek penyegaran ban juga dipakai pada sistem pengereman ABS:
How does ABS reduce stopping distance theoretically?

As the braking pressure on the tire is increased, the sliding region becomes larger and the adhesion region smaller. At some point, the tire can no longer adhere to the the ground and the complete contact patch is sliding. The most braking force is provided when the tire slip is at the peak of the friction curve. If there is too much braking on the tire, then the friction decreases from slipping.

What ABS does is make the correction for the driver by releasing braking on the sliding wheel for a short period of time. This restores the tire deformation to where it is near the peak of the friction curve. This reduces the stopping distance of the vehicle from that of a sliding vehicle.

Dikatakan bahwa saat tekanan rem pada roda meningkat, bagian yang sliding jadi lebih besar dan permukaan lengket jadi berkurang. Pada suatu titik, ban tidak lagi bisa menempel ke jalan dan semua titik kontak akan selip. Tenaga pengereman maksimal akan diberikan bila ban berada pada posisi kurva friksi tertinggi. Jika terlalu banyak daya pengereman, maka friksi akan berkurang karena selip lebih banyak:

Yang dilakukan ABS adalah membantu pengendara melakukan koreksi dengan melepaskan rem pada ban yang selip sebentar saja. Ini akan mengembalikan perubahan bentuk yang sedang terjadi pada ban, kembali ke titik friksi puncak. Ini akan membantu mengembalikan traksi dari ban yang sedang selip. Proses ini dilakukan berulang ulang sehingga daya pengereman tidak terasa konstan tapi dret dret.

 

Saat kita mengerem pakai yang depan dulu. Kita tidak bisa langsung menekan rem dengan keras karena saat pertama ngerem grip dari ban belum maksimal karena weight transfer masih belum terjadi. Kita harus menekan rem depan dengan ringan dulu. Masalahnya adalah rem depan ringan ini sudah membebani ban, sehingga saat kita menekan rem lebih keras, grip ban depan sudah berkurang.

Ini berbeda bila kita mengawali pengereman dengan yang belakang dulu. Sesudah kita memakai rem belakang maka ban depan akan punya grip lebih kuat karena bodi motor sudah condong ke depan, tanda bahwa sudah ada weight transfer. Di saat ini kita bisa menekan rem depan lebih kuat. Saat ini ban depan masih fresh tidak ada tekanan sehingga grip masih bagus.

Ini sepertinya alasan mengapa saat mengerem dengan mendahulukan yang belakang penulis merasa lebih mantap dan gri ban lebih banyak. Karena selain ban masih segar, daya pengereman di rem depan bisa lebih keras daripada kalau mendahulukan rem depan.

Ada yang menyarankan teknik tekan lepas rem. Memang ABS cara kerjanya seperti itu. Namun yang namanya orang tentu menekan dan melepasnya tidak bisa seakurat atau mengatur tenaga sebaik kalau otomatis. Kalau terlalu lemah tenaganya atau terlalu lama melepasnya maka jarak pengeraman jadi sangat jauh bertambah. Bila terlalu keras menekannya justru ban depan jadi selip.

Daripada teknik itu, menurut penulis mending belajar menyesuaikan kekuatan tenaga pengereman depan. Bila menyesuaikan pakai feedback di setir susah, kita bedakan juga dari suara.

Iklan

2 thoughts on “Penjelasan mengapa grip ban depan terasa kurang bila mengerem pakai rem depan dulu juga hubungannya dengan chatter dan ABS.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s