Suzuki Recursion 588cc turbo tenaga besar 100hp tapi rpm nggak tinggi, irit dan mudah dikendarai .


Beberapa media luar memberitakan bahwa Suzuki telah membuat 13 patent yang berhubungan dengan mesin turbo yang dicurgai sebagai mesin dari Suzuki Recursion:
Turbocharged Suzuki Revealed In Patent Filings, Patent drawings show XE7 turbo engine in trellis frame

Gambar yang mirip di paten:

 

Yang unik, motor ini walau pakai mesin turbo tujuan utama tidak untuk balapan tapi untuk santai di di jalan perkotaan atau jalan pegunungan:

Terjemahan googlenya:

Recursion:
Menggabungkan komitmen dewasa untuk kelas menengah. Kompak roadster “Recursion” pameran pertama di dunia
Styling adalah komitmen dari sepeda motor untuk membentuk, naik sepeda besar dan sepeda tengah kemudahan penggunaan dan roadster kompak bahwa ekonomi adalah baik oleh mesin down-sizing “Recursion”.
Dalam tubuh yang kompak untuk seri baru mesin dua silinder pembangunan 588cm3 berpendingin air dengan menggabungkan intercooler turbo, mudah untuk menangani di ekonomis di kota, saya menyadari kinerja menggembirakan mengemudi dengan torsi tebal di berliku.
The “Recursion”, yang berarti regresi, yang disebut rekursi. Dalam kenikmatan dari sepeda motor adalah diversifikasi, yang merupakan model dengan penekanan pada dasar “kenikmatan berkendara.”

Ini juga tercermin dari spesifikasi mesinnya:
Suzuki’s Recursion – a Buell by any other name

Tenaga besar 74kw dicapai di rpm cuma 8000. Torsi lebih rendah lagi, 100Nm di rpm 4500. Sebagai perbandingan Kawasaki Versys 650: Maksimum Power 51 kW / 8,500 min, Torsi Maksimum 64 N.m / 7,000 min. Ninja ZX-6R 636 SE: Maksimum Power 131 PS / 13,500 rpm, Torsi Maksimum 71 N.m / 11,500 rpm. Jadi Suzuki Recursion ini kurva tenaga lebih mirip dengan motor adventure, namun dengan torsi yang muncul jauh lebih awal.

Namun secara handling motor ini termasuk tipe sport karena pakai mesin yang kompak dan membuat berat cenderung ke depan:

Hebatnya sistem turbonya sangat ringkas:

Karena berat condong ke depan, Suzuki Recursion dilengkapi dengan rem yang sangat besar:

Untuk mengurangi berat (174kg), beberapa bagian pakai serat karbon :

Bagian rangka juga dibuat ramping di bagian tengah:

Dari desain termasuk modern:

Lampu sudah LED:

Spedo pun ada yang digital:

Tombol juga didesain ulang sehingga jadi unik:

Untuk gaya berkendara, Suzuki Recursion agak membungkuk, model cafe racer:

 

Video video perkenalan:

12 respons untuk ‘Suzuki Recursion 588cc turbo tenaga besar 100hp tapi rpm nggak tinggi, irit dan mudah dikendarai .

  1. sehubungan dengan mesin turbo sebenernya sejak dari konsep hayabusa gen 1 tahun 1999 dan suzuki B-king 2001 itu saat dipamerkan konsepnya turbocharged, namun karena berbagai pertimbangan akhirnya versi produksi dibuat naturally aspirated/ non turbo. kemungkinan karena saat itu tenaga mesin N.A-nya saja sudah cukup besar dan saat itu belum diperlukan turbo, juga terkait cost production.

    karena itu tidak mengherankan banyak suzuki hayabusa/B-king yang beredar dimodifikasi dengan tambahan turbo,bahkan tembus s.d. 1000WHP, karena konsep awalnya mesin GSX-R1300/hayabusa/b-king itu berplatform turbocharged.

    Suka

  2. 100Nm 100Ps pas banget. Dikirim ke balapan 600cc juga bisa menang nih motor. Tapi memang kebutuhan rpm rendah di jalanan perkotaan yg macet itu penting. Motor-motor lain perlu mesin rpm tinggi utk berangkat bareng dgn motor ini.

    Suka

  3. Mudah-mudahan mesin dengan turbo intercooler ini diaplikasikan ke gsx250 baru supaya 250cc lain seperti motor bebek/metik baginya. Harga sama dgn yg lain 70jt tapi tenaga kali dua ya cocok.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.