Ajaran safety riding nggak boleh pegang handle bar belakang itu ngawur dan membahayakan .


Penulis kaget juga saat lihat video safety riding berikut:

Pembonceng dilarang memegang pegangan tangan belakang dan hanya boleh pegangan yang depan.

Kata video diatas kalau pegangan belakang atau samping bikin pengendara kesulitan menjaga keseimbangan motor pada saat menikung.

Katanya kalau duduk membonceng, jangan terlalu jauh dari pengendara agar gerakan penumpang bisa tetap menyatu dengan pengendara. Tangan merangkul pinggang, dan lutut menempel ke badan pengendara. Waktu boncengan orang nggak akrab, dicontohnya tangan mencubit jaket pengendara.

 

Duduk lebih rapat ke pengendara itu masuk akal, karena dengan badan penumpang lebih dekat ke pengendara maka perilaku kendaraan tidak akan menyulitkan pengendara. Saat belok kiri kanan bagian belakang tidak ngebuang. Namun melarang pegang handle bar nggak bisa pakai alasan itu, menyuruh pegang depan nggak bisa pakai alasannya itu.

Harus diingat bahwa tujuan utama adalah agar adanya penumpang tidak menyulitkan pengendalian kendaraan dan penumpang dalam posisi aman.

Yang dilarang dan yang dianjurkan di video diatas justru ada yang malah mengganggu pengendalian dan membuat posisi penumpang tidak aman. Apalagi karena sekarang desain motor makin tidak perduli keselamatan penumpang.

Contoh ajaran ngawurnya berikut ini:
Tips Aman Boncengan Motor

Tempatkan tangan Anda di pinggul pengendara motor.

Jangan Sembarangan, Begini Cara Aman Boncengan di Sepeda Motor

Pegang pinggang pengendara dan lutut menjepit ringan agar dapat mengikuti gerakan pengendara.

Wah Teryata Bonceng Motor Juga Ada Aturannya Lo, Awas Jika Salah Bisa Fatal Akibatnya.

Jika merasa risih dengan memeluk, penumpang bisa memegang jaket bagian kantung atau pinggiran jaket. Setelah itu penumpang akan mudah mengikuti arah gerak sepeda motor.

Berikut contoh contoh cara pegangan pembonceng yang diklaim oleh artikel artikel tersebut sebagai cara bonceng yang aman, tangan disamping pengendara.

Di video diatas juga bisa dilihat di detik 10:46, dimana saat bonceng ojek tangan penumpang mencubit jaketnya pengendara.

 

Penulis nggak yakin yang dikutip diatas pernah coba sendiri bonceng pakai cara yang dianjurkan. Apa nggak sadar bahwa dengan cara pegangan seperti itu maka justru penumpang tidak punya pegangan yang kuat terhadap gerakan pengendara ataupun gerakan motor? Memang sekokoh apa sih baju pengendara yang dipegang? Baju kan dari asalnya bersifat lemes, saat ngerem atau akselerasi baju bisa ketarik atau kedorong, saat belok baju bisa memutar ke kiri dan ke kanan. Itu sama saja kalau nggak pegangan tangan.

Penulis sendiri pernah membonceng motor yang nggak ada pegangan belakangnya. Saat pengendara mengendarai dengan pindah pindah jalur mengikuti arus, pegangan di jaket serasa nggak ada gunanya. Padahal itu jaket enak banget kalau untuk dipegangi. Tetap ngeri karena jaketnya terasa nggak kokoh. Padahal itu jaket jeans yang pegangannya enak. Kalau itu baju atau jaket yang kalau dipegang licin, mau pegangan dimana?

Padahal katanya juga kalau mau paling aman pakai baju khusus berkendara. Apa memang baju khusus rider itu ada khusus untuk pegangan tangan penumpang? Penulis lihat nggak ada.

Nggak masuk akal banget ajarannya.

Bila pengendaranya termasuk yang suka ngebut, maka penulis merasa jauh lebih aman pegangan handle bar daripada pegangan jaket atau baju ridernya. Cari mati kalau ridernya nekat kitanya cuma pegangan bajunya.

 

Tapi anehnya, pegangan tangan justru katanya malah bikin bahaya. Di video di atas dikatakan begitu, di kutipan berikut juga:
Wah Teryata Bonceng Motor Juga Ada Aturannya Lo, Awas Jika Salah Bisa Fatal Akibatnya.

“Jangan memegang bagian besi belakang sepeda motor karena bisa membuat keseimbangan motor terganggu. Ini akan menyulitkan pengendara saat akan bermanuver,” ucap Siswanto.

Dari yang penulis tahu, yang menyulitkan pengendara bermanuver itu adalah bila duduk penumpang tidak menempel pada pengendara. Dan ini nggak ada hubungannya dengan memegang besi pegangan di belakang. Kalau mau duduk mepet bisa kok walau sambil pegangan belakang.

Yang bikin penumpang badannya jauh dari pengendara itu ya jok split. Kalau mau sesuai kaidah safety riding / defensive driving, ya mestinya protesnya jangan ke pengendaranya, tapi sana ke pabriknya. Mengapa kok penumpang pegangan belakang yang dikambinghitamkan.

Yang bikin cara pegangan berikut itu mengganggu handling motor itu karena kursinya terpisah. Coba kalau gabung, pasti no problem.

 

Selain itu yang paling aman katanya adalah sambil memeluk:
Wah Teryata Bonceng Motor Juga Ada Aturannya Lo, Awas Jika Salah Bisa Fatal Akibatnya.

“paling aman adalah memeluk pinggul pengendara,” ucap Siswanto, Instruktur Safety Riding Honda Wahana.

Dicontohkan seperti berikut, perhatikan motornya nggak ada pegangan belakang.

Apa benar yakin lebih aman?

Ada situasi dimana bonceng gaya itu justru nggak aman, terutama motor motor sekarang ini yang desainnya disengaja agar penumpang mudah celaka. Coba lihat gambar gambar berikut:
Suzuki GSX-R150 Lebih Sadis Buat Boncengan Dibanding Yang Onoh….Maret 10, 2017

Masih ada sisa boncengan..Mau Mas..???

Contohnya kebetulan itu, motor yang lain sama saja. Cara memegang seperti itu jelas mengganggu pengendara. Sudah nggak cocok dengan tujuan utama sebelumnya. Apa dipikir kalau perut ketarik, pinggang kepluntir sama yang dibonceng itu nggak mengganggu?

Dari sisi keselamatan penumpang juga sama saja. Kalau pengendara zig zag pasti bakalan kebanting kiri kanan penumpangnya. Kekokohan pegangan pasti beda daripada bila penumpang bisa pegangan belakang. Sayangnya karena hasutan orang orang ngawur dan desainer yang nggak perduli keselamatan penumpang, motor motor tersebut jadi nggak ada pegangan tangan belakangnya.

Kemudian coba bayangkan apa yang terjadi kalau pengendaranya mengerem mendadak. Yakin penumpangnya masih mampu pegangan?

Belum lagi kalau pengendaranya badannya besar, sehingga penumpang tangannya nggak sampai. Apa masih mau pegangan di pinggang? Ngawur banget.

Berikut contoh agar bisa jadi pertimbangan.

Kalau bawa penumpang pakai motor sport, sebaiknya ngalah sama motor matik atau bebek demi keselamatan penumpang. Jangan akselerasi mendadak, jangan kencang kencang agar kalau ngerem nggak perlu ekstrem, jangan belok mendadak. Motor sport boncengan = motor lambat.

Ini juga alasan banyak orang pilih motor matik daripada motor sport. Selain bikin capek, motorsport membahayakan penumpang kalau dipakai boncengan. Untuk kenyamanan dan keselamatan keluarga, biarpun matik ABS harganya mahal, banyak orang yang beli.

Ya semoga matik tidak ikutan ngetren motor sport menghilangkan pegangan belakang.

 

Menurut penulis pegangan belakang itu justru lebih aman:

Penulis coba cari cari referensi petunjuk keselamatan untuk boncengan nggak nemu yang melarang pegangan handle bar. Malah justru ada yang mengharuskan adanya pegangan belakang, seperti di beberapa negara bagian Amerika Serikat berikut ini:
The Arizona Department of Transportation (ADOT), in partnership with theGovernor’s Office of Highway Safety and the Arizona Motorcycle Safety AdvisoryCouncil, is pleased to provide this Motorcycle Operator Manual.

Seat and footrests are required for motorcycle operators. Seat, footrests and handrails are required for the passenger.

New Texas Motorcycle Law Requires Passenger Hand Holds

Any motorcycle carrying two passengers, that back passenger must have bars or something they can grab a hold of to hang on to as well.

 

Kutipan lain juga walau tidak mengharuskan, tapi tetap menganjurkan:
Motorcycle Handbook A Guide to Safe Riding LICENSING AGENCY

Passengers hold onto the bike’s ‘grab rail’ or your waist and lean with the bike when it leans.

Tips for a Safe Ride

passengers are properly seated on the bike, sitting squarely on the center of the seat with feet on footpegs and hands holding handlebars or the rider.

WHAT EVERY MOTORCYCLIST MUST KNOW

8.7 Passengers
a) hold tightly to either the driver or handgrips;

Safety Tips for Passengers

She must hold onto your waist or the bike’s passenger handholds. If your passenger is heavy, he must brace with his hands against the tank when braking to keep from pushing you over the bars.

Carrying pillion passengers

Their seating position should be as close to you as possible but without crowding you, and must always be facing forwards. They can either hold onto the hand rails or hold onto your shoulders, waist or belt.

Di kutipan kutipan tersebut disebutkan bahwa walau penumpang perlu dempet ke pengendara, tapi tidak boleh sampai menyesakkan atau mengganggu. Pegang nggak boleh terlalu kencang. Bahkan kalau mengerem sampai harus menahan badan ke tangki biar tidak membebani pengendara.

Kalau duduknya ala motor sport di atas ini jelas nggak mungkin.

Jadi kalau di luar negeri motor pegangan untuk penumpang diperhatikan. Berikut ini dikatakan kalau motornya cacat nggak lengkap pegangan belakangnya diberikan harness untuk tujuan sebagai pegangan.
Pillion Passenger

Some couples like a harness on the rider for grab purposes, especially if the bike is not well equipped with grab rails.

Entah mengapa nggak ada intruktur safety riding atau pabrikan yang memperhatikan aturan diatas. Di negara maju tidak dilarang, malah ada yang mengharuskan, mengapa disini kok dihilangkan dan dibilang bahaya kalau pegangan belakang.

Harusnya intruktur safety riding itu memberi teguran keras sama pabrik motor agar membuat penumpang lebih aman. Namun malah mengajarkan hal yang tidak aman agar konsumen tidak tahu bahwa motornya tidak aman.

Sekali sekali dicoba sendiri dulu dong sebelum memberikan anjuran. Mengapa sih ajaran safety riding itu banyak yang nggak ada dasarnya, sehingga cenderung ngawur dan malah justru makin membahayakan.

Iklan

19 thoughts on “Ajaran safety riding nggak boleh pegang handle bar belakang itu ngawur dan membahayakan .

  1. Bonceng di motorsport trus pegangan perut itu serasa ga membonceng

    Kl pegangan grab rail, kalo motor ku banting ke kiri pembonceng pasti telat respon

    Suka

  2. Intinya nih yee, yg namanya naik motor itu (baik pengendara dan pembonceng) ngga bisa kita duduk statis dan pasif, yang repot itu memang kalo pengendara adalah type yg lihai, yg juga menggunakan badannya (tdk hanya tangan) untuk melakukan manuver ketika berkendara, sementara yg dibonceng type orang pasif dan statis, maunya duduk manis kayak di dalam mobil, tidak mau (atau tidak sadar untuk) mengikuti gerakan pengendara dan motor waktu bermanuver, pengendara jadi kesulitan, yg dibonceng bisa kaget, bahaya pun mengancam, hwehehehe…., tapi walau bagaimanapun, ane prefer naik motor itu badan harus menyatu depan belakang, tapi tangan tak perlu di pegangan, soalnya memposisikan badan pembonceng biar rapat dengan pengendara sementara tangan pegangan handle belakang itu tidak mudah dlm prakteknya, malah titik berat jadi agak mundur dikit yg cukup berpengaruh ke handling. Kalau motor sport dg split seat menurut ane itu emang dibikin buat pengendara aja, sementara buat pembonceng hanya bersifat sementara aja, motor egois emang, hehehe…

    Suka

    • iya, setuju. pengendara harus lebih toleran. penumpang harus mengimbangi.

      Kalau motor sport boncengnya pegangan perut, kasihan ridernya seperti bawa ransel seukuran orang. Kalau ridernya ekstrem, yang dibonceng bisa kebuang badannya. Beda sama motor matik/bebek.

      Suka

      • Nah, maka dari itu um, Motor Sport dg split seat itu sebetulnya cuman untuk dinaikin sendiri aja, jok boncenger maybe hanya bersifat temporary, misal cuman numpang nunut aja gitu ke perempatan, atau ke depan gang, tidak buat membonceng dlm wkt lama, hehehe

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s