Posisi duduk racy itu ada yang cuma kelihatannya saja kencang padahal aslinya selain nggak nyaman juga malah lambat .


Di sini penulis mencoba membahas posisi duduk racy bohong bohongan.

Dari beberapa tanggapan terhadap posisi duduk motor sport penulis mendapat kesan bahwa seakan akan posisi duduk racy di motor sport fairing itu bikin kencang karena aerodinamikanya bagus dan bikin enak handlingnya. Ini membuat banyak yang memaafkan kenyamanan yang jadi jauh berkurang. Tapi kalau dianalisa kok rasanya posisi duduk racy cuma strategi marketing yang belum tentu bikin cepat beneran.

Harus diakui memang gaya duduk begitu keren karena mirip dengan gaya berkendara motogp:

Untuk meniru itu maka posisi duduk dibuat tinggi, tangki dibuat super besar, diberi windshield dan tempat duduk penumpang dibuat tidak manusiawi. Tapi hasil akhirnya malah justru kacau.

Dari sisi aerodinamis di motor yang benar benar di desain dengan terowongan angin maka posisi helm itu harusnya bisa menyatu dengan windshield. Sehingga angin yang lewat bisa lancar. Jadi seperti berikut ini:

Namun kenyataannya ini yang terjadi:

Mentok kena tangki sehingga jadi nggak bisa merunduk.
TEST RIDE: All New Honda CBR250RR, Total Control

Daily Review Honda CBR250RR #3 ; Untuk Bikers Dengan Tinggi Badan 180 cm, Cocok Gak Sih?

Ada yang lebih mendingan dengan cara duduk mundur mepet belakang tapi tetap nggak bisa maksimal karena tempat duduk yang bertingkat.
Data Lengkap Test Ride All New Honda CBR250RR Buat Harian Ala OTOMOTIF

 

Jadi selain tangki besar, tempat duduk yang dibuat bertingkat itupun jadi masalah. Karena harusnya bisa lebih merunduk tapi karena duduknya nggak bisa mundur sehingga jadi terpaksa lebih tegak.

Dengan posisi yang nanggung tersebut, efek aerodinamis malah jadi hancur karena angin lewatnya tidak lancar:

Jadi walau sudah terlihat mirip, hasil akhirnya beda karena secara aerodinamika posisi berkendara masih salah. Helem yang harusnya menyatu dengan windshield untuk mendapat aerodinamika sempurna. Namun karena tangki besar, tempat duduk ketinggian, dan jok penumpang yang tinggi membuat posisi berkendara walau sudah dipaksakan capek capek merunduk tetap tidak aerodinamis.

 

Tempat duduk bertingkat bikin lebih susah merunduk nggak cuma di motor yang tangkinya gedenya saja, yang nggak ada tangkinya pun juga tetap susah. Bisa dilihat di contoh berikut:
Foto-Foto Menarik Valentino Rossi di MotoGP Jerez

Terlihat mengendarai jadi canggung. Memaksakan merunduk tapi nggak bisa. Kalau seandainya joknya datar maka harusnya akan jadi lebih mudah untuk menggeser pantat kebelakang dan bisa lebih merunduk.

 

Kalau dibilang desain tempat duduk belakang bertingkat itu menambah aerodinamika, penulis nggak setuju selama pengendaranya nggak bisa merunduk dengan sempurna.

Justru malah dengan tempat duduk yang rata itu malah aerodinamikanya lebih bagus karena jadi lebih enak mengendarai yang seperti berikut ini:

Motor sport sekarang rasanya bakalan susah dibuat mengendarai seperti itu. Mungkin bisa seperti berikut, perut ditaruh di jok belakang, tapi lihat tajamnya jok belakang motor sport sekarang rasanya membuat rider nggak bakalan sanggup lama:

 

Lagipula menyetir merunduk atau tiduran itu bukan satu satunya mengurangi hambatan angin. Dengan menaruh tangan kiri di pegangan belakang pun sudah bisa mengurangi hambatan angin lumayan banyak sehingga yang nyetirnya lebai sambil merunduk pun jadi malu karena nggak bisa menyalip.

Artikel soal hambatan angin:
Cara berkendara cepat mengurangi hambatan angin tanpa bungkuk atau rebah

 

Kemudian soal handling. Ok deh kalau nyetir merunduk enak dipakai di sirkuit. Tapi kalau mau dipakai harian apa masih tetap enak handlingnya? Apalagi kalau situasinya diperlukan selap selip kiri kanan atau mengerem dengan menghindar atau mengerem berkali kali. Penulis yakin lebih enak kalau tegak.

Yang lain juga setuju kok. Kebetulan ada motor yang spek nya sama persis untuk versi naked dan fairingnya. Berikut reviewnya:
Badan Imut Butuh Naked Sport Bike, Pilih GSX-S 150 Dan Lupakan Yang Lain

Memutar area tesride satu kali, Nde langsung pede untuk mencoba berslalom GSX-S 150 melewati cones yang ada dan hasilnya pun sukses. Berbeda ketika mencoba GSX-R 150, Nde kurang pede untuk mencoba berslalom. Nde lalu berputar sekitar 6 atau 7x di area tersebut menggunakan gigi 2. Rasanya begitu ringan, lincah, dan smooth pokoknya sangat menyenangkan.

Suzuki GSX-S150 Yang Membuat Kecele….

Menaiki GSX-S150 terasa lebih lincah untuk diajak kelok-kelok tikungan tajam. Motor ini begitu lincah ditekuk-tekuk, berzig-zag ria sebagai simulasi membelah kemacetan. Sangat berbeda dengan gsx-r150 yang masih tergolong ringan dan nurut diajak rebahan. GSX-R150 lebih asyik untuk menikung cepat atau berkarakter enak buat tikungan kencang, parabolik. Namun soal tikungan tajam patah-patah, gsx-s jauh mengungguli kelincahan gsx-r150.

Penulis yakin motor dengan riding tegak sekalipun tetap enak kalau dibuat tikungan kecepatan tinggi.

 

Jadi kesimpulannya, desain posisi berkendara racy itu sering hanya untuk memberi kesan cepat tapi aslinya enggak cepat. Cuma sekedar gaya tapi esensi nggak ada atau nggak dapat. Bisa jadi justru dengan desain yang nggak racy aerodinamika justru lebih bagus. Mengendarai bisa lebih merunduk atau aerodinamika lebih bagus.

Tangki besar membuat posisi tubuh rider nggak bisa lebih rendah dari windshield. Posisi duduk yang tinggi membuat tubuh rider terpaksa lebih tinggi dari windshield. Sementara itu jok penumpang yang ditinggikan justru menghalangi rider untuk bisa merunduk.

Kalau yang seperti itu, nggak beda dong dengan motor naked yang dipakai merunduk.

Jadi kalau naik motor sport fairing, nggak usah lebai bergaya merunduk meniru motogp karena belum tentu bakal cepat beneran. Coba di tes dulu. Bisa jadi memaksakan merunduk itu nggak jauh bedanya kalau nyantai posisinya. Problemnya adalah walau posisi berkendara sudah dibuat racy, tapi secara desain tidak beneran racy. Sehingga walau posisi berkendara sudah mirip motogp, aerodinamika tetap nggak bagus. Kalau mau beneran lebih aerodinamis, coba di buat rata saja joknya sehingga bisa duduk lebih mundur dan bisa lebih merunduk. Atau tangki dibuat rata.

Tapi kalau memang pinginnya cuma untuk bergaya seperti pengendara motogp, ya boleh saja sih, karena memang mirip.

Contoh kebetulan pakai Honda CBR250RR, tapi motor lain pun banyak yang desainnya nggak beneran aerodinamis. Jadi rider sudah capek capek gaya seperti motogp tapi cuma dapat capeknya saja, nggak dapat cepatnya.

Ada juga sih motor yang posisi berkendaranya racy dan beneran bisa aerodinamis.

Update:

Untuk mempermudah perbandingan, berikut perbandingan antara Honda RC213V-S dan Honda CBR250RR, penulis skala dengan dasar wheelbase RC213V-S 1465mm (401 pixel) dan Honda CBR250RR 1389mm (380 pixel).

Jarak tempat duduk dengan titik tertinggi windshield:
RC213V-S = 88 pixel
CBR250RR = 80 pixel

Jarak titik tertinggi tangki bensin dengan titik tertinggi windshield:
RC213V-S = 51 pixel
CBR250RR = 25 pixel

Jarak terdekat tempat duduk dengan ujung setang:
RC213V-S = 156 pixel
CBR250RR = 144 pixel

Jarak terjauh tempat duduk dengan ujung setang:
RC213V-S = 247 pixel
CBR250RR = 226 pixel

Kalau penskalaan tidak salah, maka tangki RC213V-S lebih rendah dari CBR250RR. Tempat duduk RC213V-S lebih mundur daripada CBR250RR. Kesimpulannya pengendara RC213V-S bakal bisa lebih merunduk daripada CBR250RR

Contoh yang menunjukkan posisi merunduk bisa dilakukan tidak hanya di motor dengan posisi racy saja, CBR 250 disini sepertinya lumayan merunduk:

Ada yang komen soal WSBK, WorldSSP300 bisa jadi contoh bagus motor harian yang bisa dibuat merunduk.

Iklan

57 thoughts on “Posisi duduk racy itu ada yang cuma kelihatannya saja kencang padahal aslinya selain nggak nyaman juga malah lambat .

  1. Bingung mau komennya gimana sama yang belum pernah nyoba langsung pada kecepatan tinggi sih..
    Tapi desain racy itu emg buat kenceng, bukan buat santai.. Silakan Cobain ngebut di atas 120km/jam dengan badan santai (tegak) lalu bandingkan dengan badan merunduk menyatu dengan motor.. Rasakan perbedaan terjangan anginnya pada kecepatan tersebut..

    Suka

    • Problemnya bukan di soal tegak vs merunduk, tapi karena posisi berkendara kurang merunduk. Karena walau desain terkesan racy, merunduknya nggak bisa maksimal. Dan ini membuat aerodinamika jadi kurang bagus. Bisa jadi bila Honda CBR250RR dibuat model ala cafe racer dengan tangki kecil kursi rata maka aerodinamika akan jauh lebih bagus. Sayangnya nggak ada pembanding.

      Motor yang nggak di desain racy pun bisa dipakai merunduk. Dan bisa jadi lebih aerodinamis dari motor yang cuma kelihatannya saja racy.

      Suka

      • 100% racy beneran dan 100% desain untuk race ya motogp atuh mamang, bahkan WSBK dan ITT aja itu moge harian yang dijual bebas secara umum tanpa banyak ubahan.. secara teori si mamang, berarti moge WBSK dan ITT itu cuma racy kesannya aja.. kekeke
        tentu untuk motor yang juga dijual umum, bentuk harus mengakomodir keindahan desain selain masih mantap kalau dibuat turun balap (tucking in)..
        sesekali turun tack day lah atau paling gak nonton balapan di sentul kelas sport fairing biar tau yang namanya tuck in pada motor yang dianggap kesan racy

        Suka

    • Mungkin maksud pak penulis mang, bentuk tangki bensin motor sport yg mau dimirip miripin gp tapi fail krn tangki yg menjulang ke atas alias kegedean, beda sama moto gp yg datar, impact nya di aerodinamis yg ikitan fail jg. Aerodinamis fail = lambat

      Suka

  2. hehehe kalo buat riding harian sih aku lebih suka stang tinggi dan tegak kaya rxking ato gl100,, kalo buat ngebut diatas 140kmpj yah harus nunduk kalo gak anginnya menyakitkan.. dulu aku balap liar pakai rgr ya nunduk juga.. cuma motor 150cc trendnya sekarang stangnya nunduk banget boncengn tinggi tangki gede padahal larinya masih kalah sama motor motor 2tak ku dulu.. yah mungkin biar bergaya motogp hehehe

    Suka

    • Terima kasih infonya. Ha ha, iya, lebih lambat tapi posisi duduk normalnya lebih merunduk. Padahal di motor yang posisi duduknya nggak racy sekalipun masih bisa dipakai nyetir merunduk.

      Suka

  3. Saya baca berkali kali artikel ini dan saya gak dapet pointnya apa prof.. Ini ilmu saya yang cetek banget apa bahasan prof ini terlalu tinggi? Masalahnya saya udah coba motor tersebut dan keluhan-keluhan diatas gak saya rasakan… Maaf kalau salah, maklumin ya

    Suka

    • Poinnya adalah ada motor yang posisi duduknya sudah racy tapi tetap nggak aerodinamis.

      Karena semua motor apapun kalau dipakai nyetir merunduk lebih cepat, maka bug diatas susah ketahuan.

      Judul rasanya perlu direvisi ya.

      Suka

      • Tau gak aerodinamis darimana pak? Kalau foto saya diatas yang disertakan itu memang sayanya yang kegedean, postur saya gak ideal buat naik motor 250cc fairing buat dapet aerodinamika yang bagus. tapi kalau yang ngendarain pembalap profesional atau posturnya cukup sih saya rasa bagus aja sisi aerodinamisnya. Saya udah coba geber sampai 140km/jam gaya nunduk juga masih enak kok, udah test langsung lho ya..

        Suka

        • Kalau dibandingkan dengan foto samping motor motogp terlihat beda lumayan jauh dari sisi posisi helm dengan windshieldnya. Kesannya seperti bangku kurang mundur atau kurang rendah, dan tangki ketinggian.

          Bisa dibandingkan juga tinggi tangki dibanding dengan tinggi windshield antara motor motogp dengan CBR250RR.

          Untuk ukuran badan, apa cocoknya CBR250RR hanya untuk yang badannya kecil saja?

          Ini pendapat pribadi. pakai contoh CBR250RR karena nemunya gambar tersebut. Barangkali punya gambar contoh motor fairing lain kalau dipakai merunduk?

          Hebat sudah tes. Apakah di 140km/jam helm tidak kena angin?

          Suka

      • Coba sama H2R atawa superbike .. 300kph+ sama 160kph+ kurang imbang ..wkwkwk

        Mungkin produsen motor masih mementingkan penggunaan harian kalo mau nunduk parah beli NSF250R ajah yang gak ada SNTK nye . Atau bikin disain yang pure balap gitu ..? Siperbike aje ngmbung segede gaban .. tekanan aerodinamika nya kayaknya gimana sih mas?

        Suka

  4. sampean bandingin motor balap ama motor harian

    ya beda lah

    kasih CBR250RR “BUBBLE WINDSHIELD”

    problem solved

    Suka

    • Motor balap bukannya asalnya motor harian? Iya, tinggal besarin windshield.

      Ada contoh motor harian yang windshield bisa menutupi sama seperti motogp, tapi mending nggak disebut deh.

      Suka

      • itu sampean ngasih ilustrasi MOTOGP
        dimana MOTOGP DIBUAT 100% UNTUK MEMENANGKAN BALAPAN!
        BUKAN HARIAN!!

        sampean kalau mau bandingin liat WSBK jangan MOTOGP!
        WSBK barulah motor HARIAN yang buat BALAP!!

        alias ROADRACE!! kasta RENDAH!!

        tengok WINDSHIELD nya motor WSBK,
        PASTI PAKE BUBBLE WINDSHIELD CUSTOM bukan BAWAAN ORIGINAL!!

        Suka

  5. Menurut ane begini om:
    Naik motor produksi dgn menunduk bukan untuk gaya tapi lebih ke posisi waspada/ siap/ awas terhadap segala jenis situasi tak terduga… Karena kepala lebih ke depan, badan lebih sigap, kaki lebih siap.
    Beda dgn posisi tegak, berat badan bertumpu pada pant@t, dada terpapar angin, lelah pada telapak tangan dan jari.

    Suka

    • Mungkin juga waspada asal posisinya bisa rilek. Untuk pengereman lebih aman kalau tegak. Kalau merunduk juga pandangan jadi sempit. Lelah telapak dan jari rasanya terjadi hanya kalau posisi duduk tidak tegak tidak rebahan tapi diantaranya..

      Suka

  6. motor harian brapapun ccnya,,biasanya kl buat race psti diubah aerodinamikanya, ntah windshield,ketebalan jok,seat belkang,..
    kl ttp dlam keadaan standart tntu tdk mksimal,,lihat gmbar diatas,,tntu dlm kcepatan >100km/h akan brbeda.
    angin yg kena windshield lngsung kbelakang tnpa ada hmbatan dari helm rider,,tntu lbih cepat dri motor standart wlaupun rider nunduk nmpel tangki,,tetap sja helm masih nongol diatas windshield dan tentu ada drag angin yg brpngaruh pd kcepatan.
    wlaupun WSBK itu mnggunakan motor yg dijual bebas, tp jelas dri sisi aerodinamika sdh berbeda dari yg standart,,coba saja dibandingkan.
    menurut saya rider motor sport standart yg kebut2an smbil nunduk2 dijlan raya itu hanya terlihat bodoh,

    Suka

  7. Buat yang nggak bisa menangkap esensi dari artikel ini, brati mungkin saja dia nggak jeli atau gak terima motornya dibilang racy tapi ngga aerodinamis!

    Ane perjelas nih, dari contoh gambar diatas memang desain tanki CBR 250 RR punuknya tinggi dan joknya kurang Roomy, mengakibatkan posisi badan ngga bisa ndelosorr maksimal waktu tucked in, apalagi ditambah desain windshield nya yg belum bubble screen, makin kuranglah aerodinamisnya karena angin ngga mengalir diatas helm tapi ada yg menghantam helm, mungkin kalo desain tangki CBR 250 RR tersebut bagian atasnya rata, joknya ditambah mundurnya, windshield pake bubble screen akan lain ceritanya, tapi apa Honda mau CBR250RR desainnya dibikin mirip RCV itu biar bisa tuked in optimal? Ntar desainnya ngga lagi menyudut lancip2 futuristik lagi dong? Hehehe…..
    Padahal desain segitiga mengemudi milik RCV klo diliat dari atas tetep ngga nunduk2 parah banget koq (jika dibandingkan M1 atau Desmo) terlihat dari ketinggian stang kemudi dg jok jika ditarik garis lurus horisontal, maka posisi stang kemudi masih agak sedikit diatas jok (coba bandingkan dg Yamaha atau Ducati, punya M1 keliatan segaris, Desmo malah paling parah karna sedikit dibawah jok tinggi stangnya)

    *CMIIW

    Suka

    • Terima kasih infonya, setuju. Iya, padahal kalau butuh aerodinamika tinggal dimodif. Kalau baca komen dari yang sudah coba sendiri CBR250RR sepertinya aerodinamika nggak bisa dirasakan. Sekarang jadi sungkan mau posting gambar motor yang merunduknya bisa full nih.

      Suka

  8. berdasarkan apa yg saya rasakan posisi racy bukan hanya berusrusan dengan kecepatan dan kekencangan tetapi seluruh aspek yang dibutuhkan untuk berkendara secara rece. makanya motor race wannabe hanya memberikan satu opsi berkendara, berbeda dengan model yg standart harian yang bisa dibuat dengan berbagai gaya, bisa nunduk, tiduran, ngumpet, dll. dalam race bukan top speed dewanya, tetapi kecepatan rata2 per lap terbaiklah yang menang. jd coba bayangkan motor 1000cc (misal: yzf ri) beradu balap dengan (misal: v max), kira2 mudah yg mana dikendarai untuk beradu finish?

    Suka

    • Rasanya VMax bakal kalah bukan gara gara riding position. Contoh balap 150 race open, bebek yang duduk tegak pun bisa menang lawan yang duduk sporty. Tapi setuju bila menang bukan soal top speed saja tapi juga pengereman dan akselerasi baik jalan lurus maupun tikungan.

      Bisa dijelaskan mengapa kok posisi racy lebih kencang?

      Suka

      • maaf, pak, kayaknya di 150 race open, penunggang bebek memposisikan tubuhnya lebih sporty daripada gaya default berkendara bebek umumnya, bahkan secara posisi riding banyak perubahan yang dilakukan di motor bebek agar bisa se sporty sport wannabe secara default.

        untuk penjelasan kencang yang mana tanpa dibuktikan dengan angka tentu akan tetap menjadi perdebatan tanpa akhir.

        Suka

        • seandainya pun posisi nunduk2 gaya motogp benar2 tidak berpengaruh terhadap kecepatan (saja) maka tidak akan menghentikan perilaku nunduk2 para pengendara sport wannabe di jalanan. bukan masalah kencang dan lain sebagainya tetapi tentang rasa, mimpi dan harapan. ngono kiro2……hehehehe

          Suka

        • Iya, saya cuma ingin menunjukkan bahwa kencang di sirkuit tidak ditentukan hanya dari posisi duduk saja. nggak semua bebek dimodif posisi duduknya seperti misalnya bila ada casual racing.

          Suka

  9. pengalaman saya dengan tinggi badan 155, berat 40 kg dan naik bebek dan metik cc kecil, ketika kita menundukkan kepala atau tepatnya mendekatkan kepala ke area dashboard akan menambah “sedikit” kecepatan, misalnya dengan posisi tegak speedometer mentok di angka 105 kpj, dengan menundukkan kepala kecepatan bisa bertambah 2-3 km/jam dan terpaan angin terasa sedikit berkurang. memang naiknya tidak banyak karena namanya juga motor harian, tetapi saya rasa posisi pengendara sangat berpengaruh.
    Itu dilakukan di motor bebek/metik yang sejatinya desainnya bukan untuk kencang.

    Suka

  10. […] Oleh karena itu nggak masalah bila di balapan sebenarnya menang atau kalah. Rasanya yang lebih menentukan apakah modelnya sudah seperti motogp atau tidak. Tenaga nggak penting, karena toh buktinya yang tenaganya paling lemah ada juga yang masih laku. Tampilan itu yang nomer satu. Gaya mengendarai juga penting tapi kalau terlalu nggak enak orang akan pilih matik yang ada motogp dnanya…. Posisi duduk racy itu ada yang cuma kelihatannya saja kencang padahal aslinya selain nggak nyaman ju… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s