Motor sport fairing 250cc kebawah itu sebenarnya untuk anak anak atau yang badannya tidak tinggi .


Sebelumnya penulis berpikir bahwa posisi duduk racy di motor sport 250cc ke bawah itu cuma bohong bohongan trik pemasaran. Karena duduk sudah racy tapi kok tidak aerodinamis.

Ternyata cara pandang penulis salah. Selama ini penulis berpendapat bahwa kalau seat height tingginya nggak masuk akal untuk orang yang tidak tinggi, maka motor itu cuma cocok untuk orang tinggi. Tapi ternyata motor sport yang tempat duduknya nggak masuk akal tingginya itu sebenarnya ada juga yang dari sananya di desain untuk orang yang tidak tinggi.

Ini bisa dilihat contohnya di artikel sebelumnya. Penulis menunjukkan bahwa kalau orang dewasa yang naik, maka walau posisi duduk sudah racy, tetap tidak bisa aerodinamis.
Posisi duduk racy itu ada yang cuma kelihatannya saja kencang padahal aslinya selain nggak nyaman juga malah lambat .

Bro Indoride bilang bahwa kalau yang naik pembalap profesional bisa kok dibuat cocok. Dan ternyata memang benar, seperti waktu Gerry Salim naik motor Honda CBR250RR berikut, helem bisa sampai nempel tangki, dada ada di sebelumnya tangki:

Dengan begitu, saat di jalan lurus maka helm bisa terlindungi oleh windshield:

Padahal kalau rider yang badannya tinggi itu sama sekali nggak mungkin. Nggak mungkin untuk memendekkan badan kan.

Juga ada contoh di uji wind tunnel Suzuki GSX-R150 berikut:
Suzuki GSX-R150 Dikembangkan di Wind Tunnel

Bisa dilihat bahwa untuk bisa membuat posisi helm dibelakang windshield maka pantat sampai mentok belakang. Terlihat sama sekali tidak ada sisa ruang tempat duduk di belakang. Entah tinggi tubuh pengendara berapa, tapi sepertinya tidak tinggi.

Harus diingat bahwa kalau di eropa motor tersebut ditujukan untuk anak anak:

Wajar bila hasil uji wind tunnel disesuaikan untuk anak anak.

Bukankah motor tersebut bisa dipakai bapak bapak dengan nyaman?

Memang. Motor yang kecil yang sebenarnya ditujukan untuk anak kecil pun bisa dipakai oleh orang dewasa:

Terlihat nggak masalah orang dewasa naik pocket bike. Duduk pun lebih nyantai. Cuma memang aerodinamika nggak dapat. Sama seperti bila orang dewasa pakai motor yang di desain untuk ABG.

Tapi motor ABG pun bisa dinaiki orang dewasa dengan aerodinamika yang baik. Namun ada triknya. Bisa dilihat berikut ini, cara Andi Gilang menaiki motor Honda CBR150R:

Karena kursi desainnya untuk ABG, maka agar bisa aerodinamis, maka duduknya bukan di jok rider tapi di jok penumpang:

 

Jadi motor untuk orang dewasa itu dengan posisi riding normal aerodinamikanya pasti dapat. Sementara itu motor untuk anak ABG harus butuh posisi riding yang nggak normal untuk bisa dapat aerodinamikanya.

Cara duduk yang “benar” kalau naik motor sport yang di desain untuk ABG ya harus nggak sama dengan bila ABG yang naik. Orang dewasa naik motor ABG ya duduknya harus di bangku penumpang biar aerodinamikanya dapat. Seperti dicontohkan oleh Andi Gilang.

Jadi jangan kecil hati kalau merasa motornya kekecilan. Memang motornya untuk ABG, tapi bisa kok diakali agar dari depan bisa beneran kelihatan racy. Cuma memang kalau dari samping atau belakang bakal ketahuan motornya kekecilan.

Ini jadi mengingatkan penulis bahwa ada yang pernah ngomong “full size” bike. Yang mungkin artinya motor yang ukurannya beneran pas untuk orang dewasa. Dan motor cc 250cc ke bawah kalau tidak salah dikatakan bukan full size bike. Ada yang bisa koreksi?

Soal kenapa tempat duduk dibuat nggak masuk akal tingginya walau motor sebenarnya di desain untuk ABG, maaf penulis juga nggak habis pikir. Ngapain sih tempat duduk ditinggikan kalau sebenarnya motor tersebut didesain untuk ABG?

Iklan

31 thoughts on “Motor sport fairing 250cc kebawah itu sebenarnya untuk anak anak atau yang badannya tidak tinggi .

  1. yahh,,, mungkin itulah sebabnya saia pribadi gak cocok dengan postur motor 150cc ke bawah, bahkan lebih sering pegal kalo pas riding di straight karena kudu ektra kerja keras menekuk tubuh seringkas mungkin yang mana effort tersebut tidak terlalu sulit untuk dilakukan ketika naik motor kelas 250cc ke atas.

    *selain nyonya juga sering bilang kalo saia naik motor 150 kayak om-om naik BMX, kaiknya kemana-mana, padahal gak jangkung-jangkung amat wkwkwkwkwk

    Suka

  2. Tapi ngelihat cara duduk andi gilang boleh dibilang pantatnya setengah melayang (kayak ndodok / duduk jongkok) di jok

    Kalo gak terbiasa perut bisa kaku ( kram) krn menahan berat dan tertekan di perut, dimana tekanan berat itu bisa tersalur dan diredam oleh jok ( dan suspensi)

    Suka

    • Wah iya juga ya. mungkin memang itu nggak duduk kali ya, tapi mengangkang. Sama seperti joki kuda, selama lomba tempat duduk nggak dipakai.

      Satu lagi alasan untuk bikin jok rata. Nggak paham mengapa sih jok dibuat bertingkat. Dari sisi keindahan juga yang rata bisa dibuat bagus.

      Suka

  3. makanya enak motor jok lurus rata kaya rx, pantat bisa maju mundur leluasa…

    saya juga bingung kenapa jok pembonceng sekarang tinggi tinggi… kemarin coba tes gsx dan mboncengin spg dealernya.. rasanya perut dikepit paha panas sang spg dan leher berbantalan peredam kejut sang spg… apa mungkin mengejar kenikmatan itu yaa maka dibuat tinggi..????

    Suka

  4. Full size bike itu malah seat height nya lebih tinggi lagi
    Minim 810mm
    Motogp aja cuma rossi yang bisa menjejakkan kedua kaki di aspal, itu pun cuma ujungnya (rossi 178cm)

    Suka

  5. Jarang blogger yg bahas motor spt ini, Blog jd punya ciri khas tersendiri 😀
    Btw, Cbr250rr yg dipakai Andi Gilang sptnya sudah di ganti windshieldnya ya..?

    Suka

  6. tinggi badan pengendara memang sangat berpengaruh, contohnya saya dengan tinggi 155cm/40 kg ketika naik CBR 150 R K45A memang terlihat kegedean motornya, tetapi keuntungannya hanya dengan posisi duduk normal maka aerodinamis bisa lebih dapat karena badan & tangan pendek sehingga posisi duduk menjadi menunduk dan otomatis lebih terlindung dibalik fairing

    https://ndesoedisi.com/2017/05/18/masalah-klasik-honda-scoopy-dari-inden-tanpa-kepastian-hingga-susah-beli-cash/

    Suka

      • Tp menurut saya pribadi, posisi “rancy” itu membuat pengendara lebih sigap dan berkonsentrasi , tp kondisi “rancy” jalanan dan sirkuit tentu beda

        Suka

        • Enggak juga sih. pernah ada pembaca yang kalau ngerem nggak mau maksimal saat pakai motor sport fairing dengan alasan bikin capek tangan. Bisa jadi perilaku ini dianut oleh pemakai motor sport fairing lain sehingga kalau ngerem pasti nggak maksimal sehingga bisa nggak nutut. Bisa jadi lebih memilih menghindar daripada ngerem yang belum tentu cocok untuk semua situasi.

          Sigap dan konsentrasi itu juga hanya kalau pakainya dalam kota, kalau luar kota harus berjuang melawan capek juga. Kalau sudah capek maka kesigapan dan konsentrasi tentu berkurang.

          Suka

          • Wah, saya sebagai pengguna cbr 150 2017 merasa malah lebih sigap klo posisinya agak nunduk dan berat di bagian depan, mau jalan raya mulus atau jalan hutan offroad lumayan saya pakekknya ya itu, adanya itu 😁😁😁 klo pakek cb malah konsentrasi dan kesigapannya saya menurun pak, memang track record saya beberapa tahun ini motor dengan jenis setang jepit sih, klo untuk pacaran kadang pake matic

            Suka

            • Iya, mungkin tiap orang beda beda. Apa karena kepala jadi lebih dekat ke jalan ya? Sudah pernah bandingkan kalau naik CB lama yang rendah?

              Apa itu berarti kalau duduknya tegak kalau ngerem jadi telat?

              Suka

            • Kebetulan saya orang klo bawa motor sport lebih suka yg titik bebannya ada d pundak, klo bawa cb yg titik tumpunya d tulang punggung bagian bawah malah berasa lebih capek 😂😂😂 sering jg d bilang aneh sama temen” hahaha, sering kok bawa berbagai macam tipe motor untuk jarak jauh, ga cuma cb, bahkan matic, trail jg pernah untuk perjalanan jauh 😁 bisa di bilang, saya “penikmat” motor, jd g sekedar komuter saja, mungkin itu yg bikin saya “nyaman” dengan tipe stang jepit

              Suka

            • Ok, terima kasih sharingnya, sepertinya masuk akal juga. Iya, kalau lebih menunduk itu tulang belakang lebih rilek. Kalau tulang belakang sering sakit coba buat stingo zapper dan cemenite, beberapa coba dan manjur :).

              Suka

  7. Enak lihat diskusi Admin dan komentator diatas, dari pada nyela dan ngejek kyk Macan Tengil, kan lebih enak diskusi atau “ngobrol” baik2 sm empunya blog dan komentator lainnya. Yah, namanya juga blog pribadi. Wassalam.

    Disukai oleh 1 orang

  8. kadang jok boncenger yg terlalu jauh dan tinggi dipermasalahkan para fansboy. padahal itu dirancang sedemikian rupa untuk race yg butuh kelincahan, titik berat motor dsb.

    Suka

    • Rasanya yang protes bukan fansboy. Yang mempermasalahkan biasanya istri atau pacar pemilik motornya. Tinggal pemiliknya bakal perduli dengan omongan pasangan atau tidak.

      Soal titik berat, apa harusnya titik berat dibuat tinggi? Soal lincah, apa split seat bikin jadi lebih lincah? Kalau di foto andi gilang kok kesannya malah bikin repot.

      Suka

  9. Saya setuju soal motor cc kecil itu didedikasikan untuk usia sekitaran remaja/bisa juga buat yang ‘pendek’. Dan motor cc besar untuk yang dewasa/berbadan besar (kaya orang bule-bule).

    Pernah lihat orang badannya besar pake Ninja 250 FI, kaya lihat sirkus hewan naik sepeda. Kurang cocok. Apa di kata cc di atas itu muahal katanya. Inilah Indonesia.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s