Motor fairing itu sebenarnya ada yang cocok untuk boncengan tapi di Indonesia nggak ada, karena itu motor sport makin nggak laku .


Beberapa pembaca berkomentar bahwa yang namanya motor sport fairing itu identik dengan tidak nyaman dan tidak enak dibuat untuk boncengan.

Memang sepertinya trennya seperti itu. Namun sebenarnya kalau di luar negeri ada motor sport fairing yang nggak hanya enak buat boncengan tapi juga nyaman untuk jalan jauh.

BMW F800GT

Penjelasannya berikut ini:
Sport touring motorcycle, From Wikipedia, the free encyclopedia

Di link tersebut dijelaskan bahwa motor sport touring atau sport tourer adalah tipe motor yang mengkombinasikan performa motor sport dengan kemampuan berkendara jarak jauh dan kenyamanan dari motor touring.

Menurut jurnalis Peter Egan, sport touring adalah café racer yang tidak bikin pergelangan tangan sakit dan tidak terasa seperti naik tank.

Dikatakan bahwa versi sport touring sering menggunakan part yang sama dengan versi sport namun tenaga difokuskan di rpm menengah dan tidak mencari tenaga puncak. Dicontohkan Triumph Sprint pakai mesin yang sama dengan Daytona, Speed Triple, dan Tiger. Ducati’s ST4 pakai mesin 916. Aprilia SL1000 Falco pakai mesin RSV Mille.

Pengkategorian sport touring ini sering juga rancu ke motor touring (segede tank) atau motor adventure (bisa off road juga). Namun disini penulis cuma mengacu ke motor bentuk sport dengan fairing saja, langsing dan tidak untuk offroad. Pabrikan ada yang pakai kode GT, turismo, tourer, F, dst untuk membedakan produknya dengan sport yang khusus untuk balapan di sirkuit dan bukan untuk jalan jauh.

 

Walau pun pakai fairing, cara mengendarai motor sport touring itu tegak:

 

Ciri lain adalah demi kenyamanan semuanya, maka jok tidak dibuat split seat:

Soal pegangan belakang, beberapa negara di luar itu mengharuskan adanya pegangan penumpang. Jadi mau nggak mau motor harus dipasangi pegangan belakang.
Ajaran safety riding nggak boleh pegang handle bar belakang itu ngawur dan membahayakan .

Any motorcycle carrying two passengers, that back passenger must have bars or something they can grab a hold of to hang on to as well.

Dikatakan bahwa semua motor yang membawa dua penumpang, maka penumpang di belakang harus disediakan bar pegangan atau apapun yang bisa dipegangi.

 

Di Indonesia ini aneh. Sirkuit yang cocok untuk motor sport sangat sangat langka, jalan lebih banyak yang lurus, pemakaian sering lebih untuk harian macet macetan atau jarak jauh, tapi motor sport yang di produksi lebih ditujukan ke pemakaian untuk sirkuit. Harusnya yang lebih cocok adalah motor sport touring atau motor sport drag. Tapi yang terjadi malah makin lama trennya ke motor sport murni.

Yang terjadi di sini tidak sesuai kodrat. Yang tersedia tipenya sport murni saja tapi dipakai untuk harian. Nggak cocok untuk boncengan tapi dipakai juga untuk mudik atau jalan jauh sambil dipaksakan menyiksa penumpang. Sekalipun beneran balapan, dipakainya di lintasan gokart yang nggak cocok banget untuk gaya nyetir merunduk. Sama sekali nggak bisa maksimal, harus berusaha setengah mati agar tidak dipermalukan sama motor bebek. Atau dipakai balap drag yang merunduknya jadi sering susah karena motor sport yang dijual sebenarnya untuk postur nggak tinggi. Nggak matching dengan peruntukannya.

Wajar bila pasar motor sport makin berkurang. Karena memang yang dibutuhkan masyarakat bukan motor yang hanya cocok untuk di sirkuit, tapi yang bisa untuk jarak jauh atau enak dibuat harian.

Contoh motor Sport Touring selain motor BMW F800GT diatas. Yang buatan jepang kenyamanan penumpang sepertinya tidak sebagus yang buatan eropa.
Aprilia Tuono V4 1100 RR

Triumph Sprint GT SE

Honda CBR650F

Kawasaki Z1000SX Tourer:

Suzuki GSX-S1000F

Mungkin ada yang bilang bahwa motor tanpa jok split seat dan ada pegangan tangannya itu cacat. Menurut penulis sih motor motor diatas nggak cacat. Keren kok. Tapi selera memang beda beda.

Iklan

8 thoughts on “Motor fairing itu sebenarnya ada yang cocok untuk boncengan tapi di Indonesia nggak ada, karena itu motor sport makin nggak laku .

  1. motor sport ngga laku karena ngga ada bagasinya,coba kalo beli motor naked/sport gratis braket & box (samping/belakang),orang kalo beli motor ngga cuma buat kerja,buat silaturahmi ke rumah saudara/kawan,kalo tas ngga muat mau ngga mau pake box,kalo matic ada dek depan,kalo ngga ada ya bagasi,kalo kurang tambah box

    Suka

    • Masalahnya, box kualitas pabrikan harganya ya jutaan
      Otomatis harga motor terkerek naik yang bikin makin g laku lagi

      Sport ga laku itu karena harga nya yang lebih mahal dari matic
      Coba r15 dan cbr seharga nmax, ya laris

      Suka

  2. Mungkin pengaruh MotoGp yg cukup kuat di Indonesia jdnya ya spt ini. Motor sport turing dianggap “culun” dan kelasnya lebih rendah dr sport murni. Biar boyok pegel yg penting bisa tampil keren (menurut dirinya). IMO..

    Suka

  3. yang paling enak cbr150 lokal k45
    harga ga semahal cbr150r sekarang
    dan sangat puas bagi boncenger
    *pengalaman pribadi

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s