Apa saja nggak enaknya pakai cairan atau gel anti bocor pada ban


Berdasar saran bro Guston, penulis coba bahas soal cairan anti bocor.

Kalau di demokan cairan atau gel anti bocor itu benar benar ampuh, contohnya berikut ini, bisa tetap nggak bocor walau dilewatkan 5000 paku:
Tapaki 5.000 Ranjau paku tanpa Bocor, M-One Diganjar Rekor MURI

Sebanyak 10 motor melintasi landasan kayu sepanjang 200 meter yang telah dipasang 5.000 ranjau paku selama 30 menit. Dari hasil pengujian tidak satupun dari 10 motor tersebut ditemukan bannya bocor. Inilah yang kemudian menjadi alasan dari tim penilai MURI mencatatkan rekor baru untuk sebuah cairan penambal ban yang sanggup menambal ban otomatis dari ribuan lubang pada ban.

Memang nggak 5000 paku yang kena, tapi lumayan banget dari begitu banyak paku tapi nggak bocor. Jadi cairan anti bocor itu benar benar berfungsi mengurangi resiko bocor.

Ada juga yang unik dari pemakaian cairan anti bocor. Cairan ternyata juga bersifat sebagai pendingin. Sehingga saat di burn out asapnya nggak banyak:

Videonya:

 

Selain bentuk cairan, ada juga yang bentuk gel. Kalau yang gel sepertinya dengan dilumurkan ke bagian dalam ban. Sepertinya cuma cocok untuk yang tubeless:

 

Walau bisa mencegah ban bocor, ada keterbatasannya. Berikut yang bisa penulis rangkum:

Demo anti bocor contohnya sebagai berikut:

Terlihat bahwa setelah paku dicabut ada cairan yang keluar dari lubang bekas paku. Jadi sepertinya lubang tidak boleh terlalu besar karena sepertinya cairan baru bisa bekerja dengan benar kalau keluarnya merembes. Kalau sampai mancur rasanya nggak mungkin bisa menutup sendiri. Jadi kalau lubangnya besar atau ban nya robek, maka cairan anti bocor tidak akan membantu. Jadi sepertinya lebih baik jangan sembarangan lepas paku. Paku kecil silahkan dilepas. Kalau paku besar, mending lepasnya nunggu dekat tambal ban saja.

 

Karena di dalam ban bisa cair tapi kalau kena udara bisa jadi padat, ini jadi sumber masalah. Yang pasti ada masa pakainya, seperti yang disebut berikut ini:
Ngabubutips, Aplikasi Cairan Anti Bocor, Khusus Ban Tubeless Nih

“Cairan ini punya masa pakai, disarankan untuk diganti maksimal satu tahun sekali meski tidak terkena ranjau paku. Lewat dari itu efeknya tidak maksimal melindungi kebocoran,” jelas Joseph Palupi Muljono, Marcomm & M/C Product Manager PT. Dirgaputra Ekapratama, produsen cairan anti bocor berlabel RCA.

Ini sepertinya yang jadi alasan mengapa ada beberapa orang yang bannya tetap bocor sesudah kena paku, cairannya sudah kadaluarsa sehingga jadi kurang efektif.

 

Karena kalau kena udara bisa jadi padat maka tempat lewatnya udara saat isi angin jadi bisa buntu juga. Pentilnya bisa jadi buntu. Seperti diceritakan berikut ini:
Ini Kelemahan Cairan Anti Bocor Ban Tubeless

“Cairan ini suatu saat pasti akan menyumbat pentil ban. Jika sudah mampet, pembeli cukup mengganti bagian dalam pentilnya saja dan udara bisa dipompa seperti sedia kala,” aku Syafei.

Selain bikin mampet pentil, kadang ada yang sampai tutup pentilnya pun susah dibuka sehingga menyarankan pakai pentil dari logam:
Alasan Kuat Untuk Memakai Cairan Anti Bocor

Jangan Pakai Pentil Karet: Nggak enak-nya paling pas ngisi Nitrogen. Pentil ban kadang susah dibuka karena ada cairan-nya yang masuk di sela-sela pentil. Dulu saya pernah pakai pentil karet. Hasil-nya pentil robek gara-gara dibuka paksa pakai tang.

Karena cairan anti bocor bereaksinya dengan udara bebas, sepertinya kalau sudah pakai cairan anti bocor ini maka jangan lagi pakai angin biasa tapi harus pakai angin nitrogen. Selain mengurangi bocor halus, pakai angin nitrogen juga lebih inert, tidak mudah bereaksi. Karena lebih inert ini maka angin baru yang dimasukkan di ban tidak membuat cairan anti bocor beraksi atau reaksinya lebih sedikit.
Isi angin dengan nitrogen kalau di lihat dari ilmu fisika terlihat sedikit sekali keunggulannya, jadi terasa kemahalan

 

Ada yang bilang kalau bocor di samping maka cairan anti bocor nggak bisa efektif. Mungkin motornya harus dimiringkan di bagian lubangnya, karena kalau di bagian tengah triknya berikut ini:

“Jangan ragu untuk mencabutnya, kemudian arahkan ban yang tertancap ke bagian bawah agar tertambal oleh cairan penambal. Setelah itu lubang akan tertambal secara otomatis, tunggu 1 sampai 2 menit motor sudah dapat di pakai kembali,”

Kalau melihat penjelasan tersebut, maka bila bocornya samping, ya motornya dimiringkan ke bagian bocornya sehingga cairan bisa mengalir di bocoran halus tersebut. Tapi susah juga kalau pakunya sampai menembus dalam.

 

Selain itu, ada beberapa cairan anti bocor yang pH nya tidak netral. Sehingga bikin velg aus (kalau besifat asam) atau karatan (kalau bersifat basa) seperti contohnya berikut ini:
EFEK SAMPING PENGGUNAAN CAIRAN PENAMBAL BAN, VELG BERKARAT BRO!!

Tapi bila velgnya sudah pakai aluminium atau pakai ban dalam, rasanya nggak bakal ada masalah.

Ada juga yang bilang bikin pentilnya bocor karena bereaksi dengan cairan anti bocornya:

Surya, salah satu petugas tambal ban tubeless SPBU Pertamina di bilangan Depok, Jawa Barat mengatakan, cairan anti bocor itu kerap mengecoh bikers. Pasalnya, cairan tersebut justru berpotensi merusak pentil ban. Akibatnya, udara keluar dari sela-sela pentil.

Wajar sih bila kebanyakan anti bocor begitu, karena kalau mau yang bisa cepat nambal bocor tentunya cairannya harus reaktif atau mudah bereaksi. Kalau nggak mudah bereaksi berarti kan nambalnya jadi nggak cepet. Kalau nggak cepet maka bocornya jadi lebih lama. Kalau bocornya lebih lama, maka tekanan ban jadi berkurang banyak sehingga hanya cocok untuk emergency dan harus segera dipompa atau bahkan di tambal yang benar.

Jadi sepertinya terpaksa harus memilih antara yang bisa bereaksi cepat tapi resiko merusak celah pentil karet. atau yang aman tapi kalau bocor nggak cepat nutup.

 

Ada yang bilang cairan atau gel ini membuat ban tidak seimbang bila lubang ditambal oleh cairan anti bocor. Menulis penulis wajar, ban jadi nggak seimbang. Mau ditambal pakai apapun pasti pabrik ban bilang ban jadi nggak balance. Yang paling terasa itu kalau tambal ban dalam pakai karet, selain karena berat nggak merata, juga bisa karen ban jadi benjol. Kalau mau ban jadi balance ya harus beli ban dalam atau ban tubeless lagi.

Ada yang bilang keberadaan cairan anti bocor dalam ban itu mengganggu kestabilan. Wajar karena memang ada cairan yang terkocok kocor di dalam. Tapi rasanya ini tidak banyak mengganggu handling, hanya sedikit mengganggu kenyamanan saja. Toh cairan yang dimasukkan juga nggak banyak.

Iklan

15 thoughts on “Apa saja nggak enaknya pakai cairan atau gel anti bocor pada ban

  1. dulu saya pernah pakai di vixion dan ninja… setelah satu tahunan lebih kok rasanya ga stabil yaaa..
    setelah dibongkar bannya ternyata si cairan mengeras dan menggumpal di dalam ban…
    dan juga suka rembes dari samping bikin kotor

    yah setelah itu ga pernah pakai lagi..

    Suka

  2. Kalau saya alhamdulillah tidaka ada keluhan, waktu masuk siklus ganti ban CB 150R, cairan tidak pernah ada rembes dan sebagainya. Sampai sekarang dipake juga cairan di GSX R150.

    #OOT, min tolong buat artikel tentang efek ke mesin pasang knalpot racing yang ga bising (si penjual bilang bisa dibikin ga bising), saya pengen pake knalpot racing karena bentuknya yang keren dan bahannya alumunium. Thanks.

    Suka

  3. Dulu pernah pakai dan memang bagus buat nahan bocor, sdh membuktikan sendiri. Tapi ada efek buruknya juga karena bikin buntu pentil jadinya harud ganti. Sekarang sudah ndak pakai lagi, waktu ganti ban sempat ditawari sih.

    Suka

  4. Pakai ban tubeless kadang ngga bisa di pompa/cairan mengeras,menggumpal di dalam pentil.memang benar kadang cairan ada di sela sela ban tapi itu tidak apa apa/cairan merapatkan/mungkin velg harus di press karena sudah peyang.yg lebih kawan saya memakai ban tubeless + memakai ban dalam juga,menurut dia kalo kena paku tinggal cabut,kempes tidak seberapa di banding pakai cairan,profesi kawan sebagai ojek online

    Disukai oleh 1 orang

    • terima kasih sharingnya. triknya unik juga. Iya ya, harusnya kan ban tubeless lebih tahan bocor. Jadi kalau bocor cuma kecil. mungkin baru besok paginya saja tahu. mestinya lebih aman kalau bocor dirumah ya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s