Untuk menghindari pajak impor Harley Davidson bakal buat pabrik di Thailand


Thailand sepertinya jadi negara yang dianggap kualitas produksinya paling bagus se asia tenggara. Sebelumnya penulis membahas bahwa beberapa Ducati diproduksinya di thailand:
Rumor Ducati bakal dibeli Royal Enfield itu menarik karena bakal dari buatan Thailand jadi buatan India .

Sekarang ternyata Harley Davidson juga akan membuka pabrik di Thailand. Tujuannya untuk menghindari pajak. Berikut beritanya:

Harley-Davidson building factory in Thailand

In Thailand, Harley-Davidson expects to begin building motorcycles in late 2018. The plant is known as a complete knock down facility, an assembly plant where Harley-Davidson will put together bikes using parts shipped from its U.S. factories or suppliers. Harleys made in Thailand will support sales in China and southeastern Asia.

Thailand has a 60% tax on imported bikes, a tax that would not apply to Harleys assembled for delivery inside the country’s borders. Harley-Davidson has five factories in Wisconsin, Missouri and Pennsylvania, in addition to assembly plants in India and Brazil that also rely on American-made parts. The facility in India, which levies a 100% tax on imported motorcycles, opened in 2011.

Dikatakan bahwa Harley Davidson akan memulai membangun pabrik di Thailand mulai akhir 2018. Pabrik yang dibangun merupakan bagian perakitan dengan menggunakan komponen yang didatangkan dari pabrik atau pemasok di Amerika. Pabrik thailand akan menjadi ujung penjualan di Cina dan Asia Tenggara.

Thailand punya pajak 60% untuk produk impor, dengan merakit produk di lokal, maka Harley Davidson tidak perlu membayar pajak impor lagi. Harley Davidson dikatakan punya 5 pabrik di Wisconsin, Missouri dan Pennsylvania. Juga punya pabrik perakitan di India dan Brazil yang juga menggunakan part dari Amerika. Di India, pabrik perakitan membuat Harley Davidson bisa menghindari pajak impor 100%. Contoh motor yang dirakit di India adalah Street 750 dan Street Rod.

 

Karena alasannya menghindari pajak impor, rasanya tidak mungkin untuk berharap pabrik Harley Davidson di Indonesia. Di Indonesia sendiri mau impor atau tidak, kalau diatas 250cc kena pajak barang mewah. Yamaha Indonesia produksi R3 malah dijualnya ke India.

Penulis pernah baca BMW pernah mempertimbangkan mau buat pabrik di Indonesia, tapi sepertinya batal karena nggak menyebut nyebut lagi. Nggak ada untungnya juga mungkin, karena nggak ada beda impor atau dibuat di Indonesia.

Untuk info, berikut contoh perhitungan harga:
Estimasi Perhitungan Pajak Moge yang Harus Dibayar

Gambarannya, jika merek A mengimpor moge senilai Rp 100 juta, maka, harga jual harus ditambahkan PPN dan PPnBM sesuai ketentuan ke pembeli. Jika dihitung, maka Rp 100 juta ditambah PPN 10 persen (Rp 10 juta) dan PPnBM 125 persen (Rp 125 juta). Harga bisa melambung jadi Rp 235 juta!

Jangan lupa, harga tersebut belum termasuk biaya-biaya lain selama proses kedatangan barang plus margin atau keuntungan penjual. Soal ini, besarannya tergantung penjual. Bisa dibayangkan, harga off the road sepeda motor yang nilainya Rp 100 juta bisa membengkak sampai lebih dari Rp 300 juta.

Masih belum selesai. Jumlah itu tidak termasuk pengurusan surat kepolisian. KompasOtomotif pernah mengangkat soal penghitungan pajak ini. Pada dasarnya, harga sepeda motor baru akan dibebankan biaya Bea Balik Nama kendaraan bermotor (BBN KB) 10 persen dari harga off the road. Lalu ditambah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 1,5 persen dari nilai jual kendaraan.

Anggaplah harga off the road moge di atas menjadi Rp 300 juta, harus ditambah lagi dengan BBN KB 10 persen (Rp 30 juta) dan PKB 1,5 persen (Rp 4,5 juta). Total untuk membawa pulang moge menjadi Rp 334 jutaan. Padahal, nilai dari pabrik sebelum diimpor cuma Rp 100 juta.

Iklan

4 thoughts on “Untuk menghindari pajak impor Harley Davidson bakal buat pabrik di Thailand

  1. Ane ga tertarik beli harley om, termasuk barang mewah, pajaknya gila…. Mending beli astrea grand buka pangkalan ojek….

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s