Apakah knalpot racing yang pakai db killer / peredam itu worth it dan efek pemasangan knalpot ke rasio bensin-udara


Dari masukan bro Meong penulis tertarik untuk membahas sebenarnya bagaimana sih penambahan tenaga motor bila pakai knalpot racing tapi db killernya ata peredamnya dipasang. Apa ada gunanya beli knalpot racing kalau pemakaiannya selalu pakai db killer.

Dari yang banyak diketahui, knalpot standard itu tenaganya terhambat oleh catalytic converter. Jadi asumsinya kalau pakai knalpot racing yang tanpa catalytic converter maka tenaga pasti nambah. Namun hasilnya ternyata susah disimpulkan. Jadi walau knalpot racing itu tidak ada catalytic converter, penambahan tenaga saat knalpot racing dipakai dengan db killer hasilnya ada yang tidak beda dari knalpot standard.

Mungkin karena knalpot itu harus pas. Kalau nggak pas maka efek nggak maksimal. Terlalu besar aliran udara bikin rpm bawah turun, terlalu kecil aliran udara bikin rpm tinggi turun. Belum lagi bila di knalpot ada teknologi resonansi untuk meredam suara atau untuk meningkatkan tenaga, kenaikan tenaga jadi berbeda beda untuk rpm yang berbeda.

Yang bikin jengkel itu karena informasi tentang suara dan performa seringnya tidak dimuat di website resmi produsen knalpot. Informasi seringnya cuma bisa didapat dari review. Di website seringnya cuma ditulis suara ngebas garing nggak pecah tarikan jadi ok, dst. Informasi macam berikut ini langka sekali:

Knalpot Pro speed untuk Ninja FI

Hasil review justru lebih informatif, lebih berguna daripada perkenalan knalpot di website resmi:
Hasil Dyno Test Knalpot Racing RX8 RD Untuk Honda CBR250RR, Naik Hampir 2HP!

Knalpot racing ini adalah made in Indonesia tepatnya buatan pabrikan lokal dengan nama RX8, pabrikan ini juga memegang merek knalpot racing lain seperti WRX dan Badhax. Nah RX8 punya dua tipe knalpot racing full system untuk Honda CBR250RR, yang pertama adalah RX8 RD Trigallnt Sandblast dan RX8 RD1 Trigallnt Sandblast. Apa bedanya?

Perbedaannya, RX8 RD lebih pendek dan diklaim sangat cocok untuk trek trek pendek seperti jalanan kota besar yang butuh akselerasi ketimbang top speed. Sementara RD1 ya kebalikannya. Punya tabung belakang yang panjang dan sangat mantap untuk kitiran atas seperti race yang memang lebih sering meraung di RPM atas, orientasinya top speed.

Hasil Dyno Test Honda CBR250RR Zeref Pakai Knalpot Racing GPR Sportisi, Berapa Kenaikannya?

Dari sini bisa disimpulkan, black carbon sebenarnya lebih cocok jika kita lebih sering bertengger di RPM atas seperti saat di race track ataupun touring. Untuk Harian, saya akan pakai Blue yang lebih cocok utk stop and go.

Perbandingan Dynojet Test 4 Knalpot Aftermarket untuk R25 – Apa Pilihan Anda?

Dari sini bisa disimpulkan, black carbon sebenarnya lebih cocok jika kita lebih sering bertengger di RPM atas seperti saat di race track ataupun touring. Untuk Harian, saya akan pakai Blue yang lebih cocok utk stop and go.

Dengan harga knalpot yang sampai jutaan, mengapa pabrikan knalpot tidak meluangkan waktu dan dana untuk memberikan informasi yang lebih berguna untuk konsumen? Tentu akan sip bila setiap modelnya ada video yang menunjukkan suara knalpot. Nggak perlu ada data dyno, tapi paling tidak kalau untuk satu merek motor ada banyak pilihan, karakteristik masing masing knalpot diinformasikan biar konsumen nggak bingung pilihnya. Masa ya harus whatsapp atau fb dulu.

 

Dari beberapa contoh efek pemakaian db killer ada yang tidak beda dari knalpot standard, ada yang lebih baik. Sering juga bisa dilihat ada trade off, mengorbankan tenaga di rpm tertentu tapi bisa menambah tenaga di rpm tertentu. Bisa dilihat bahwa ada usaha agar penurunan tidak parah pada knalpot merek ternama. Ini tentu beda dengan knalpot tiruan yang cuma meniru model atau suara tanpa memperhatikan trade off. Di knalpot yang sembarangan dibuat, bisa jadi trade off bisa lebih ekstrem. tenaga di rpm atas mungkin jauh lebih besar dari merek ternama, tapi di rpm rendah hancur hancuran. Di knalpot ekstreme seperti ini biasanya dyno tidak memperlihatkan rpm rendah.

Kali ini penulis hanya pakai contoh knalpot merek ternama.

Berikut beberapa contohnya:
Perbandingan Dynojet Test 4 Knalpot Aftermarket untuk R25 – Apa Pilihan Anda?

di contoh diatas terlihat bahwa penambahan tenaga knalpot racing terjadi terutama di rpm tinggi. Terlihat bahwa knalpot standar punya tenaga lebih besar di rpm rendah. Di rpm 4000 (asumsi) terlihat bahwa knalpot racing dengan db killer punya tenaga paling besar, sementara tanpa db killer justru tenaganya paling kecil. Di contoh ini knalpot racing tidak cocok untuk pemakaian harian atau macet macetan.

di contoh diatas terlihat bahwa knalpot racing dengan db killer tenaganya selalu diatas dari knalpot standar baik di rpm rendah ataupun tinggi. Namun penambahan yang banyak tetap baru terjadi di rpm tinggi.

Tuning a 2009 Sportster NIGHTSTER XL1200N

di contoh diatas terlihat bahwa dengan db killer tenaga di rpm 2500 dengan db killer tenaga lebih besar.

Test Knalpot DB Killer R9, Tingkat Kebisingan Hilang Tenaganya Malah Naik

Di contoh diatas pakai db killer justru menaikkan tenaga puncak namun dengan mengorbankan tenaga di rpm menengah, yang jadi lebih rendah dari knalpot standard.

Hasil Dyno Knalpot Prospeed Black CNC Honda PCX 150, Power Naik 1DK Lebih!

di contoh diatas dengan atau tanpa db killer, knalpot racing bisa meningkatkan tenaga. Tidak terlihat beda signigikan antara pakai db killer dan tidak.

Test Knalpot Pro Speed Ninja 250 Injeksi, Tenaga Naik dan Enggak Nembak!

di contoh diatas juga dengan dan tanpa db killer hampir tidak ada beda, keduanya sama sama lebih baik tenaganya daripada pakai knalpot standar di semua kondisi

Hasil Tes Dyno Knalpot Yoshimura YZF-R25 Dan R15

di contoh diatas dengan db killer tenaga di rpm mengengah lebih tinggi, tanpa db killer tenaga di rpm tinggi lebih tinggi. Ada peningkatan di rpm menengah dan di rpm tinggi pada pemakaian knalpot racing.

Tes Knalpot Pro Speed Yamaha New V-Ixion Lightning, Naik 1 dk!

Di contoh diatas agak susah membacanya karena warna terlihat berubah. pakai knalpot racing tanpa db killer hasilnya lebih maksimal di rpm atas. dengan db killer tenaga di rpm menengah ke bawah banyak meningkat.

Dari beberapa contoh diatas terlihat bahwa efek dari db killer tidak bisa diprediksi. kadang lebih enak tenaganya, kadang lebih nggak enak, namun seringnya pemakaian db killer membuat tenaga di rpm menengah lebih besar dan mengurangi tenaga di rpm tinggi.

 

Di dyno terakhir ada hal menarik juga yaitu pengaruh antara pemasangan knalpot racing dan rasio bensin-udara. Terlihat bahwa campuran bensin udara menjadi lebih kering setelah pemasangan knalpot racing. Terlihat bahwa di rpm menengah AFR naik dari 1:12 menjadi 1:14, sementara itu di rpm rendah dan tinggi AFR naik jadi 1:18.

Test Knalpot ProSpeed TX di D-Tracker 150, Tiga Step Power!

Gambar diatas juga sama, malah rasio AFR jadi kering hingga rpm menengah. Anehnya di rpm tinggi AFR jadi lebih basah.

Makin keringnya AFR akan beresiko menyebabkan knocking bila tidak diatasi. Ini artinya campuran bensin juga harus lebih diperkaya setelah pemakaian knalpot racing selain agar tenaga bertambah juga untuk mengurangi resiko mesin hancur karena campuran udara terlalu kering. Ciri awal kalau terlalu kering busi jadi muncul butiran bintik bintik, atau kadang ada tanda lebur atau leleh.

Ini juga alasan mengapa busi harus pakai yang lebih dingin setelah pakai knalpot racing. Repotnya busi dingin akan bikin resiko fouling meningkat di rpm rendah bila pakai bensin oktan rendah. Cirinya busi jadi hitam. Oleh karena itu setelah pakai knalpot racing bensin dituntut harus pakai oktan tinggi. Repotnya bensin oktan tinggi itu butuh campuran bensin yang lebih kaya lagi. Ada yang bilang AFR bensin pertamina pertamax itu bisa 1:10. Pertamax turbo bisa jadi butuh lebih kaya lagi.

Contoh diatas menunjukkan bahwa pemasangan knalpot racing itu idealnya diikuti dengan mapping ulang ECU untuk memperkaya campuran bensin untuk mencegah kerusakan mesin. Jadi sebaiknya pemasangan knalpot racing jangan asal saja. Paling tidak, kalau sudah pakai knalpot racing, jangan lagi pakai premium atau pertalite. Minim pertamax.

Jadi setelah pakai knalpot racing jangan berharap bisa ngirit bensin kalau nggak mau resiko mesin rusak.

 

Catatan:
Informasi diatas tidak bisa dipakai untuk menentukan efek knalpot di motor yang berbeda walau misal merek atau tipenya sama. Bisa jadi bentuk luar sama persis tapi efek beda jauh.

Iklan

24 thoughts on “Apakah knalpot racing yang pakai db killer / peredam itu worth it dan efek pemasangan knalpot ke rasio bensin-udara

  1. Wahhh ada, terima kasih min artikelnya!! Tapi terhitung banyak euy yang perlu disetel agar tetap baik performanya setelah pakai knalpot racing. Saya merasa mending beli cat knalpot 1-2 tahun sekali aja, ga PNP banget aftermarketnya.

    Disayangkan banget kenapa ni motor default knalpotnya ga stainless hmmm.

    Suka

  2. Saya setuju , utk motor injeksi klo udh maen modif ganti knalpot idealnya setting ecu juga , ya harus spare uang utk beli ecu aftermarket atau kalo mo pahe beli fuel adjuster / piggyback

    Memang kurang efisien dibandingin motor karbu, settingnya lbh mudah dan mekanikal cukup ganti pilot jet main jet utk menyesuaikan

    Suka

      • Nah utk tau settingan afr yg tepat juga kudu naek meja dyno buat d running, sbenernya tnpa dyno pun bisa dapetin setting afr asal mekaniknya paham ecu aftermarketnya

        Yg menarik mnurut sya malah ada produk knalpot aftermarket yg tone suaranya bisa di setting , mau sopan , agak kencengan, ama loss free flow
        Jd d silencernya ada katup butterfly yg bisa dibuka tutup pakai switch kawat macam sepeda federal

        Disukai oleh 1 orang

  3. Knalpot racing menurut ane buang buang duit om, lha namanya aja knalpot racing… Emangnya naik motor dgn knalpot racing berarti ridernya adalah racer, mau race dijalan raya…?!
    Produsen dan aparat ga sinkron dgn aturan.
    Misal ane beli n pasang knalpot racing, trus ada razia n kena tilang, knalpotnya dipotong, kan ane rugi beli jutaan trus ditilang n knalpot dirusak…

    Seandainya ada produsen knalpot bisa bikin tanpa suara tapi performa meningkat, baru deh asyik tuh…

    Suka

    • Iya, db killer bikin senyap, tapi seperti terlihat diatas, ada yang tenaganya nggak beda setelah pakai knalpot racing yang pakai db killer. Untung untungan rasanya karena kebanyakan knalpot nggak ada reviewnya.

      Suka

  4. Bagaimanapun juga, yang namanya motor kalo masih pake 1 silinder mau diganti knalpot merek terkenal berharga jutaan sekalipun tetep aja suaranya jelek, digeber memekakkan telinga, apalagi basically motor injeksi yg udah ganti knalpot Full System itu butuh remapping ECU/pasang Juice Box/Power Commander atau apalah…. Kecuali kalo cuman Slip On tinggal pasang doang umumnya( mungkin akan beda cerita klo knalpot yg catalytic converternya jadi satu dg silincer)

    Suka

  5. Kalau ingin tenaga motor di atas rata-rata memang sepertinya harus beli motor yang tenaganya gede misal 250 cc keatas biar gga harus modifikasi mesin untuk mendapatkan tenaga gede😂

    Suka

  6. alhmdulillah di blitar masih blm ketat mslh knalpot,,,
    ada razia masih aman gk disuruh brhenti,,
    pakai HRS gp..gigi 5 jalan 40km/h…cuma whuurrrr…sma kyak old vixion,
    40km/h gigi 3 baru deh..whooorrrr,,

    Suka

    • terima kasih sharingnya. baru terasa kalau gigi 3 termasuk lumayan. untung juga sama polisi masih boleh. berarti cuma dari pertamina saja ya halangannya, katanya bakal melarang yang knalpot racing masuk spbu.

      Suka

  7. Kelebihan lain dari knalpot racing adalah suara-nya. Jadi rider2 yang suka kentjang, lebih terekspos di jalan. Pengguna jalan lain lebih aware.

    Kentjang boleh. Yang penting jangan alay atau ugal2-an.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s