Untuk menghindari pajak impor Harley Davidson bakal buat pabrik di Thailand


Thailand sepertinya jadi negara yang dianggap kualitas produksinya paling bagus se asia tenggara. Sebelumnya penulis membahas bahwa beberapa Ducati diproduksinya di thailand:
Rumor Ducati bakal dibeli Royal Enfield itu menarik karena bakal dari buatan Thailand jadi buatan India .

Sekarang ternyata Harley Davidson juga akan membuka pabrik di Thailand. Tujuannya untuk menghindari pajak. Berikut beritanya:

Baca lebih lanjut

Mengapa alat pengirit bensin yang mengubah sifat bensin seperti magnet dan cemenite nggak cocok untuk kendaraan boros


Beberapa waktu yang lalu ada yang tanya mengapa cemenite nggak cocok dipakai di kendaraan yang setelannya boros. Sebenarnya ini juga berlaku pada banyak alat pengirit bensin yang lain.

Banyak alat penambah tenaga yang dibahas di grup free energy mewajibkan pemsangan alat yang mengutak atik ECU yang namanya EFIE, Electronic fuel injection enhancer. Alat ini paling sering ditawarkan pada solusi pengirit bensin HHO, yaitu alat yang merubah air jadi uap campuran hidrogen dan oksigen untuk disedotkan ke intake.

EFIE ini dibutuhkan juga untuk pemasangan alat yang merubah sifat bensin seperti magnet dan cemenite.

Contoh pemasangan cemenite:

Butuhnya EFIE di pemasangan HHO dan HCS mudah dijelaskan. Karena Baca lebih lanjut

Ban yang cuma karet tanpa angin atau ban mati itu ternyata hanya bisa untuk kendaraan lambat .


Penulis sempat terkecoh dengan postingan artikel Asphalt & Rubber. Artikel itu membahas soal ban tanpa angin, air less, air free, non pneumatic tire buatan Bridgestone:
Bridgestone Close to Releasing an Airless Tire Design

Mengapa penulis terkecoh? Karena Baca lebih lanjut

Suzuki GD110HU motor ideal untuk kerja, model retro, diuji ekstrem, kursi nyaman juga untuk penumpang, rantai tertutup, irit dan murah tapi …


Motor Suzuki GD110HU atau Suzuki AX4 ini sudah ada di Thailand an Philipina tapi masih belum ada di Indonesia. Ini benar benar cocoknya buat motor kerja. Mesin halus dan irit. Tempat duduk nyaman baik untuk sendiri atau berdua. Ada pegangan penumpang. Rantai ditutupi. Model retro jadi nggak kelihatan kunonya. Suspensi belakang dobel, sehingga dijamin kuat bawa barang.

Motor juga dijamin bandel Suzuki, pengujiannya saja ekstrem seperti berikut ini: Baca lebih lanjut

Metode pengereman mendahulukan rem depan itu bukan metode safety riding standar internasional


Artikel ini sebenarnya sudah lama penulis kumpulkan bahannya. Baru ingat lagi setelah berdiskusi di postingan berikut:
Begini Tips Cara Ngerem Mendadak Tapi Gak Bikin Ngesot, 20 Mei 2017

Johanes Lucky, chief instructor safety riding PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan “Cara melakukan pengereman mendadak yang tepat itu, tutup gas dengan cepat, kemudian tarik rem depan, kemudian injak rem belakang. Makanya jangan biasakan kedua jari nempel di tuas rem depan saat sedang berkendara. Karena ketika melakukan pengereman maka secara spontanitas akan cepat memencet rem depan”

Kutipan tersebut mewakili apa yang diajarkan di safety riding Indonesia. Sepertinya semua lembaga pendidikan safety riding atau defensive driving di Indonesia mengajarkan metode itu. Kutipan kutipan senada sudah pernah penulis bahas sebelumnya di beberapa artikel. Salah satunya:
Ini riset yang menunjukkan ngawur dan bahayanya ajaran safety atau defensive riding mendahulukan rem depan dan melarang menaruh jari di tuas rem, 7 April 2017

Kali ini penulis akan membahas soal metode pengeremannya. Soal menaruh jari di tuas rem, di Honda internasional ada postingan berikut:
Street Braking: Braking Techniques for Street Riding

Di gambar tersebut disarankan agar menaruh jari di tuas rem agar respon tidak telat saat butuh mendadak ngerem.

Di link pertama ada yang tanya ke penulis apakah ada sekolah balap yang mengajarkan untuk pakai rem belakang dulu. Entah mengapa kok tanyanya jadi ke sekolah balap. Menurut penulis ilmu di motogp tidak selalu cocok diterapkan untuk harian. Yang lebih cocok menurut penulis pertanyaannya dirubah menjadi: apakah ada sekolah safety riding / defensive driving yang mengajarkan untuk pakai rem belakang duluan.

Jawabannya adalah Baca lebih lanjut

Safety Riding: Sistem CBS Combi Brake System Honda PCX 150 ada delay springnya biar lebih aman roda depan nggak ngerem duluan .


Memang “ono rego ono rupo”, barang mahal pasti ada bedanya. Selama ini yang menjadi keluhan penulis terhadap sistem combi brake murahan di Honda Beat, Vario, dst adalah bila pada saat tuas rem kiri (CBS) ditekan, maka tuas rem kanan langsung juga ketarik. Dan parahnya, karena rem cakram lebih sensitif, maka rem depan dulu yang kerja duluan. Padahal rem depan aktif lebih dulu itu berbahaya.

Penulis baru nemu hari ini bahwa sistem combi brake yang beneran itu nggak begitu. Informasi tersebut bahkan diposting di website Honda Internasional

Baca lebih lanjut

Crash Jack Miller bukti bahayanya rem depan dan kata Lorenzo adalah peringatan tuhan untuk tidak meremehkan bahayanya MotoGP .


Jack Miller dikatakan beruntung bisa selamat di kecelakaan tunggal yang dialaminya di Free Practice di sirkuit Le Mans Perancis. Kecelakaan tersebut sangat ekstrem sehingga motor menabrak dinding dan berputar putar.

Kecelakaan ini dijelaskan oleh Miller sebagai berikut:
Lorenzo: Miller’s Le Mans MotoGP practice crash a warning from God

“It was a nasty crash and I’m lucky to walk away with just some bruises, I had some locking on the front through turn one which sent me towards the wall and when I saw I wasn’t going to stop in time I let go before I hit the wall.” Miller said.

Dikatakan bahwa kecelakaan sangat berbahaya dan ia beruntung bisa lolos hanya dengan sedikit cedera. Ban depannya sempat terkunci di tikungan pertama yang menyebabkannya mengarah ke tembok, dan ketika tahu bakal tidak bisa berhenti ia melepasnya sebelum menabrak tembok.

Terkuncinya ban depan penulis tebalkan untuk meyakinkan pembaca bahwa pembalap profesional pun bisa celaka karena pemakaian rem depan. Jangan terlalu pede mengandalkan rem depan atau mengerem mendahulukan rem depan. Akhir akhir ini rame lagi ajaran safety riding mendahulukan rem depan. Padahal ngerem depan dulu itu justru malah sumber celaka. Repotnya ada saja yang tidak bisa bedakan antara ngerem belakang dulu dan ngerem belakang saja. Ngerem belakang saja itu memang nggak bagus, sementara itu ngerem belakang duluan lalu diikuti rem depan itu justru lebih aman dan lebih pakem rem depannya.
Safety riding mengerem mendadak mendahulukan rem depan itu sangat berbahaya, ngerem tidak bisa pakai angka rasio

 

Komentar Lorenzo terhadap kecelakaan tersebut:

“I think that today God picked him up and said, ‘Today isn’t the day you get hurt’. It gave him a warning that MotoGP is no joke. It’s now up to him if he takes this advice onboard or not. In my opinion, [Miller] is one of the riders that that doesn’t pay enough attention to the risk involved. He plays with it, and isn’t as conscious of the risks of riding these bikes [as he should be].”

Ia berpendapat bahwa kejadian tersebut merupakan Tuhan memegangnya dan berkata ‘Hari ini bukan hari kamu celaka’. Ini akan memberik Miller peringatan bahwa MotoGP bukan mainan. Terserah dia apakah Miller bakal merasa atau tidak. Menurut Lorenzo, Miller adalah rider yang kurang memperhatikan resiko yang bisa terjadi. Dia main main dan tidak sadar terhadap resiko mengendarai motor MotoGP.

Kejengkelan Lorenzo terjadi karena sebelumnya Jack Miller nyeletuk kasar pada waktu pertemuan keselamatan soal ban:

“Yesterday in the safety commission he gave a really rude response. He basically told me to shove my opinion up my arse, or something like that. Very rude. I think that’s something you shouldn’t say to any rider in front of the others, and certainly not to a five-time world champion.”

Menurut Lorenzo di pertemuan safety comssion Miller memberikan komentar yang sangat kasar padanya. Itu sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan seorang rider pada orang lain, juga tidak layak dikatakan pada juara dunia lima kali.

Pertemuan itu memutuskan bahwa konstruksi ban depan Michelin akan pakai rangka yang keras lagi di balapan berikutnya di Itali:
MotoGP riders will be switched back to Michelin’s harder construction front tyre as used at the end of 2016 from next month’s Italian Grand Prix at Mugello.

Rossi was joined by a number of other riders, including world champion Marc Marquez, in expressing an interest in reverting to the stiffer end-of-2016 front following the Qatar season opener. Of the 23 riders on the grid, 20 voted in favour of reverting to the stiffer tyre and the change will be made from the Mugello event on June 2-4.

Dikatakan bahwa Rossi, Marquez dan beberapa pembalap lainnya menginginkan agar ban dikembalikan menjadi rangka yang keras lagi setelah balapan Qatar. Dari 23 pembalap, 20 memutuskan untuk meminta agar rangka ban depan dikembalikan ke yang keras. Perubahan akan dilakukan mulai dari balapan di Mugello Itali di 2 sampai 4 Juni.

Lorenzo dan Vinales termasuk yang menolak.
Lorenzo, along with his Yamaha replacement Maverick Vinales, was against the switch.

Yang unik, kedua pembalap motogp tersebut termasuk yang mengandalkan rem belakang. Ban rangka empuk tidak begitu masalah bagi mereka dan malah bisa meningkatkan kecepatan.
Motor MotoGP bagian 1: Pengaruh konfigurasi mesin ke handling bikin Lorenzo kesulitan mengendarai Ducati dan Rossi kesulitan pakai ban Michelin

Keduanya sama sama mengeluh soal ban depan yang kurang gripnya, sehingga carcass yang empuk akan membantu:

Sementara itu untuk Rossi carcass empuk mengganggu handling, sehingga mengurangi kecepatan di tikungan. Oleh karena itu ROssi ingin ban depan yang carcassnya lebih kuat:
Salah mengartikan bisa jadi salah analisa problem ban Rossi karena carcass di ban itu bukan tekstur, daging ataupun kompon