Suhu aspal yang relatif dingin di Assen jadi kesempatan tim utama pabrikan Yamaha dan Rossi juga Viñales untuk memperbaiki posisi di MotoGP


Beberapa blog memberitakan bahwa Viñales menjadi pembalap tercepat pada sesi latihan kedua di balapan MotogGP di sirkuit Assen, Belanda.
TT Circuit Assen, Netherlands

Rasanya ini bakal jadi kesempatan bagi baik Valentino Rossi maupun Maverick Viñales untuk memperbaiki posisi di klasemen MotoGP. Kesimpulan ini penulis ambil berdasarkan Baca lebih lanjut

Foto bocoran spyshoot Ducati 4 silinder, nggak kelihat bedanya


Berikut katanya adalah bocoran dari versi masal dari Ducati 4 silinder.
First Images of the Ducati V4 Superbike Appear

Sekilas nggak kelihatan bedanya.

Sebelumnya ada teaser:
Teaser video mengindikasikan versi terakhir Ducati V-Twin untuk digantikan dengan mesin lebih bertenaga Ducati V4 bakal dipakai di WSBK juga

Menurut penelitian di Belgia kemacetan bakal hilang bila sebagian orang beralih dari naik mobil jadi naik motor


Hasil penelitian di Eropa ini berlawanan sama sekali dengan apa yang dipercaya oleh pemerintah. Di Indonesia itu dipercaya bahwa motor itu sumber kemacetan.

Contohnya:
Si(Apa) Penyebab Macet di Kota-kota Besar?

Sepeda motor bisa dibilang sebagai ‘tertuduh paling dominan’ sebgai faktor kemacetan kota besar. Lihat saja, setiap tahun, banyak orang memakai kendaraan bermotor.

Cicilan Motor Murah Jadi Biang Keladi Macet Jakarta

Ahok sebut motor penyebab macet Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) mengatakan, pemberlakuan larangan tersebut dilakukan karena sepeda motor dituding sebagai penyebab kemacetan di Jakarta. Dia menjelaskan, dalam teori kemacetan, motor adalah kendaraan yang paling banyak menggunaan ruas jalan. Bahkan motor lebih banyak menggunakan ruas jalan dibandingkan mobil dan bus.

“Mobil pribadi pakai lahan besar daripada bus. Jadi bus satu ngangkut orang seratus lebih, motor kalau seratus lebih dijejerin bisa 8-10 bus, kalau enggak salah. Ada teorinya,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1).

Pemerintah memang maunya yang naik motor beralih naik angkutan umum:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya tengah mengkaji larangan bagi sepeda motor untuk melintas di sejumlah ruas jalan Ibu Kota.

“Momentum itu (juga) mendorong masyarakat untuk benar – benar menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

 

Sementara itu asosiasi motor Inggris justru menyarankan orang orang untuk pada naik motor untuk bisa mengurangi kemacetan. Berikut adalah artikel tanggal 16 Juni 2017: Baca lebih lanjut

Lucu Yamaha X-Max 250 yang matik ada TCSnya sementara R25 belum, tapi memang nggak pantas motor sport seperti R25 pakai TCSnya X-Max


Adanya traction control di motor Yamaha X-Max 250 itu menarik karena kok motor skuter matik duluan yang diberi fasilitas TCS. Mengapa kok nggak Yamaha R25 dulu.

Namun dari info di artikel sebelumnya sebelumnya penulis merasa bahwa Yamaha R25 itu nggak cocok pakai TCSnya X-Max. Bila nanti muncul revisi R25, nggak pas kalau dipaksakan pakai TCS bila pakai punya X-Max.
Yang mana dari enam desain berikut yang bakalan beneran jadi Yamaha R25 berikutnya ?

Penulis menemukan beberapa alasan mengapa TCS X-Max nggak cocok dipakai R25. Baca lebih lanjut

Dulu pernah jadi saingan Ducati sekarang Laverda berusaha bangkit kembali lewat model retro


Penulis baru tahu bahwa ada motor yang dulu dianggap saingan berat Ducati. Bukan MV Agusta tapi Laverda.

Morebikes memberitakan bahwa bekas pegawai pabrik motor Laverda sedang berencana akan menghidupkan kembali merek motor Laverda dengan membuat motor retro. Beritanya berikut ini:
Laverda unveils new prototype. Is the iconic Italian brand set to make a comeback?

After an 11 year absence, Laverda has just unveiled its new prototype called the SFC / 4. While it’s only a prototype at this stage, the SFC / 4 sportbike did a couple of laps of the Sydney Motorsport Park during the Sydney International Festival of Speed – as part of celebrations of the history of Italian GP motorcycle racing. The bike has been built by Piero Laverda and a collection of former factory employees, using a tubular truss frame and an air-cooled two-cylinder 688cc engine

Dikatakan bahwa setelah 11 tahun absen, Laverda baru saja menunjukkan prototipe yang namanya SFC /4. Walau masih prototipe, motor sport SFC /4 dicobakan melakukan beberapa lap di Sydney Motorsport Park pada acara Sydney International Festival of Speed, salah satu acara perayaan sejarah motor Itali di motogp. Motor dibuat oleh Piero Laverda dan beberapa bekas pegawai pabrik Laverda, menggunakan rangka tubular truss dan mesin dua silinder 688cc berpendingin udara.

Unik juga karena memilih model retro karena sebenarnya Laverda punya model yang lebih keren seperti contohnya berikut ini:
Laverda SFC 1000 MY2004

Motor Laverda lain bisa dilihat di link berikut:
Autoevolution

An entire Laverda museum is up for sale!

 

Sejarah Laverda diceritakan berikut ini:

Whatever happened to Laverda?

In the 1970s, if Ducati were the two-wheeled Ferrari, Laverda were the two-wheeled Lamborghini. By the early 1980s the whole European industry was reeling from Japanese competition causing many firms to disappear. Laverda attempted to keep pace but even its stylish, fully-faired RGS sports tourer was, under the skin, obsolete and overpriced.

In 2000 Aprilia bought both Moto Guzzi and Laverda. Aprilia revitalised Guzzi and unveiled a new Laverda SFC prototype. Sadly, as it was based heavily on an Aprilia RSV1000 it didn’t generate much interest.

Dikatakan bahwa di 1970, bila Ducati itu Ferrarinya motor, maka Laverda adalah Lamborghininya motor. Di awal 1980 industri motor Eropa mengalami kompetisi dari produk Jepang dan banyak perusahaan yang menghilang. Laverda berusaha untuk tetap kompetitif tapi model full fairing RGS Sport yang keren dianggap kuno dan terlalu mahal.

Di tahun 2000 Aprilia membeli Moto Guzzi dan Laverda. Aprilia merevitalisasi Guzzo dan mengumumkan prototipe LAverda SFC yang baru. Namun karena itu pakai dasar Aprilia RSV1000, motor tersebut tidak banyak mendapatkan peminat

Laverda, From Wikipedia, the free encyclopedia

The Laverda brand was absorbed by Piaggio when, in 2004, Piaggio absorbed Aprilia. Piaggio has elected to quietly close all activities related to the Laverda brand and has publicly stated that they would be willing to sell the rights to the brand if an investor should appear. As of 2015, Laverda.com no longer redirects to Aprilia’s website.

Laverda diakuisisi oleh Piaggio di 2004 saat Piaggio mengakusisi Aprilia. Piaggio memilih untuk menghentikan semua aktifitas merek Laverda dan mengumumkan bahwa mereka bersedia menjual hak untuk merek bila ada investor yang tertarik. Di 2015 laverda.com tidak lagi mengarahk ke website Aprilia.

 

Mungkin Piaggio lebih memilih untuk mengembangkan Aprilia. Di artikel sebelumnya juga sudah pernah dibahas bahwa Aprilia pakai software buatan Piagio untuk fitur monitor motor lewat hp:
Aprilia aMP bisa mengukur lap, display speedometer, program ECU pakai iPhone atau Android

 

Beberapa video motor Laverda, motor ini cenderung ngebas suaranya:

Versi V6:

Harley Davidson banyak saingan sehingga tertarik beli Ducati?


Beberapa media luar memberitakan bahwa Harley Davidson berminat untuk membeli Ducati. Contoh beritanya:
Harley Davidson prepares to buy Ducati

It is reported that the Wisconsin-based bike builder has hired Goldman Sachs to prepare a takeover bid for Ducati that could be worth up to 1.5 billion euros ($1.67 billion).

Dikatakan bahwa pabrikan asal Wisconsin ini telah menyewa Goldman Sachs untuk menyiapkan tawaran ambil alih Ducati dengan nilai sebesar 1.5 milyar Euro.

Sebelumnya Harley pernah punya pengalaman tidak bagus saat membeli pabrik motor eropa juga Baca lebih lanjut

Traction control itu ada kwnya juga, meningkatkan akselerasi vs cuma mencegah selip vs membahayakan, tapi mengapa di Xmax 250 dan 300 ada, di Xmax 400 malah nggak ada?


Kehadiran Traction control di Yamaha X-Max membuat penulis tertarik untuk membahas ini. Ada yang bilang bahwa traction control di Yamaha X-Max tidak ada gunanya:
Fitur Traction Control Di Skutik 250cc? Gak Perlu But Nice To Have!

Ya sebenernya kalau bicara keperluan alias perlu apa gak, butuh atau gak, wajib apa gak.. ya gak wajib, gak perlu, apalagi butuh.. wasted dan redundant! Mubazir! Cuma bikin jadi lebih Mahal doang. Untuk safety Lah kang..Lah Mau segede apa sih tenaga dan torsi dari sebuah skutik berkapasitas 250-300cc? Mau bakal sliding gitu kalau digenjot? Bakal tergelincir saat belok? Itu sih gimana rider nya wkwkw.. Persis kaya CBR250RR dikasih Throttle by Wire dan Riding mode.. gimmick doang!

Di sini penulis tidak membahas apakah perlu atau tidak, namun penulis akan membahas bahwa traction control system TCS itu kw nya macam macam serta penjelasan cara kerja TCS di Yamaha X-Max.

Penjelasan Traction control system TCS adalah sebagai berikut Baca lebih lanjut