Beda dari satu silinder vs dua silinder itu bukan masalah performa tapi dari duit, suara dan power delivery


Atas permintaaan pembaca penulis akan mencoba membahas kenyataan dari perbedaan dari mesin satu silinder dan dua silinder.

Selama ini dianggap motor dua silinder itu lebih bertenaga sehingga akselerasi dan top speed lebih unggul dari motor satu silinder. Motor satu silinder hanya enak di putaran menengah kebawah saja dan nggak bisa dipakai rpm tinggi.

Penulis tidak setuju, karena bisa jadi itu lebih karena kebutuhan pemasaran. Menurut penulis beda antara mesin satu silinder dengan mesin dua silinder itu mirip dengan beda antara mesin bigbang dan mesin screamer.

Soal bigbang dan screamer sudah pernah penulis bahas sebelumnya di:

Intinya kalau mesin big bang itu sentakan mesin lebih jarang daripada mesin screamer. Efeknya terutama ada di power delivery, penyaluran tenaga ke ban. Di mesin big bang ban akan punya grip lebih besar karena ada jeda antara dentuman tenaga satu dengan yang lain.

Kalau dirangkum, mesin big bang:
– lebih mudah dikendalikan
– punya torsi lebih besar
– tenaga puncak lebih lemah
– punya engine brake besar

Yang berikut juga bisa memberikan gambaran:

Mekanik motogp Ducati telah mempertimbangkan untuk mencoba membuat mesin motogp super twin, prototipe terakhit V-Twin. Namun analisa mendalam menunjukkan bahwa mesin dua silinder tidak bakal mampu untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan, lebih dari 230hp, butuh harus meningkatkan rpm menjadi sangat tinggi. Mesin dua silinder harus bisa berputar hingga 17 ribu rpm. Ini akan membutuhkan strok sangat pendek dan bore sangat luas, yang bisa meninmbulkan masalah pembakaran. Oleh karena itu Ducati memilih untuk mengembangkan mesin V4 baru dengan menggunakan mesin L-Twin 90 derajat tradisi mereka sebagai dasarnya.

mesin big bang menghasilkan getaran dan beban lebih besar, memaksa desain yang lebih gemuk. Juga ada pengurangan tenaga bila dibanding dengan screamer.

 

Bisa dilihat bahwa ada banyak kemiripan antara bigbang vs screamer dan satu silinder vs dua silinder.

Mari lihat faktanya.

Yang gampang dulu. Memang benar bahwa motor satu silinder lebih ringan. Contohnya ada di Ninja 250 vs Ninja 250SL:
Alasan Kawasaki Pakai Mesin Satu Silinder

Lebih lanjut Shimada menerangkan dengan mesin satu silinde maka mesin akan lebih ringan sehingga bisa membantu mengurangi bobot Ninja RR Mono. Di banding Ninja 250, Ninja RR ini beratnya 21 kg lebih ringan.

Dengan beda berat seperti itu di kendaraan standar. Maka wajar bila ada pembatasan berat minimum di balapan misalnya ARRC:
Yamaha R25 Dihajar Habis Sama CBR250R di ARRC 2015 Kelas AP250

250cc 4-stroke twin-cylinder
– Bobot minium motor tanpa bahan bakar: 145kg
– Bobot motor dengan pembalap dengan full racing gear: 205kg

250cc 4-stroke single-cylinder
– Bobot minium motor tanpa bahan bakar: 132kg
– Bobot motor dengan pembalap dengan full racing gear: 192kg

300cc 4-stroke single-cylinder
– Bobot minium motor tanpa bahan bakar: 135kg
– Bobot motor dengan pembalap dengan full racing gear: 195kg

Nggak fair tentu kalau di versi standar ada beda berat yang signifikan tapi di balapan dibuat sama.

Untuk getaran, rasanya ini tergantung pada refinement pada masing masing pabrikan. Kalau refinement bagus maka getaran tidak akan begitu terasa.

Untuk soal tenaga, contoh dari satu merek adalah Ninja 250 vs Ninja 250SL (mono).
Komparasi Ninja RR Mono VS Ninja 250 FI, Nafas Putaran Atasnya Beda!

Hasil dyno di atas dynamometer Dynojet milik Sportisi Motorsport menunjukan power Ninja 250 FI lebih besar yaitu 26,21 dk pada 10.800 rpm, sedang Ninja RR Mono 24,54 dk di 9.900 rpm. Sementara torsi Ninja RR Mono 20,15 Nm di 7.000 rpm lebih besar dari Ninja 250 FI yang hanya 17,87 Nm di 8.500 rpm.

Dari contoh diatas terlihat bahwa Ninja mono menang torsi sementara ninja FI menang tenaga.

Namun kita perlu juga melihat dari contoh lain, misalnya di dunia racing.
Wow … R25 Willy Hammer Tembus RPM 14200, Podium Jawara Kejurnas Sport 250

gendut GDT Racing selaku penasehat teknis dan menegaskan tenaga R25 Willy Hammer ini sudah tembus 43 HP (Horse Power). Tapi disebutnya masih dibawah milik Syahrul Amin yang sudah tembus 44,9 HP. perbandingan kompresi 12,4 : 1

Dari dunia racing ada contoh dimana Yamaha R25 bisa mencapai 44,9hp. Banyak yang berpendapat bahwa mesin satu silinder tenaganya kalah dan tidak bisa rpm tinggi.

Namun contoh berikut menunjukkan bahwa itu tergantung duitnya.
250 DYNO SHOOTOUT: WHO MAKES THE MOST? WHO MAKES THE LEAST? WIN BETS

Let’s start at the bottom of the totem pole. The Suzuki RM-Z250 peaked at 38.35 horsepower at 12,000 rpm. The Honda CRF250 peaked at 38.89 horsepower at 11,700 rpm. The Yamaha YZ250F peaked at 39.35 horsepower at 12,000 rpm. The Kawasaki KX250F peaked at 39.88 horsepower at 12,700 rpm. The KTM 250SXF peaked at 43.79 horsepower at 13,900 rpm. And the Husqvarna FC250 peaked at 44.38 horsepower at 13,900 rpm. The Husky’s output was the highest horsepower number we ever achieved with a 250cc production engine on our dyno.

Terlihat bahwa dari hasil dyno motor trail diatas motor trail pun bisa mencapai 14 ribu rpm, dengan tenaga bisa mendekati motor hasil tuneup bengkel. Yang harus diingat bahwa motor motor tersebut asli buatan pabrik.

Entah mengapa pabrikan tidak mengeluarkan motor “sport” fairing dengan spesifikasi premium seperti itu. Kalau dibandingkan dengan motor trail diatas, maka motor “sport” yang ditawarkan jadi terkesan hanya sebagai motor jalanan yang didandani ala motor sirkuit. Beda dengan motor trail diatas yang beneran siap untuk dipakai balapan.

Jadi sebenarnya kalau mau, pabrikan pun bisa mengeluarkan motor satu silinder dengan tenaga yang melebihi motor dua silinder. Tergantung dari duitnya saja.

Dilihat dari strategi pemasaran, faktanya motor satu silinder selalu diposisikan lebih murah daripada motor dua silinder, tentu jadi nggak fair untuk yang dua silinder kalau yang satu silinder tenaganya dibuat sama persis. Kalau harga disamakan, bisa jadi motor satu silinder bisa lebih bertenaga.

Sebagai contoh motor dua silinder Ninja 250 dijual dengan harga hampir 60 juta. Sementara itu motor satu silinder Ninja 250SL dijual dengan harga sedikit diatas 45 juta. Dari sisi performa sudah sangat sangat mepet

Ninja RR Mono
0-60 km/jam : 3,0 detik
0-80 km/jam : 4,9 detik
0-100 km/jam : 7,5 detik
0-100 m : 6,4 detik
0-201 m : 9,9 detik
0-402 m : 15,8 detik
Top speed spidometer : 154 km/jam
Top speed racelogic : 146,6 km/jam

Ninja 250 FI
0-60 km/jam : 3,1 detik
0-80 km/jam : 4,9 detik
0-100 km/jam : 7,5 detik
0-100 m : 6,4 detik
0-201 m : 9,9 detik
0-402 m : 15,7 detik
Top speed spidometer : 161 km/jam
Top speed racelogic : –

Harga 15 juta lebih murah tapi performa sudah hampir sama. Cuma top speed yang beda. Bisa jadi top speed nya Ninja RR mono memang sengaja dibatasi.

Kalau melihat data ini maka klaim bahwa mesin satu silinder cuma enak di rpm rendah menengah itu tidak benar. Klaim bahwa akselerasi motor satu silinder itu lebih lemah itu tidak benar. Klaim bahwa motor satu silinder cuma cocok untuk stop and go itu tidak benar. Klaim bahwa motor satu silinder tidak cocok untuk balapan itu tidak benar. Klaim bahwa motor satu silinder cuma cocok untuk motor garuk tanah juga tidak benar.

Coba seandainya 15 juta itu dipakai untuk buka limiter, beli knalpot dan ECU. Pasti bakal kalah Ninja 250 nya.

Tapi memang suara tidak bisa ditiru.

Jadi sebenarnya menurut penulis keunggulan utama dari mesin dua silinder itu adalah suaranya. Kalau yang lain lain tinggal tergantung duitnya.

Iklan

25 thoughts on “Beda dari satu silinder vs dua silinder itu bukan masalah performa tapi dari duit, suara dan power delivery

  1. Kalo pabrikan keluarin motor dua silinder premium, sulit untuk update om…. Karena selain semua diukur presisi (mikron) butuh bahan yg super juga… Otomatis harga meroket… Strategi bisnis sulit dijalankan, update terbaru akan stuck….

    Suka

    • Iya juga. Harga Kawasaki KX250 katanya 80 juta, dengan hampir 40 hp on wheel dan berat 106kg wet weight. Dibanding dengan Honda CBR250RR 70 juta dengan 31hp on wheel, berat 168kg.

      Suka

    • Kalau big skutik kok kesannya kesepakatan ya. Saya lihat kalau 400cc cenderung satu silinder. Tapi ada contoh aneh Xmax 400 tidak pakai traction control sementara Xmax 300 justru pakai.

      Kalau soal suara sepertinya tergantung merek. Saya coba dengar di youtube yang paling sip suara BMW C650. Honda silver wing 600, Suzuki Burgman 650, Tmax 530 baru kalau kencang suara seperti moge. Sementara itu yang matik 400cc ke bawah pakai knalpot racing cuma lebih berisik saja, nggak ada merdunya.

      Yang menurut saya keren suaranya:

      Suka

  2. Wah sebelumnya terima kasih banyak. Berarti ini sama kaya overstroke vs overbore yaa. Satu menang torsi satu lagi bukan putaran hi rev tapi suaranya yg merduuuu pas pake knalpot racing.

    Di kepala saya kebayang kebayang kalau Kawasaki beneran rilis motor 250 cc 4 silinder, overbore, DOHC. Pas nanjak berarti loyo ya karena torsinya lebih kecil lagi. Wkwkwk indahnya ngayal. Tapi kayanya udah dipikirkan ma merk tersebut.

    Suka

    • iya, mirip overstroke vs overbore tapi lebih ekstrem.

      Kalau soal suara, nemu ini, kawasaki ZXR250, 250cc 4 silinder, 45hp, suaranya sudah seperti motogp:

      Perbandingannya kalau lagi diam:

      Suka

  3. Oh iya maaf ketinggalan, bensin lebih boros yang mana kah? Jika diasumsikan cara pemakaian sama pada kedua jenis motor tersebut.

    Suka

    • Kalau bensin rasanya sama saja. katanya sih lebih irit yang satu silinder, tapi lihat angkanya nggak signifikan. 2 silinder diiritkan (tenaga rpm bawah dibuat hancur) mestinya bisa lebih irit juga.

      Suka

  4. bisa jadi perbedaan RPM maksimal pd ninja 250sl dan ninja 250fi juga disebabkan oleh perbedaan konfigurasi mesin,bore x stroke ninja 250sl 72 x 61,2 dan ninja 250fi 62 x 41,4

    sampai sini belum bs dianggap setara,sebab jumlah silindernya berbeda,jadi kita pakai rasio bore/stroke saja
    ninja 250sl = 72/61,2 = kurleb 1,17
    ninja 250fi = 62/41,4 = kurleb 1,49

    dr rasio tersebut,dapat dimisalkan bila kedua mesin tsb memiliki jumlah silinder sama dan bore sama (misal 80 mm),maka strokenya
    ninja 250sl = 80/1,17 = 68,4 mm
    ninja 250fi = 80/1,49 = 53,7 mm

    bisa kita lihat kalo stroke ninja 250fi lebih pendek dr 250sl,jadi dg piston speed yg sama,angka putaran ninja 250fi lebih tinggi dr 250sl

    soal husqvarna fc250 yg 1 silinder tapi limiter RPMnya tinggi,hal itu bisa disebabkan oleh konfigurasi bore x stroke nya 78 x 52,3 mm,strokenya jauh lebih pendek dr ninja 250sl,bahkan dg piston speed yg sama RPMnya bisa lebih tinggi dr ninja 250sl (bahkan setara ninja 250fi karena rasio bore/strokenya sama2 sekitar 1,49)

    lalu kenapa powernya bisa tinggi?kalo hal ini baru berkaitan dg materialnya yg berkualitas tinggi,jadi mesin lebih durable sehingga pabrikan berani utk setting piston speed di angka lebih tinggi dr motor rata2 di indonesia

    CMIIW
    ane newbie soal motor,wong baru aja lulus SMA wkwk

    mungkin bs buat tambahan referensi

    https://78deka.com/2016/02/02/ini-alasan-multi-silinder-lebih-menguntungkan-daripada-single-silinder-part1/

    (bukan ngiklan,wong bukan blog ane wkwk)

    Suka

    • terima kasih sharingnya. iya, bore stroke pengaruh juga. memang kalau rpm tinggi butuh kualitas tinggi. Contohnya saja motor sport sekarang, rpm dibuat rendah agar komponen bisa pakai yang kualitasnya lebih rendah.

      Suka

  5. Ngitung power itu ilmu pasti (mesin n/a), cuma perlu angka displacement, rasio kompresi, dan peak power di rpm brp. Ga ada ngitung silnder.
    Kalo bore x stroke ngaruhnya, makin pendek stroke berarti bs lebih leluasa naro peak power di rpm lebih tinggi, bikin peak power lebih tinggi tapi torsi turun.
    2 silinder pasti tenaga gede torsi kecil? Gak juga. Liat injum atau gsx250r, tenaga kecil torsi gede. Bukan karena mesin buatan cina, bukan jg karena sohc, tapi strokenya panjang dan peak powernya yg di set rendah.

    Suka

  6. Dengan asumsi semua hal sama, maka “the most practical way to increase the power output of an engine is to make a lot of small cylinders instead of one big one”
    Jadi ya more cylinder = more power bukan hanya suara.

    Suka

  7. Setuju dengan penulis klo power gampang bisa di akali tp klo suara gk bisa di tiru mau ganti knalpot yng model gimna jg ttp gk bsa mirip cz smakin bnyk jumlah silinder makin ajiib suaranya. 😄

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s