Rem ABS dari kebanyakan motor itu ternyata cuma kw 2 yang nggak aman dipakai di tikungan, namun nggak separah ABS kw 3


Rasanya kok kelemahan motor di bidang pengereman itu sering ditutup tutupi. Kalau nggak ada yang levelnya lebih tinggi kelemahan ini seringnya nggak diungkap. Dulu setelah keluar rem cakram, jadi tahu apa saja kelemahannya dari rem tromol.

Lalu setelah keluar ABS, jadi tahu kelemahannya rem cakram, yaitu kalau ngerem mendahulukan rem depan saat panik, bakal lebih gampang jatuh. Yang bahas itu yang lagi review keamanan motor yang sudah pakai ABS. Yang masih belum ABS nggak akan menyebut hal itu. Yang kebangetan sih yang mengajari teknik ngerem gampang celaka.
Ini riset yang menunjukkan ngawur dan bahayanya ajaran safety atau defensive riding mendahulukan rem depan dan melarang menaruh jari di tuas rem

Sekarang sesudah muncul ABS yang modern, jadi ketahuan bahwa ABS yang selama ini dibilang anti jatuh itu ternyata ada cacatnya, bisa jatuh bila mengerem sambil menikung:

Di gambar terlihat motor sudah pakai ABS tapi masih tersungkur. Apa nggak heran mengapa kok nggak ada yang beritahu?

Sebenarnya pabrikan motor sudah memberi tahu. Tapi kebanyakan dilakukan di catatan kecil atau hanya tercantum di buku manual, seperti contohnya berikut ini:
Yang di catatan kecil contohnya
GSX250R GP

Ada angka 1 di belakang ABS. Keterangan untuk itu:

Terms and Conditions:
¹: ABS is not designed to shorten the braking distance. Please always ride at a safe speed for road and weather conditions, including while cornering.

Dikatakan bahwa ABS tidak didesain untuk memperpendek jarak pengereman. Disarankan untuk selalu berkendara di kecepatan aman sesuai jalan dan cuaca, termasuk ketika di tikungan.

Yang dimanual contohnya:
CBR250R USER MANUAL , backup

Antilock Brake System (ABS) designed to help prevent wheel lock up during hard braking on uneven or other poor surfaces while running straight. Although the wheel may not lock up if you are braking too hard in a turn the motorcycle can still lose traction, causing a loss of control.

In some situations, a motorcycle with ABS may require a longer stopping distance to stop on loose or uneven surfaces than an equivalent motorcycle without ABS. ABS may be activated by riding over a sharp drop or rise in the road level. ABS does not function at low speeds (approximately 10 km/h (6 mph) or below).

Dikatakan bahwa ABS didesain untuk mencegah roda terkunci pada saat hard braking di jalan yang tidak rata atau tidak bagus ketika jalan lurus. Meskipun roda tidak terkunci saat mengerem terlalu kuat di tikungan, motor tetap bisa lepas grip dan kehilangan kendali.

Di beberapa situasi, motor dengan ABS akan membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang daripada motor tanpa ABS. ABS bisa aktif bila melewati jalan dengan perubahan ketinggian. ABS tidak berfungsi di kecepatan rendah.

 

Jadi sebenarnya sudah ada peringatan tersebut, tapi kalau tidak diperhatikan akan gampang terlewatkan. Sementara itu sama sales seringkali ABS itu sering dilebih lebihkan. Contohnya:
Honda CBR250R Versi C-ABS Gak Bisa Ganti Ukuran Ban?

Sedang ABS mencegah roda mengunci saat pengereman keras atau saat melintasi jalanan berpasir dan basah. Handling pun lebih aman, pada posisi menikung miring jadi tidak mudah terpeleset.

Dikatakan posisi menikung miring tidak mudah terpeleset padahal di manual CBR250R sendiri sudah dikatakan kalau ngerem terlalu keras di tikungan masih bisa terpeleset.

 

Jadi sebenarnya pabrikan sudah sadar keterbatasan tersebut. Tapi sampai ke konsumen jadi bias dan seakan akan ABS itu bisa bekerja dengan sempurna di semua kondisi.

Tapi itu masih mending, paling tidak di jalan lurus masih bisa bekerja sempurna. Yang berikut ini di jalan lurus pun kerjanya mengkhawatirkan:
Benelli TRK 502 first ride, 23 April 2017

Try coming to a stop and you’ll almost be thankful for the lack of power. The two 320mm front discs feel dated. Very dated. They feel incredibly spongey for most of the travel on the front ever, only biting when the lever is almost touching my other knuckles. The brake lever is span adjustable, but I found it almost impossible to feel any difference between the four settings.

On one occasion the lever came all the way back to the bar without the calipers biting the discs at all – a terrifying moment that required a moment at the side of the road to calm down. ABS is provided by Bosch, so at least that should be good, right? Err, no. Perform an emergency stop – or as close to one as you can with the spongey brakes – and the front locks, a loud chirp coming from the Pirelli Angel in protest, before the ABS system releases the brakes, resulting in a single huge pulse at the lever which almost brings it fully back out again. It feels 10 years behind the ABS of most 2017 bikes.

Dikatakan bahwa saat Benelli TRK 502 di rem, ia bersyukur tenaganya lemah. Rem depan cakram dobel terasa kuno. Saat tuas rem ditekan terasa membal, dan baru mengigit setelah tuas hampir mentok. Tuas rem bisa diatur tapi terasa tidak ada bedanya.

Di satu kesempatan, tuas rem sudah ditekan penuh tapi rem masih tidak mengigit sama sekali, jadi saat yang menegangkan sehingga butuh menepi untuk menenangkan diri. ABS dibuat oleh Bosch, jadi mestinya bagus. Tapi nyatanya tidak. Saat pengereman mendadak dilakukan, dengan menekan tuas sampai mentok, ban depan sempat terkunci dan keluar bunyi decit, sebelum ABSnya melepas rem, yang mengakibatkan dorongan kuat di tuas rem yang hampir membuatnya terbuka penuh kembali. Terasa seperti ketinggalan 10 tahun.

 

Jadi yang namanya ABS itu, walau sudah sama sama pakai Bosch, kalau setelannya nggak pas, kalau komponen rem nggak sip maka efek juga bisa jadi nggak karuan. Yang seperti ini penulis anggap ABS kw 3.

 

Yang kw 2 itu yang kalau ngerem terlalu keras di tikungan bisa jatuh. Rata rata motor selain yang paling mahal dilengkapi dengan ABS kw 2 ini. Nggak cuma Honda saja, tapi juga BMW, KTM, Kawasaki, Suzuki, Yamaha, dst.

Yang kw 1 itu yang kalau ngerem terlalu keras di tikungan nggak jatuh. Rasanya cuma di motor kelas tertinggi (>1000 cc) saja yang menawarkan. Biasanya disebut juga cornering ABS atau Leaning ABS.

Contoh demonstrasi rem ABS kw 1:

 

Yang di video demo itu motor KTM pakai ABS buatan Bosch, Motorcycle stability control (MSC). Beberapa motor Ducati tipe tertinggi juga pakai.

Keterangan dari Bosch:
Motorcycle stability control – Customer benefits at a glance

At the end of 2014, Bosch launched MSC base. With MSC base, Bosch offers lean angle-dependent support for nearly every type of motorcycle. It complements the MSC enhanced system, which is based on a combined braking system and was launched at the end of 2013.

– Optimum braking and accelerating, even in bends
– Reduced risk within the laws of physics
– Improved riding stability in all riding situations as well as braking effectiveness
– Reduces the motorcycle’s tendency to return to an upright position when braking heavily in curves
– Reduces the risk of “lowsiders” (accidents in which the motorcycle capsizes during cornering and the wheels slide out toward the outside of the bend)

Di akhir 2014 Bosch meluncurkan MSC Base. Dengan MSC base maka hampir semua motor bisa dilengkapi dengan sistem pembantu pada saat menikung. Ini melengkapi MSC Ehanced yang menggunakan dasar sistem combi brake yang diluncurkan di akhir 2013.

  • pengereman dan akselerasi optimal termasuk di tikungan.
  • mengurangi resiko sesuai hukum fisik
  • meningkatkan kestabilan di semua situasi termasuk juga kefektifan pengereman
  • mengurangi kecenderungan motor jadi tegak saat mengerem keras di tikungan
  • mengurangi resiko lowside (kecelakaan yang terjadi dengan motor terguling di tikungan dan roda selip keluar dari tikungan)

 

Sementara yang di BMW pakai buatan Continental, optimized curve braking (oCB). Sama saja, cuma beberapa model tertinggi saja yang menawarkan.
Continental Optimized Curve Braking (oCB)

With optimized curve braking, the brake system takes the angled position of the motorcycle into account. Depending on the incline, the ABS control becomes more sensitive and the pressure modulation more flexible in order to improve vehicle handling in curves. The Motorcycle Integral Brake system actively ensures that there is always an optimum ratio between the braking pressures on the front and rear wheels. The motorcycle becomes more stable overall and implements the driver’s braking requirements without any great changes in load.

Dikatakan bahwa dengan sistem ocb, sistem pengereman akan juga memperhitungkan sudut tikungan. Tergantung pada kemiringan, kendali ABS akan menjadi sensitif dan kekuatan tekanan akan menjadi fleksibel untuk meningkatkan handling motor di tikungan. Sistem pengereman motor terintegrasi akan secara aktif akan memastikan bahwa selalu ada rasio pengereman optimal untuk roda depan dan belakang. Motor secara keseluruhan akan menjadi lebih stabil dan bisa menerapkan pengereman yang diminta pengendara tanpa banyak perubahan di loadnya.

 

Sistem rem ini juga sekarang fungsinya banyak. Mungkin daripada sensornya nganggur, maka sistem ABS juga bisa dilengkapi pula dengan anti wheelie (biar nggak standing), anti stoppie (biar roda belakang nggak terangkat), hill assist (biar berhenti saat menanjak nggak mundur), cornering aid (biar saat belok nggak melebar), brake distribution (biar pengereman bisa asal injak nggak perlu mikir), dst.

Salah satu contoh demonya:

 

Yang bisa jadi pelajaran adalah bahwa walau motor sudah ada ABSnya, kita juga tetap harus hati hati. Apalagi kalau ABS di motor kita bukan yang kw 1. Kita harus tetap belajar untuk meningkatkan skill dan tidak menggantungkan diri pada driving aids.

Driving aids dikatakan dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang terjadi karena kurangnya skill. Makin tinggi level driving aids, maka makin tinggi bisa membantu meningkatkan performa atau keamanannya.

Untuk meningkatkan keamanan, memang sebaiknya memilih motor dengan driving aids. Memilih motor yang dilengkapi dengan ABS itu lebih baik. Tapi driving aids bisa nggak sempurna juga. Kenali juga keterbatasannya. Kalau sistemnya malah membahayakan atau mengganggu, ya dimatikan saja.

Iklan

10 thoughts on “Rem ABS dari kebanyakan motor itu ternyata cuma kw 2 yang nggak aman dipakai di tikungan, namun nggak separah ABS kw 3

  1. ABS bukan dewa cakkk

    Thx mas Aji, baca dimari saza, uda diterjemahin, enak pula dibaca terjemahannya

    Oke Sip Jos Pold

    Suka

  2. […] Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana sistem rem ABS itu ada beda kw juga. Dari yang murahan ABSnya nyendat nyendat, sampai yang mahal yang ngerem sambil belok pun bisa mantap. Rem ABS dari kebanyakan motor itu ternyata cuma kw 2 yang masih bisa jatuh kalau nggak hati hati, wa… […]

    Suka

  3. […] Sebelumnya sudah dibahas bagaimana sistem rem ABS biasa akan malfunction bila dipergunakan di tikungan. Untuk bisa dipakai di tikungan dengan aman maka harus pakai sistem ABS yang jauh lebih canggih. Rem ABS dari kebanyakan motor itu ternyata cuma kw 2 yang nggak aman dipakai di tikungan, namun ngga… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s