Rossi menganggap sirkuit Chang international Buriram Thailand membosankan ternyata didesain oleh desainer yang terkenal desainnya membosankan dan Sentul rencananya juga akan mengalami hal yang sama


Rossi barusan ini berkomentar negatif terhadap hadirnya sirkuit Chang International Thailand sebagai bagian dari track motogp:
Chang Circuit is boring – Valentino Rossi

Rossi said, “Especially the problem I think is, I was in Thailand for Yamaha two years ago and the track is not interesting. It’s very boring, has not a lot of corners, just long straights. I think it’s not the best place to go. And also where the track is, is quite bad, it’s far from everything. So I’m not very happy to go to Thailand, essentially, on that track. But if we have to go, we’ll go.”

Rossi mengatakan, bahwa problem terbesar menurutnya adalah, ketika ia berada di Thailand untuk Yamaha dua tahun lalu, dan treknya tidak menarik. Trek sangat membosankan, tidak banyak tikungan, cuma lintasan lurus saja. Bukan tempat terbaik untuk didatangi. Lokasinya juga termasuk jelek, jauh dari mana mana. Ia tidak merasa senang balapan di Thailand, terutama di sirkuit tersebut. Namun kalau diharuskan, terpaksa datang.

Sirkuit Chang International layoutnya seperti berikut ini:

Menurut wiki, sirkuit Chang international dirancang oleh Hermann Tilke. Hermann Tilke ini dikenal membuat sirkuit yang aman tapi balapan jadi membosankan.

Di motogp, pembalap Mick Doohan pernah mengucapkan kritikan terhadap sirkuit hasil desain Hermann Tilke:
Thai MotoGP at Buriram is confirmed for the 2018 season, Valentino Rossi calls the track “boring”

When the 500cc GP first moved from the historic Batu Tiga, Shah Alam racetrack to the Sepang International Circuit in 1999, Mick Doohan was critical of the latter, saying, “Whoever designed this place doesn’t have any idea about motorcycle racing.”

Buriram was designed by Hermann Tilke, the same engineer who designed our Sepang International Circuit. The Buriram International Circuit (name used due to alcohol restrictions) is situated 385 km by road from the Suvarnabhumi Airport in Bangkok. There are only two flights from Bangkok per day. Buriram is certified as FIM Grade A and FIA Grade 1 – the first in Thailand.

Ketika 500cc GP pindah dari sirkuit bersejarah Batu Tiga Shah Alam ke sirkuit Sepang International, Mick Doohan mengkritik sirkuit sepang dan berkata bahwa siapapun yang mendesain tempat ini nggak tahu apa apa soal balapan motor.

Buriram didesain oleh Hermann Tilke, yang juga desainer dari sirkuit Sepang International. Buriram terletak 385 km lewat dari dari bandara Suvarnabhumi di Bangkok. Hanya ada dua penerbangan dari bangkok tiap hari. BUriram disertifikasi FIM Grade A, dan FIA Grade 1, hal yang pertama kali di Thailand.

 

Kritikan juga datang dari pembalap Formula 1:
Raikkonen: Sirkuit Hermann Tilke Membosankan

Mantan juara dunia Formula 1, Kimi Raikkonen, mengaku frustrasi dengan minim tantangan dari sirkuit-sirkuit baru. Pebalap Ferrari ini menggambarkan sirkuit itu sebagai sirkuit yang terdiri atas “tikungan-tikungan Tilke” — merujuk kepada perancang sirkuit kenamaan, Hermann Tilke. Meski tak terang-terangan mengkritik sirkuit modern, Raikkonen mengatakan tantangan sirkuit itu terlalu mudah ditebak.

“Mereka semua terlihat sama. Tidak ada pohon atau apapun di sekitarnya. Tentu saja setiap trek sedikit berbeda, dan setiap tikungan dalam satu sirkuit pun sedikit berbeda. Tapi pada akhirnya trek baru itu selalu terdiri dari tikungan Tilke.”

 

Kesan yang sama juga disebutkan oleh pembalap lainnya:
Sir Jackie Stewart: want more overtaking in F1? Make circuits punish drivers for their mistakes

My belief is that the major reason for the lack of overtaking in modern grand prix racing is down to the modern tracks, nearly all of which have been designed by the same man, the German architect Hermann Tilke. Put simply, they are largely carbon copies of each other and they tend not to penalise mistakes.

Take the last race of 2010 for example. There were four drivers who could have clinched the championship in Abu Dhabi but Ferrari’s Fernando Alonso was the overwhelming favourite. He had only to finish fourth to secure his third world crown. It didn’t happen because he could not find a way past Vitaly Petrov, a rookie in his first season in F1 and with little or no experience of being under such pressure.

Alonso ran wide at the Yas Marina track on four separate occasions as he tried to best the Renault. And yet incredibly the car behind him, driven by Mark Webber, was still not able to pass.
The run-off area was so well manicured and without obstacles that Alonso was effectively able to make fairly big mistakes and still maintain his position. That is plainly wrong.

Sir Jackie Stewart mengatakan bahwa kalau mau lebih banyak menyalip di F1, maka buat sirkuit yang mempenalti pembalap yang melakukan kesalahan.

Ia percaya bahwa alasan utama jarangnya overtaking (menyalip) di balapan GP modern terutama terjadi karena lintasannya, yang hampir semua di desain oleh satu orang, arsitek Jerman, Hermann Tilke. Gampangannya, lintasan lintasan tersebut cuma copy paste satu sama lain dan cenderung tidak mempenalti kesalahan. (Kalau salah nggak akan mengalami kerugian)

Contohnya di balapan 2010. Ada 4 pembalap yang punya kesempatan meraih kemenangan di Abu Dabhi, tapi Fernando Alonso dengan Ferrari sangat diunggulkan. Ia hanya harus finis di tempat ke empat untuk bisa mengamankan posisi juara dunia ke tiga kali. Tapi itu tidak terjadi karena ia tidak bisa mencari cara untuk menyalip Vitaly Petrov, seorang pemula di balap pertamanya di F1, yang hampir tidak punya pengalaman berada dibawah tekanan.

Alonso jalan melebar beberapa kali di lintasan Yas Marina ketika ia berusaha membalap lebih baik dari Renault. Namun herannya, mobil yang dibelakangnya, yang dikendarai oleh Mark Weber, tetap saja tidak bisa menyalip. Tempat bablasan terlalu mulus dan bebas hambatan sehingga Alonso bisa melakukan kesalahan yang lumayan parah tapi masih tetap bisa mempertahankan posisinya. Itu benar benar nggak bener.

 

Hermann Tilke, From Wikipedia, the free encyclopedia

1980 world champion Alan Jones described Tilke’s designs as “just one constant-radius corner after another” and “boring”.

Juara dunia 1980 Alan Jones mendeskripsikan desain Tilke sebagai lagi lagi tikungan dengan radius konstan dan membosankan.

Kalau melihat komentar komentar pembalap yang lain, rasanya wajar kalau Rossi bilang bahwa sirkuit Chang international itu membosankan.

 

Berikut video onboard di sirkuit Chang International:
Onboard touring car:

Onboard moge:

 

Sentul katanya akan juga mendapatkan sentuhan dari Hermann Tilke:
Sentul Akan diperpanjang 300-500 meter oleh Hermann Tilke Perangcang Sirkuit Kenamaan?
Lintasan selama ini seperti berikut:

Mungkin ini desain yang baru:

on board sentul lama:

Ada yang ingat sentul itu didesain oleh siapa? Kok rasanya dulu desainer sirkuit terkenal juga.

Entah bakalan jadi terasa membosankan atau tidak. Kalau benar tikungan tajam dihilangkan, maka mungkin memang benar sirkuitnya tilke itu cirinya tikungan yang tikungannya punya sudut konstan. Ciri lainnya katanya adalah lintasannya yang benar benar flat, tanpa naik turun. Mirip lintasan tamiya ya?

Iklan

16 thoughts on “Rossi menganggap sirkuit Chang international Buriram Thailand membosankan ternyata didesain oleh desainer yang terkenal desainnya membosankan dan Sentul rencananya juga akan mengalami hal yang sama

    • Iya, yamaha kalahan kalau balapan di sirkuit dengan suhu panas, karena traksi ban depan jadi cepat berkurang. Seperti di barcelona sekarang. Kalau nanti pas race suhunya 50 derajat juga Yamaha susah bersaing.

      Suka

        • Hubungannya dengan konstruksi motor. Yamaha bodinya berat di depan. Di suhu panas, ban butuh keras, kalau keras grip berkurang, ban depan jadi lebih mudah hilang gripnya bila terlalu dibebani. Sementara itu Ducati sebaliknya lemah kalau di suhu dingin karena ban depan kurang terbebani.

          Bisa dilihat di hasil balapan motogp, dilihat di ground temperaturenya.

          Tapi unik juga karena setiap suhu panas, rasanya tim satelit Yamaha jadi lebih unggul dari tim utama.

          Suka

          • Harus pake mesin Satelit pas suhu panas banget berarti tim Factory, dibolehkan atau tidak min? Daripada maksain mesin yang ga superior di kondisi track kaya kemarin.

            Suka

          • Anehnya, keluhan rossi ma mvk di catalunia itu pada rear wheelnya. Tidak punya grip di tikungan. Beda dengan alasan admin. Ada penjelasan?

            Terus, kenapa yamaha factory ngga mancoba frame 2016 yah?
            Kaya kasus mm93 di 2015, make frame 2014

            Suka

            • Saya pakai sumber aslinya saja ya. terjemahan indonesia kok rasanya jadi beda pengertiannya.

              Valentino Rossi wants understeer cure from new Yamaha MotoGP frames

              “For me, the main problem is that the bike has more understeer ” he said.

              Problem rossi understeer karena memang berat motor lebih di depan. Jadi saat membelok, harus mencegah ban depan terbebani.

              and after that the problem becomes very big for the rear tyre, “At the end, the main problem is the rear traction, especially on the right, because already after 10 laps I was very, very much in trouble and I had to slow down very much. “I tried everything but it was impossible to exit fast from the corners.

              Problem traksi ban belakang di corner exit adalah karena wheelspin karena beban motor lebih banyak di depan. Butuh lebih banyak pembebanan di ban belakang.

              Suka

  1. Track Buriram emang membosankan sih, liat aja di balapan Superbike, membosankan juga kan, dimana motor yang punya Power Top End lebih bakal mudah juara (ZX-10R), didepan tribun utama aja udah trek lurus, abis itu lepas Turn 1 ketemu trek lurus lagi, setelah itu abis Turn 3 lurus lagi, disini hampir bisa dipastikan juaranya adalah penunggang Desmosedici, coba kita bandingkan dengan Mugello, walaupun punya Longest Straight, tapi Yamaha yg masih kalah di Top End Power masih bisa bejaban di sini.

    Suka

  2. Yah… Kalo satu desainer pastilah jadi mirip mirip… Lebih asik kalo sirkuit ada tiga trek lurus; trek lurus tanjakan, trek lurus turunan dan trek lurus datar… Sedangkan tikungan dibuat bervariasi, tikungan datar sekian derajat, tikungan miring menanjak, tikungan menurun, tikungan patah, tikungan cepat, tikungan melingkar, chicane dll…

    Kalo perlu belajar dari pemain tamiya, treknya menantang lho om…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s