Pembalap MotoGP diwajibkan bisa baca pesan singkat di dashboard ditengah balapan karena tim nggak kuat bayari handsfree sementara pakai pit board nggak informatif dan nggak kebaca


Di motogp rencananya tahun 2018 bakal ada sistem komunikasi yang memungkinkan pembalap untuk menerima informasi dari pit. Ini berawal dari kesulitan yang dialami pembalap dalam membaca informasi yang disediakan melalui papan pesan pit board.

Sepertinya masih akan dikaji apakah penggunaan pesan lewat dashboard ini benar benar bisa memenuhi keinginan tim di pit ataupun pembalap. Apakah sistem tersebut benar benar tidak mengganggu konsentrasi pengendara seperti yang diklaimkan oleh penyelenggara. Karena dari pengendara sendiri ada indikasi bahwa informasinya berpotensi mengganggu.

Komunikasi dengan pembalap selama ini dilakukan dengan menggunakan papan pesan.
What role do pit boards play in MotoGP™?

“All communication,” says LCR Honda’s Team Manager Lucio Cecchinello, “is done through the board. In a normal dry race you are telling the rider where he is in terms of position, the gap to the rider in front and behind, how many laps remain in the race and the lap time. In the case of a flag-to-flag race we also give two further bits of information. The assurance that we are ready with the second bike ‘PIT OK’, and if there is an obvious disadvantage we tell them to come in with ‘IN’.

Dikatakan oleh manager tim LCR Honda Lucio Cecchinello bahwa semua komunikasi dilakukan melalui papan pesan. Di balapan normal di trak kering mereka menggunakannnya untuk memberitahukan rider posisi mereka di lomba, jarak antara rider di depan dan belakang, berapa lap yangt ersisa dan waktu lap. Di saat situasi flag to flag, ada dua indformasi lagi. Info bahwa motor pengganti sudah siap maka pesannya PIT OK, namun bila nggak bagus situasinya maka pesannya PIT IN.

Flag to flag adalah situasi dimana pembalap dibolehkan ganti motor karena perubahan cuaca.
Grand Prix motorcycle racing, From Wikipedia, the free encyclopedia

In 2005, a flag-to-flag rule for MotoGP was introduced. Previously, if a race started dry and rain fell, officials could red-flag (stop) the race and either restart or resume on ‘wet’ tyres. Now, when rain falls, a white flag is shown, indicating that riders can pit to swap the motorcycle on which they started the race for an identical one, as long as the tyres are different (that is, intermediates or slicks instead of wets). Besides different tyres, the wet-weather bikes have steel brake rotors and different brake pads instead of the carbon discs and pads used on the ‘dry’ bikes. This is because the carbon brakes need to be very hot to function properly, and the water cools them too much. The suspension is also ‘softened’ up somewhat for the wet weather.

Dikatakan bahwa di tahun 2005, aturan flag to flag diperkenalkan di MotoGP. Sebelumnya bila balapan dimulai saat kering dan hujan turun, maka petugas bisa melambaikan bendera merah untuk menghentikan lomba, dan pilihannya bisa dimulai ulang atau dilanjutkan dengan ban untuk lintasan basah. Sekarang, saat hujan turun, yang dipergunakan adalah bendera putih, yang artinya rider dapat masuk pit untuk ganti motor yang sama persis dengan motor yangd ipakai start degan beberapa perbedaan seperti misalnya ban, kampas rem, cakramnya dan suspensi. Ban jelas diganti yang sesuai lintasan. Cakram diganti dari yang keramik menjadi yang baja karena rem cakram butuh suhu pemanasan untuk bisa kerja optimal. Kampas rem untuk menyesuaikan dengan cakramnya. Suspensi dibuat sedikit lebih empuk.

 

Pemakaian papan pesan ini sering menimbulkan masalah sehingga banyak yang cari alternatifnya.

MotoGP Dashboard Messages Approved, Starting in 2018

At the Sachsenring MotoGP race last year, a debate unfolded over whether teams should be use that system to send their own messages. The desire to be able to do so came from the fact that multiple riders missed their pit boards, and did not come in on time, thereby throwing away any chance of winning the race. Afterwards, several riders expressed a desire to be able to receive messages from the team, to help them decide when was the best time to swap bikes from wet tires to slicks.

Dikatakan bahwa debat soal kebutuhan untuk bisa kirim langsung pesan ke pembalap dimulai sejak balapan motogp di jerman tahun lalu. Keinginan itu muncul karena banyak pembalap yang nggak bisa baca papan pesan untuk mereka, waduh kelewatan katanya, sehingga pada saat diperlukan membuatnya mereka kalah. Setelah itu beberapa pembalap mengungkapkan keinginan mereka untuk bisa terima pesan dari tim, untuk bisa membantu mereka menentukan waktu yang tepat untuk ganti motor.

RADIOS SILENCED? MOTOGP TO TEST DASHBOARD COMMUNICATIONS

The discussion started because of the situation at the last round in Germany, where Valentino Rossi did not heed the instructions on his pit board and stayed on the track on wet-weather tires while Marc Marquez came in, changed to slicks, and recorded a masterful win. Afterwards, Rossi said that if he had more information, such as his team telling him that Marquez was gaining several seconds a lap on slicks, he could have made a more informed decision.

Diskusi (soal butuh komunikasi ke dashboad) muncul akibat kejadian di putaran akhir di Jerman, ketika Valentino Rossi tidak mengindahkan instruksi yang ditunjukkan di papan pesannya dan tetap berada di lintasan dengan menggunakan ban untuk lintasan basah sementara Marc Marquez masuk pit dan ganti ban slick sehingga bisa memenangkan lomba secara mutlak. Valentino Rossi bilang bahwa bila ia punya lebih banyak informasi, misalnya informasi bahwa Marquez bisa lebih cepat beberapa detik dengan ban slick, maka ia mengambil keputusan dengan tepat.

MotoGP » Should riders have radios in MotoGP?

Valentino Rossi: “Sometimes with the pit board it is difficult, for example if you take Assen, if they say to me that I have already two seconds of advantage, I just have to slow down and I can avoid the mistake.”

The issue of team-rider communication has become more complicated due to the introduction of intermediate tyres this season. Whereas before riders knew they would be changing from wets to slicks or vice versa, some left the pits on Sunday unaware of which tyres were actually on their second bike.

“I didn’t know which tyres I had,” admitted third place finisher Andrea Dovizioso. “I checked in the pit lane when I went out and in the beginning I thought I had the rain tyre because I saw the line, but it was the intermediate front and the slick rear.”

Valentino Rossi bilang bahwa informasi dengan papan pesan itu susah, misalnya saat di Belanda, bila tim nya bilang bahwa ia sudah unggul dua detik maka ia bisa santai dan menghindari kesalahan.

Masalah komunikasi antara tim dan rider jadi lebih rumit dengan diperkenalkannya ban intermediate. Bila sebelumnya ban itu cuma ada wet dan slick, maka kalau sekarang ini pembalap bisa tidak tahu ban apa yang terpasang di motor pengganti.

Andrea Dovizioso bilang bahwa ia tidak tahu ban apa yang ada di motor saat keluar pit. Awalnya dipikir ban pakai ban untuk hujan saat ia lihat garisnya, namun ternyata dipasang intermediate untuk depan dan slick untuk belakang.

MotoGP: Teams to send riders dashboard messages during races

“There are circuits where riders have serious difficulty seeing the pit board. There are boards blocking other boards. And, make no mistake, there are riders who have trouble seeing and understanding the notices,” explains Javier Alonso, one of the Race Direction members working on the project.

Menurut Javier Alono ada beberapa sirkuit dimana pembalap susah untuk melihat papan pesan. Ada papan pesan yang menghalangi papan pesan lainnya. Bahkan ada juga pembalap yang bingung dan nggak paham dengan pesan yang diberikan.

Selain itu menurut penulis pemakaian papan pesan juga punya keterbatasan soal waktu. Pembalap dapat informasi saat lewat tempat pitboard yang cuma ada di satu tempat saja. Jumlah informasi juga terbatar. Informasi yang diberikan juga belum tentu merupakan informasi yang diperlukan oleh pembalap atau informasinya kurang banyak.

 

Oleh karena itu akhirnya diputuskan untuk memperkenalkan pengiriman pesan lewat dashboard:
MotoGP: Teams to send riders dashboard messages during races

virtual messaging system apparently will soon be augmented by about 20 to 25 different brief alerts, which Dorna and the teams are discussing right now with the engineers and team strategists. To unify this communication, each team already has specially encrypted computers (one per rider) connected solely with Race Direction to interact with the judges of the race, make comments or present protests. Those same computers will also be used to individually send messages to each rider during the races.
The range of messages that each rider will personally receive on their display will be sent via the multiple antennas distributed around the circuit, and can include not only current lap times of direct competitors or the distance between them, but also track conditions, suggestions to switch the bike’s power map and, in the case of a wet race, suggest when to change bikes, the type tire to use, or for example, when a rival is changing bikes and how they are doing after the change, to help a rider make a decision when to enter the box to change bikes.

Dikatakan bahwa isi pesan elektronik akan dirangkum menjadi antara 20 hingga 25 info singkat, dimana Dorna dan tim akan berdiskusi dengan teknisi dan ahli strategi. Untuk menyamakan sistem komunikasi, setiap tim akan diberikan komputer terenkripsi, satu untuk tiap rider, yang terhubung hanya dengan pengarah lomba untuk bisa berinteraksi dengan pengawas lomba, untuk berkomentar atau protes. Komputer yang sama dipergunakan untuk untuk mengirim pesan ke tiap pembalap selama lomba.

Pesan elektronik akan dikirim melalui banyak antena yang tersebar di seluruh sirkuit. Informasi tidak hanya lap time atau jarak dibanding pembalap lain , tapi juga kondisi lintasan, saran setelan riding mode, dan bila hujan, saran untuk penggantian motor , ban yang dipergunakan atau misalnya apakah pembalap lain sudah ganti motor dan bagaimana performa mereka sesudah ganti motor sehingga bisa membantu pembalap mengambil keputusan.

 

Pesan singkat yang dikirim contohnya sebagai berikut:
MotoGP, From Sachsenring Race Direction will chat with the riders

 

Reaksi pembalap macam macam. Ada yang bilang itu mengurangi asyiknya balapan:
MotoGP Riders Critical of Pit-to-Rider Communication Plan

Honda’s Marquez said he is against the idea as the ability for rider to make their own decisions “is one of the nicest things” in MotoGP. “And for me one of the things that I don’t like in F1 is most of the times the teams have too much effect on the race. So, for me, if you do the correct meetings before the race, if you are clever enough on the bike, and also experienced, it’s OK.”

Future KTM man Smith backed up Marquez’s point.
“Not a fan [of the idea], I still think that the sole element of the rider making his own choices and calculations is that makes flag-to-flag racing much more interesting,” he said. “If you bring in dash communication, it’s taking away the fun of flag-to-flag,”

Marquez bilang bahwa ia tidak suka dengan adanya komunikasi langsung dari pit ke rider karena kemampuan untuk memutuskan sendiri merupakan salah satu ha terbaik di motogp. Hal yang tidak ia sukai di F1 adalah seringkali tim punya terlalu banyak pengaruh dalam pengambilan keputusan di balapan. Untuknya, selama pertemuan sebelum balapan dilakukan dengan benar, dan cukup pintar saat di atas motor, dan berpengalaman, maka hasilnya pasti ok.

Calon pembalap KTM, Smith juga idem, katanya ia bukan fansnya diperintah pit. Menurutnya independensi rider untuk memutuskan dan mengira ngira sendiri adalah hal yang membuat balapan saat flag to flag jadi menarik. Komunikasi lewat dashboard menghilangkan faktor fun dari sistem flag to flag.

Ada yang bilang perintah bisa nggak sesuai kondisi yang diketahui pembalap:
MotoGP Riders Critical of Pit-to-Rider Communication Plan

Cal Crutchlow, also against the proposed plans, argued communication in the other direction would be more useful. “The problem is, how do I send something back? It’s difficult to text,” he joked. “It’s OK reading something, but the information is, the rider to the crew chief, more than the crew chief to the rider. What can he tell me, for example? ‘It is drying up?’ F**k, you’re not on the bike, mate. You can’t really make that call as much as anyone just because somebody else has pitted.”

Cal Crutchlow juga menentang rencana komunikasi dari pit ke rider. Ia berpendapat bahwa komunikasi di arah sebaliknya (dari rider ke pit) lebih berguna. Cuma masalahnya, mau pakai cara apa? Ia bercanda bahwa mau meng sms susah. Baca baca tidak maslah, tapi informasinya lebih ke dari rider ke kepala tim, bukan dari kepala tim ke rider. Kepala tim mau bilang apa? Jalan sudah kering? Lha wong kepala tim bukan yang naik motor (yang lebih tahu pembalap). Memutuskan untuk masuk pit tidak bisa hanya karena yang lain masuk pit.

Ada yang suka:
MotoGP: Teams to send riders dashboard messages during races

“I agree, especially for safety,” Ducati’s Andrea Dovizioso said. “There could be a really important safety message, because if somebody crash in front of you, the marshal have to react [and display the yellow flag], but sometimes if the crash happens in a difficult part of circuit, it can help.” But Dovizioso was cautious about bringing up too much information. “I don’t agree if they open it up too much, because when you are riding it is very difficult to read. So it’s important to have just the safety message, not all the details about what happened, lap time, blah blah blah…”

Andrea Dovizioso setuju dengan pesan lewat dashboard, terutama untuk keselamatan. Bisa ada pesan yang sangat penting, misalnya ketika ada pembalap yang crash di depan, pengawas harus bereaksi dan menunjukkan bendera kuning. Namun bila crash terjadi di bagian sirkuit yang sulit, sistem pesan lewat spedo bisa membantu. Tapi Doviziosi juga khawatir kebanjiran informasi. Ia tidak setuju bila informasinya terlalu banyak, karena ketika sedang berkendara itu susah untuk membaca. Jadi penting hanya kalau untuk peringatan bahaya, bukan detil detil semacam lap time dan sebagainya.

Rossi was obviously in favor of the virtual boards, and as mentioned, also would like to have radio communication. “Yes, I agree, it’s good. I like, and I also want the radio because during the race, especially in a flag to flag (where the rider can come into the pits to change bikes due to weather conditions), it can be a help. And also it can be good for safety; if you have a crash in front, or a yellow flag, or some people have a problem with the engine and oil on the track. Also, because I always make the wrong decision (laughter), so maybe with the message on the dashboard, it’s more easy.”

Rossi setuju dengan pesan virtual, namun juga ingin lewat komunikasi radio juga. Ia setuju dan menganggap bagus. Ia suka dan ia juga ingin komunikasi lewat radio terutama di situasi lomba flag to flag. Ia juga anggap itu bagus dari sisi keamanan, misalnya ada crash di depan atau situasi bendera kuning, atau ketika ada yang punya masalah dengan mesin atau ada oli di lintasan. Juga karena ia sering salah ambil keputusan (bicara sambil ketawa, jadi mungkin dengan pesan lewat dashboard akan lebih mudah.

 

Komentar Dovizioso, Rossi dan Marquez di wawancara:

Di video itu Dovizioso bilang bahwa ada rider yang nggak mau harus baca baca teks saat sedang balapan, misalnya karena susah baca teks selagi balapan, namun ia termasuk yang lebih suka bila bisa menerima lebih banyak informasi yang bisa membantu mengambil keputusan lebih baik. Rossi bilang bahwa itu bisa membantu, tapi di motor pembalap tidak punya banyak waktu untuk membaca, beda dengan di mobil F1 yang bisa lebih punya banyak waktu luang. Marquez bilang itu bisa membantu memberitahu pembalap saat kena penalty, atau juga untuk mengambil keputusan saat dalam kondisi flag to flag

 

Ada beberapa masalah juga , misalnya informasi yang cuma bisa searah. Informasi yang bisa ditampilkan juga cuma sedikit. Informasi penting bisa ketumpukan dengan informasi lain bila pembalap nggak sempat perhatikan. Apa ya pembalap di suruh scroll down informasi waktu lagi balapan? Jadi nambah nambahi pekerjaan.

Pembalap juga tidak bisa menginformasikan informasi apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Tentu nggak mungkin untuk mengharapkan pembalap untuk kirim pesan balik selama lomba. Karena justru alasan menyita perhatian ini juga yang dipakai untuk tidak menggunakan sistem komunikasi pakai suara.

 

Berikut pendapat soal pemakaian komunikasi suara di motogp:
MotoGP: Teams to send riders dashboard messages during races

“Our races are sprint races and therefore it makes no sense to have radios,” explains Alonso. “They are very expensive, very complicated and also can be dangerous distractions to riders. We want to increase the access to the information they need and, above all, display that data more than just a thousandth of a second, which is the time they have to see the pitboard. With this new system, riders will have the information more easily, it will be more readable and available as long as they want, because they themselves decide when it will disappear from the display screen.”

“Radios in motorcycle racing are not recommended,” explains Michele Zasa, the Italian doctor responsible for the championship’s Clínica Móbile. “in the case of a rider going 200 mph on the straight or 120 mph leaned over in a corner, this message must be very short. It’s easier to understand a written message at a glance than hearing it for two or three seconds while racing.”

Kata Alonso balapan motogp itu adu sprint dan karena itu nggak masuk akal kalau pakai radio (F1 dianggap apa ya?). Sistem radio itu sangat mahal, sangat rumit dan dapat jadi pengganggu yang berbahaya untuk rider. Mereka ingin menambah akses ke informasi yang dibutuhkan rider, dan menampilkan lebih dari seper seribu detik, yang merupakan waktu yang tersedia untuk rider untuk bisa baca informasi di papan pesan ketika lewat.. Dengan sistem yang baru, rider akan bisa dapat informasi lebih mudah, lebih mudah dibaca dan ada selama yang mereka butuhkan karena rider lah yang menentukan kapan pesan dihilangkan.

Kata Michele Zasa, dokter dari tim medis balapan, ketika pembalap melaju di 200mph di jalan lurus atau 120mph sambil menikung, pesan harus sangat singkat. Lebih mudah untuk membaca sekilas pesan yang tertulis daripada mendengarnya selama dua atau tiga detik selama balapan.

Rossi in support of radio communication in MotoGP

Honda’s Marquez was not so keen on the idea. “For me, no, because I cannot imagine leaning into a corner at 200 miles per hour and somebody speaking. This is not cars. For me, no way,” the Spaniard said.

Marquez tidak begitu suka dengan ide pakai radio. Menurutnya ia tidak bisa membayangkan ketika mau menikung di 200mph dan tiba tiba ada yang ngomong. Motogp nggak seperti mobil (F1), untuk Marques nggak cocok.

What role do pit boards play in MotoGP™?

Cecchinello adding: “The reason we don’t use a radio is not only down to cost, but also the fact that it would be a dangerous distraction to the rider. Unlike a Formula 1 driver, a MotoGP rider is constantly moving around the bike in an extremely physical way. Any distraction whatsoever can be very dangerous.”

Cecchinello bilang bahwa tidak menggunakan komunikasi radio tidak hanya soal harga (yang mahal), namun juga karena radio akan menjadi pengganggu yang berbahaya untuk pembalap. Tidak seperti halnya pengemudi Formula 1, pengendara motogp selalu bergerak di sekitar motor secara fisik. Segala macam gangguan bisa sangat berbahaya.

Bisa dilihat bahwa alasan alasan untuk tidak memakai komunikasi radio dan keunggulan dari komunikasi lewat dashboard yang disebutkan justru jadi keluhan pembalap untuk komunikasi lewat di dashboard.

Omongan Alonso bahwa tim ingin menambah informasi dibantah oleh ridernya. Rider justru nggak ingin terlalu banyak informasi. Rider cuma ingin informasi darurat saja. Nggak butuh info lain.

Omongan Alonso bahwa sistem pesan lewat dashboard bisa memberikan informasi yang dibutuhkan rider juga dibantah rider. Karena rider ingin bisa melakukan komunikasi dua arah. Rider yang lebih tahu informasi apa yang dibutuhkan.

Sistem pesan lewat dashboard juga dianggap bisa mengganggu, mengalihkan perhatian karena pengendara sering tidak sempat untuk membaca pesan. Yang disetujui pembalap adalah bila pesan di spedo hanya dipakai untuk menunjukkan situasi yang membahayakan rider, jadi tidak dipergunakan terlalu sering.

Semua juga setuju sistem pakai radio itu mahal.

Mengapa nggak pakai hp cina sederhana yang dua ratus ribuan ya? Lalu dipanjer menyala selama balapan pakai paket hemat. Ngirit.

Iklan

9 respons untuk ‘Pembalap MotoGP diwajibkan bisa baca pesan singkat di dashboard ditengah balapan karena tim nggak kuat bayari handsfree sementara pakai pit board nggak informatif dan nggak kebaca

    • Setuju, ribet banget. Padahal saya kira hanya indikator berkedip untuk membantu black flag dsb dsb. Ternyata sampe ke informasi lain. Lihat saja bagaimana balapan ini ke depan.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.