Lampu depan LED putih menyebar penyakit lebih parah dari lampu sorot projie karena bisa bikin buta permanen atau katarak


Ada yang bilang bahwa manusia itu membuat kerusakan di muka bumi. Mungkin berlebihan tapi penulis jadi teringat ini setiap kali penulis silau kena cahaya lampu depan LED. Bisa jadi rider nggak ada niatan jahat, karena yang begitu itu hasil pabriknya yang ngawur atau nuruti fans ngawur, namun tetap saja itu bukan hal yang baik bagi orang lain. Niatan untuk gaya, tapi orang lain yang kena sorot nggak akan memuji karena justru terganggu.

Silau dari lampu depan LED putih nggak ada bedanya dengan ABG pakai lampu projie menyilaukan baik di setang ataupun lampu rem. Malah bisa jadi di lampu depan LED putih lebih parah, karena yang lampu projie itu bisa lebih redup karena lensanya berwarna sementara yang lampu depan LED itu sangat bening sehingga lebih silau. Lampu sorot juga biasanya cuma sesaat sementara itu lampu depan LED itu menyala terus.

Karena menyolok dan beda sendiri dari kendaraan lain, penulis jadi sering tidak sadar malah mengarahkan mata ke sumber lampu yang silau itu. Ini membuat penulis khawatir, jangan jangan keseringan lihat lampu menyilaukan begitu bisa membuat kebutaan permanen. Dan ternyata memang ada resiko itu.

Biasanya media Indonesia menyebut bahwa resiko lampu putih itu buta sementara karena silau, seperti contoh judul artikel berikut:

Namun dari beberapa referensi luar, efek lampu led tidak hanya kebutaan sementara saja tapi juga permanen. Efek ini terutama terjadi pada lampu putih LED. Ini karena sifat spektrum lampu LED yang sangat tidak merata, dimana spektrum cahaya biru sifatnya berlebihan:

Sebagai perbandingan berikut untuk lampu HID putih, perhatikan spektrum warna biru:

 

Warna biru punya efek merusak, dikategorikan sebagai harmful light:

Sebelumnya penulis sudah pernah membahas bahwa mata manusia kurang sensitif terhadap warna biru sehingga mata tidak akan bereaksi dengan benar terhadap cahaya biru:
Ini alasan mengapa headlight lampu LED putih merusak kesehatan, bikin silau dan bikin jalan terlihat redup

Karena mata tidak bereaksi, maka bagian mata yang berfungsi meredupkan cahaya juga tidak bisa bekerja dengan baik sehingga cahaya yang masuk ke mata menjadi terlalu banyak, membuat cahaya menjadi terlihat sangat terang dan menyilaukan. Karena itu mata jadi lebih mudah silau terhadap cahaya putih lampu LED, karena warna birunya yang berlebihan.

 

Kurangnya reaksi mata juga membuat mata juga menerima efek negatif dari cahaya lebih banyak juga. Efek negatif negatif dari cahaya dijelaskan dengan bagus di link berikut:
What is the maximum light intensity that a human eye can withstand without being damaged?

Dijelaskan tentang beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kerusakan mata akibat cahaya:

  • Intensitas – Makin terang cahayanya maka makin besar resiko bisa merusak mata. Sudah banyak diketahui bahwa mata dapat rusak baik secara sementara atau permanen bila terkena pantulan cahaya matahari dari salju, atau bila melihat matahari pada saat gerhana matahari. Mata juga bisa rusak karena cahaya pada waktu perawatan medis, seperti misalnya dari cahaya laser. Akumulasi kerusakan ringan dari sering terkena paparan cahaya yang tiadk terlalu terang juga bisa mempercepat kerusakan mata yang berhubungan dengan umur seperti misalnya Pterygium , Cataract , Age-Related Macular Degeneration (AMD), dll.
  • Panjang gelombang cahaya – Spektrum cahaya yang bisa dilihat adalah antara 400 hingga 700nm, sementara itu cahaya yang mencapai mata adalah 300 hingga 700nm. Kerusakan bisa terjadi saat cahaya dengan panjang gelombang yang pendek (300nm-500nm, radiasi ultra violet) mencapai mata
  • Kesehatan dan bagian mata yang terkena cahaya

Jadi kerusakan mata dipengaruhi oleh intensitas, panjang gelombang (terutama sinar UV), durasi paparan, dan kesehatan dari mata.

Kerusakan yang bisa terjadi pada mata akibat cahaya:

  • Pancaran sinar UV dengan panjang gelombang yang pendek dapat mengakibatkan reaksi peradangan pada cornea. Reaksi ini sangat menyakitkan dan sama seperti saat terbakar matahari, dikenal dengan nama keratitis. Namun cedera cornea ini biasanya bisa sembuh dan tidak mengakibatkan kerusakan permanen. Tukang las listrik yang tidak mengenakan pelindung mata biasanya mengalami masalah ini.
  • Kerusakan akibat sinar UV atau sinar tampak pada lensa dan retina itu tidak terasa, bisa terkumpul dan efeknya permanen. Kerusakan karena cahaya dapat menimbulkan pembentukan katarak (bayang pada lensa) yang hanya dapat diperbaiki dengan operasi. Penurunan fungsi dari macula dan retina juga bisa terjadi yang bisa menimbulkan kebutaan permanen yang tidak bisa disembuhkan.
  •  

    LED lighting damages eyes, says Spanish investigator

    An investigator at Madrid’s Complutense University, Dr Celia Sánchez Ramos, says the retina, a highly-sensitive tissue covering the eye, never regenerates itself once it has become damaged. The professor of the University College of Optics at the Complutense says LED lights are made up of rainbow longitude waves, and it is the blue part which causes the problem. “LED is fantastic if there is adequate protection,” she explains.

    She also says using good sunglasses with UV filter rays, and a healthy and varied diet rich in Vitamin A – which comes from spinach and peppers – will protect the eyes.

    Profesor dari Complutense University College of Optics di Madrid, Dr Celia Sánchez Ramos, mengatakan bahwa retina, sebagai bagian yang sangat sensitif dari mata tidak akan bisa pulih ketika rusak. LED menghasilkan beberapa cahaya, tapi bagian warna biru yang membuat masalah. Tapi bila ada filternya lampu LED itu boleh boleh saja.

    Ia menyarankan untuk pakai kacamata yang bagus dengan pelindung anti UV, dan makan makanan yang mengandung banyak vitamin A untuk membantu perlindungan mata.

     

    Walau sinar UV itu merusak, namun ada efek baiknya kalau tidak untuk mata, seperti berikut contohnya bila untuk bayi.

    OPTICAL RADIATIONS IN MEDICINE A SURVEY OF USES, MEASUREMENT AND SOURCES, Edwin C. McCullough, Ph.D., Mayo Clinic/Foundation, Rochester, Minnesota

    Bilirubin is one of the end products of normal destruction of circulating hemoglobin. It is carried through the circulatory system to the liver, where it is efficiently removed and excreted in the bile into the duodenum. Elevated serum bilirubin occurs occasionally in newborn children. Elevated levels cause concern because brain and spinal cord damage can result, and treatment with blood transfusions has an increased risk of complications.

    In 1958, Cremer et al.9 noted that babies in a nursery who were placed near a window (where they ware exposed to sunlight) had lower serum bilirubin levels than those far from the windows. The wavelengths effective in reducing the serum bilirubin levels are in the range of 440 to 460 nm. As a result, special “blue” lamps that are said to be rich in these destructive wavelengths are often used.

    Bilirubin adalah salah satu hasil dari hancur normal dari hemoglogin. Bilirubin akan bersirkulasi hingga ke liver untuk dipisah dan dikeluarkan. Kelebihan Bilirubin bisa terjadi pada bayi yang baru lahir. Ini akan menyebabkan resiko pada otak dan tulang belakang. Penanganan dengan transfusi darah justru bisa meningkatkan komplikasi.

    Di 1958, Cremer menengarai bahwa bayi yang diletakkan dekat jendela dan terkena sinar matahari punya tingkat bilirubin yang lebih sedikit daripada yang jauh dari jendela. Panjang gelombang yang efektif mengurangi bilirubin adalah dari 440 hingga 460nm. Sehingga kadang dipergunakan lampu biru khusus yang menghasilkan cahaya pada gelombang tersebut.

    Sekali lagi, itu untuk badan, bukan untuk mata.

     

    Untuk melindungi mata, bahkan ada saran agar lampu ruangan LED itu dikasih filter kuning:
    Do ‘environmentally friendly’ LED lights cause BLINDNESS?

    A Spanish study has shown that the light emitted by LED bulbs can damage the cells in the retina. Some experts are now calling for a filter to be fitted in the bulbs

    Dikatakan bahwa penelitian dari Spanyol menunjukkan bahwa cahaya yang dihasilkan LED dapat menimbulkan kerusakan sel pada retina. Beberapa ahli meminta lampu LED dipasangi filter.

    Terlihat di contoh, lampu Phillips dikasih filter warna kuning.

    Penulis sebelumnya juga membahas pemakaian skotlet kuning di kendaraan dengan lampu LED putih:
    Cara praktis mengatasi Lampu depan LED yang putih kebiruan yang bikin tidak bisa lihat jalan kalau cuaca buruk

     

    Resiko yang dialami pengendara lain berbeda dengan resiko yang dialami oleh pengendaranya sendiri. Penulis setuju dengan pendapat berikut:
    Do ‘environmentally friendly’ LED lights cause BLINDNESS?

    ‘Eyes are not designed to look directly at light — they are designed to see with light,’ Sánchez-Ramos said.

    Dikatakan bahwa mata itu tidak didesain untuk melihat ke arah cahaya, mata itu didesain untuk melihat benda yang kena cahaya.

    Jadi resiko beda jauh karena pengendara lain melihatnya langsung ke lampu LED putih, sementara itu pengendaranya melihat pantulan cahaya dari benda yang terkena lampu LED putih. Karena benda jarang ada yang warnanya UV, maka pantulannya lebih ke warna yang tampak. Resiko beda jauh dengan pengendara lain yang terkena paparan terfokus dari lampu depan LED putih secara langsung.

    Karena resiko beda, maka dari sisi pengendaranya jadi tidak merasa khawatir, karena toh yang kena orang lain.

     

    Bila kasihan dengan orang lain, lampu depan LED bisa dikurangi silaunya dengan mengarahkan ke bawah. Toh kebanyakan benda di jalan itu napak tanah, lampu jauh pun nggak perlu disetel tinggi. Yang penting bisa lihat lubang jauh di depan. Untuk bisa lihat lubang itu artinya lampu harus menyorot agak ke bawah.

    Namun tetap repot juga untuk yang naik mobil atau motor (fairing) dengan ketinggian mata lebih rendah atau sama dari posisi lampu depan motor. Resiko lebih cepat buta kalau keseringan disorot lampu depan LED. Kalau sering di jalan ada baiknya beli kacamata anti glare dan filter anti UV.
    Kacamata berkendara jangan asal pilih warna kuning!

     

    Yang penulis heran, mengapa kok pabrikan memilih dasar pemantul dari lampu LED dengan warna biru. Penulis tahu waktu mencoba melihat dimana posisi sumber cahaya lampu LED punya Honda Vario 150. Di foto nggak begitu kelihatan, tapi aslinya warnanya biru:
    Mengetahui posisi lampu depan LED dari Honda Vario 150 yang tersembunyi

    Sementara itu lampu LED after market biasanya pakai dasar kuning:
    Bagaimana caranya kalau mau lampu depan pakai LED?

    Lampu ruangan juga pakai dasar kuning:
    Merubah lampu LED penerangan ruangan jadi lampu 12V bisa untuk motor

    Apa alasan pabrik motor pilih dasar biru ya?

     

    Polisi sudah angkat tangan untuk masalah ini. karena walau jelas jelas melanggar hukum, karena sudah mewabah maka sepertinya dibiarkan saja. Buktinya nggak ada berita ditilang gara gara lampu depan LED standar, padahal aslinya silau. Kata peraturan sih kalau lampunya bikin silau ya harus ditilang.

     

    Tren lampu depan LED putih sudah tidak bisa dicegah lagi. Konsumen banyak yang suka, pabrikan sudah nggak memikirkan faktor keselamatan atau kesehatan lagi. Pemerintah pun nggak ada niatan untuk mengendalikan. Pernah ada protes, tapi toh buktinya tidak ada respon dari pemerintah ataupun pabrikan. Dari sisi fans dan reviewer juga sepertinya masih tetap adem ayem. Ada lampu LED putih tetap saja di puji puji.

    Contoh protes:
    Lampu sorot projie di spion atau rem silau bikin celaka dapat warning keras dari supir truk

    Mungkin ini juga alasan motor bakal dilarang masuk Jakarta. Biar yang di Jakarta nggak akan merasakan silaunya di sorot lampu depan LED putih dari motor, yang rata rata posisi lampunya lebih tinggi dari mobil.
    Di Indonesia motor dilarang masuk Jakarta, di Vietnam juga bakal ada larangan motor masuk Hanoi, meniru kebijakan yang di Cina padahal di sana tetap macet parah walau nggak ada motor

    Untuk mengatasi sebaiknya diawali dari merubah tren dulu. Lampu LED putih jangan dianggap hebat tapi dianggap sebagai pembawa penyakit. Yang pakai motor atau mobil dengan lampu LED putih jangan dipuji puji.

    Bahan bacaan lain, pemanfaatan cahaya untuk senjata perang:
    A Review Of Research On Flash Blindness, U.S. Naval Radiological Defense Laboratory

    Iklan

    28 thoughts on “Lampu depan LED putih menyebar penyakit lebih parah dari lampu sorot projie karena bisa bikin buta permanen atau katarak

    1. kl riding malem mending pakai verza,,
      lampu terang benderang,,bisa buat passbeam kl papasan sama motor silau, biar kapok,,

      Suka

        • iya, motorq vario 125 saya kasih skotlet kuning,,kasihan yg papasan dari depan.
          bingung mau protes kemana,,mau bagaimana lagi,,hmpir semua motor baru lampunya LED putih,
          padahal kenyataanya bnyak yg mengeluh gk kelihatan lubang kl jln mlm lgi hujan,
          pasang skotlet kuning lumayan trlihat walaupun jadi kurang terang, mau gnti LED warmwhite jg gk bisa..adanya yg soket H4/HS1, sementara vario,cb dkk menyatu sama proyektor.

          Suka

        • Yg jadi pertanyaan kalo lampu LED putih silau,kenapa ngga ganti aja yg warnanya kuning kaya lampu halogen biasa,,,

          Suka

    2. Percuma mau protes, awalnya kan honda astra yg memulai… Pejabatnya disumpal duit makanya ijin keluar.

      Yg lain malah ikutan…
      Ada satu lagi penyakit mata yg belum disebut, tumbuh semacam selaput yg menutupi bola mata, lebih tebal dari katarak. Umumnya berwarna merah, hanya bisa dioperasi; selaputnya dikerik, selaputnya dilaser, biayanya 3juta keatas.

      Suka

      • Kayaknya gk ahm aja deh. Moge2 kluaran eropa jg skrng lampu led smua. Kyanya emngk udh jamannya pake lampu led bkn hanya motor murah moge2 jg udh pada led smua.
        Mnrut saya lampu led gk ad msalah asal setting ketinggiannya pas. Toh kn bisa di atur jg klo memang ketingian.

        Suka

    3. Tren-nya skrg pake LED + lampu jauh permanen…
      Ga tau gmn caranya ngedidik orang cara pemakaian lampu jauh yg benar…
      Silau….ah sudah lah…pasrah..

      Suka

    4. Gue lebih prefer sinar kuning, lebih kelasik gitu boss nuansanya. Kecuali kalau lagi kerja. Bayangin aja, malam hari lampu jalan warna kuning kemerahan, gue duduk di angkringan yg diterangi lampu minyak sambil nyruput teh jahe panas sama gg merah… wuahhh romantis boss

      Suka

    5. klo di daerah tambun, cibitung dan cikarang apalg daerah pinggirannya lg ngetrend lampu jauh, mau gelap mau terang pokok nya lampu jauh. klo di tegor galakan dia. maklum OSITAS… orang situ asli…

      Disukai oleh 1 orang

    6. led headlamp xabre ane pernah ditutup skotlet kuning, ya tambah parah makin berkurang sinarnya mungkin efek stiker plastik skotlet bukan kaca..yg jelas led sangat kurang buat turing luar kota, lagi cari headlamp halogen yg cocok buat xabre

      Suka

    Bagaimana menurut bro?

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s