Mencari tahu mengapa Honda bisa kompetitif di motogp tapi tidak bisa menang di balapan superbike seperti WSBK, AMA ataupun BSB


Di 20 Juli 2017, Honda menempati posisi 1 dan 5 di klasemen sementara MotoGP. Ada Yamaha dan Ducati diantaranya. Sementara itu di klasemen sementara World Superbike, Honda menempati posisi 13 dan 16. Di atasnya ada Kawasaki, Ducati, Yamaha, MV Agusta, BMW dan Aprilia. Alias jadi paling belakang dalam motor tercepat pabrikan. Motor tercepat dari pabrik lain pada lebih cepat dari motor tercepat Honda di WSBK.

Prestasi secara keseluruhan HOnda di WSBK juga kurang bersaing dengan tim tim lain. Berikut contoh berita di website resmi tim Honda di WSBK:
Red Bull Honda World Superbike

Di artikel sebelumnya juga di pembahasan peluang Suzuki di WSBK ternyata juga daya saing Honda di ajang balap superbike MotoAmerica dan British Superbike juga nggak bagus.

Mengapa ini bisa terjadi?

Penulis berusaha mencoba menggali mengapa ini terjadi.

Menurut penulis yang paling utama adalah alasan berikut:

Tim balap Honda di superbike tidak didukung penuh oleh tim balap pabrik Honda

Tim balap yang pakai motor Honda tidak mendapat dukungan penuh dari tim balap dari pabrik Honda, HRC (Honda Racing Corporation). Seperti contohnya yang dikemukakan oleh mendiang Nicky Hayden berikut ini:
WSBK » EXCLUSIVE: Nicky Hayden – Q&A Interview, 3 January 2017

Crash.net: Is there any direct Honda involvement or is your contract with Ten Kate?

Nicky Hayden: No, my contract is actually with Honda Europe and there’s no involvement from Honda Japan or HRC. Honda Europe are really supporting me and this project a lot and they’re the ones who made it possible for me to come to WorldSBK and I’ve got to say that I’m grateful to them for this opportunity.

Crash.net menanyakan apakah ada keterlibatan secara langsung dari Honda atau kontrak Nicky Hayden itu hanya dengan Ten Kate (tim balap WSBK).

Nicky Hayden mengatakan bahwa kontraknya adalah dengan Honda Eropa dan tidak ada keterlibatan Honda Jepang ataupun HRC. Honda Eropa sangat mendukung ia dan proyeknya, dan merekalah yang memungkinkan Nicky Hayden hadir di WSBK dan ia sangat berterimakasih pada mereka atas kesempatan tersebut.

 

Hal yang senada diungkapkan oleh tim balap Honda di WSBK, Ten Kate:
World Superbike: Ten Kate Racing Goes Up Against the Big Factory Teams, By Andrea Wilson, January 7, 2017

“the way things have been developing over the past years, HRC is concentrating their efforts in the MotoGP side of things, and together with Honda Motor Europe we are engineering the bikes from our end for World Superbike level. There is not a lot of HRC parts on the bike.”

Dikatakan bahwa pada beberapa tahun terakhir HRC lebih fokus pada MotoGP. Mereka mengembangkan sendiri motor untuk WSBK hanya bersama dengan Honda Eropa. Tidak banyak bagian motor yang dari HRC.

 
Di website resmi HRC sendiri memang tidak ada halaman yang membahas soal superbike. Yang ada hanya motogp dan balap jalan tanah.
Welcome to Honda Racing Corporation

 

Masalah teknis

Kehadiran motor Honda superbike dengan sistem throttle by wire ini merupakan hal yang baru terjadi di tahun 2017. Sebelumnya motor superbike menggunakan sistem throttle by wire kit karena motor yang dipergunakan aslinya tidak pakai throttle by wire:

One reason why Honda needs a new Fireblade for World SBK…, 5 July 2016

It is no secret that Honda is expected to announce a new version of its CBR1000RR Fireblade for 2017. In terms of World Superbike, a new homologated model will be essential in order to continue using ‘ride-by-wire’ throttle technology, a key component of traction control.

While the current rules allow a ride-by-wire ‘kit’ to be fitted, this will change in 2017, when the new regulations state: “Electronically controlled throttle valves, known as ‘ride-by-wire’, may be only used if the homologated model is equipped with the same system.”

Dikatakan bahwa bukan rahasia bahwa Honda akan mengumumkan versi baru dari CBR1000RR Fireblade untuk 2017. Di WSBK, model homologasi baru jadi penting agar motor bisa memanfaatkan teknologi ride by wire, salah satu komponen penting traction control.

Sebelumnya diperbolehkan penggunaan ride by wire kit (motor aslinya nggak pakai). Namun ini berubah di 2017 dengan aturan baru: ” Throttle valve yang dikendalikan secara elektronik, yang dikenal dengan nama “ride by wire”, hanya boleh dipergunakan bila model homologasi dilengkapi dengan sistem yang sama”.

 

Penggunaan Honda CBR1000RR SP2 versi 2017 diumumkan di website sponsor WSBK, Red Bull (Krating Daeng?):
Red Bull Honda World Superbike Team unveiled at Hangar-7

Taking the Red Bull Honda World Superbike Team colours to the track on board the all-new 2017 Honda CBR1000RR Fireblade SP2 machine will be the World Champion duo of Nicky Hayden and Stefan Bradl.

Dikatakan bahwa tim WSBK Red Bull Honda siap meramaikan balapan dengan motor baru versi 2017 Honda CBR1000RR Fireblade SP2, dengan dikendarai duet juara dunia Nicky Hayden (sudah meninggal dan digantikan oleh Jake Gagne) dan Stefan Bradl.

 

Kemungkinan sistem yang baru ini membuat tim balap yang pakai motor Honda harus mulai dari nol lagi untuk bisa mengoptimalkan performa. Ini pernah dikeluhkan oleh Nicky Hayden:
Truth: Roger Lee’s Suzuki Superbike Faster Than Nicky’s Honda WSBK Honda, By Dean Adams, Wednesday, May 3, 2017

The bike is pretty much towards the end of its development cycle so it’s more of a matter of a couple of tweaks here and something small there to get what you’re looking for. Unfortunately we weren’t able to find enough to get us constantly battling with the top guys on the factory bikes.

acceleration was where we needed something and also RPM. we just needed more sheer torque from the bottom end. There were a lot of times that because I was coming back from MotoGP I really needed to be able to change the transmission to properly use the motor’s RPM range. In WorldSBK now you’ve got a set gearbox where you can’t change the individual ratios to suit the track.

I didn’t have a lot of useful RPM to work with and every race it seemed that we had to find a compromise with the gearbox. You can change a big tooth or little tooth on the sprockets but you are still finding parts of the track where you have to make an extra shift or maybe you gear the bike for the straightaway but lose something in the first gear corner. It’s something we had to work with and adjust to.

Dikatakan bahwa motor sudah mumpuni, sehingga hanya perlu di setel sedikit sini sana maka akan sudah ok. Namun sayangnya itu tidak cukup untuk bisa bersaing dengan tim tim pabrikan (karena tim Honda di WSBK tidak didukung pabrikan).

Yang mereka butuhkan terutama adalah akselerasi dan rpm. Mereka butuh torsi di putaran bawah. Beberapa kali Nicky Hayden kepikiran untuk ganti transmisi agar bisa memanfaatkan rpm dari motor. Namun di World SBK gearbox cuma satu untuk seluruh balapan, nggak boleh diganti ganti menyesuaikan sirkuit.

Ia bilang tidak banyak rentang rpm yang bisa dimanfaatkan dan tiap balapan harus bisa menyesuaikan dengan gearbox. Gigi bisa diganti dengan yang gigi besar atau gigi kecil namun tiap lintasan ada saja bagian yang memaksa harus shift lagi, atau bila gir di setel untuk jalan lurus maka akan harus mengorbankan gir satu di tikungan. Itu sesuatu yang harus di pakai dan disesuaikan.

 

Sebelumnya Nicky Hayden juga pernah bilang bahwa traksi bukan masalah:
CW INTERVIEW: Nicky Hayden, Honda World Superbike RacerHayden shifts from MotoGP to World Superbike and completes his first test. By Maria Guidotti, November 22, 2015

With the MotoGP machines we work to take the power away, with the SBK you don’t need that. On the contrary we need to improve the engine

Di MotoGP mereka berusaha untuk mengurangi tenaga (mungkin biar ban nggak spin), sementara di WSBK itu tidak perlu. Sebaliknya, mereka butuh meningkatkan tenaga.

 

Satu lagi yang menurut penulis penting adalah:

Beda alasan dalam keikutsertaan WSBK

Tim tim pabrikan di WSBK sepertinya menggunakan WSBK sebagai ajang untuk mengembangkan teknologi dari motor superbike mereka. Yang paling jelas adalah kawasaki. Di motor Ninja 1000cc mereka, beberapa teknologi dikatakan dikembangkan dari WSBK.
Standarisasi ECU di WSBK dilema antara sesuai kenyataan vs membuat semua motor setara, apakah fair bila motor aslinya lambat jadi cepat di balapan?

(Di halaman website Ninja ZX-10R 2017) Dikatakan bahwa masukan dari tim motor balap WSBK pabrikan Kawasaki dan R&D yang terus menerus memungkinkan peningkatan tenaga dan memenuhi batas emisi Euro 4. Ninja ZX-10R menawarkan fitur suspensi depan hasil kerja sama dengan Showa di balapan WSBK.

Itu pula sepertinya yang menjadi alasan Kawasaki untuk ikut WSBK:

Karena pengembangan sistem elektronik di MotoGP dihambat, maka satu satu nya seri lomba yang memungkinkan pabrikan untuk mengembangkan software adalah di WSBK. Ini adalah satu satunya alasan paling besar mengapa Kawasaki ikut balapan di WSBK dan investasi besar besaran.

Ini berbeda dengan yang terjadi di motor superbike Honda, CBR1000RR diperkenalkan sebagai berikut:

For 2017, our already stellar CBR1000RR gets some serious performance upgrades. It’s lighter. More powerful. Narrower. And new for 2017, it now features Honda Selectable Torque Control, a ride-by-wire throttle system, along with one of the best power-to-weight ratios in the class. Get ready to experience the best Honda Superbike ever.

Dikatakan bahwa untuk 2017, CBR1000RR yang sudah top akan dapat peningkatkan performa yang signifikan. Lebih ringan, lebih bertenaga, lebih ramping. Dan baru di 2017, sekarang sudah dilengkapi pengendali torsi Honda yang bisa dipilih, ride by wire, dan jadi motor dengan power to weight ratio terbaik. Siap siap merasakan motor superbike Honda terbaik.

 

Dari penjelasan seakan akan motor sudah sempurna (untuk saat ini), nggak ada alasan untuk mengembangkan sistemnya lagi. Nicky Hayden juga sebelumnya mengatakan bahwa modif yang bisa dilakukan di CBR1000RR SP2 2017 itu sudah mentok, tapi masih tetap nggak kompetitif.

 

Padahal sepertinya teknologi ada yang ketinggalan dari yang lain bila melihat fitur yang ditawarkan. Yang penulis cermati, di penjelasan soal Honda CBR1000RR tidak disebut soal traction control ataupun quickshitfter. Fitur andalan sepertinya suspensi yang bisa dikendalikan oleh elektronik. Riding mode juga sepertinya lebih mirip dengan yang di Honda CBR250RR. Ada tiga mode bawaan, dan dua lagi yang bisa diprogram sendiri. Lainnya ada juga slipper clutch, lean angle ABS, dan fitur semua lampu pakai LED.

Padahal traction control ini menjadi andalan dari motor Kawasaki Ninja:
Traction control itu ada kwnya juga, meningkatkan akselerasi vs cuma mencegah selip vs membahayakan, tapi mengapa di Xmax 250 dan 300 ada, di Xmax 400 malah nggak ada?

 

Mungkin fokus Honda bukan superbikenya, karena Honda terbukti merilis versi road dari Honda RCV, dengan beberapa perubahan:
2016 Honda RC213V-S Confirmed for US | $184K, 101 HP

In stock form, the stateside RC213V-S will only produce 101 horsepower – no joke. This is due to a rev-limiter of 9,400 rpm; the close-circuit kit that the Europeans get provides the sought-after 14,000 rev and over 200 horsepower.

Honda says the RC213V-S is a MotoGP machine with “only minimal changes for a street application…closer to a MotoGP bike than any road-going model ever offered to the public.”

Following is a breakdown of the RC213V-S compared to the RC213V MotoGP prototype.

  • While inheriting the camshaft gear train structure, a switch was made for the pneumatic valve to a coil spring system (same specs as road RCV1000R)
  • The seamless transmission was changed to a conventional system (same specs as RCV1000R).
  • Steering angle: 15 degrees -> 26 degrees
  • Tires: RS10 made by Bridgestone Corporation
  • Front brake disc: Made of stainless steel, manufactured by Yutaka Giken Co., Ltd.
  • Brake pad: Made by Brembo S.p.A.
  • Headlight
  • Taillight
  • License plate lamps
  • Front and rear turn signals
  • Right and left rearview mirrors
  • Speedometer
  • Muffler with a catalyst
  • License plate holders
  • Horn
  • Honda Smart Key
  • Self starter
  • Side stand, etc.

 

Jadi sepertinya Honda kurang begitu berminat untuk mengembangkan teknologi motor produksi dan lebih fokus mengembangkan motor prototipe.

Lagipula di sisi pemasaran rasanya bisa lebih bagus, bakal lebih terkenal. Menang di motogp bisa jadi bahan untuk tempel tempelan di mesin, padahal nggak jelas teknologi apa dari motogp yang kepakai di mesin dengan dna motogp tersebut:
Efek slogan motogp dna untuk konsumen itu sebenarnya nggak ada

Iklan

10 thoughts on “Mencari tahu mengapa Honda bisa kompetitif di motogp tapi tidak bisa menang di balapan superbike seperti WSBK, AMA ataupun BSB

  1. gausah bicara balap superbike, lihat saja balapan di kelas Superstock 1000, apakah ada tim yang mau menggunakan motor CBR 1K SP1/2? banyakan pasti klo ngga Kawasaki, Ducati, Aprilia, atau Yamaha. mungkin mereka tau CBR udah hopeless buat meraih juara, karna basicnya itu motor adalah “Superbike buat harian” kan katanya CBR 1K adalah Motor Superbike yang ternyaman kalo dipake harian?!?

    Suka

  2. sama aja dg pata yamaha wsbk yg di support YFR, di tahun pertama R1 kurang kompetitif tapi di tahun kedua R1 ada kemajuan

    Suka

  3. lain kelas 1000 cc(superbike) lain kelas 250cc (AARC dan IRS) , di IRS di kasih ECU dari HRC + knalpot lokal bikin yang lain kewalahan. gmn kalo udh di modif?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s