Beberapa hal yang nggak enak dan mitos bohong dari motor listrik dibanding dengan motor bensin


Gara gara hoax pemanasan global, motor sekarang jadi makin berisik, makin boros dan makin berkurang tenaganya. Pabrikan juga sudah mulai berlomba lomba mengeluarkan motor listrik.

Keunggulan dari motor listrik sudah banyak dibahas. Yang nggak banyak dibahas adalah apa saja yang bikin motor listrik nggak enak dipakai bila dibanding motor bensin. Penulis akan juga membahas lagi beberapa mitos yang selama ini disebut sebagai keunggulan dari motor listrik, padahal sebenarnya enggak.

 

Isi ulang butuh waktu yang sangat sangat lama

Hal yang menurut penulis paling nggak enak itu adalah isi ulang itu butuh waktu yang sangat sangat lama di motor listrik. Bisa ber jam jam. Yang pakai fast charging sekalipun masih lama:

5 Kelebihan Motor Listrik Viar Terbaru

Viar menghadirkan motor listrik yang lengkap dengan teknologi pengisian baterai yang cukup cepat. Anda hanya memerlukan waktu selama 5 hingga 7 jam saja untuk membuat kondisi baterai motor Anda penuh kembali. Dengan kondisi baterai yang full maka Anda bisa berjalan dengan motor ini sampai sejauh 100 kilometer.

Ini Hasil Tes Jalan 1.500 Kilometer Motor Listrik GESITS

Baterainya litium-ion dengan kapasitas 6 kWh. Mengisi baterainya sampai full dibutuhkan waktu 2,5-4 jam untuk jarak tempuh 70 kilometer,” tutur dia.

Komparasi Spesifikasi Penantang GESITS Dari Jepang Terra a4000i, Simak!

Menurut website resminya, penggerak motor listrik Terra a4000i hanya 1 kW dan dibekali dengan baterai lithium berspesifikasi 48V,40Ah dengan lama waktu charging 4,5 jam. Dalam kondisi terisi penuh bisa dipakai berkendara hingga 60 km

Coba dibandingkan dengan isi bensin. Paling cuma beberapa menit. Yang lama itu antrinya.

Repotnya kalau perjalanan jauh:
Ini Hasil Tes Jalan 1.500 Kilometer Motor Listrik GESITS

Menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bali ganti baterai kira-kira 10-15 kali.

Coba dibayangkan kalau itu harus berhenti, dan nunggu ngecharge sampai penuh, mau sampai kapan nyampainya? Kecuali kalau bisa beli yang sudah keisi di jalan.

Rencananya sih memang batre bisa beli isi ulangnya di mini market atau SPBU.
Ganti Baterai Motor Listrik GESITS Bisa di Minimarket

“Banyak yang mempertanyakan kesiapan infrastruktur, gampang kok. Kan tinggal tukar di minimarket dan SPBU,” ujar Muhammad Al Abdullah, CEO Garansindo.

Ini artinya motor cuma bisa aman dipakai di daerah yang sudah jualan batre saja. Kalau belum ada yang jualan jelas motor listrik nggak bisa dipakai ke luar kota. Hanya cocok untuk dipakai muter muter dalam kota saja.

Batre juga nggak seperti tabung gas. Tegangan batre bisa turun sendiri walau nggak dipakai (self discharge). Kapasitas batre juga bisa berkurang karena pemakaian, karena di charge atau karena umur. Repotnya, untuk tahu kapasitas itu cuma bisa dengan dipakai. Sama dengan yang seperti hp. Waktu hp masih baru, di charge full bisa tahan empat hari, namun setelah soak, walau di charge full cuma bisa tahan sehari. Belm jelas apakah toko batre isi ulangnya bakal rajin refresh stok tiap tahun atau tidak.

Ya moga moga saja ganti batrenya gampang dan nggak berat berat amat. Katanya batre lithium Panasonic itu 250Wh per kg. Misal batre motor listrik Gesits adalah 50V 40Ah, ketemu angka 4000Wh, kalau dihitung berat batre 16kg. Entah bener atau tidak segitu, karena 16kg itu berat banget, lebih berat dari LPG besar.

Kalau masih nggak ada batre cadangan maka terpaksa harus nunggu ngecharge ber jam jam kalau batre sudah habis, sebelum motor bisa dipakai lagi.

Entah juga berapa watt alat chargernya. Bisa bisa harus matikan banyak peralatan listrik di rumah untuk bisa ngecharge motor tanpa njeglek listriknya.

 

Jarak Tempuh

Yang agak merepotkan juga adalah jarak tempuh.

Motor bensin yang tangkinya paling kecil itu biasanya motor irit. Walau di review sering ada yang bilang bisa 1:60, anggap saja 1 liter bisa 45 km. Tangki biasanya ukurannya minim 3,5 liter. Kalau dihitung ketemu jarak 150km.

Dengan waktu pengisian yang lama, jarak tempuh dari motor listrik GESITS di klaim bisa 100km.
Gesits, Motor Listrik ITS Cuma Butuh Rp 7.500 untuk Jarak 100 Km

Namun seperti sudah dikutip sebelumya, saat di uji coba di jalan beneran, cuma nyampai 70km saja.
Ini Hasil Tes Jalan 1.500 Kilometer Motor Listrik GESITS

Baterainya litium-ion dengan kapasitas 6 kWh. Mengisi baterainya sampai full dibutuhkan waktu 2,5-4 jam untuk jarak tempuh 70 kilometer,” tutur dia.

Padahal itu kecepatannya sudah dijaga di kecepatan ekonomis:
Ini Hasil Tes Jalan 1.500 Kilometer Motor Listrik GESITS

“kami jaga kecepatannya antara 60-70 kilometer per jam.”

Kalau nggak di kecepatan ekonomis bisa saja jarak jangkau bisa lebih pendek lagi.

 

Lambat

Dari sisi kemampuan motor listrik ada yang bisa 100km/jam, seperti yang disebut punya GESITS. Tapi normalnya sepertinya nggak boleh sering sering dipakai kencang. Karena dipakai kecepatan 60-70 saja masih kena overheat, seperti disebut berikut:
Ini Hasil Tes Jalan 1.500 Kilometer Motor Listrik GESITS

Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh motor listrik ini yakni 100 kilometer per jam. “Tapi kami jaga kecepatannya antara 60-70 kilometer per jam. Hari pertama di Cirebon saya sempat over heating. Tapi bisa diatasi,”

Padahal kalau penulis jalan di luar kota, seringkali butuhnya jalan diatas 80km/jam. Kadang beberapa menit gasnya pol terus. Perlu di infokan apa kuat motor listriknya di geber terus menerus. Di sebelumnya juga sudah disebut kecepatan maksimalnya Viar cuma 60km/jam. Apakah aman motornya digeber berlama lama di 60km/jam?

Sehingga bisa jadi dalam keadaan sebenarnya, pakai motor listrik nggak aman untuk dilakukan dengan kecepatan penuh terus menerus. Karena resiko bisa overheat batre atau motornya. Jadi motor listrik cuma bisa dipakai untuk jalan lambat.

Bukannya nggak mampu, tapi resiko bahaya overheat terbakar jadi besar.

 

Daya tahan dan keamanan meragukan

Motor listrik bisa dibilang teknologi baru dikembangkan. Beda dengan motor bensin yang sudah lebih dari 100 tahun pengembangannya. Apa saja yang harus diwaspadai belum benar benar dimengerti.

Penulis merasa pembuat kendaraan listrik di Indonesia itu sembrono. Yang dipamerkan itu tenaga, top speed dan irit. Tapi pendinginan motor atau batre seperti apa nggak disebut sebut. Seperti yang sebelumnya sudah disebut, apa aman motor listrik dipakai di top speed berlama lama?

Belum lagi soal keamanan waktu sedang cuaca sangat panas. Apa aman dipakai dalam kondisi tersebut. Apakah aman motor listrik di parkir di parkiran yang terkena sinar terik matahari. Apakah aman mengecharge motor yang lagi kepanasan?

Hal hal tersebut sangat penting karena kalau batre motor listrik sampai kepanasan itu resikonya bisa jadi terbakar.

Sebelumnya sudah disebut kasus overheat yang terjadi di motor GESITS saat diuji. Juga pernah ada berita Sarjono Tejo bilang mobil listrik tidak lolos uji kelayakan karena overheat. Harusnya overheat ini mendapat perhatian serius.
Berita mobil listrik indonesia tidak lolos uji kelayakan kok bisa jadi berubah jadi berita tidak lolos uji emisi? terlalu meremehkan bahaya overheat

Harusnya motor listrik jangan sampai pernah overheat. Motor listrik beda dengan motor bensin yang suhu kerja mesinnya secara normal sekitar 90 derajat. Di motor listrik, suhu batre nggak boleh mencapai 80 derajat dan temperatur kerja harus dibawah 60 derajat.

Apa ya nggak percaya sama yang direkomendasikan sama pabrik batre lithium terkenal berikut?

Juga kita bisa lihat dari contoh kendaraan listrik yang sudah ada. Di luar negeri kendaraan listrik banyak yang batrenya pakai radiator padahal cuacanya dingin. Mengapa kok yang di Indonesia yang cuacanya panas malah nggak pakai radiator?

Berikut contoh di motor listrik BMW:
BMW REVEALS ELECTRIC SCOOTER

During travel, the electric machine and power electronics are liquid-cooled, as is the charging device during charging. An electric coolant pump ensures coolant circulation through the radiator. While a coolant is commonly used for the battery in electrically powered cars, the E-Scooter concept vehicle uses an air cooling system in order to save space.

Dikatakan bahwa selama perjalanan, motor elektrik dan elektronik penggerak didinginkan pakai cairan, begitu juga alat charger selama sedang di charge. Pompa coolant elektrik memastikan coolant bisa bersirkulasi ke radiator. Walau coolant biasa dipakai untuk pendinginan batre di mobil listrik, motor listrik konsep BMW menggunakan pendingian udara untuk menghemat tempat.

It has 94 amp hours (up from 60Ah in the prior version) worth of Samsung lithium ion batteries, designed with an “aerodynamically optimized cooling air shaft” — imagine a hole in the battery pack for air to move through — to help with heat dissipation.

Dikatakan bahwa motor listrik BMW menggunakan batre 94 Ah (sebelumnya 60Ah) lithium ion merek Samsung yang didesain dengan pendinginan udara dibantu aliran aerodinamika, bayangkan lubang yang bisa dilewati udara di tempat batre – untuk membantu mengurangi panas.

 

Penulis nggak pernah dengar cerita soal sistem pendinginan di motor listrik ataupun mobil listrik Indonesia. Biasanya kalau ada mestinya sudah di sebut sebut.

Motor bensin mungkin ada yang nggak betah digeber terusan, tapi ada contoh ekstrem Suzuki. Dulu sering saat rilis motor baru melakukan uji ketahanan di geber di sentul lebih dari 24 jam non stop. Pabrik lain rasanya nggak pernah seperti itu.

 

Mahal

Dengan keterbatasan keterbatasan diatas, harga motor listrik masih termasuk mahal. Motor listrik yang dikatakan paling murah saja dijual dengan harga 16 juta:
5 Kelebihan Motor Listrik Viar Terbaru

Harga motor listrik Viar berada pada angka Rp 16.000.000 untuk harga off the road di Jakarta. Dengan harga yang sedemikian murah maka motor ini bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Kalau tujuannya agar biaya pemakaian irit, maka bisa saja pabrik motor bensin mengeluarkan motor yang iritnya (dari sisi biaya) sama dengan motor listrik dengan harga yang lebih murah dari itu.

Tapi masalahnya motor irit di Indonesia nggak laku. Motor sport irit ditinggal. Walau yang boros nggak laku, motor matik nggak berani jual yang irit irit banget. Padahal kalau di luar negeri pabrikan jepang dan eropa berani jual motor matik 50 cc. Tapi mengapa kok kalau di Indonesia nggak ada?

 

Motor listrik nggak bebas emisi

Karena adanya hoax pemanasan global, emisi berbahaya kendaraan sekarang ini dibagi cuma dari gas buang dan suaranya saja.

Iya memang motor sekarang berisik mesinnya, tapi itu gara gara hoax pemanasan global yang menyuruh pabrikan pakai oli encer padahal mesinnya masih nggak didesain untuk itu. Bukannya makin kencang atau irit, justru makin lemot dan boros. Suara mesin juga jadi berantakan dan nggak enak didengar.

Hasilnya sekarang suara mesin lah yang jadi sumber polusi suara. Knalpot sih sekarang pada senyap.

 

Ada yang bilang motor listrik nggak menghasilkan asap.
5 Kelebihan Motor Listrik Viar Terbaru

teknologi motor listrik ini membuat lingkungan akan lebih bersih. Motor ini sangat ramah lingkungan karena tidak memproduksi limbah asap yang mencemari udara di sekitar kita.

Sebagai pemakai motor 4 tak, penulis tidak merasakan bau bauan yang aneh aneh sekarang. Sudah beda dengan jaman dulu saat masih ramai ramainya motor 2 tak. Motor sekarang rasanya nggak bakal berasap kecuali kalau pakai oli yang kualitasnya dibawah standar.

Kalau ngukurnya dari gas yang dilepas di udara. Apa nggak kepikiran bahwa motor listrik itu ambil listriknya dari PLN? PLN sendiri sekarang masih pakai bahan bakar minyak bumi. Malah katanya lebih dari 50% pakai batu bara.

Pakai 50% batu bara itu katanya masih bakal lama.
Harga Listrik Energi Terbarukan Tidak Menarik

Mengacu pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026, porsi batu bara dalam 10 tahun ke depan masih mendominasi bauran energi (energy mix), yaitu 50,4%.

Walau ada rencana pakai listrik dari energi terbarukan, pengembangnya nggak minat. Entah kapan listrik Indonesia bakal jadi beneran bebas dari minyak bumi
Tarif Energi Baru Terbarukan Dikeluhkan Investor

“Minat energi terbarukan ini cukup tinggi. Tetapi dengan cara harga seperti itu, minat ini turun lagi. Kalau mau mengandalkan swasta, mana ada yang mau,” jelas Iwa. “Pembatasan itu bertolak belakang dengan yang diberlakukan di berbagai belahan bumi. Di sana EBT mendapat insentif, perhatian khusus, yaitu 100% plus-plus, sedangkan di sini minus-minus,” kata dia.

Jokowi Didesak Evaluasi Aturan Harga Listrik Energi Terbarukan

“Kadin telah menerima keluhan dari asosiasi-asosiasi usaha di bidang energi terbarukan yang menyatakan bahwa para pelaku usaha terpaksa menghentikan kegiatan usahanya akibat Biaya Pokok Produksi (BPP) Pembangkit Listrik yang dipatok terlalu rendah di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Rosan dalam surat tersebut.

 

Jadi yang ngomong motor listrik itu zero emission itu nggak bener. Nggak berlaku untuk Indonesia yang mayoritas listriknya dihasilkan dari batu bara.

 

Biaya perawatan nggak murah

Banyak yang percaya biaya perawatan motor listrik murah.
5 Kelebihan Motor Listrik Viar Terbaru

Yang menguntungkan lagi saat berkendara menggunakan motor listrik adalah karena bebas maintenance. Ini berarti membeli motor listrik sekaligus membuat Anda hemat dalam pengeluaran biaya untuk service motor. Selain itu, motor ini juga tidak mengkonsumsi BBM seperti motor lainnya yang biayanya cukup besar. Anda juga tidak akan mengeluarkan biaya extra untuk penggantian berbagai macam kebutuhan seperti oli mesin, rantai dan aneka macam spare part motor. Bagian yang perlu dilakukan penggantian pada motor listrik hanya seperti kampas rem, baterai aki dan serta ban kalau sudah mulai tipis.

Belum tentu. Di situ salah satu yang perlu diganti adalah baterai aki. Batre motor listrik itu bagian yang paling penting dari sistem penggerak motor listrik. Batre sudah sering terpakai maka kapasitasnya berkurang. Top speed turun, jarak jangkau juga turun.

Ganti baterai aki nggak bisa disebut dengan hanya karena harganya yang luar biasa. Di motor bensin batre aki itu murah, 200 ribuan. Di motor listrik harga batre aki itu muahal, jutaan.

Contohnya berikut berita motor listrik Suzuki e-Lets:
Suzuki e-Let’s electric scooter coming to Japan, Panasonic supplies drivetrain


When the Suzuki e-Let’s goes on sale on the 9th of January, the price tag will read ¥312,900 ($4,029 at today’s rates) though if you want to get an extra battery, the “W” package will cost ¥396,900 ($5,110).

Harga batre lebih dari 20% harga motornya. Di alibaba batre 48V 50Ah dijual diatas 6 juta. Nggak murah.

Belum jelas masa pakai batre motor listrik aslinya bisa berapa tahun. Kalau menurut klaim sih katanya 5 tahun.

 

Suara nggak bisa dirubah

Beda sama motor bensin, motor listrik nggak bisa dirubah suaranya. Karena memang nggak pakai knalpot. Namun bisa juga ditambah tambahi pakai alat yang niru niru suara moge.

Kalau suara motor berisik juga belum tentu bisa dibuat senyap. Kalau motor bensin gampang, oli mesin ditambah minyak kelapa sawit maka mesin jadi senyap. Kalau motor listrik belum tentu dikasih greeze / stempet margarin bisa jadi senyap.

Entah apa akrapovic bakal buat exhaust sound synthesizer juga. Atau sudah punya?

 

Susah dimodif atau mahal

Kalau di motor bensin, mau meningkatkan tenaga sangat banyak caranya. Bisa dari pengapian, semprotan bahan bakar, filter udara, knalpot, busi, intake, klep, ecu, dst. Macam macam banget caranya, mulai dari yang murah hingga yang gila gilaan ada banyak caranya. Pakai cara murah ditempel pro capacitor saja sudah bisa nambah tenaganya.

Kalau di motor listrik nggak banyak yang bisa dimodif. Ingin meningkatkan tenaga harus ganti perangkat. Motor diganti versi sport (kalau ada). Batre diganti kapasitas besar atau yang lebih ringan. Driver diganti dengan yang lebih mumpuni. Tapi bisa jadi standar pabrikan itu yang sudah paling maksimal, sehingga pemilik cuma bisa pasrah motornya sama lambatnya dengan yang lain.

Motor juga nggak bisa sembarangan di modif ala di tamiya. Di gulung ulang untuk sehingga pemakaian arus makin besar bisa malah membahayakan karena pemakaian arus melebihi kemampuan batre bakal resiko batre terbakar.

Batre juga nggak bisa sembarangan di bakar pakai lilin semacam kalau di tamiya. Bisa bisa malah meledak batrenya.

 

Tenaga kuat di awal, lemah di akhir

Secara distribusi tenaga, motor listrik itu lebih mirip motor matik. Tenaganya besar di rpm menengah. Keunggulan ada di torsi yang dari mulai awal sudah besar.

Kelemahannya tenaga di rpm tinggi lemah. Kalau nggak pakai gigi transmisi, maka hasilnya di kecepatan tinggi tenaganya nggak ada.

Perilaku di mode eco juga beda. Di motor bensin mode eco itu tenaga di rpm tinggi berkurang:
Riding mode sport plus di Honda CBR250RR itu bukan gas spontan (harusnya)

Di motor listrik, mode eco itu tenaga di rpm rendah yang berkurang. Di kecepatan tinggi tetap. Unik, tapi memang sudah begitu sifatnya:

Perilaku motor listrik yang seperti ini bisa jadi nggak akan enak rasanya untuk yang sudah biasa pakai motor bensin.

 

Bagi penulis, motor listrik yang sekarang itu nggak menarik, walau itu buatan jepang sekalipun. Mending nunggu sampai sudah beneran bisa bersaing sama motor bensin baru tertarik.

Honda, Suzuki dan Yamaha sudah punya motor listrik semua.
Honda masih bakalan mengeluarkan motor listrik, ada yang bebek ada yang skuter, kalah cepat dengan Suzuki dan Yamaha


Punya Kawasaki masih konsep, buat promosi batre NiMH. Motor jepang lain pakai lithium:
Kawasaki J motor listrik roda tiga dengan model sangat futuristis

42 respons untuk ‘Beberapa hal yang nggak enak dan mitos bohong dari motor listrik dibanding dengan motor bensin

  1. Mungkin peruntukannya memang untuk city bike pak. Jarak pendek, relatif gak butuh kenceng, dan tempat charge banyak….

    Suka

  2. Mungkin Sebenarnya motor/mobil listrik di Indonesia hanya memindahkan polusi dr masing2 kendaraan ke pembangkit listrik

    Suka

  3. itulah kenapa perkembangan motor listrik jalan di tempat,lain halnya dengan mobil yg sudah bisa memproduksi mobil listrik seperti Tesla Model S (CMIIW)

    menurut saya mobil listrik bisa lebih berkembang karena beberapa hal,di antaranya:
    -baterai yg besar dan berat dapat digunakan di mobil,sehingga jarak tempuh maupun tenaga bisa lebih besar
    -bisa menggunakan sistem pendinginan yang sesuai karena spacenya ada (beda dg motor yg harus dibuat sangat ringkas)
    -dg baterai dan powertrain yg jauh lebih mantap dr motor,beban yg diangkut tidak sampai 3 kali lipat motor (Tesla Model S memakai kursi 2 baris,alias kapasitas 4-5 orang)
    -pangsa pasar mobil listrik tidak sensitif harga,jadi harga mobil dan partnya yang cukup mahal tidak begitu menjadi masalah
    -di luar negeri penyediaan listrik sudah banyak menggunakan tenaga terbarukan,jadi bisa dikampanyekan sebagai kendaraan ramah lingkungan (dan jelas menaikkan pamor mobil listrik)
    -infrastruktur memadai

    kalo motor listrik,sepertinya perkembangan di luar negeri lambat juga.di eropa dan amerika warganya banyak yang menggunakan sepeda/skuter listrik/kendaraan umum untuk komuter,dan untuk jarah jauh pake mobil sekalian
    di china yang banyak kendaraan listrik pun,teknologinya sepertinya masih rendahan dan tampak tidak menarik

    di indonesia dan negara2 berkembang lainnya sih masih sulit,boro2 kendaraan listrik,kendaraan hybrid pun sepertinya masih sulit

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Setuju.

      Iya implementasi listrik di mobil punya banyak keunggulan daripada di motor. Di sini juga pemakaian motor lebih untuk jarak jauh dan bukan dekat dekat.

      Iya, batre itu yang jadi faktor utama. Butuh yang bisa di charge cepat, kapasitas besar dan ringan.

      Suka

  4. jadi ingat,,ada mobil listrik yg prformanya melebihi versi bensin,,di Top Gear dulu prnh diulas,masa jeremy clarkson,
    mercedes SLS electric vs SLS v8 bensin,,SLS electric unggul dalam akselerasi dan top speed,,tp sayang jarak tempuh cuma 50 mil dengan eco riding,,,wktu digeber full di sirkuit top gear cuma dapat 5 lap pnjang sirkuit cuma 3,5km,,,
    dan mslh trbesar di harga yg selisih 20.000pounds,,yg kata jeremy cukup buat beli SLS V8 + bensin buat jln dari london ke bulan,,hhehehe,,,
    rasanya kl pmbangkit listrik dari nuklir, baru bisa dikatakan hemat,,kl di sini sih “impossible”

    Suka

    • Terima kasih infonya. Wah ekstrem sekali. Cuma cocok jadi mobil drag ya. Harga juga mahal.

      Iya, mengapa nggak pakai genset 1Kwh saja sebagai ganti batre, sambil nunggu teknologi batre jadi maju.

      Suka

  5. Klo penelitian nuklir fusi sudah kelar bisa laaa pakai beginian. Klo blm ya susah, teknologi nuklir kan skrg masih fisi bukan fusi. Berharap ada battere kek di pilem terminator yg bertahan sampe 20 thn

    Suka

  6. Ya penggunaanya kan untuk kegiatan sehari hari dengan jarak tempuh maks. 60km. .jadi malam dicharge, pagi udah bisa dipakai. .jauh lebih hemat. Orang dulu juga pada bilang ‘ngapain pakai mobil yg larinya cuma 15km/j, mesti beli bensin lagi, perawatan susah. .mending naik kuda, tinggal dikasih rumput’ . .bayangin kalau sampai sekarang naik kuda, sampai lebaran kuda pun kaga maju-maju. .pemikirannya kolot dan ga update. .
    Sekarang mana lebih memungkinkan, pengembangan sumberdaya listrik yg ramah lingkungan (misal sel surya, tenaga angin, tenaga panas bumi dll) atau pengembangan bahan bakar alternatif pengganti bb fosil? Yg ada malah sawit makin banyak yg justru merusak media tanah.

    Suka

    • iya, cuma bisa untuk orang yang sehari maksimal 50km an.

      Menganggap kendaraan listrik sebagai solusi masa kini itu memang pikiran kolot dan tidak melihat konsekuensinya. Sekarang ini Indonesia sedang krisis listrik, pembangkit listrik juga lebih tidak ramah lingkungan daripada kendaraan yang standarnya sudah Euro 3 lebih. Jadi dimulai harus dari infrastruktur dulu.

      Percuma beli kendaraan listrik tapi sarana pendukung nggak ada. Kalau semua orang pada ngecharge malam hari maka ya beban puncak dimalam hari bakal melonjak tajam. Yang kena jatah lampu mati nggak akan bisa ngecharge.

      Nggak mudah mengganti sumberdaya, negara maju saja kesulitan. Apalagi Indonesia.

      Kendaraan listrik tetap dikembangkan. Jangan dijual dulu sebelum benar benar aman dan teruji. Jangan disamakan dengan mobil yang sudah mumpuni teknologinya.

      Sementara itu PLN harus membuat penghasil listrik jadi lebih ramah lingkungan. Karena kalau tidak percuma saja memaksa orang pakai kendaraan listrik. Justru malah akan menambah masalah.

      Suka

      • Ya karena memang penggunaannya bukan untuk long distance. .mungkin beberapa tahun kedepan sudah bisa setara dengan motor kapasitas 4lt. .
        Ini kan masih masa transisi. .perlahan semua penghasil SDL mulai beralih dari yg awalnya fosil semua, sudah mulai memanfaatkan media yg lebih ramah lingkungan dan mungkin nanti ketika PLTN (nuklir) sudah berkembang, bukan tidak mungkin ukuran baterai kendaraan listrik jauh lebih kecil dengan daya tempuh lebih jauh. .inikan masih masa penjajakan, tidak ada ceritanya langsung menggantikan motor bbm dengan listrik, saat ini motor listrik mungkin hanya untuk kendaraan sekunder untuk dipakai ke kampus, ke kantor sehingga tidak membutuhkan infrastruktur macam stasiun pengisian batre karena bisa dicharge di rumah. .motor bbm juga dulu kan sangat tidak efisien dibandingkan kuda, cc sangat besar, boros, berasap, tenaga yg dihasilkan jauh lebih rendah per cc per bbm yg dibakar, tapi lihat sekarang, semakin efisien. .yg saya takutkan ada negara-negara tertentu (terutama yg pemasukannya hanya dari minyak) yang berusaha ‘menghambat’ pengembangan motor listrik ini dengan isu isu motor listrik ini, itu dsb . .

        Suka

        • Harus diingat juga bahwa jarak sekolah, kuliah dan kantor tidak selalu dekat. Ada yang butuh menjelajah lebih lebih dari 100km tiap hari.

          Lagipula daya jangkau 100km itu kan teorinya, bukan hasil uji coba. Pada prakteknya buktinya cuma bisa 60km per pengisian, itupun dengan eco mode, mengujinya nggak pakai ECE. Motor Honda beat klaimnya pakai uji ECE bisa 60km/liter, tapi nyatanya kalau saya pakai beneran cuma 45km/liter. Bisa bisa jarak pakai motor listrik aslinya cuma 30km.

          Infrastruktur pengisian batre itu penting. Kalau untuk motor, yang penting bukan stasiun pengisian batre tapi stasiun penjualan batre yang sudah penuh. Karena harusnya batre di charge pada saat siang hari dimana beban puncak listrik secara nasional kecil.

          Iya, motor listrik bisa jadi alternatif yang bagus. Namun sekarang belum. Masih terlalu prematur, terutama untuk Indonesia.

          Nuklir bukanlah solusi yang baik. Negara jepang dan rusia yang dianggap maju dan disiplin saja bisa jebol pembangkitnya. Apalagi di Indonesia yang terkenal nggak disiplin dan sembarangan.

          Suka

          • Waduh coba tunjukkan data di suatu daerah atau kota yang jarak pp kantor/sekolah/kampus – rumah yang jaraknya lebih dominan diatas 60km.. .karena sangat lucu kalau mayoritas orang sekolah/kerja/kuliah yang tinggalnya sampai 30km dari kamupsnya. .wkwkwk.
            Dan kalaupun emang ada yg sampai 60km < jaraknya dr rumah, ya kan pakai aja angkutan umum, .kan sudah saya bilang motor sekunder. .

            Sebenarnya perdebatan ini pernah saya alami dengan teman saya (kolot dan pecinta karburator) soal motor injeksi dan karbu, dulu motor injeksi sangat sedikit (cuma shogun, supra dan vixion klw ga salah), dan beredarlah rumor "motor injeksi mudah rusak, kalau rusak ga tau perbaikinnya dimana, injektornya mahal, tenaganya kurang, susah di modif". Seandainya pabrikan juga mikir seperti itu ya bakal ditinggalkan konsumen dan ga berkembang (mirip produsen kamera kodak yg 'terlambat' update ke kamera digital). .
            Hahaha. .semakin lucu aja kelihatannya. .ini pendapat pribadi ya dari 100km jadi 'hanya 30km'. .mungkin ini jeleknya kebanyakan org di Indonesia. .belum pernah nyoba, belum pernah me review atau membaca-baca sudah menyimpulkan ke bagian terburuk. Wajar sih susah berkembang. .kalau hanya mampu 30km saja dari 100km, 1. Mengada-ngada, 2. Ada yg rusak, 3. Pabrikan bohongnya kelewatan (sangat tidak mungkin karena kalau klaimnya 3x lipat dari realnya pasti sudah dituntut habis-habisan dan pembohongan publik)
            Nah soal nuklir ini ada berapa kejadian dari sekian banyak nuklir reaktor yg dibuat? Sampai kah paling tidak 25% yg rusak dari jumlah yg ada sehingga anda bisa menarik kesimpulan "nuklir bukanlah solusi yg baik?". .justru bahan bakar fosil lah yang bukan hanya bukan solusi yg baik, tapi harus segera di hentikan. .
            Tapi nanti saya akan komen lag mungkin sekitar 1 tahun setelah motor listrik mulai di jual belikan dengan lebih dari 3 produsen ternama di Indonesia untuk mengetahui mana kesimpulan dari perdebatan ini. .

            Suka

            • Kalau di daerah surabaya sekitarnya, jarak tempat kuliah, sekolah, atau kerja bisa 30km itu termasuk wajar. Yang di jakarta bisa lebih jauh lagi mestinya.

              Naik angkutan umum itu siksaan. Kalau punya motor, jauh lebih nyaman dan jauh lebih cepat naik motor. Angkutan umum itu nunggunya lama, nyampainya juga lama. Belum lagi bila lokasinya jauh dari jalur angkutan umum.

              Saya pesimis karena sering kecewa. Dulu beli motor 4 tak katanya lebih irit dari 2 tak, eh ternyata sama saja. Beli bebek yang katanya irit, eh ternyata tetap saja boros, apa ya nggak heran motor bebek kapasitas mesin paling kecil, tenaga paling kecil, tapi borosnya sama seperti matik yang kapasitas mesinnya lebih besar. Soal injeksi, sekarangpun lebih memilih yang karbu kalau tersedia. Tenaga kurang di versi injeksi kan memang faktanya disengaja sama pabriknya begitu?

              Yang GESITS kan sudah terbukti nggak sesuai janji. Judul artikel berikut contohnya:
              “GESITS (Garasindo Electric Scooter ITS) diprediksi akan menjadi pemimpin sepeda motor listrik di Indonesia, bahkan ASEAN”

              Sepeda motor ini menggunakan 100% listrik dengan daya motor sebesar 5KW, dan mengadopsi baterai Lithium Ion. Sekali charging, pengguna dapat menempuh perjalanan sejauh 80 – 100 km. Kekuatan baterai Lithium Ion dalam gesits adalah 1.980 WH, dimana sekali full charging hanya membutuhkan waktu sekitar 1.5 sampai 3 jam.

              Link diatas itu di websitenya ITS. Dengan batre 2kwh, yang bisa diisi paling lama 3 jam, bisa menempuh paling dekat 80km. Tapi buktinya:
              Ini Hasil Tes Jalan 1.500 Kilometer Motor Listrik GESITS

              Baterainya litium-ion dengan kapasitas 6 kWh. Mengisi baterainya sampai full dibutuhkan waktu 2,5-4 jam untuk jarak tempuh 70 kilometer,” tutur dia.

              Dengan batre 6kwh, yang bisa diisi paling lama 4 jam, bisa menempuh 70km. 6 kwh itu tiga kali dari 2kwh, jarak tempuh kok malah lebih pendek dari yang 2kwh.

              Iya, lihat saja nanti setelah satu tahun, atau beberapa tahun lagi. Rasanya 1 tahun terlalu cepat untuk ambil kesimpulan.

              Membantu mengurangi berkurangnya cadangan minyak itu gampang, kalau beli kendaraan, cari yang irit. Tapi buktinya kendaraan irit nggak laku. DI India motor sport 100cc ada. Di sini di cemooh. Aneh karena kendaraan bensin yang irit dibenci, tapi pada memuji muji kendaraan listrik. Bilang ingin mengurangi pemakaian bbm, tapi belinya kendaraan boros.

              Serba kontradiktif. Bisa bisa terjadi orang yang pakai motor listrik itu di rumah kendaraannya pakai mobil boros. Motor dipakai cuma sekali sekali, yang sering dipakai mobil boros.

              Suka

        • Untuk soal hambatan dari produsen minyak. Mungkin tidak. Karena yang jualan listrik dari energi alternatif juga dari industri petroleum juga. Bisa jadi malah lebih diuntungkan karena kalau pemakaian listrik makin melonjak (karena motor listrik tidak efisien) maka kebutuhan akan produk mereka akan meningkat. Mereka nggak ada alasan untuk menghentikan gerakan kendaraan listrik karena mereka sudah siap siap.

          Beda perusahaan beda fokus. Berikut contohnya:
          Shell Solar Panels Are a Thing of the Past

          Shell Energy has also stated that they no longer wish to focus on renewable energy sources such as solar energy and wind power, but instead are going to focus all of their time, money, and research into developing, testing, and perfecting biofuels.

          dari pabrik kendaraan bensin juga tidak. Karena yang buat kendaraan listrik itu biasanya adalah pabrik kendaraan bensin.

          Suka

  7. Sbg pengguna sepeda “kayuh” listrik, rasanya “meh” aja thdp yg namanya sepeda motor listrik.

    Kalo tujuannya utk efektifitas&efisiensi biaya, sepeda kayuh yg diberi motor listrik+baterai saja sudah lebih dari cukup utk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam kota, termasuk utk kebutuhan PP kantor-rumah.
    Cuman modal sepeda kayuh harga ratusan rebu, dan ditambah modul motor listrik bbrp juta rupiah saja (secara jarak tempuh & kecepatan, modul seharga 5jt udah mumpuni banget!), jadilah alat transportasi efektif & efisien utk jarak dekat. Dan itupun modulnya bisa dibongkar-pasang ke sepeda lain (jika udah bosen ke model sepeda saat ini).
    .
    .
    Tapi namanya juga sepeda pancal, kita ga butuh kecepatan tinggi mengingat kemampuan braking yg terbatas. 40kph udah kentjang banget.

    Power mau habis? Tinggal bantu kayuh dikit toh lajunya bisa kenceng banget.

    Masalah charging? Yaelah, seharian cuman dipake ke situ-situ doang. Paling chargingnya seminggu sekali atau 2minggu sekali.. Namanya juga udah diperhitungkan hanya utk pemakaian jarak dekat. itu pun kalo biayanya di nominalkan cuma sekitar ribuan atau bahkan ratusan rupiah saja.
    .
    .
    Kalo utk perjalanan jarak jauh+daya muat yg lebih, di situlah keunggulan telak dari kendaraan bermotor berbahan bakar bensin.

    Suka

    • Setuju. Iya, sepeda motor listrik lebih menjanjikan. Batre nggak perlu lithium, kalau batre habis masih bisa dikayuh. Harga produk pun jauh lebih murah. Bodi dijamin lebih ringan karena memang cuma rangka saja.

      Belum tentu motor listrik daya muatnya lebih banyak. Di contoh contoh motor listrik jepang, tempat bagasi jadi tempat batre.

      Suka

    • Iya, kalau yang harganya setara moge memang cepat:
      Harga Motor Listrik Zero di Indonesia Resmi Diumumkan

      Zero Motorcycles FX

      Zero Motorcycles FX ZF 2.8: Rp180 juta
      Zero Motorcycles FX ZF 5.7: Rp220 juta
      Zero Motorcycles DS

      Zero Motorcycles DS ZF 9.4: Rp249 juta
      Zero Motorcycles DS ZF 12.5: Rp279 juta
      Zero Motorcycles DS ZF 12.5+power tank: Rp329 juta
      Zero Motorcycles S

      Zero Motorcycles S ZF 9.4: Rp249 juta
      Zero Motorcycles S ZF 12.5: Rp279 juta
      Zero Motorcycles S ZF 9.4+power tank: Rp329 juta
      Zero Motorcycles SR

      Zero Motorcycles SR ZF 12.5: Rp309 juta
      Zero Motorcycles SR ZF 12.5+power tank: Rp359 juta

      Yang price performance paling bagus sepertinya Zero FX, tenaga 46 hp (ZERO FX ZF6.5) harga 220 juta rupiah. Ninja 650 itu 68PS harga 165juta. Atau kalau pakai referensi harga negeri aslinya. Versi termurah Zero FX 3.3, tenaga 27hp, harganya lebih mahal dari Versys 650 yang 69PS. Top speed Zero FX 3.3 maksimal kalau isntan 137km/jam. kalau terusan maksimalnya 113km/jam. Sebagai perbandingan top speed motor 250cc kira kira 150km/jam, mestinya bisa terusan.

      Jadi sepertinya untuk harga yang sama, motor listrik masih lebih lambat.

      Suka

  8. Wah, masnya pinter nih. Coba dikasih solusinya sekalian mas untuk kendaraan di masa depan sebaiknya untuk pengganti mesin bbm pakai apa selain listrik. Mungkin dgn bahan bakar hidrogen kah? Soalnya kasian anak saya nnt kalo dia masuk jaman dimana sumber daya alam minyak sudah tdk sebanyak skrng.

    Suka

    • Terima kasih. saya banyak berpikir soal ini karena aktif di grup free energy. Grup yang mencoba mencari sumber energi alternatif.

      Hidrogen buatnya bisa pakai listrik, dipakai macam aki, untuk menyimpan energi. Tapi problemnya gampang meledak. Tempat penyimpanan masih terus dikembangkan. Ada bio fuel, tapi pada takut mengurangi lahan untuk pangan atau lahan hijau.

      Selain yang umum, yang berpotensi juga adalah hidrogen on demand dan ammonia on demand. Dua duanya mengandalkan elektrolisis air. Cuma sekarang ini kebanyakan masih hanya bisa meningkatkan efisiensi saja. Ada yang berhasil self sustain, tapi caranya susah ditiru. Juga bakal repot kalau nanti harga air lebih mahal dari bensin.

      Menurut saya yang lebih efektif dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar. Harusnya bila takut bbm habis maka kendaraan yang boros dibuat jauh lebih mahal. Tapi buktinya, kendaraan boros masih laris. Konsumen juga benci kendaraan nggak ada tenaganya. Standar emisi juga bikin kendaraan nggak bisa disetel irit dan makin boros.

      Suka

    • Pernah baca salah satu fansub luar negeri, katanya minyak ga akan pernah habis. Dan sebelum baca itu udah ngerasa sih masa iya bisa habis hehe. Tau sih teorinya guru pas SD, pas SMP juga. Cuma ga terlalu percaya aja. CMIIW.

      Suka

    • Kalo pemerintah bs mendukung riset dan infrastruktur untuk kendaraan bermesin listrik, apakah teknologi ini bs berkembang melebihi mesin bbm mas?

      Suka

  9. Tidakkkk, harus siap-siap sayonara raungan motor yang menyejukkan 2 silinder, dan yang memanjakan telinga juga indah sepanjang waktu 4 silinder. Kita akan berjumpa lagi di surga, insyaallah amin.

    Suka

    • ada cerita dulu ada yang punya ide pasang generator listrik mesin 2 stroke di mobil. Penggerak pakai motor listrik. Hasilnya jadi mobil yang jauh lebih irit. Patent dibeli mahal sama suatu perusahaan. tapi nggak diproduksi.

      Suka

  10. Kendaraan listrik bisa jadi solusi go green asal benar benar “go green”. Misalkan charging pake solar cell, atau angin maupun gerak.

    Untuk jarak tempuh bisa dipastikan jadi kendala krn baru akan berkembang di indonesia. Solusinya, aplikasikan untuk angkutan umum diperkotaan dahulu, untuk charging bisa tukar battery di terminal terminal.
    Setelah terbukti di angkutan umum pastilah berkembang untuk kendaraan pribadi.

    Ane sih cuma berandai andai, jika kendaraan listrik yg menggunakan battery menggunakan solar cell untuk charging ditempel pada bagian body yg terpapar matahari, dan pada teromol roda diberikan dinamo untuk charging maupun low speed, juga tak ketinggalan baling baling untuk mendinginkan battery dibantu radiator mini (biasa digunakan untuk cpu gamers). Tak lupa juga battery ada 2, satu aktif untuk dipakai, yg satu charging, baiknya dikasi modul agar bergantian.

    Suka

    • setuju.

      Iya, jarak tempuh itu butuh dukungan prasarana. Tapi jangan sampai harga investasi dibebankan penumpang. Bila ingin mengurangi pemakaian BBM, aneh juga karena taksi kok diharuskan 1500cc ya.

      Untuk ditenagai langsung pakai solar cell sepertinya nggak bisa. Sebagai bayangan, solar panel 100Wp harga 1,7 juta, voltase maksimal 20V, arus maksimal 5 amper. Sementara itu GESITS pakai motor 5kw, yang bila voltasenya 60V butuh arus katanya 86 Ampere.

      Itu artinya kalau langit cerah solar cell kena matahari maksimal tenaga yang didapat cuma 5%.

      Suka

  11. […] Untuk kematangan juga masih jadi pertanyaan besar. Nggak usah ngomong soal pengusaha lokal, pengusaha dunia pun yang namanya motor listrik itu banyak yang masih dalam taraf penjajakan dan pengembangan. Memang sudah ada yang dijual, tapi kalau nggak harganya mahal banget ya performanya jelek banget. Nggak beda jauh sama mobil listrik mini yang untuk balita. Beberapa hal yang nggak enak dan mitos bohong dari motor listrik dibanding dengan motor bensin […]

    Suka

  12. Kelihatan kalo penulis ga pernah pake / ga punya molis
    Pasti komentarnya kaya gini beda kalo yang sudah pakai molis diatas 2 tahun pasti akan merasakan hematnya pakai molis kuncinya pinter merawat batre agar awet saya pengguna molis rakitan yang bisa mencapai kecepatan topspeed 120kpj dan jangkauan bisa capai 150km sekali cas

    Base rangka molis saya dari Suzuki thunder. Motor Bldc 8000watt batre pake SLA 72v 60AH
    Sudah 3 tahun lebih masih normal
    Jaya dan dipakai buat sehari2. Sangat terasa hematnya dilihat dari pengeluaran buat bayar listrik perbulan dibanding kan dulu sewaktu masih pakai motor bensin tq

    Kalo ga pernah pakai motor listrik ga usah buat atrikel kaya gini

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.