Dari kecenderungan masyarakat Indonesia bisa disimpulkan orang beli motor listrik itu lebih untuk gaya dan bukan usaha mengurangi pemakaian minyak bumi


Sekarang ini lagi trennya orang berusaha mengurangi pemakaian bahan bakar yang dibuat dari minyak bumi. Salah satunya bensin.

Dengan alasan itu banyak orang yang menyanjung nyanjung motor listrik. Yang menjelek jelekkan motor listrik dianggap kolot, dianggap menghambat kemajuan, dianggap nggak khawatir dengan makin berkurangnya minyak bumi, dianggap nggak mau berusaha mengurangi polusi / emisi, dst.

Penulis anggap itu munafik.

Kecenderungan masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa banyak yang nggak perduli dengan itu. Nggak semua orang begitu, tapi kebanyakan iya. Berikut beberapa contohnya:

Kalau punya uang belinya motor yang boros

Dari yang penulis tahu, kalau orang punya uang, pasti yang dibeli motor yang kapasitas mesinnya besar. Orang yang punya uang cukup untuk beli X-Max nggak akan beli Mio. Orang punya yang cukup untuk beli CBR250RR, nggak akan beli Revo.

Orang yang nggak punya uang pun banyak yang berusaha untuk beli motor boros. Sehingga di Indonesia ini nggak ada motor sport 100cc macam di India. Mobil 600cc nggak ada. Motor matik 50cc nggak ada.

Apa waktu mereka beli motor boros mereka kepikiran soal berkurangnya minyak bumi? Rasanya kok enggak. Padahal mereka tahu motornya dua kali lipat lebih boros tapi tetap saja mereka beli.

Orang yang menghujat orang yang menjelek jelekkan motor listrik apa bakal menghujat orang yang beli motor boros? Penulis nggak yakin. Rasanya mereka justru akan memuji muji dan ngiri dengan yang bisa beli motor boros. Mereka justru menghina motor yang terlalu irit. Nggak berani nyombong dengan yang motornya boros kalau motor yang dipakainya irit.

 

Lebih banyak modif yang bikin boros

Kebanyakan orang modif itu terutama untuk menambah tenaga. Mereka nggak masalah motornya makin boros, yang penting tenaga nambah.

Orang yang modif biar ngirit pun tujuannya untuk mengirit biaya. Berkurangnya pemakaian minyak bumi cuma bonus saja, dan bukan tujuan utama.

Kalau orangnya punya uang lebih, rasanya kok nggak ada yang modif biar motornya irit. Pasti modifnya biar lebih boros.

Bahkan karena sudah kolot berpikir kalau modif nambah tenaga pasti boros, mereka jadi skeptis dengan modif macam magnet, tabung, cemenite atau pro capacitor yang bisa lebih irit tapi juga nambah tenaga. Yang tertarik dengan modif begini biasanya orang yang pingin modif irit. Yang modif boros seringnya nggak tertarik.

Kalau beneran ingin mengurangi pemakaian minyak bumi, kan harusnya kalau punya uang maka beli motor yang irit lalu dimodif jutaan untuk biar lebih irit. Tapi kok rasanya penulis nggak pernah lihat yang begitu.

Emisi suara juga begitu. Kalau beneran niat mengurangi emisi suara, mengapa kok ada saja nggak perduli mesin berisik demi alasan semu oli long drain? Katanya untuk menyelamatkan lingkungan padahal racun oli itu sumbernya dari pemakaian. Makin lama dipakai makin beracun.

Mengapa juga kok sukanya modif bikin knalpot makin berisik? Jadi sebenarnya orang itu lebih suka kendaraan yang berisik. Mesin senyap macam motor listrik bisa jadi dianggap nggak sip.

 

Kalau beneran ingin menyelamatkan bumi, mengapa nggak sekalian beli sepeda pancal atau becak saja?

Krisis nggak cuma bahan bakar minyak saja, tapi juga krisis energi. Motor listrik itu memang nggak pakai bahan bakar dari minyak bumi. Tapi kan tetap butuh listrik, listrik itu energi. Sementara itu krisis energi itu sudah mulai terjadi karena orang banyak yang pakai energi.

Jadi walau mengurangi pemakaian minyak bumi, beli motor listrik itu tidak membantu mengurangi krisis energi. Bila ingin yang benar benar “menyelamatkan bumi”, maka belinya harusnya yang nggak pakai bensin ataupun listrik. Yang dikayuh sendiri. Sepeda pancal atau becak.

Tapi apa ada orang yang beli becak untuk ditaruh garasi demi untuk menyelamatkan bumi?

Kalau punya uang bisa juga beli mobil dengan ban becak tenaga surya buatan universitas. Hitung hitung mendukung mereka agar bisa maju di lomba dunia. Mereka juga punya kendaraan bensin yang iritnya juara dunia.

 

Jadi dari alasan alasan diatas rasanya orang beli motor listrik itu lebih untuk gaya. Dipakai cuma sekali sekali saja. Sementara itu kendaraan utama lebih memilih yang konsumsi bensinnya 8km/liter (moge atau mobil). Yang punya kendaraan utama 20km/liter (mobil LCGC) atau 45km/liter (motor matik) mungkin karena duitnya kurang. Kalau uangnya cukup maka rasanya bakal beli yang boros.

Motor listrik kan sekarang lagi naik daun. Kalau punya motor listrik seakan akan bisa mengurangi pemakaian minyak bumi (padahal enggak), seakan akan mengurangi emisi (padahal enggak).

Orang yang punya motor listrik terkesan lebih hemat energi. Kendaraan utama yang lebih boros nggak bakalan diungkit ungkit. Pemakaian minyak buminya bisa jadi akan jauuh lebih boros daripada orang yang kendaraan utamanya pakai bensin, tapi yang irit. Sama seperti orang yang beli sepeda dengan alasan untuk menyelamatkan alam. Padahal jarak yang ditempuh pakai sepeda nggak sampai 1% dari jarak yang ditempuh pakai kendaraan utama yang borosnya minta ampun. Beli motor listrik atau sepeda cuma dipakai gaya saja.

Bila tujuannya untuk mengurangi pemakaian minyak bumi, maka akan jauh lebih membantu kalau kendaraan utama itu pakai yang irit. Bila aslinya biasa pakai 8km/liter, maka ganti dengan yang 20km/liter. Syukur syukur bila mau pakai yang 60km/liter, hitung hitung mengurangi kemacetan.

Motor listrik juga belum ada yang pakai, sehingga nggak enaknya motor listrik masih belum tahu. Kalau ternyata nanti motor listrik lebih banyak ribetnya dan lambat, maka bisa jadi nasibnya seperti motor sport. Di mana mana dipuji puji sebagai motor jantan, tapi yang lakipun kalau beli lebih memilih motor matik.

Beberapa hal yang nggak enak dan mitos bohong dari motor listrik dibanding dengan motor bensin

Iklan

7 respons untuk ‘Dari kecenderungan masyarakat Indonesia bisa disimpulkan orang beli motor listrik itu lebih untuk gaya dan bukan usaha mengurangi pemakaian minyak bumi

  1. ane mampu beli enmex,, tapi belinya cukup mbit saza… irit,, lebih lincah,, plus gak makan tempat di garasi hehehe justru motor2 cece gede gak dipakai tiap hari deh kayaknya…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.