Balapan MotoGP di BRNO 2017 bukti bahwa Marquez memang jago dalam situasi flag to flag dan Rossi tidak tapi bukan Donkey, apa Rossi beneran butuh dashboard message?


Balapan di BRNO barusan menunjukkan bahwa Marquez memang jagonya dalam situasi flag to ffag.

Di balapan di Brno, Ceko, Marc Marquez dikatakan punya strategi yang jitu karena melakukan pergantian motor, situasi flag to flag, untuk ganti dari ban wet ke ban slick lebih cepat:
MotoGP Rep. Ceko: Strategi jitu Marquez berbuah kemenangan

pada akhir Lap 2 Marquez melorot turun di posisi ke-19. Sadar trek sudah mengering, juara dunia bertahan itu memutuskan masuk ke pit lebih awal untuk mengganti motornya. Mulai dari Lap 6 hingga berakhirnya balapan, Marquez tak mendapat perlawanan berarti. Sempat di belakang rookie Johann Zarco, tapi dengan mudahnya Marquez merebut posisi teratas. Keunggulan lebih dulu memakai ban kering jelas sangat menguntungkan pembalap Spanyol itu.

Marquez pernah mengatakan bahwa situasi flag to flag itu adalah fun:
Pembalap MotoGP diwajibkan bisa baca pesan singkat di dashboard ditengah balapan karena tim nggak kuat bayari handsfree sementara pakai pit board nggak informatif dan nggak kebaca, 1 Juli 2017

Marquez bilang bahwa ia tidak suka dengan adanya komunikasi langsung dari pit ke rider karena kemampuan untuk memutuskan sendiri merupakan salah satu hal terbaik di motogp. Hal yang tidak ia sukai di F1 adalah seringkali tim punya terlalu banyak pengaruh dalam pengambilan keputusan di balapan. Untuknya, selama pertemuan sebelum balapan dilakukan dengan benar, dan cukup pintar saat di atas motor, dan berpengalaman, maka hasilnya pasti ok.

Di balapan tersebut motor Marquez terlihat lambat di jalan lurus, sehingga terlihat menghambat motor lain dan tertinggal oleh Lorenzo yang ada didepan dan kemudian di salip oleh motor motor lainnya. Entah karena mesin yang katanya sekarang pakai big bang atau karena bannya yang wet sehingga gripnya kurang:

Motor MotoGP bagian 2: Pengaruh firing big bang vs screamer pada wheelspin dan wheelie . 10 Mei 2017

Tidak diragukan bahwa konfigurasi big bang bisa meningkatkan mesin Honda. Penyaluran tenaga (ke roda) di rpm rendah menjadi lebih halus, dan motor lebih mudah dikendarai. Ini ditunjukkan di konsistensi Marc Marquez di uji di Valencia, Sepang dan Phillip Island. Namun akselerasi motor masih kurang, suatu kelemahan besar di dua tahun ini.

Mungkin karena merasa motor tidak kompetitif di jalan lurus, maka kemudian Marquez memutuskan untuk ganti motor dengan ban slick medium depan dan belakang. Dan ini yang kemudian menjadi kunci kemenangan.

Berikut saat akselerasi di jalan agak menanjak terlihat Marquez ketinggalan jauh akselerasinya dari Lorenzo, terlihat menghambat motor dibelakangnya juga.

 

Dengan suhu aspal yang tidak begitu panas ini sebenarnya menjadi kesempatan untuk tim utama Yamaha untuk memenangkan balapan. Namun sepertinya masih belum jadi jodoh Yamaha. Tahun lalu Rossi mengeluh tidak bisa melihat pesan di pit, di balapan barusan, informasi dari pit yang telat:
Rossi akui lemah dalam balapan flag-to-flag

“Tahun lalu di Sachsenring, mereka menyuruh saya masuk ke pit [dengan pesan di pit board], tapi saya tetap balapan. Kali ini [di Brno] saya berkata, ‘Ketika saya melihat pit board, saya berjanji akan masuk ke pit’. Tapi sayangnya, [pesan] di pit board tiba agak terlambat.

“Yang pasti, untuk memahami [kapan] masuk ke pit bukanlah titik kekuatan saya. Saya kira bisa [masuk ke pit] satu lap lebih awal, tapi saya pikir, kami juga sedikit tidak beruntung kali ini.”

 

Rossi sendiri takut mau pakai ban slick bila lintasan masih basah:

Rossi lalu menjelaskan, bahwa ia tak menduga trek akan mengering begitu cepat. “Biasanya dalam lap pertama dengan ban slick [kering], di trek basah, Yamaha sedikit bermasalah,” imbuhnya.

“Jadi, saya mencoba menekan sebanyak mungkin di trek basah, karena saya kuat. Saya punya sedikit keuntungan untuk digunakan pada lap pertama dengan ban slick.”

Ini mungkin karena berkaitan dengan konstruksi motor Yamaha yang berat di depan, yang lebih sensitif terhadap grip ban depan yang licin.
Motor MotoGP bagian 1: Pengaruh konfigurasi mesin ke handling bikin Lorenzo kesulitan mengendarai Ducati dan Rossi kesulitan pakai ban Michelin

 

Tahun lalu kejadian tersebut dipakai sebagai alasan untuk menerapkan dashboard message:
Pembalap MotoGP diwajibkan bisa baca pesan singkat di dashboard ditengah balapan karena tim nggak kuat bayari handsfree sementara pakai pit board nggak informatif dan nggak kebaca, 1 Juli 2017

Diskusi (soal butuh komunikasi ke dashboad) muncul akibat kejadian di putaran akhir di Jerman, ketika Valentino Rossi tidak mengindahkan instruksi yang ditunjukkan di papan pesannya dan tetap berada di lintasan dengan menggunakan ban untuk lintasan basah sementara Marc Marquez masuk pit dan ganti ban slick sehingga bisa memenangkan lomba secara mutlak. Valentino Rossi bilang bahwa bila ia punya lebih banyak informasi, misalnya informasi bahwa Marquez bisa lebih cepat beberapa detik dengan ban slick, maka ia mengambil keputusan dengan tepat.

Di balapan penulis lihat ada tiga pesan Dashboard. Dari Karel Abraham

Loriz Baz:

Danillo Petrucci:

Bila kejadiannya seperti yang di brno, maka dashboard message sepertinya jadi tidak berguna, karena cuma searah. Karena baik dari pit ataupun rider sama sama tidak bisa mengkomunikasikan. Yang Rossinya perlu ngomong nggak pede mau pakai ban slick, yang pit perlu ngomong kalau Marquez sudah ganti ban.

Motor rossi nggak ada spionnya. Aslinya memang nggak ada, bukan karena spionnya dilipat. Jadi nggak bisa memperhatikan Marquez masuk pit atau tidak. Sama sekali nggak tahu kondisi pembalap lainnya. Jadi akhirnya ketika banyak pembalap yang akhirnya memutuskan masuk pit untuk ganti ban, Rossi nyantai saja di depan:

Kalau tahu saingan banyak yang ganti ban, maka mestinya Rossi bisa lebih berani untuk memutuskan ganti ban. Rossi ganti ban baru setelah akan tersusul Marquez:

Daripada dashboard message, kalau sistem radio kemahalan, mungkin lebih cocok dikasih tv, dibelikan hp Cina yang ada tvnya, dipasang di braket, nyetel siaran langsung motogp dari trans tv…

Iklan

11 thoughts on “Balapan MotoGP di BRNO 2017 bukti bahwa Marquez memang jago dalam situasi flag to flag dan Rossi tidak tapi bukan Donkey, apa Rossi beneran butuh dashboard message?

  1. hhahaha,,,knp gk pakai radio kyk F1 ya,,
    saya rasa biaya gk jd mslh,,motogp kn bnyk uang digelontorkan,,
    intinya marquez memang smart,,dia tau track mulai kering,motor jd lmbat,,masuk pit,,,yg susah rossi pling depan,,trlanjur bangga,,hehe gk ada yg bs nyusul sayA”
    tak taunya semua masuk pit,,lap time jg kalah 9 detik/lap dari marquez yg pakai ban slick.
    melihat pit box dikecepatan tinggi juga susah.
    saya saja lari 120km/jam lihat baleho pinggir jalan gk begitu trlihat.

    Suka

  2. di acara live moto gp trans 7 kemarin pembalap Yamaha super sport 300 nya sendiri bilang. marquez sengaja melambat supaya ga ketahuan yg di depan kalo dy udh masuk PIT.

    bahkan cal cruthclow di crash bilang. semua pembalap di kelabui marquez karena strategi nya

    “”I knew he was pitting because he never fought back!” Crutchlow said. “That’s not Marc’s nature and as we went into the last corner I looked across and I could see him. I thought ‘you bastard!’ Because I knew he had out-foxed us again, the same as in Sachsenring last year.”

    “I followed Dani. I have to be completely honest. I could have gone in with Marc but I honestly thought Dani was going to win the race today, so I did what he did. The problem is when we came back out he did a better job of passing the other guys, because his bike was faster.”

    Suka

      • hehe sama sama,
        kenapa saya bilang komen cal penting. karena cal adalah pembalap satelit yang make motor yang sama dengan yang di gunakan team pabrikan. dan marc pengen cal jadi pembalap penguji buat HRC karena gaya balap nya mirip dengan marc.
        so, itu sedikit banyak membuat cal tau, bahwa ga mungkin sampe segitu mudah nya marc dapat di lewati.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s