Modif lampu silau, ban cacing, ngelepas rem dibilang selera orang beda beda tapi sebenarnya bukti sifat egois tidak memikirkan orang lain


Lihat postingan di macantua penulis nggak habis pikir, apa memang sudah begitu egoisnya orang Indonesia sehingga kalau pasang modif itu seenaknya sendiri, tidak memikirkan orang lain yang penting dia suka?

Niat Curhat, Rider Aerox Ini Habis Dibully, Lho Kenapa?

“Saya pasang lampu strobo malah di-bully, katanya saya modif nggak mikir, malu-maluin yang lain. Kalau menurit saya kita sama sama pecinta aerox hargai 1 sama lain om.

Karena modif tergantung selera dan lingkungan sekitar. Jangan dibully om karena selera anda beda”

Padahal bila kita lihat, demo lampu strobo seperti berikut ini. Masa harus ditoleransi?

Yang modif ban cacing pun bilangnya juga sama. Nggak penulis kasih kutipan tapi ada beberapa blog mendukung kegiatan mereka, menganggap beda selera itu wajar. Dan itu juga yang sepertinya jadi benteng pertahanan mereka yang modifnya membahayakan orang lain. Contohnya omongannya berikut ini:

Dari kaskus:

Komentar di artikel yang bahas ban cacing:
Ban Cacing Untuk Harian? WARAS?

 

Jadi dikatakan bahwa pakai ban cacing atau lampu silau itu sebenarnya karena untuk memenuhi keinginan pribadi mereka.

Ada yang buat artikel yang menjelaskan bahwa yang pakai ban cacing tidak otomatis membuat motornya berbahaya, tergantung yang pakai. Kalau orangnya dewasa maka nggak akan membahayakan. Sori, penulis nggak percaya. Coba lihat sendiri di jalan motor macam apa yang dipasangi ban cacing. Pasti motor pelan yang di modif atau motor yang dari aslinya sudah kencang. Motor dengan ban cacing biasanya minim knalpotnya racing atau dilepas filternya.

Mau bilang motor dimodif kencang hanya untuk dipakai lambat? Mau bohongi siapa?

 

Yang bikin trenyuh lagi adalah saat melakukan argumentasi mereka terhadap modif modif yang membahayakan orang lain jelas jelas terlihat bahwa mereka itu egois. Mereka sama sekali tidak memikirkan kepentingan orang lain. Seringnya bilang karena mereka suka, maka orang lain harus terima.

Penulis anggap itu sama dengan hobi orang suka lewat jalur melawan arus atau melanggar lampu merah. Iya deh kalau yang melakukannya dewasa maka mereka akan melakukannya dengan hati hati. Tapi tetap tidak menapik fakta bahwa yang mereka lakukan itu membahayakan orang lain. Dan sayangnya kadang banyak yang sudah tahu salah tapi masih saja merasa benar. Banyak contoh dimana yang melawan arus tapi masih saja ngotot merasa benar.

Penulis anggap bantahan dari pendukung ban cacing atau pemakaian lampu silau sama seperti itu.

Atau mungkin lebih parah karena yang pakai ban cacing atau lampu silau itu dari sanggahan sanggahan mereka sama sekali nggak menyebut efek menuruti selera mereka terhadap orang lain.

Cara penjual lampu silau promosi juga menunjukkan bahwa konsumen itu carinya yang silau. Berikut contoh dari video youtube promosi lampu strobo untuk motor yang katanya seperti punya bis.

Jelas jelas dikatakan kunci penjualan adalah bikin silau. Jadi maksudnya hobinya mereka itu bikin orang lain silau? Begitu masih minta jangan disalahkan?

9 respons untuk ‘Modif lampu silau, ban cacing, ngelepas rem dibilang selera orang beda beda tapi sebenarnya bukti sifat egois tidak memikirkan orang lain

  1. “Saya pasang lampu strobo malah di-bully, katanya saya modif nggak mikir, malu-maluin yang lain. Kalau menurit saya kita sama sama pecinta aerox hargai 1 sama lain om.”

    Statement nya aja konyol dia minta saling menggargai satu sama lain tp dirinya sndiri gk mnghrgai pengendara lain dngan menggunakan lampu strobo.
    Yng jelas saya stuju sama penulis klo modifikasi2 sperti ini adalah bukti ke egoisan mreka, dan mirisnya mreka gk sadar akan itu.

    Suka

  2. pasang ban cacing dan lampu tembak itu kerjaan orang dungu gk punya fikiran.
    dah gitu aja…gk habis fikir,, apa yg ada difikiran mereka.
    ban cacing= nyaman? enggak, kencang? bahaya, lambat? pegel,
    lampu tembak? nyaman? enggak, terang? enggak,silau iya.

    Suka

    • Repotnya yang lain juga pada kena. Lagian yang pasang lampu silau biasanya justru malah senang karena jadi ada lawan tanding. Bukannya malah kapok tapi malah terpacu untuk bikin makin silau.

      Suka

  3. Ampun deh udah begini mah, oh iya min tau kah kenapa di barat kaya amrik lah contohnya. Jalannya kosong banget seringnya, apa karena mereka ga butuh mobil? Atau aturan perotomotifan ketat di sana? Apalagi motor jarang banget keliatan papasan kaya di Indonesia. Thanks.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.