Bu guru protes karena dibikin jengkel konvoi motor disuruh minta maaf, yang konvoi mengapa tidak minta maaf juga? menutupi kejahatan itu jelek


Lagi lagi soal nama baik dan yang sharing harus minta maaf. Sebelumnya ada cerita berikut ini:
Swing arm patah dan sharing tapi malah disuruh minta maaf oleh pabriknya

Sekarang ada lagi dalam bentuk yang lain. Ada ibu guru yang merasa dirugikan karena rombongan touring dan sharing akhirnya disuruh membuat pernyataan minta maaf:

Yang membuat penulis merasa aneh itu adalah respon dari klub motor.

Ceritanya bermula dari postingan facebook sang bu guru.

Kalau dari yang penulis tangkap, si bu guru mempertanyakan itikat dari rider yang join di klub. Karena dari yang bu guru tersebut tahu, klub motor itu identik dengan arogansi. Agak memilukan juga bila ini yang ditangkap oleh masyarakat. Karena penulis tahu klub motor juga melakukan kerja sosial. Nggak cuma untuk touring bareng atau biker’s day saja.

Kemudian ada yang menanggapi dengan meminta bu gurunya untuk minta maaf kepada seluruh rider di nusantara:
Ibu Guru Tika Meiriska Ini Menjadi Korban Persekusi Oknum Biker Di Bengkulu

Selain meminta maaf, bu gurunya diminta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Terus terang penulis tidak jelas perbuatan mana yang tidak boleh diulangi. Apa bu gurunya nggak boleh marah marah ke klub motor lagi? Apa bu gurunya tidak boleh curhat lagi?

Reaksi tersebut juga mendapat reaksi dari rider lain, seperti contohnya berikut ini:
Viral : Bu Guru Asal Bengkulu Curhat Soal Kelakuan oknum Bikers di Social Media, Berujung Surat pernyataan ber Materai

Benny Nugroho (https://bennythegreat.wordpress.com/)
Atas kejadian persekusi terhadap ibu guru Tika di Bengkulu 23 Agustus lalu, kepada klub sepeda motor HFR dan SMC Bengkulu, sebagai Warga Negara Indonesia saya meminta hal-hal sebagai berikut:

1. Agar mencabut tuntutan dan surat pernyataan bermaterai yang telah dibuat oleh ibu guru Tika, membersihkan nama baik ibu guru Tika serta melepaskan ibu guru Tika dari tuntutan dan tekanan apapun bentuknya.

2. Agar HFR dan SMC Bengkulu membuat pernyataan sikap atas perbuatan persekusi yang telah dilakukan oleh oknum anggotanya yang mengatasnamakan biker Bengkulu dan/atau biker se-Indonesia.

3. Agar kedua hal di atas dilakukan selambat-lambatnya 27 Agustus 2017.

Demikian saya sampaikan.

 

Penulis juga cermati bahwa tidak ada permintaan maaf kepada bu guru karena hampir celaka saat ada konvoi lewat. Bila si bu guru protes karena merasa dirugikan dianggap sebagai protes kepada seluruh komunitas motor satu indonesia, mengapa soal gangguannya juga tidak minta maaf kepada si bu guru mewakili seluruh komunitas motor satu Indonesia?

Bila bu guru harus berjanji agar tidak mengulangi protes kepada komunitas motor lagi, apakah komunitas motor bisa memastikan bahwa si bu guru bakal tidak dibikin hampir celaka lagi?

Apa artinya konvoi motor boleh semena mena, sementara yang kena dampaknya nggak boleh protes? Bila bu gurunya disuruh minta maaf secara terbuka, maka perwakilan klub motor seluruh Indonesia juga harus minta maaf secara terbuka.

 

Sharing soal fakta juga seharusnya tidak dianggap mencemarkan nama baik. Mungkin ada yang pakai dalih bahwa menyebarkan keburukan orang itu tidak baik. Namun aib dan kejahatan itu adalah sesuatu yang berbeda.

Penulis anggap perbuatan mengganggu masyarakat itu adalah jahat dan tidak boleh disembunyikan. Orang yang sharing perbuatan yang nyata nyata merugikan orang lain juga seharusnya tidak dianggap merusak nama baik tapi dianggap membuka kebenaran. Apalagi bila perbuatan itu berpotensi merugikan orang lain juga.

Menyembunyikan kejahatan itu justru tidak baik. Ada yang bilang bahwa ikut menyembunyikan kejahatan itu jeleknya sama saja dengan yang melakukan kejahatan.

Bila apa yang dialami si bu guru tidak dianggap jahat, paling tidak apa yang dishare oleh si bu guru adalah fakta. Ada yang bilang menyembunyikan kebenaran tidak baik. Sharing fakta tidak bisa disamakan dengan yang menyebarkan berita bohong. Apalagi bila itu bakal merugikan orang banyak atau bakal memakan korban lainnya.

11 respons untuk ‘Bu guru protes karena dibikin jengkel konvoi motor disuruh minta maaf, yang konvoi mengapa tidak minta maaf juga? menutupi kejahatan itu jelek

  1. ttg minta maaf, sy setuju dgn Penulis, harus adil.
    Tapi masalah share curhatan, sorry, sy beda pendapat……
    bu guru boleh curhat krn merasa benar dan hampir celaka, tp YAKIN kah kalo bu guru ini mentaati aturan lalu lintas??? sy pesimis… ‘the power of emak2’ semoga bisa paham maksud saya…. spt jalan pelan2 tp di tengah jalan, ga mau liat spion dsb..
    Jadi ada dua sisi dari sebuah kejadian..

    Suka

    • sebenarnya sama aja, memang ada istilah the power of emak2 ato emak2 ngawur, tpi stau saya itu hnya sbatas yg srring d share d dunia maya, mash byk juga emak2 yg tertib berlalu lintas n menjadi rider yg baik, jdi iu g bisa jdi alasan bhwa si ibu guru dicap sbagai mgkin seorang rider buruk, toh kita g tau, yg jelas dan terlihat bhwa apa yg d lakukan oleh anggota klub motor tersebut merupakan sbuah arogansi…dan ini jahat…
      apalgi saat membaca komenan anggotanya klu motor tersbut d medsos, luar biasa jahat skali…yg terjadi malah sbuah pembullyan…bisa dilaht d postingan blog om gokil n blognya om motoblast…
      maaf just share pikiran ae…

      Suka

    • ok. maksudnya kalau si bu gurunya sudah taat aturan nggak mungkin bakal hampir celaka saat konvoi lewat? Iya, perlu klarifikasi. Herannya nggak ada kabar dari konvoinya ya

      Suka

  2. Sepertinya sudah menjadi budaya, hukum rimba berlaku. Siapa yang lebih kuat, lebih banyak jumlahnya, cenderung memaksakan kehendak pada pihak lain. Apa bisa dijamin, pernyataan maaf ibu guru dilakukan secara ikhlas tanpa adanya tekanan/intimidasi pihak tertentu? Bisa saja karena pertimbangan keselamatan akhirnya bu guru menyatakan maaf. Who knows???

    Suka

  3. saya rasa semua klub motor arogan kl lagi konvoi dijalan,,
    gk ada pengecualian,,dari moge sampel matic kecil,,,
    kl konvoi udah ngrasa dia yg punya jalan.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.