Rencana pelarangan kendaraan yang pakai BBM di tahun 2040 itu kok diusulkan oleh produsen kendaraan listrik?


Sedih juga bila sebagai pemakai jalan suara kita tidak punya kesempatan untuk kasih masukan. Yang sering punya channel itu produsennya. Kali ini contoh dimana pengusaha kendaraan listrik punya andil besar dalam menentukan sampai kapan masyarakat boleh pakai kendaraan mesin bensin.

tmcblog memberitakan bahwa bakal ada rencana pelarangan kendaraan yang menggunakan BBM di tahun 2040.

Beritanya sebagai berikut:
Diusulkan pelarangan penjualan SepedaMotor BBM di Indonesia Mulai 2040

Pertengahan pekan Lalu atau tepatnya Kamis (24/8/2017) bertempat di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Kementerian ESDM mengumpulkan mayoritas stakeholder yang terlibat dalam industri kendaraan listrik termasuk media massa dalam sebuah rapat yang dipimpin oleh Pak menteri Ignasius Jonan untuk membahas draf regulasi percepatan kehadiran Moda Transportasi Ramah Lingkungan yang akan diusulkan sebagai Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP).

Disepakati oleh Kuorum bahwa cara yang diambil untuk melakukan percepatan kehadiran Industri Kendaraan Listrik adalah dengan cara melarang penjualan kendaraan berbahan bakar Minyak/ Fosil / BBM baik Motor maupun Mobil. Kementrian ESDM RI ambil inisiatif jalan tengah dengan mengusulkan tahun 2040 sebagai ambang batas waktu awal pelarangan penjualan Kendaraan termasuk Sepeda Motor BBM.

Disebutkan bahwa yang ikut dalam pembahasan tersebut adalah pengusaha yang berkecimpung dalam bisnis kendaraan listrik sama pers.

Kebijakan tersebut tentunya bakal mempengaruhi kehidupan masyarakat banyak. Mengapa kok suara masyarakat tidak dilibatkan? Apalagi kalau itu juga menyangkut kendaraan. Yang pakai kendaraan yang pakai BBM kan banyak sekali.

Untuk kematangan juga masih jadi pertanyaan besar. Nggak usah ngomong soal pengusaha lokal, pengusaha dunia pun yang namanya kendaraan listrik itu banyak yang masih dalam taraf penjajakan dan pengembangan. Memang sudah ada yang dijual, tapi kalau nggak harganya mahal banget ya performanya jelek banget. Nggak beda jauh sama mobil listrik mini yang untuk balita.
Beberapa hal yang nggak enak dan mitos bohong dari motor listrik dibanding dengan motor bensin

Penulis nggak yakin pakai kendaraan listrik bisa mengurangi polusi secara keseluruhan.
Motor listrik itu tidak green, belum betul – betul ramah lingkungan resiko memperparah krisis listrik dan bahaya terbakar batrenya

Kalau tujuannya untuk mengurangi polusi, mengapa tidak melarang kendaraan dengan kapasitas besar? Mengapa kok kendaraan boros dibiarin beredar?
Dari kecenderungan masyarakat Indonesia bisa disimpulkan orang beli motor listrik itu lebih untuk gaya dan bukan usaha mengurangi pemakaian minyak bumi

Penulis juga merasa pengembang kendaraan listrik di Indonesia itu sembrono.
Mobil listrik Indonesia sangat pantas dituduh tidak lolos uji kelayakan, banyak orang nggak paham bahayanya mobil listrik

Yang level dunia pun masih sembrono:
Ahli Jerman bilang implementasi batre kendaraan listrik sekarang ini sangat tidak aman

Miris karena beberapa masyarakat Indonesia itu terlalu meremehkan bahaya.
Kebakaran pada waktu isi jerigen bensin di pom Bogor itu menunjukkan bahaya bila isi bensin tanpa matikan mesin atau suka pegang pegang

Apa ya aman bila kendaraan listrik yang di desain kurang aman dipakai sembarangan? Dunia juga lagi krisis energi. Jangan jangan di tahun 2040 harga listrik itu lebih mahal daripada harga bensin.

Tapi jelas dengan adanya keputusan itu bakal menguntungkan pengusaha kendaraan listrik:

TMCblog melihat juga bahwa upaya peralihan dan perepatan peralihan kendaraan dari jenis Bahan Bakar Minyak/ Fosil ke energi listrik ini adalah sebuah kesempatan emas untuk mengembangkan Perusahaan dan produk Asli Lokal Indonesia

Ya semoga saja tidak mengorbankan kepentingan masyarakat pada umumnya. Pengusaha kendaraan listrik kan cuma sebagian keciiil sekali dari keseluruhan masyarakat. Semoga saja pengembangan dilakukan dengan hati hati. Nggak sembarangan pakai akal akalan.

 

Di India rencananya lebih cepat. Tapi disertai dengan kebijakan menggelontor pasar dengan kendaraan listrik:
India akhirnya juga akan melarang keberadaan kendaraan pakai BBM di 2030

pemerintah India punya program besar untuk kendaraan listrik dan rencananya kendaraan akan bisa semuanya listrik di 2030. Mereka berencana akan memperkenalkan kendaraan listrik secara besar besaran di tiga tahun ke depan. Pemerintah India akan membangun prasarana pendukung dan program penukaran batre untuk mencapai ini.

Sekarang ini pasar kendaraan motor listrik sangat kecil, hanya Mahindra yang menyediakan mobil listrik di India. Pabrikan seperti Tesla dan Nissan juga berencana akan masuk ke India melalui kendaraan Tesla Model 3 dan Nissan Leaf.

Di barat implementasi kebijakan yang sama dilakukan dengan melarang penjualan kendaraan yang pakai BBM:
Mobil pakai BBM bakal dilarang, malah disuruh pakai mobil listrik padahal mudah terbakar apalagi yang buatan Indonesia

Negeri Belanda yang akan melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel mulai 2025. Mulai tahun itu, semua mobil baru yang dijual di negeri kerajaan itu tidak boleh menggunakan bahan bakar fossil, harus menggunakan listrik atau hidrogen. Norwegia juga ingin melarang penjualan mobil bensin dan diesel mulai 2025

lembaga federal Jerman telah memutuskan akan melarang penjualan kendaraan yang menggunakan bensin dan solar (mestinya termasuk juga motor) di tahun 2030. Ban ini akan diikuti dengan penerapan pajak tinggi untuk kendaraan dengan mesin bakar untuk mempercepat proses penghentian.

Mampu tidak Indonesia meniru India? Yakin bisa membangun prasarana? Yakin bisa mengatur standar keamanan yang baik untuk kendaraan listrik?

Perhatikan juga kebutuhan masyarakat kecil. Jangan sampai orang mau pakai mobil atau motor harus antri isi aki yang harganya mahal. Sudah ngantri, biaya jadi mahal. Polusi nggak berkurang, resiko malah meningkat.

Mending kendaraan pakai BBM saja.

11 respons untuk ‘Rencana pelarangan kendaraan yang pakai BBM di tahun 2040 itu kok diusulkan oleh produsen kendaraan listrik?

  1. blm ada yg bisa menggantikan besar energi dan efisiensi yg dihasilkan bbm dibanding baterai paling kompak sekalipun
    misal seliter bbm bisa utk jalan kira2 35km utk motor, seharga misal 7500 (prtalite)
    kalo baterai? mgkin sekali jalan lgsg hbis 35km
    bbm bs lgsg diisi gak pake lama
    tahan disimpan dan didistribusikan smpe pelosok pedalaman pun..
    baterai? ribet maintenance dan kurang bisa diandalkan dlm kondisi ekstrim di pedalaman atau di tempat2 ekstrim misal di gurun, laut, pegunungan dll..

    blm lagi limbah baterai dan mahalnya hrga baterai tsb..

    Suka

  2. ya, mudah-mudahan saja tahun 2040 nanti teknologi mobil listrik sudah mencapai nilai keekonomisannya supaya bisa menggantikan mesin bensin.
    kalau untuk saat ini, daripada melarang mesin bensin, mending konversi ke mesin lng/lpg, hidrogen, atau bio-fuel. sambil transisi pakai mesin hybrid dulu sebelum full pindah ke mobil listrik.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.