Kasus Vespa melebar dari tikungan dan beradu dengan avanza itu bukti ngawurnya ajaran safety riding Indonesia dan ada ABS pun tidak akan membantu


Mungkin bro sudah pernah melihat video berikut dimana ada vespa sedang menikung tahu tahu jalan makin melebar dan akhirnya jadi beradu dengan Avanza yang datang dari arah berlawanan.

Kebanyakan menyalahkan ridernya. Ada yang bilang terlalu kencang, ada yang membodoh bodohkan ridernya, bilang ridernya nggak punya skill, masih baru belajar, dst. Menurut penulis yang salah adalah yang ngajari. Yang kurang bukan soal skill nya tapi pengetahuannya.

Dan ini bisa terjadi bukan hanya pada rider bodoh saja tapi pada rider yang sudah mahir. Malah justru lebih parah untuk rider yang mengikuti ajaran ngawur safety riding Indonesia.

Yang jadi banyak jadi pertanyaan adalah mengapa tahu ada mobil dari arah berlawanan kok jalan makin melebar?

Mari kita lihat videonya dulu:

Rider terlihat bereaksi terhadap Avanza yang baru saja menyalip kendaraan lain. Seharusnya kecelakaan tidak terjadi bila Vespa berada tetap di jalurnya. Yang aneh, mengapa perekam video juga ikut ikut keluar jalur?

Dari gerakan motor terlihat bahwa motor makin tegak karena mengerem. Motor juga terlihat makin lambat. Dalam kondisi itu ban depan sudah sangat terbebani oleh daya pengereman sehingga tidak bisa dipaksakan untuk belok. Istilah umumnya adalah understeer.

Ada yang bilang harusnya saat itu pakai metode counter steering. Menurut penulis metode counter steering pada saat itu tidak akan membantu karena grip ban depan sudah mepet karena dipakai ngerem. Penjelasan soal counter steer:
Teknik counter steering yang diajarkan instruktur safety riding itu ngawur

Setahu penulis juga teknik ini tidak cocok untuk motor matik karena motor matik (selain honda) didesain lebih lincah.
Pengaruh desain kemudi pada teknik counter steering dan mengapa motor ada yang susah belok ada yang gampang

 

Yang jelas di saat motor dan mobil sudah hampir beradu, motor sudah pelan:

Jadi jelas bahwa motor Vespanya saat itu melakukan pengereman.

Yang jadi masalah adalah pemilihan cara pengereman. Mengerem ban depan saat menikung akan membuat motor jadi berjalan lebih lurus. Ini jelas terlihat dari tanda bahwa motor Vespa tersebut jadi makin tegak.

Ini berbeda bila Vespa tersebut mengerem dengan rem belakang. Bila pakai rem belakang maka sudut menikung justru lebih tajam
Gara gara CBS teknik mempertajam menikung pakai rem belakang seperti Rossi tidak bisa diterapkan di Honda Vario atau Beat atau CBR yang dilengkapi combi brake

 

Ada ABS pun percuma. ABS yang ada di kebanyakan motor di pasaran itu kw2, tidak bisa berfungsi dengan baik di tikungan. Sehingga sebagai efeknya motor jadi tetap lurus. Ini di demonstrasikan di video berikut:
Rem ABS dari kebanyakan motor itu ternyata cuma kw 2 yang nggak aman dipakai di tikungan, namun nggak separah ABS kw 3

ABS memang bisa mencegah jatuh akibat ngawur mengerem pakai yang depan dulu:

Namun ABS kw 2 tetap tidak bisa mencegah motor keluar dari lintasan saat mengerem.

Jadi kalau ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan masih tetap resiko ketabrak juga.

 

Yang penulis anjurkan di situasi tersebut adalah menggunakan rem belakang. Dalam situasi apapun dahulukan rem belakang agar kendali motor menjadi lebih mudah.

Pakai rem belakang dulu bukan berarti nggak pakai rem depan. Tapi artinya kalau ngerem didahulukan rem belakang, lalu segera setelah rem belakang mengigit lalu pakai rem depan.

Tapi memang harus hati hati karena mungkin untuk nuruti ajaran ngawur safety riding, sama pabriknya rem belakang dibuat terlalu pakem sehingga jadi bahaya.
Takut pakai rem belakang di motor sport bisa jadi karena pabriknya mendesain rem belakang terlalu ngawur pakemnya, berikut ini trik ala pembalap

Sementara itu pabrik yang beneran ngerti keselamatan membuat rem belakang nggak terlalu pakem.

 

Jangan gampang asal percaya ajarannya safety riding Indonesia. Kita harus mencerna dan melakukan simulasi sendiri. Banyak ajaran itu nggak jelas sumbernya dari mana. Kadang yang mengajarkan juga nggak tiap hari naik motor tapi malah naik mobil. Pengalaman naik motor memang puluhan tahun tapi aslinya sedikit sekali jam terbangnya.

Metode yang diajarkan oleh mereka yang beneran rider itu seringkali berbeda dengan apa yang diajarkan safety riding Indonesia. Mengapa penulis menyebut kata kata Indonesia? Karena di luar negeri nggak semuanya begitu.
Metode pengereman mendahulukan rem depan itu bukan metode safety riding standar internasional

Iklan

35 respons untuk ‘Kasus Vespa melebar dari tikungan dan beradu dengan avanza itu bukti ngawurnya ajaran safety riding Indonesia dan ada ABS pun tidak akan membantu

  1. yah itulah indonesia,, yang bener jadi salah,, yang salah jadi bener,, rem belakang dulu itu sangat penting untuk bisa mengendalikan kendaraan,, bahkan di mobilpun jika kita mengerem pasti belakang dulu yang aktif,,

    Suka

  2. kok yg disalahin pengajar safet riding indonesia, yakin rider vespa iti sudah diajar safety riding?
    kalo ini sy setuju kalo tikungan utamakan rem belakang, kalo darurat, tapi lebih bagus sebelum nikung ngerem dulu
    lagian keliatan rider vespa kurang jam terbang, masak nikung kiri mepet kanan, ya bubar
    belum ergonomi vespa yang tegak, jangan dibawa nikung rebah gaya motogp, apalagi marquez… tapi gaya motocross, yg sebelah kaki turun buat penyeimbang

    Suka

    • Memang kalau sudah diajari safety riding ada bedanya? Maaf, saya rasa sama saja. Kalau yang ngajari melarang ngerem, terus kita harus bagaimana kalau situasinya butuh ngerem?

      Salah Kaprah Soal Teknik Pengereman Sepeda Motor

      Emerson Tantono, Network Development dan Instruktur Senior Safety Riding PT Astra Honda Motor mengatakan Banyak yang salah, saat berada di tikungan malah melakukan pengereman. Dikatakan Emerson akan sangat berbahaya, apalagi dalam kecepatan tinggi.

      Maklum bila intruktur tersebut melarang ngerem ditikungan, karena memang ajarannya bikin malah berbahaya.

      Orang mepet kanan itu sudah biasa. Saya lihat juga tidak sampai keluar jalur. Lagipula itu vespa, nggak mungkin dipakai kencang di tikungan karena nggak bisa miring.

      Seandainya ia nggak ngerem rasanya ia bakal selamat. Yang bikin celaka itu ngerem pakai cara yang salah.

      Suka

      • nikung kiri ya mepet kiri, soalnya arah lawan nikung kanan cenderung mepet kanan… lha kalo tikungan semua mepet marka jalan, walopun masih jalur juga sangat bahaya, apalagi arah lawan (misal motor) pasti rebah kanan (bisa nglewatin marka)
        belum yg nikung kiri mepet kanan, sekecil apapun kesalahan (ngerem bikin tegak, gagal nikung) jelas bikin…. ah sudahlah

        Suka

  3. Kebiasaan panic brake mendahulukan rem depan,,,
    Ajaran safety riding itu sudah benar,setelan rem belakang harus fast/pakem,kenapa harus pakem,karena rider memegang handle gas berlama lama yg akan menimbulkan kesemutan/mati rasa,pernahkah ketika tangan kanan kesemutan secara reflek dengan mudahnya memegang rem depan/kanan,,,
    Tangan kiri lebih jarang kesemutan,posisi tangan kiri jangan gantung handle rem,rasakan engine brake ketika pelan maupun kecepatan sedang,,,

    (komen di atas khusus matic,kalo ada tambahan monggo diskusi)

    Suka

  4. 1. Menurut UU LL pasal 108, kendaraan harus menggunakan lajur sebelah kiri. Jadi kalo melebar ke kanan, sudah tidak sesuai dgn UU.

    2. Di dalam science, sudah umum bahwa para ahli bisa berbeda pendapat. Pendapat Newton beda dgn Einstein, beda dgn Heisenberg. Bahkan yg se zaman bisa beda, dgn dukungan data dan fakta masing2.

    Jadi kalo ada perdebatan di semua bidang, termasuk di sini, secara ilmiah bisa dibenarkan.

    3. Yg jelas para pengamat di semua bidang, lebih hebat dari para praktisi.

    Penonton sepak bola semua lebih hebat daripada Ronaldo, Neymar, Bale, Messi. Penonton MotoGP lebih hebat daripada Rossi, Marques, Dovi.

    Suka

    • ini bukan ngomentarin olahraga, bukan marquez-rossi, bukan profesional – amatir, tapi ini yg kita lakukan hari hari, bahkan hidup mati kita ada disitu… demi kebaikan, keselamatan kenapa engga?

      Suka

    • 1. motornya masih beradar di lajur kiri. baru makan lajur kanan setelah ngerem.

      2. Fakta science itu baru diterima pendapatnya bila percobaan mendukung. Apa ilmunya safety riding sudah dicoba? Pakai motor sekarang? Ilmu kok dipakai turun temurun tanpa direvisi. Intruktur safety riding yang berani bilang CBSnya vario dan beat itu aman jelas orangnya nggak bisa dipercaya. Korban sudah puluhan kok masih berani bilang CBS aman. Nggak bisa dipercaya.

      3. Nggak paham. Saya membahas berdasarkan pengalaman saya pribadi dan sudah saya coba sendiri.

      Saya ragu apa yang ngajari safety riding itu sudah coba sendiri atau belum. Saat ditanya mana risetnya pada ngales. dan riset menunjukkan bahwa di jerman banyak yang celakanya justru gara gara jatuh pakai rem depan (padahal di sana mestinya lebih banyak latihan pakai remnya), dan telat respon

      Ini riset yang menunjukkan ngawur dan bahayanya ajaran safety atau defensive riding mendahulukan rem depan dan melarang menaruh jari di tuas rem

      Suka

  5. intinya mah atitude di jalan nya di pake, nikung di jalan ya nggak ush kaya di sirkuit, kalo apes sendiri mah bodo amat, lah kalo bawa korban orang lain gmn? . jalanan bukan milik sendiri tp milik bersama. paling sebel liat orang naik motor gaya nya udh kaya pembalap. hormati orang lain jika ingin di hormati, simple kan.

    bukan masalah motor nya c menurut ane, tp rider nya yang paling berpengaruh yg megang kontrol penuh. mw di lengkapi ABS tingkat dewa jg kalo rider nya ga bisa kontrol kendaraan nya dengan baik ya sama ajh bohong(ga sedikit pengendara yang pecicilan dan mw show off). “its not about the bike, its all about man behind the bike”.

    Suka

  6. Mnurutku telaah tiap org trhadap cara pakai roda 2 yg aman itu lain2 om klo gk ada simulasi dgn brbagai keadaan dan kondisi lalu lintas. .dan itu didpatkan dri pngalaman dan jam terbang jg

    Suka

  7. konyol sih ridernya. jelas2 kondisi jalan ngga bagus buat cornering (keadaan menikung kekiri dgn sedikit menanjak + garis pemisah tidak putus2 + ini vespa bukan motor fairing) malah nekat rev+cornering. Semua orang bisa riding itu pasti , tapi ngga semua bisa riding secara dewasa.

    Suka

    • Menurut saya problemnya bukan karena overspeeding sehingga keluar tikungan tapi karena salah pakai rem sehingga jadi keluar tikungan. Problem sama akan juga terjadi walau vespanya sepelan yang disalip.

      Iya, memang banyak yang kencang tanpa pernah latihan ngerem.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.