Pakai ban cacing dibilang thailook tapi di thailand sendiri ban cacing kok cuma dipakai di motor lambat?


Saat penulis membuat artikel tentang CB150R versi thailand, penulis merasa aneh juga mengapa pabrikan di sana memilih ban lebar.
Lihat fiturnya seperti ini rasanya nggak bakal mungkin 150SS racer alias CB150R Exmotion bisa masuk Indonesia

Padahal kalau di sini kan thailook itu identik dengan ban cacing. Dalam kumpul kumpul motor, sering ada juga yang pakai velg jari dan ban cacing.

Di Indonesia ban cacing itu sesuatu yang modis, dianggap punya nilai seni tinggi. Katanya bisa menang lomba juga. Namun saat penulis cari cari, kok di Thailand nya sendiri, ban cacing itu bukan sesuatu yang populer di kalangan motor kencang ya?

Saat mencoba mencari kegiatan apa yang sering dipakai acara kumpul kumpul di thailand, penulis nemu kegiatan yang namanya bike week:
Below are the list of Thailand Bike Week Events 2017. The dates and details may change, please keep us informed as many of them will overlap.

14th-15th JAN – Chaiyaphum Charity Ride 2017, Contact: Chaiyaphum Charity Ride on FB.
21st JAN – Khon Khaen Bike Week 2017 at Khon Kaen. Contact: 081-7687400
21st JAN – 15th Anniversary estuary rider 2017 in Samutprakan. Contact: 094-6570412
21st JAN – Mae Sot Party Night at Lotus parking rage in Mae Sot. Contact: 084-8182777
28th JAN – E-San Bike Week 2017 Vol. 7 at Surin. Contact: 081-3716260
28th JAN – Biker Party 2017, Prachuab Khiri Khan. Contact: 081-4453976
28th JAN – Real Biker Custom Bike Show 2017 and Party at Promenada Shopping Mall Chiang Mai
28th JAN – Searhorse Night Party 8th Anniversary at Laem Mae Beach in Rayong. Contact: 083-1263976
28th JAN – Pathum Thani Bike Week 2017. Contact: 088 -6899458
1st-5th FEB – Bangkok Motorbike Festival 2017 at Central Mall World
3th-4th FEB – Big Bike Week Hatyai 2017
3th-4th FEB – Song Kwae Bike Week 2017 at Phitsanulok. Contact: 084-5773411
17th-18th FEB – Burapha Bike Week 2017 at the national sports centre, south Pattaya
25th FEB – Ratchaburi Bike Week 2017 at the market in Kobkul Kasem. Contact: 081-9433922
03th-04th Mar – Surat Bike Week 2017 at hotel E.Surat. Contact: 085-5718915
10th-11th Mar -Samut Sakhon Bike Week 2017 at the marine market Mahachai. Contact: 081-8677851
17th-18th Mar – Phatthalung Bike Week 2017 at the Beach Happy Lampam.
24th-25th Mar – Sadao Border Bike Week 2017 at Dannok.
08th APR – Nonthaburi Bike Week 2017. Contact: 089-4478016
10th-12th APR – Phuket Bike Week 2017 in Loma Park, Patong Beach
14th-15th APR – Phuket Bike Week 2017 in Phuket Town
28th-29th APR – Ao Nang, Krabi Bike Week 2017
28th-29th APR – Sungai Golok Bike Week 2017 at Mingkhwan Park
29th APR – Erawan Night Party. Contact: 082-6501252
05th-6th MAY – World Peace Festival Kanchanaburi
13th-14th MAY – Bangkok Hot Rod 2017
05th-06th MAY – Samui Bike Week 2017. Contact: 081-8207611
20th MAY – Khanom Beach Bike Party 2017
JUNE 2017 – Ramadhan / Eid
1st JUL – Nakhon Si Thammarat Bike Week 2017
04th-05th AUG – OK Betong International Bike Week 2017. Contact: +66937600294
18th-19th AUG – Phatthalung Bike Week 2017. Contact: +66937600294
19th AUG – Party on the beach, Suratthani. Contact:+660813222761
26th AUG – Bad Company MC Party. Contact: +660816525073
22nd OCT – KhonKaen Bike Festival 2017
4th Nov – Commander City 15th Anniversary in Buriram Chang International
10th-11th NOV – Krabi Bike Week 2017, 7th Anniversary
11th NOV – NongKhai Bike Week 2017
18th NOV – Ayutthaya Bike Week 2017
18th NOV – Fang Bike Week 2017 in Chiang Mai
25th NOV – Free Life Bike Week 2017 at Sisaket. Contact: 081-3890647
8th-9th DEC – Southern Big Bike Thailand 2017 in Nakhon Si Thammarat
22nd-23rd DEC – Bangkok International Bike Week 2017
23rd DEC – Black Duck Night Party 2017 – Contact: 089-5003325

 

Penulis coba sampling dari beberapa website kegiatan tersebut.

Contoh posternya sebagai berikut:

 

Di acara acara tersebut kebanyakan lebih banyak motor gede:

Motor dengan ban cacing ada, tapi cuma bebek sama matik. Selain itu motor motor nggak ada yang pakai ban cacing.

Motor retro juga mendominasi. Mungkin ini alasan mengapa Honda mengeluarkan CB150R itu dalam bentuk retro modern. Dan juga alasan mengapa motor GPX dengan bentuk retro modernnya laris.

Yang paling mendekati itu yang seperti berikut, tapi itu adalah salah satu aliran retro, ban depan memang kecil, tapi ban belakang biasanya jumbo.

Melihat hasil diatas, maka rasanya wajar bila Honda Thailand itu memilih rilis CB150R nggak meniru Indonesia tapi buat yang versi retro modern.

 

Ok lah, anggap saja yang diatas itu hanya kegiatan untuk kalangan atas. Bila dianggap kurang mewakili, kita bisa lihat bagaimana grup facebook.

Di grup motor sport 150cc berikut, penulis tidak menemukan foto motor yang pakai ban cacing. Mungkin carinya kurang lama. Harus benar benar serius. Nggak nyangka nyari foto motor dengan ban cacing yang konon katanya thailook itu benar benar sulit di grup motor sportnya thailand. Padahal ini kelas 150cc.
https://www.facebook.com/groups/mt15clubthailand/photos/
https://www.facebook.com/groups/1592028664424954/photos/
https://www.facebook.com/groups/1735889733375578/photos/
https://www.facebook.com/groups/612807032244285/photos/
https://www.facebook.com/groups/376432332722548/photos/
https://www.facebook.com/groups/yamahar15thailand/photos/

Modifnya lebih ke semacam berikut ini, main warna atau cahaya:

Di grup tersebut ada foto motor pakai ban cacing tapi bukan motor sport, nemunya motor matik atau motor bebek pakai ban cacing.

Ban cacing itu lebih banyak dipakai di komunitas motor matik atau motor bebek:
https://www.facebook.com/groups/1735889733375578/photos/
https://www.facebook.com/groups/1666732106878841/photos/
https://www.facebook.com/groups/938073332954408/photos/
https://www.facebook.com/groups/HondaClick125iclub/photos/
https://www.facebook.com/groups/353429471401099/photos/
https://www.facebook.com/groups/533025943547941/photos/
https://www.facebook.com/groups/1380014302280879/photos/
https://www.facebook.com/groups/938073332954408/photos/

Contohnya:

 

Kalau di grupHonda zoomer malah lebih banyak yang suka ban lebar.
https://www.facebook.com/groups/1282797255142356/photos/

Yang pakai ban cacing ada:

Tapi lebih banyak yang pakai ban lebar:

Bahkan ada juga yang offroadnya pakai ban lebar:

 

Melihat yang seperti diatas, penulis merasa bahwa di Thailand itu sebenarnya populernya pemakaian ban cacing itu bermula dari rasa minder. Kan di Thailand sana harga motor gede termasuk murah. Contohnya Honda CBR500R harganya cuma dua kali Yamaha R15 v3 tambah sedikit. Kalau di sini kan dapatnya hanya Honda CBR250RR. Jadi mestinya kalau di jalan di thailand itu nggak susah untuk lihat moge.

ABG yang sama orang tuanya cuma boleh naik motor matik atau bebek tentunya nggak pede bila motor dibiarkan apa adanya. Oleh karena itu biar lebih kencang di modif knalpot racing, filter racing, dst. Karena tahu ban lebar itu bikin tarikan berat, maka mereka jadi punya ide untuk pakai ban cacing. Tarikan jadi lebih ringan, sehingga paling tidak bisa lebih kencang sedikit.

Jadi menurut penulis pakai ban cacing yang dilakukan di Thailand itu lebih karena kebutuhan. Mereka paham motornya termasuk lambat. Karena mereka sadar motornya nggak kencang, maka salah satu caranya adalah dengan memasang ban cacing. Jadi pemakaian mereka bukan untuk modif tampilan tapi untuk modif performa. Bukan thailook tapi korekan thai.

Ini bisa dilihat buktinya di motor yang dianggap kencang. Mengapa di motor sport 150cc keatas di thailand pada nggak pakai ban cacing? Mengapa cuma motor matik dan bebek saja yang pakai ban cacing? Bila orang thailand beneran suka dengan pemakaian ban cacing, mengapa di acara kumpul kumpul bike week nggak terlihat ada motor gede yang pakai ban cacing?

Bisa jadi juga mereka sadar bahwa ban cacing itu modif nggak efektif. Atau sebenarnya ban cacing itu bukan seleranya orang thailand. Cuma orang Indonesia saja yang berasumsi seperti itu.

 

Yang dilakukan orang Indonesia berbeda dengan yang dilakukan orang thailand. Di Indonesia ban cacing itu dilakukan bukan karena butuh. Di sini motor matik pun bisa menyalip beberapa tipe motor laki bila di modif sedikit. Beda performa antara matik dengan motor sport nggak sebanyak di thailand. Modif ban cacing itu tidak terlalu diperlukan untuk meningkatkan performa. Sehingga cocoknya cuma untuk “meningkatkan” tampilan saja.

Di sini motor kencang sekalipun di modif ban cacing juga. Bukan karena mengakui motornya lambat atau minder tapi karena dianggap itu tampilan thai look, dianggap gaya. Padahal sebenarnya orang thailand sendiri kalau motornya kencang nggak bakalan pakai ban cacing. Mereka lebih suka ban lebar. Motor kencang di thailand nggak pakai thailook. Di sana cuma motor yang dianggap lambat yang pakai korekan thai. Tapi disini motor kencang juga pakai korekan thai.

Kalau itu dianggap nyeni. Bila di Indonesia juga ada bike week yang dihadiri moge moge yang sifatnya internasional, apa pemilik motor kencang dengan korekan thai juga masih tetap pede bila jejer dengan motor motor dengan ban gede?

Semoga jangan sampai mereka bilang modifnya thailook di kesempatan tersebut.

 

Kalau menurut penulis silahkan deh modif ban cacing. Asal jangan dipakai di jalan umum. Karena kalau sudah dijalan umum maka motor akan membawa resiko bagi orang lain. Modif memang hak semua orang, tapi jangan sampai membahayakan orang lain. Skill dan kesabaran yang dibutuhkan untuk mengendarai motor dengan ban cacing itu harus lebih tinggi. Bila pakai motor biasa saja cara nyetirnya bahaya, maka bakal lebih bahaya lagi saat naik motor dengan ban cacing.

Oleh karena itu, penulis nggak respek dengan pengendara yang pakai motor pakai ban cacing di jalan umum. Apalagi bila motornya adalah motor kencang. Apalagi kalau pakainya kencang. Mau seindah apapun motornya kalau pemakainya nggak menghormati keselamatan orang lain, tentu yang melihat juga tidak akan memuji.

11 respons untuk ‘Pakai ban cacing dibilang thailook tapi di thailand sendiri ban cacing kok cuma dipakai di motor lambat?

  1. waktu pertama beli si Hatori dari orang Medan, modelnya pake ban cacing, sebenernya saya gak sreg juga, cuma pilih si Hatori karena motor ‘bahan’ dengan harga miring. Pas serah terima, Nyonya juga langsung komentar, “masa motor pakai ban sepeda kumbang?”, mendengar ‘penguatan opini’ tersebut, saya langsung copot ban depan belakang, langsung saya beliin ban dengan ukuran satu tingkat diatas standarnya sekalian, dan pemakaiannya jauh lebih meyakinkan, setiap melewati jalan yang tinggi sebelah, terutama ketika hujan jadi jauh lebih stabil. 🙂

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.