Analisa penyebab fuel dilution vs pentingnya film strength atau friction modifier pada pelumas, menunjukkan pentingnya pengaruh film strength oli pada fuel dilution


Artikel sebelumnya yang membahas apa saja efek dan penyebab dari fuel dilution menyebutkan bahwa fuel dilution dapat mengurangi kemampuan oli. Kemampuan oli itu sering dikaitkan dengan kemampuan oli menjaga keutuhan lapisan oli diantara tempat pertemuan komponen mesin.

Namun sharingan dari bro wong deso di artikel sebelumnya membuat penulis kepikiran. Sharingannya sebagai berikut:
Mengapa kita harus waspada dan apa saja yang bisa menyebabkan fuel dilution dari katanya pabrik oli

R25 ane pasca recall pertama, keluar bengkel oli terlihat hijau padahal oli yamalube supersport baru tuang, ane klaim ke beres plus ganti oli baru yamalube ss juga… Setelah 729km cek oli dari jendela crankcase, warna kembali hijau dan ternyata fuel dilution.

Lalu ane ganti oli dengan yamalube ss lagi (sisa oli yamalube ss 1,5 botol kira kira 1750ml). Dikarenakan harus 2liter, alhasil ane tambah minyak goreng, kebetulan merknya bimoli. Setelah rampung, ane paddock trus lihat olinya sudah pada batas max. Saat berkendara malah enak, mesin ringan, suara halus, up-down shift mulus tanpa suara, mau pelan atau ngebut enak. Setelah 175km, ane cek warna, tetap jernih, bening, warna gold. No fuel dilution! Lalu dikarenakan mau keluar kota, ane ganti oli dgn shell helix hx7, stelah 265km warna ga berubah. Catatan pergantian oli tanpa ganti filter oli.

Dari sharingan tersebut penulis jadi menyimpulkan bahwa fuel dilution itu bisa dipengaruhi oli juga. Ini tidak disebut di referensi dari pabrik oli. Penulis coba cari referensi juga tidak menemukan informasi tersebut.

Yang jelas adalah fuel dilution disepakai bisa membuat oli makin encer. Karena oli makin encer maka film strength berkurang. Karena film strength berkurang maka permukaan logam yang harusnya dilindungi oli jadi lebih mudah bergesekan.

Berikut beberapa referensi yang menyebutkan seperti itu:
Noria Machine Lubrication – Fuel Dilution

The amount of raw, unburned fuel that ends up in the crankcase of an engine. It lowers an oil’s viscosity and flash point, creating friction-related wear almost immediately by reducing film strength.

Salesnya Amsoil – Fuel Contamination with DPF Systems

Fuel dilution leads to reduced oil viscosity, reduced oil film strength, increased engine wear (particularly in the cylinder/ring area), increased volatility, weakened lubricant detergency, accelerated lubricant oxidation, varnish formation, acid formation/corrosion and low oil pressure.

Salesnya Amsoil – Fuel Dilution Can Wreck Havoc On An Engine

Oil film thickness is related to viscosity, and excessive fuel dilution reduces viscosity regardless of oil quality, film strength is a function of base oil and additive quality.

Tempat uji oli – Fuel Dilution

Fuel dilution indicates the amount of raw, unburned fuel that ends up in the crankcase of an engine. The fuel contaminates the oil and lowers its viscosity and flash point, creating friction-related wear almost immediately by reducing film strength.

 

Namun penulis jadi teringat bahwa penyebab dari fuel dilution adalah juga bisa karena mesin dinyala matikan atau dibiarkan idle terlalu lama. Di artikel sebelumnya sudah penulis terjemahkan.
Mengapa kita harus waspada dan apa saja yang bisa menyebabkan fuel dilution dari katanya pabrik oli

Yang ini aslinya:

Stop and go dan pemakaian di rpm rendah itu merupakan pemakaian dimana oli itu sangat diuji kemampuannya. Ini pernah penulis bahas di artikel berikut:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

Berikut gambar yang merepresentasikan hal ini:

Perhatikan di tulisan di bagian bawah sebelah kiri, disebutkan stop and go dan low to intermediate (komponen) speed. Grafik tersebut menunjukkan hubungan antara kecepatan pergerakan komponen mesin dengan koefisien friksi, ketebalan lapisan oli dan keausan. Grafik tersebut menjelaskan bahwa bahwa di saat mesin dipakai stop and go atau rpm rendah maka lapisan oli akan tipis, karena komponen bergerak terlalu pelan. Lapisan oli yang tipis ini membuat aus terjadi lebih banyak dan hambatan karena gesekan meningkat. Di situasi seperti ini maka aditif AP (misalnya ZDDP) atau EP (misalnya moly atau boron) akan lebih berpengaruh.

Saat komponen bergerak lebih cepat maka lapisan oli akan jadi makin meningkat, sebagai efeknya aus jadi jauh berkurang. Hambatan juga jadi menurun namun bila gerakan makin cepat maka hambatan akan naik lagi karena kekentalan oli akan makin berperan, hambatan tidak lagi ditentukan oleh faktor gesekan antara komponen mesin.

 

Dari referensi fuel dilution disebutkan bahwa salah satu hal yang bisa menyebabkan fuel dilution adalah stop and go dan mesin dibiarkan idle. Sementara itu di penjelasan soal pelumasan disebutkan bahwa saat stop and go atau mesin dibiarkan idle maka lapisan oli jadi tipis karena pergerakan komponen terlalu pelan.

Penulis simpulkan bahwa fuel dilution akan terjadi bila film strength terlalu lemah dan tidak mampu melapisi permukaan logam yang saling bergesekan. Misal antara piston dan dinding silinder.

 

Lalu apa mengapa oli berbeda bisa punya efek fuel dilution yang berbeda?

Menurut penulis ini karena oli yang berbeda punya film strength yang berbeda. Bahan oli bisa mempengaruhi:
Orang tahu oli sintetik itu daya pelumasannya baik tapi tidak tahu itu kecuali PAO yang justru jelek

Aditif juga bisa mempengaruhi:
Ini alasan mengapa film strength jauh lebih penting daripada kadar moly atau ZDDP

Yang bikin bingung itu karena sales itu sering menyebut aditif extreme protection (semacam moly, tungsten atau boron) sebagai aditif friction modifier juga.
Molybdenum bukan friction modifier dan bisa bikin selip kopling tapi ada cara agar bisa dipakai motor dengan kopling basah

Padahal berbeda banyak. Aditif EP mulai bekerja setelah panas atau di saat olinya tidak mampu lagi melapisi, oleh karena itu aditif EP itu biasanya baru terasa efeknya setelah 30 menit atau setelah mesin panas:
Aditif oli semacam Lupromax atau nano energizer itu berguna, tapi tetap ada resiko bila dipakai berlebihan

 

Yang paling bisa meningkatkan ketebalan oli atau film strength itu adalah aditif friction modifier semacam dengan ester dan minyak nabati.

Efek dari friction modifier dijelaskan berikut ini:

Maksudnya dengan aditif friction modifier, maka lapisan oli tidak akan mudah hilang pada saat komponen mesin bergerak pelan.

Dengan pemakaian aditif friction modifier membuat oli encer tetap punya perlindungan baik.
Mengenal standar GF-6, bukan olinya yang harus encer tapi mesin modern harus didesain agar nggak rusak kalau pakai oli encer dan aditif olinya harus jauh lebih baik lagi

 

Menurut penulis ini yang menyebabkan motornya bro wong deso jadi berkurang fuel dilutionnya setelah ditambahkan minyak goreng. Film strength yang meningkat membuat fuel dilution yang terjadi saat mesin stop and go dan idle jadi berkurang.

Efek yang sama mestinya bisa dirasakan pada oli yang punya film strength yang cukup, misalnya oli yang sudah dari pabriknya ditambahkan ester dengan jumlah nggak kurang.

 

Di sisi lain, ini berarti bahwa kita bisa menilai film strength tidak hanya dari suara mesin saja tapi juga dari fuel dilution. Entah ini benar atau tidak. Tinggal kita lihat dari sharing atau masukan yang lain berikutnya.

Iklan

6 respons untuk ‘Analisa penyebab fuel dilution vs pentingnya film strength atau friction modifier pada pelumas, menunjukkan pentingnya pengaruh film strength oli pada fuel dilution

    • Iya, pembakaran lebih sempurna mestinya bisa mengurangi fuel dilution.

      Memperbesar pengapian asal tidak sampai menyebabkan misfire mestinya bisa mengurangi fuel dilution. Cocoknya menggunakan busi dengan elektrode banyak atau elektrode model V atau U.

      Suka

  1. Low rpm, low fuel pump pressure, so low film strength
    High rpm, high fuel pump pressure, high film strength

    Mirip kejadian aqua planning, dimana makin tinggi kecepatan makin besar kemungkinan terjadinya aqua planning

    Suka

  2. intinya pemilihan oli mesin sangat mempengaruhi kinerja mesin,,,oli yg bagus harus mampu melindungi ketika mesin baru di start,stop and go,,maupun high speed,,,
    oli mahal belum tentu bagus,,
    bahkan menurut saya liquimoly/motul ester 5100 seharga ratusan ribu, kualitasnya tidak lebih bagus dari fastron techno 10W40 yg seharga 70 ribu.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.