Memilih kekentalan itu harus sesuai dengan pemakaian jadi kita tidak bisa pakai referensi uji dyno saja


Dalam membuktikan kehebatan dari suatu oli, sering dilakukan juga uji test dyno. Di dyno sering terlihat bahwa oli tertentu menghasilkan angka yang bagus di dyno:
An Oil change and high Octane fuel gave a 7 kW difference at the wheels right across the rev range – not just peak, that’s a 9 % improvement! – excellent value.

Namun harus diingat juga bahwa dyno itu tidak selalu mencerminkan performa saat kendaraan dipakai di jalan.

Kita lihat contoh dyno yang dilakukan otomotifnet.com:
Komparasi Oli Semi Sintetik, Full Sintetik, dan Ester, Bedanya Signifikan!

Pengujian dilakukan di Yamaha Flag Ship Shop yang berada di bilangan Cempaka Putih, Jakpus dengan mesin dyno Sportdyno V3.3. Motor yang digunakan sebagai bahan uji coba adalah Yamaha YZF-R25 dalam keadaan standar menggunakan bahan bakar Pertamax Plus dan odometer baru menunjukan angka 3.428 km. Pengukuran dilakukan dalam ruangan ber-ac dengan suhu ruangan 25˚ celcius. Untuk melihat panas mesin menggunakan Krisbow Infrared Thermometer, laser ditembak ke bagian blok mesin dengan jarak kurang lebih 1 meter. Tiap jenis oli minimal digeber sebanyak 9 kali untuk melihat suhu serta power mesin.

Bagaimana hasilnya? Yamalube tipe Sport dengan base oil semi sintetik ternyata mempunyai tenaga yang lebih cepat drop jika terus digeber berkali kali. Bagaimana dengan oli Yamalube Racing yang sudah menggunakan base oil ester? Selama 10 kali digeber output tenaganya justru semakin meningkat sob!

Yamalube Sport : 27,829 dk @ 10.300 rpm
Yamalube Super Sport : 28,065 dk @ 10. 800 rpm
Yamalube Racing : 28,461 dk @ 11.300 rpm

Dari sisi temperature stability, menurut penulis pengujian di suhu dingin ruangan ber ac itu kurang mencerminkan kondisi di lapangan. Di situasi seperti ini maka jelas oli yang encer yang akan lebih bertenaga. Hasil bisa berbeda bila motor dibiarkan dulu dalam keadaan idle selama 15 menitan dibawah terik matahari untuk mencerminkan situasi saat motor kena macet.

Dari sisi shear stability, menurut penulis di geber geber 10 kali itu kurang mencerminkan situasi ekstrem. Seharusnya motor di gas pol terus selama beberapa menit, baru setelah itu di dyno. Ini mensimulasikan situasi yang sering gas pol setelah lampu merah. Kalau untuk luar kota, ya gas polnya harus lebih lama.

Tapi memilukan juga karena yang semi sintetik kok sudah berkurang kemampuannya setelah hanya beberapa kali di geber. Tapi sepertinya memang begitu itu kondisi kualitas kebanyakan oli mesin, pada nggak layak dipakai.

 

Pengaruh faktor shear dan suhu ini juga menjadi perhatian pada saat majalah sport rider melakukan dyno oli:
Finding the Best Motorcycle Oil: Part 2

Both the R1 and GSX-R1000 posted some significant gains in midrange and top-end, and were gaining power with every run until coolant temps got a little too hot. Before you go rushing to buy this stuff, however, check out the viscosity retention test. Sport Rider

Dikatakan bahwa kedua motor R1 dan GSX-R1000 mengalami peningkatan tenaga cukup signifikan di rpm menengah dan tinggi setelah ganti oli. Namun itu hanya sampai suhu mesin mulai panas. Jadi disarankan untuk melihat juga hasil uji daya tahan dari kekentalan.

Ujinya sebagai berikut:

Dari uji tersebut terlihat bahwa kemampuan oli untuk menjaga kekentalan bila di kocok kocok itu bisa berbeda. Ada yang cukup bagus, ada yang langsung jadi jauh lebih encer.

 

Jadi sebenarnya apa yang terlihat di uji dyno itu seringnya hanya valid ketika mesin sedang dingin. Pada saat mesin panas hasil bisa beda lagi. Ini yang harus diperhatikan betul saat membaca hasil dyno. Perlu di cek apakah mereka melakukannya pada saat mesin dingin atau beneran saat mesin panas. Karena kalau ujinya pada saat mesin dingin maka hasil bisa tidak valid untuk pemakaian macet macetan, dipakai di sirkuit atau luar kota.

Hal yang sama juga harus di pertanyakan pada yang membedakan performa oli dengan menggunakan uji drag. Mungkin oli tersebut di drag racing bisa membuat motor lebih cepat, namun bisa jadi kalau di pakai di jalan beda. Ini karena mesin belum tentu dibiarkan menyala terus sebelum lomba. Hasil cuma bisa valid untuk lomba drag racing saja dan bisa berbeda bila dipaai harian.

Ini juga disetujui oleh link berikut, link di share oleh pembaca:
Lets Talk Motor Oil – It is So Very Misunderstood, By Dr. Ali E. Haas

Let us go back to the Ferrari manual. My older 550 Maranello only specified 5W-40 Shell Helix Ultra as the oil to use in all conditions. This car was designed for racing. As it turns out Ferrari now recognizes that not every owner races their cars. The newer 575 manual now states to use 0W-40 for around town situations even though Shell does not make this oil in the Helix Ultra formulation at this writing.

Ferrari recommends Helix Ultra Racing 10W-60 “for hot climate conditions racing type driving on tracks”. Note that they now realize the difference between the daily urban driver like me and the very different racing situation. These are widely different circumstances. I want to emphasize that they only want you to use this oil while racing in “hot climate conditions”. If you are racing in Watkins Glen up north use the 5W-40. If you are racing in Sebring in the middle of the Florida summer use the 10W-60. Around town in any climate, use the 0W-40.

Dikatakan bahwa dari manual, Ferrari 550 Maranello disarankan untuk menggunakan oli 5W40. Ferrari rupanya sadar bahwa nggak semua pemilik menggunakan mobilnya untuk balapan. Manual 575 sekarang menyarankan penggunaan oli 0W40 untuk penggunaan keliling keliling kota.

Ferrari menyarankan oli 10W60 untuk balapan di cuaca panas di sirkuit. Ferrari sudah membedakan antara pemakaian harian dan pemakaian untuk balapan. Situasinya sangat berebda. Ia menekankan bahwa oli kental hanya disarankan bila mobil dipergunakan untuk balapan di cuaca yang sangat panas. Balapan di tempat yang dingin lebih baik menggunakan 5W40. Jika balapan di tempat yang panas lebih baik mengunakan 10W60. Untuk di kota, disarankan 0W40.

 

Ia menjelaskan juga perbedaan antara 0W30 dan 10W30. Ia menyarankan 0W30 karena oli tidak akan terlalu kental pada suhu dingin. Sementara itu penulis lebih menyarankan menggunakan oli 10W30 karena menurut penulis bakal lebih awet dan di Indonesia tidak begitu butuh oli yang harus tetap encer di suhu dingin.

Ini juga menghindari oli yang terlalu banyak viscosity index improvernya. Viscosity index improver itu mudah rusak karena shear. Ini sepertinya alasan mengapa oli Motul 300V 5W40 jadi jauh lebih encer daripada Motul 300V 10W40 di uji shear.

Kedua oli tersebut pakai ester:
Produk Motul

Jadi kalau pakainya macet macetan atau gas pol atau luar kota, menurut penulis pilih oli nggak usah memaksakan beli yang VInya tinggi.

Untuk pilihan kekentalan sebaiknya sesuaikan dengan selera. Lihat apakah tenaga mein masih enak setelah mesin di siksa. Juga cek kehalusan mesin.

Yang bisa meningkatkan performa tidak hanya dari encernya tapi juga keberadaan aditif macam ester atau asam yang terkandung di minyak goreng kelapa sawit. Keduanya juga akan meningkatkan daya perlindungan dari oli.
Pengiritan yang bisa dicapai dengan memakai oli mesin dengan SAE grade 0W-20 ternyata kecil dan justru lebih besar pengaruh aditif friction modifier

8 respons untuk ‘Memilih kekentalan itu harus sesuai dengan pemakaian jadi kita tidak bisa pakai referensi uji dyno saja

  1. produk2 uji cobanya produk balap semua.. ya sudah lah haha..

    Buat jalani kenyataan di jalan, film strength, oli & minyak goreng dalam negri.. joss lah.. 😀

    Suka

    • pakai saja enduro racing+minyak goreng..udah mantap,,,
      kl mau lebih mantap…pakai fastron techno 10w-40+minyak goreng. dijamin tarikan responsif,tahan panas,mesin gk kasar walaupun habis dipakai kencang.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.