Mengapa ada black campaign anti pakai rem belakang dulu? di hoax jadi pakai rem belakang saja


Sedih juga saat tahu bahwa ada lagi yang menyebar fakta bohong safety riding. Hoaxnya berhubungan dengan artikel penulis berikut ini:
Safety riding mengerem mendadak mendahulukan rem depan itu sangat berbahaya, ngerem tidak bisa pakai angka rasio

Mengapa penulis sebut hoax?

Karena orangnya menyebutkan bahwa penulis menganjurkan untuk mengerem pakai rem belakang dan jangan pakai rem depan.

Itu bohong. Itu hoax. Dan bila itu disebarkan maka itu adalah black campaign, BC.

Yang penulis anjurkan adalah mengerem mendahulukan rem belakang, lalu kemudian pakai rem depan. Penulis tidak melarang penggunaan rem depan, yang penulis larang adalah mendahulukan pemakaian rem depan. Itu adalah hal yang berbeda. Nggak sama. Memakai rem belakang dulu tidak sama dengan memakai rem belakang saja.

Yang membuat penulis sedih itu karena ini terjadi berkali kali. Tidak cuma terjadi kali ini saja.

Kalau dari sisi intruktur safety riding, penulis sudah anggap biasa, karena sepertinya pandangan mereka kolot. Mereka anggap apa yang diajarkan mulai dari puluhan tahun lalu turun temurun itulah yang paling benar. Penulis pernah komen di suatu website safety riding Indonesia, tapi katanya nggak ada gunanya diskusi. Saat penulis komen ke website safety riding berikut, respon mereka seakan akan yang penulis omongkan itu melarang pakai rem depan.

 

Kesalahpahaman dari sisi rider Indonesia yang penulis heran. Mereka itu dapat info darimana sih? Apa nggak ada satupun dari mereka yang punya waktu untuk membaca artikel yang penulis tulis?

Yang penulis takutkan adalah ada yang benar benar sudah paham dengan yang penulis maksudkan di artikel tapi kemudian sengaja menyebar hoax. Aslinya tahu tapi yang disebar sengaja dibuat salah.

Yang jelas hoaxnya manjur. Penulis sepertinya lebih dikenal sebagai orang yang menganjurkan jangan pakai rem depan. Padahal bukan itu maksud penulis.

 

Yang dipakai sebagai alasan menolak pemakaian rem belakang dulu juga selalu nggak pas.

Yang sering dipakai alasan adalah hoaxnya. Dibilang kalau pakai rem belakang saja maka motor meluncur terus. Sama, penulis juga tahu. Tapi kan yang penulis sarankan bukan itu.

 

Alasan lain adalah katanya lembaga safety riding itu lebih tahu. Pasti mereka sudah melakukan pengujian. Pasti mereka sudah mencoba sendiri. dst.

Tapi, penulis coba tanya ke adminnya thairoadcraft, yang katanya puluhan tahun mengajari advance driving technique ke polisi inggris, soal buktinya. Ia nggak bisa jawab. Jawabannya muter muter terus, tapi nggak memberikan bukti.

 

Dibilang intruktur safety riding sudah coba sendiri penulis juga tidak percaya. Coba deh mereka praktekkan ngerem depan dulu lalu diikuti rem belakang di motor baru gress matik Honda yang dilengkapi fitur ISS. Penulis ingin lihat bagaimana mereka mempraktekkan ilmu mereka. Nggak usah kencang kencang, cukup jalan seperti orang baru belajaran, 40km/jam saja. Jari katanya nggak boleh di tuas rem, coba deh di praktekkan juga. Untuk berhenti coba diberi aba aba yang lain. Jangan pakai tanda di jalan.

Penulis pernah hampir jatuh saat mempraktekan itu. Pengalaman itu yang membuat penulis menulis artikel soal bahayanya CBS.

 

Ada yang bilang pengereman harus dilatih. Memang pengereman butuh skill. Tapi seharusnya skill yang dibutuhkan untuk bisa aman jangan terlalu tinggi. Jangan seperti yang di motogp yang bila salah sedikit saja maka bisa jatuh. Di youtube banyak rekaman video celaka yang terjadi karena pakai rem depan dulu.

 

Ada yang mengandalkan ABS. Tapi harus diingat bahwa ABS pun ada keterbatasannya, cuma bisa saat tegak saja (kecuali cornering ABS):
Honda CBR250R/RA OWNER’S MANUAL

 

Yang penulis juga herankan adalah mengapa dalam membantah tidak ada yang pakai percobaan. Ada yang sudah coba tapi lagi lagi sumber ilmunya hoax. Postingnya di artikel yang membahas pengereman, tapi yang dipraktekkan bukan yang dibahas di artikel tapi malah dari hoaxnya.

Update:
Satu lagi bantahan populer. Penulis harus menunjukkan prakteknya baru percaya.

Menurut penulis untuk pengereman ini sebaiknya mencoba mempraktekkan sendiri. Dengan mempraktekkan sendiri jadi yakin mana yang lebih cocok. Jangan mengandalkan yang lain.

Bila penulis ingin curang, maka penulis tinggal membuat ban depan selalu ngelock saat ngerem. Bila safety riding ingin curang, maka mereka tinggal membuat ban belakang selalu ngelock saat ngerem.

Padahal harusnya roda tidak dibuat ngelock baik cara yang manapun.

 

Intinya penulis nggak respect dengan yang menyebar hoax.

Untuk kepentingan siapa sih soal ngerem pakai belakang dulu kok harus di BC?

 

Bahasan lain soal safety riding dan pemakaian rem belakang dulu bisa dibaca di link berikut:
Safety Riding

14 respons untuk ‘Mengapa ada black campaign anti pakai rem belakang dulu? di hoax jadi pakai rem belakang saja

  1. di blog2 mapan jg kadang dicatut di kolom komen.. wahaha sabar, udh karakter mayoritas org Indo lbih percaya ‘katanya’ drpd ‘fakta’. ga siap terima hal yg benar kecuali ‘dewa’nya sendiri yg bilang..
    kalo instruktur safety riding ahm yg bilang harus pake rem blkg DULUAN baru manggut2
    sama aja kalo orang hondanya yg bilang oli gear motor matic harus spek API-GL pasti langsung percaya, kalo ane yg bilang mah diketawain

    Suka

  2. Naah “Yang penulis juga herankan adalah mengapa dalam membantah tidak ada yang pakai percobaan.” Saya balik tanya, yg dibantah mereka itu kan tulisan pak Sucahyo, nah kira2 bapak punya bukti langsung gak misal.video yg bapak buat sendiri, untuk membuktikan teori bapak benar??? Bukan nyomot video orang lain dari google buat bikin teori bapak paling benar?

    Suka

  3. safety riding di indonesia kayak monyet lagi sirkus,,
    masak uji ketangkasan cuma gigi 1,,melewati cone,,,
    kenyataan dijalan jauh berbeda,,
    misal kita lagi mendahului mobil, jalan 90km/jam..kita udah sejajar ma mobil..tiba2 emak2 nylonong nyebrang,,
    yakin mau tekan rem depan langsung tanpa injak rem belakang? 99% lost grip…nyosor.,,
    injak rem belakang lalu depan,,kemungkinan berdecit kuat/ ngesot,,,gk langsung hilang grip sprti yg pakai rem depan saja.

    Suka

  4. Assalamu’alaikum, Iya pak miris bgt ya. Saya malah senang sekali bisa tau blog kupasmotor. Susah Pak, klo orang yg pikirannya gak terbuka, udah ngeyel tp males baca2 atau research… apalagi praktek, ndableg he..he.. Santai saja pak, keep up the good work.

    Suka

  5. Yg paling penting kn bagaimana cara berlalu lintas yg benar & aman, kontrol motor kadang2 bisa tumbuh seiring jam terbang.

    Suka

  6. Wahhh muter muter cri bloger yg kritis ke semua produsen… Baru ketemu ini…syukur dah masih ada yg mau bener bener sharing ilmu dan pengalaman….

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.