Nggak masuk akal bila latihan pengereman safety riding dilakukan di kecepatan cuma 40kpj


Terus terang penulis merasa aneh bila membaca cara latihan pengereman safety riding yang diadakan untuk komunitas atau blogger motor.

Seperti contohnya berikut ini:
Serunya kursus singkat Safety Riding Jatimotoblog bersama MPM Honda Jawa Timur tahun 2017

Ada 4 jenis motor yang dilibatkan dalam latihan safety riding ini yakni Honda Sonic 150 R, CB150R, CBR150R dan Supra GTR 150. KHS untuk sesi awal memilih motor naked Honda CB150R. KHS sendiri sesi pertama belajar teknik pengereman alias bracking hingga berhenti. KHS belajar teknik mengerem dalam kecepatan 40 km/jam pada posisi gigi ke-4.

Ada beberapa hal yang menurut penulis janggal. Kita abaikan soal tidak adanya motor matik CBS di daftar kendaraan yang dicobakan. Mungkin motor sport dianggap lebih susah dikendalikan. Penulis sendiri menganggap justru motor matik yang lebih berbahaya.

Salah satu yang janggal adalah pemilihan gigi. Mengapa kok harus pakai gigi 4? Apa memang normal orang mengendarai dengan gigi 4 di kecepatan seperti itu?

 

Lalu mengapa kecepatan nya kok cuma 40km/jam. Apa normal orang mengendarai motor sport dengan kecepatan itu?

Latihan di safety riding lain juga menyebutkan seperti itu:
Astra Honda Safety Riding Instructor Competition 2015 di Palembang Hari Ketiga : Uji Rem dan Keseimbangan !

Braking test ( uji pengereman ) di bagi mejadi 2 kategori yakni:
1. kelas instructor kecepatan minimal 60 km/ jam ngerem jarak remnya berapa makin pendek makin baik
2. kelas komunitas kecepatan minimal 40 km/jam sama dengan diatas

Demo pengereman juga sama, kecepatannya cuma 40km/jam:
Safety Riding – Honda WMS

 

Itu sebenarnya mau membohongi siapa sih?

Mau untuk membohongi mama? Ni ma, aku sudah latihan safety riding dan dapat sertifikat resmi ada tanda tangannya, nggak apa apa dong aku sumonri? Beliin Revo dong … aku mau sunmori sama temen temen.

Terus di sunmori jalan di kecepatan berikut ini:

99km/jam di tikungan…. itu video sebelum crash R25 dan Ayla di lembang.

Atau mau membohongi diri sendiri, wah aku sudah latihan safety riding, pasti aman saat aku ikut touring. Touringnya yang model berikut ini:
Turing R25 & R15 Belitung hari kedua : Kecepatan rata-rata motor sekitar 100km/jam!!…

Bro dan sis sekalian…baru kali ini IWB bisa merasakan manteng kecepatan motor konstan diangka 100km/jam. Menjelajah Belitung Barat ketimur direntang 90km/jam hingga 120 km/jam

Jelas itu kelasnya sudah jauh diatasnya instruktur.

Penulis sendiri jalan 60km/jam itu cuma kalau sedang inreyen atau pas sedang sangat sangat ngirit atau memang jalan tidak memungkinkan. Pada saat penulis jalan di kecepatan itu jarang sekali penulis bisa menyalip kendaraan lain. Jauh sangat lebih banyak yang menyalip penulis.

 

Kecepatan 40km/jam tersebut juga lebih pelan dari ujian SIM pemula di Inggris yang 50km/jam.
2. Motorcycle test: The guidance that driving examiners should follow when conducting the motorcycle test.

Emergency Stop
The minimum speed requirement for this exercise is 50km/h (about 32mph). Candidates are required to demonstrate their ability to stop as quickly and safely as possible whilst retaining control of their machine.

The examiner should stand in a safe position near the controlled stopping box where they can observe correct use of both brakes. As soon as the front wheel has passed the speed measuring device the examiner should give the signal to stop with their right arm. Both brakes should be used effectively, however late or no use of the rear brake could be assessed as a rider fault if the machine stops quickly and under control. Very late or ineffective use of the front brake is not acceptable even if the machine is fitted with linked brakes.

A greater stopping distance should be allowed in wet conditions.

 

Menurut penulis, yang namanya latihan safety riding itu seharusnya di sesuaikan dengan pemakaian sebenarnya di jalan. Kalau di jalan lurus kecepatannya 120km/jam ya latihan pengeremannya ya mestinya di 120km/jam juga. Kalau saat belok kecepatannya 100km/jam maka latihan pengereman saat belok ya mestinya di 100km/jam juga.

Itu baru namanya latihan. Kalau pakai harian jalan 80km/jam lalu latihannya di 40km/jam ya jadi tidak ada gunanya latihan.

Coba deh lihat sesi latihan di motogp. Contoh ekstremnya Marquez. Di sesi latihan ia kadang jatuh saat mencoba mengetahui limit di setiap tikungan. Marquez latihannya nggak sambil jalan pelan pelan.

Website berikut juga setuju bahwa pengereman kecepatan tinggi itu beda dengan kecepatan rendah:
Motorcycle Braking Distances from High Speed.

Braking from high speed is very different from braking from road legal speeds. Also braking hard from high speed requires a degree of control to keep the bike straight. Road riders can grip the tank with their knees to take some of their weight off their arms. Even braking hard from 70 mph takes a fair bit of upper body strength, and many trackday riders wear themselves out early on by braking hard at every corner, rather then working on higher corner speeds and corner exit.

How to Use Your Motorcycle Brakes Effectively

Of course this area needs a lot of practice, you can’t become “braking expert” overnight. And the thing is – you need to practice braking from the high speeds (like highway speeds, 90+km/h), not from 25km/h, when you are training in a parking lot. The problem is that braking from the low speeds may seem easy, you just push the brakes hard and that’s all. But in real situation, braking from over 100km/h can be disastrous if you push the brakes to the limit – over-braking will cause loss of control, and you will crash (usually this happens, if the front wheel locks).

 

Kalau ada pembaca yang percaya banget bahwa mengerem di kecepatan 40km/jam bisa membantu melatih nanti saat jalan 100km/jam, maka semoga dipertimbangkan lagi.

Penulis juga nggak percaya bahwa rider dari komunitas ataupun blogger akan jalan 40km/jam bila jalan memungkinkan.

Kecuali memang bila sebenarnya acara latihan safety riding itu tujuannya sebenarnya bukan untuk latihan dalam menghadapi keadaan sebenarnya di jalan. Bila tujuan utama untuk main main. Terserah deh mau main main sepeda lambat, main main slalom atau main main ngerem. Jadi acara yang semacam dengan main main adu kencang knalpot, main main burn out atau main main adu lama lamaan stoppie. Nggak ada gunanya saat ada di jalan umum tapi bisa dijadikan hobi.

Iklan

26 thoughts on “Nggak masuk akal bila latihan pengereman safety riding dilakukan di kecepatan cuma 40kpj

  1. hahahaha harusnya latihan safety riding itu ngikutin gaya Marquez di Motogp ya pak??? pak coba deh bapak mampir ke area digelarnya sagety riding, deket kok pak, masih di aera Jawa Timur, tetangga bapak sendiri,,, terus bapak bilang ke mereka, . ..”heii, kalian itu semua bego, ajaran kalian salah semua” ucap bapak, terus seraya bapak bilang, “nih ikutin cara saya yang benar!!!!” ucap bapak sambil praktekin langsung, jangan ngobrol cuap-cuap di blog pak

    Disukai oleh 1 orang

    • Memang bisa beneran bakal didengar kah bila ngomong langsung begitu? Saya kok sangat sangat ragu. Bicara lewat web saja buntu, apalagi langsung. Buang buang waktu saja. Lihat saja respon bapak.

      Juga tujuan saya buat artikel bukan untuk penyelenggara safety riding tapi untuk peserta safety riding. Biar mereka nggak over confident.

      Kalau bapak termasuk yang percaya bahwa latihan lari (100kpj) bisa dilakukan sambil jalan (40kpj), silahkan. Bagi saya itu nggak masuk akal. Lebih masuk akal sebaliknya. Latihannya di 100kpj tapi sehari hari pakai 40kpj.

      Suka

      • Ya iya lah bicara doang pak, tinggal tulis doang, misal saya nulis “saya ingin bunuh presiden Korea Utara” tuh kan bisa??? Nulis doang pak, buktinya??? Saya ternyata gak bisa wkwkwkw, nulis kyk tulisan diatas juga gampang bgt pak, coba bapak belajar ngerem dikecepatan 100kmpj pake motor bapak sendiri, terus ajarkan ke orang-orang yang belajar safety riding itu(yang menurut bapak salah) itu cara teori bapak yg benar

        Suka

        • Saat saya mengerem dari kecepatan 95km/jam (maklum motor lambat), saya mengerem belakang dulu, lalu yang depan. Lalu berikutnya mengatur kekuatan rem tergantung suara ban bila beneran butuh maksimal.

          Suka

        • komentar’y ky alay lg marah yah?✌😁

          klo engga setuju, kan bisa secara halus komen’y.
          ane jg klo ada artikel menurut ane ada yg kurang ato salah tinggal koreksi aja dengan penyampaian yg halus. tinggal tuker pikiran sampe ketemu yg terbaik. bukan ky gt.

          Suka

    • Mumgkin lebih baik datang, bawa matic, trus praktekin tuh cara mereka ngerem depan dulu sampe ban depan ngelock

      Ga papa jatuh ada asuransinya kok kalo ikut event gituan
      Tar mereka paling juga cengir2

      Hahahaha

      Suka

    • @warungasep..saya tau anda blogger juga,,
      kl emang acara safety riding gk cocok ya bilang gk cocok,,
      emang ada pria pakai motor sport jln 40km/jam?
      ntah itu turing,sunmori ataupun riding sendiri rata2 naik motor sport jln diatas 80km/jam,knpa safety riding gk pakai beat/vario? karena mereka takut kelemahan CBSnya ketahuan,,,pakai matic dipakai ngerem kyak contoh diatas..ya ndlosor,
      safety riding diatas cuma buat main2 saja, ngisi waktu luang atau cuma sekedar ngiklan.

      Suka

    • Topik utama dr artikel ini bukan “hahahaha harusnya latihan safety riding itu ngikutin gaya Marquez di Motogp ya pak???”

      Tapi blogger yg ini (jonru nya blog motor) keliatannya stuck, ga bs ngedebat inti dari artikel ini jadi belagak baca sepotong bagian marqueznya aja, yg paling gampang dicounter.

      Suka

      • iya, tujuan ada gambar marquez sih sebenarnya menyindir. Ngerem hasil latihan di kecepatan 40km/jam kok seakan akan sudah mewakili ngerem di kecepatan tinggi juga..

        Saya juga curiga karena kok meminta saya latihan ngerem dari 100 km/jam. Apa memang mereka nggak pernah jalan lebih dari 100km/jam? Apa mereka nggak pernah butuh ngerem mendadak dari kecepatan itu? Kalau responnya seperti ini rasanya wajar ada kejadian r25 ndelosor sehingga membuat ayla terbang. Mereka nggak punya skill ngerem di 100km/jam tapi memaksakan diri touring jalan di kecepatan tersebut.

        Suka

  2. Coba safety riding pake matic
    Buyar semua itu teorinya
    Pake rem depan saja stoppie? Gak mungkin stoppie pake matic

    O ya,bagaimana dengan ngerem mendadak sambil agak berdiri/mengangkat pantat?

    Ane sering itu kalo ada kucing lewat pas riding pelan
    Lumayan membantu grip depan kalo pake matic/bebek
    Kalo sport ga berani, bisa stoppie beneran tar

    Tapi sejak pake kampas rem daytona gold, 1 jari tengah aja dah cukup buat ngelock in ban depan jadi was2 kalo pake ncb

    Suka

  3. ane mah learn by doing aja.

    materi safety riding menurut ane engga 100% plek diterapkan, hanya sebagai basic aja.

    klo udh di jalan mah harus belajar lg & materi yg udh dipelajari safety riding di kembangkan lg sesuai dgn lingkungan.

    Suka

  4. kalau saya mengerem gimana kebutuhan berdasarkan pengalaman aja, ada kalanya cuma menggunakan rem depan aja, ada kalanya menggunakan rem belakang aja, dan ada kalanya menggunakan kedua-duanya semuanya disesuaikan dengan kondisi di jalanan.

    Kalau soal safety riding saya memang belum pernah ikutan secara langsung, tetapi pernah meliput tim yang lagi latihan karena mau ikut lomba di Bandung. Waktu itu saya dikasih kesempatan mencoba trek untuk safety riding sebanyak 2x termasuk mencoba narrow plank.

    Waktu itu saya nanya sama instrukturnya apakah setiap acara safety riding pasti seperti ini ? Instruktur itu menjawab engga, di safety riding itu banyak sekali metodenya berdasarkan jenis motor yang digunakan, kondisi yang dilintasi, hingga skill dari pemula hingga instruktur semuanya berbeda-beda. Dan untuk perlombaan biasanya sudah dikasih tahu materi apa saja yang akan dinilai sehingga peserta bisa lebih fokus pada materi latihan yang dilombakan.

    Sedangkan training untuk konsumen umum biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan & semuanya ada tahapan-tahapannya, misalnya untuk pemula pertama kali mengerem di kecepatan 40km/jam, kalau sudah bisa kecepatan dinaikkan misalnya menjadi 60 km/jam. Begitu seterusnya berdasarkan materi yang diambil oleh peserta training tersebut. Diluar materi yang diambil tentu saja materinya tidak diajarkan misalkan untuk pemula kecepatan yang diperbolehkan hanya 80km/jam (sekali lagi ini hanya contoh, kalau ketentuan sebenarnya saya juga tidak tahu) maka peserta tersebut tidak akan diajari mengerem di kecepatan 100km/jam karena sudah diluar materi, kecuali kalau peserta tersebut melanjutkan mengambil level selanjutnya.

    Meskipun dalam kehidupan sehari-hari kita sudah jago banget membawa motor, tapi kalau baru pertama mengikuti training safety riding tentu saja akan dikategorikan sebagai pemula.

    Suka

    • Terima kasih sharingya. Yang saya kutip diatas ada contoh saat pesertanya adalah blogger kecepatannya 40km/jam. Lalu di kutipan berikutnya pesertanya komunitas, kecepatannya 40km/jam juga.

      Berikut ada artikel tahun 2012, sama juga 40km/jam:
      Feeling Pengereman, Perlu Latihan dan Evaluasi

      “Dalam kurikulum training Safety Riding Honda, materi pengereman adalah materi yang pertama diajarkan dalam menu saat berkendara,” ungkap Made Surya, instruktur safety riding dari PT Astra Honda Motor (AHM). Dalam latihan, bisa dicoba beberapa pengereman. Made juga memberikan beberapa tips pengereman. Melaju dengan kecepatan 40 km/jam. Saat memutuskan mengerem, lakukan melepaskan putaran gas atau deselerasi.

      Saya rasa sangat menghina sekali bila blogger dan komunitas diperlakukan seperti yang masih dalam taraf belajar dalam proses mau ambil sim. Rasanya kalau memang penyelenggara acara safety riding tahu bahwa pelatihan itu nggak berguna untuk yang advance, maka memaksa pakai 40km/jam itu karena penyelenggaranya takut pesertanya pada celaka bila mempraktekkan ajaran mereka.

      Latihan pengereman di 80km/jam menggunakan cara mengerem yang salah kan berbahaya.

      Suka

  5. Dmana” juga teori dulu,praktek nya nanti di lapangan or di jln sebenar nya. Klo di ibaratkan kata,ente belajar pertama kali pertambahan 1+1=2 tp pas ente pulang sekolah guru ente kasih PR 1+1+1=? . Nah dari situ ente mikir brp hasil nya,nanti malah berjalan nya wkt malah ente bisa berhitung 1+1+1+1+1+1+1+1 dan seterus nya. Sama kyk kelas safety riding wajar toh cuman kecepatan nya 40 aja jaga aman peserta nya soal nya kan teori nya dulu misalkan rem mendadak di kasih tau pake rem mana yg dulu an yg baik,posisi badan kyk gmana dll jdi kgk perlu lebay 60,80,or terserah mau nya ente brp.

    Suka

    • Saya tanya soal teori dulu. Menurut anda ngerem di 100 km/jam itu apa semudah ngerem di 40km/jam?

      Peserta safety riding apa diberi tahu bahwa ngerem di kecepatan 40km/jam nggak sama dengan saat mereka touring di kecepatan diatas 80km/jam?

      Saya sering baca blogger bolak balik ikutan acara safety riding. Materinya sama atau meningkat?

      Tapi iya memang, penyelenggara mungkin takut pesertanya nggak punya skill untuk ngerem lebih kencang.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s