Beda Chief instruktur safety riding ternyata beda urutan ngeremnya


Penulis baru sadar bahwa beda chief instruktur beda urutan pengereman. Sumber berikut beda 6 tahun.
Teknik Mengerem yang Benar buat “Bikers” (20/10/2011)

Agung Surya, Chief Instructor PT Astra Honda Motor (AHM), yang juga lulusan kursus safety riding di Rainbow Saitama, Jepang, mau membagi tekniknya, terutama saat melaju dalam kecepatan menengah, 60 kpj sampai 100 kpj.

Ketika berniat mengerem, segera tutup putaran gas dan tarik tuas rem tangan dan injak pedal rem kaki secara bersamaan. Terus, daya tarik tuas rem 70 persen, sedangkan daya tekan kaki cukup 30 persen.

Begini Teknik Mengerem Mendadak Tapi Enggak Bikin Ngesot, Hanggi Martyas Laksono | 17-May-2017

“Cara melakukan pengereman mendadak yang tepat itu, tutup gas dengan cepat, kemudian tarik rem depan, kemudian injak rem belakang. Makanya jangan biasakan kedua jari nempel di tuas rem depan saat sedang berkendara.” ungkap Johanes Lucky, chief instructor safety riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Penulis penganut aliran kalau ngerem injak rem belakang dulu baru tarik rem depan.

Menurut penulis caranya Chief Instructor Agung Surya masih aman. Cara ini juga dianut oleh Motorcycle Safety Foundation (Amerika Serikat):

Always apply both the front and the rear brakes at the same time. If necessary, apply them hard, but not so hard that you lock up either wheel. A locked wheel, as well as causing the bike to skid, results in downright inefficient braking.

Iklan

5 thoughts on “Beda Chief instruktur safety riding ternyata beda urutan ngeremnya

  1. Hhmm… Pengalaman dulu pas baru ganti ban, panic braking ngunci ban belakang. Karena ban baru, grip masih bagus. Lengket mantap di aspal. Serem kalau kampas rem masih pakem dan ban baru banget. Bisa-bisa stoppie. Ane pernah crash gara-gara stoppie dari speed sekitar 70-80 kmph.

    Ane rasa kondisi ban dan perangkat pengereman juga berpengaruh.

    Suka

  2. […] Di gambar diatas terlihat bahwa 45 dari 610 kasus kecelakaan pengendaranya terjatuh, dimana sistem ABS akan bisa membantu. Itu terjadi karena pengendara mengerem pakai rem depan dulu. Bukti bahaya mendahulukan rem depan. Di tahun ini safety riding Indonesia mengajarkan bahwa ngerem harus di depan dulu. Beda Chief instruktur safety riding ternyata beda urutan ngeremnya […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s