Klaim bahwa safety riding Indonesia pakai standar Jepang itu hoax, ada video yang membantah itu


Beberapa orang bilang bahwa yang diajarkan safety riding di Indonesia itu ilmu dari Jepang. Seperti contohnya judul artikel berikut:
Belajar Tiga Teknik Dasar Berkendara Langsung Dari Jepang

Jika mengerem dengan teknik di atas, dijamin enggak akan terpelanting dan jarak pengereman bisa pendek. Kenapa kaki kiri turun duluan? “Memastikan rem belakang tetap terkontrol hingga berhenti. Lalu karena lalu lintas kita jalan di kiri, kalau kaki kanan turun dikhawatirkan ada kendaraan lain, jadi lebih aman,” imbuh Johanes Lucky Margo Utomo, Safety Riding Training Development Specialist AHM yang jadi pendamping peserta selama di Jepang.

Detil cara pengereman menurut Johanes Lucky sebagai berikut:
Begini Teknik Mengerem Mendadak Tapi Enggak Bikin Ngesot, Hanggi Martyas Laksono | 17-May-2017

“Cara melakukan pengereman mendadak yang tepat itu, tutup gas dengan cepat, kemudian tarik rem depan, kemudian injak rem belakang. Makanya jangan biasakan kedua jari nempel di tuas rem depan saat sedang berkendara.” ungkap Johanes Lucky, chief instructor safety riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Urutan yang dianjurkan kepala instruktur safety riding AHM adalah depan, lalu belakang.

Ini berbeda dengan yang dijelaskan peserta kompetisi safety riding untuk instruktur di Jepang. Berikut video “17th Safety Japan Instructor Competition 2016” di OTOMOTIF TV, diterbitkan 27 Oktober 2016:

Bila ingin pas bagian pembahasan pengereman saja, bisa melihat video berikut:

Pada video tersebut ada tiga intruktur yang menjelaskan soal teknis pengereman yang benar:

Budi Darma, Instruktur Astra Motor NTB, mengatakan:

Dari hari pertama kemarin saya merasakan aura yang begitu luar biasa. Dimana kompetisi di Jepang ini memiliki standard Internasional. Dari juri, dari bentuk simulasi dan seluruh penilaian kita harus mengikuti dengan cermat.

Dimas Satria, Instruktur MPM Distributor Surabaya & NTT mengatakan:

Yang hari pertama kita melakukan braking, pengereman. Dimana kompetisinya itu mengerem yang secara pendek dengan teknik yang benar, tanpa melakukan pelanggaran.

M. Adi Sucipto, Instruktur PT. Wahana Makmur Sejati mengatakan:

Untuk braking sendiri adalah dimana kita menatar instruktur untuk memberikan pengereman yang aman. Dengan memakai cara depan dan belakang bersamaan. Nah untuk itu, instruktur diharuskan untuk melakukan pengereman yang paling dekat dan yang paling safety.

Kalau dirangkum:
Jepang memiliki standard Internasional. Pengereman yang aman = depan dan belakang bersamaan.

 

Bukti ini penulis rasa sudah cukup menunjukkan bahwa yang diajarkan safety riding Indonesia itu berbeda dari apa yang diajarkan di acara kompetisi instruktur safety riding di Jepang.

Jadi kalau ada yang ngomong safety riding Indonesia pakai standar Jepang, maka itu bohong, hoax, atau cuma asal ngomong.

Tapi penulis kok merasa komunitas safety riding bakal nggak percaya sama video diatas. Lha wong soal penulis dibilang melarang pakai rem depan (padahal enggak), walau sudah penulis klarifikasi, masih tetap saja ngeyel bilang penulis melarang pakai rem depan. Bahkan ada yang nantang adu ngerem tapi rem depan di motor penulis di lepas. Penulis sampai buat artikel khusus untuk yang males baca, isi kurang dari 300 karakter, kalimat sengaja penulis buat sangat sangat sederhana, barangkali yang baca anak sd, tetap saja ada yang ngeyel. Padahal yang penulis anjurkan adalah rem belakang lalu diikuti rem depan.

Apa mereka nggak baca artikel penulis? Pasti baca, buktinya ada yang pernah screenshot salah satu bagian artikel penulis tentang safety riding.

Mengapa mereka nggak posting screenshot saat penulis menjelaskan soal cara pengereman yang penulis anjurkan? Entah.

Mengapa yang nyebar hoax masih dibiarkan? Nggak tahu.

Penulis pesimis banget dengan mereka. Bisa jadi walau mereka sudah lihat video di atas sekalipun mereka tetap ngeyel bahwa yang mereka praktekkan itu standar jepang. Bisa jadi yang di video itu yang dianggap hoax. Itu video merekam kejadian di Jepang, oleh instruktur dari Indonesia, pakai bahasa Indonesia. Masa ya instruktur tersebut ke jepang tujuannya bikin hoax?

Penulis sering juga menjumpai orang yang cuma baca judul lalu ngomong panjang lebar seakan tahu apa isi artikel padahal mereka nggak membaca isi artikel. Sharing di facebook seringnya seperti ini.

Tapi kalau sudah tahu standar safety riding Indonesia itu nggak sama dengan standar kompetisi instruktur di Jepang, ya sudah. Syukur bila mereka bisa percaya. Karena dari video tersebut terbukti bahwa cara pengereman dengan depan dulu itu bukan standar jepang. Standar Jepang itu ngeremnya depan dan belakang barengan.

Penulis sih tetap pakai rem belakang dulu lalu depan.

Iklan

4 thoughts on “Klaim bahwa safety riding Indonesia pakai standar Jepang itu hoax, ada video yang membantah itu

    • Combi brake Honda CBR250R ada delay valve = rem belakang dulu, lalu rem depan.
      Combi brake Honda PCS ada delay valve = rem belakang dulu, lalu rem depan.
      Combi brake Honda Vario/beat tidak ada delay valve = depan dulu, lalu rem belakang

      Suka

    • Tergantung cbs nya di motor mana, beda2
      Cbs di motor honda rem belakang duluan, baru depan..
      Cbs di motor astra honda rem depan duluan, baru belakang.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s