Terjemahan debat soal urutan pengereman safety riding metode Inggris dengan thairoadcraft


Beberapa orang rupanya salah paham waktu penulis bilang bahwa ngerem depan dulu itu ilmu turun temurun. Disangka penulis ngomongin soal safety riding Indonesia. Padahal enggak, penulis itu mengacu ke senior intruktur safety riding yang pernah mengajar di inggris, thairoadcraft.

Thairoadcraft itu website safety riding Thailand. Adminnya sebagai berikut:
Carol Jadzia Beauchemin

Defensive Motorcycle Riding Instructor. Carols love of Motorcycles has led her to being a mechanic and Instructor. Starting as an Instructor in the 1980’s, she soon advanced to chief instructor and centre manager. She then went on to work for a number of different training organisations as a test Instructor and Instructor trainer. Recently she has turned her focus to sharing new thinking on rider training and improving the road safety situation in Thailand.

Carol adalah instruktur defensive riding untuk motor. Ia senang motor sehingga membuatnya menjadi mekanik dan instruktur. Ia menjadi instruktur sejak 1980. Ia segera menjadi kepala instruktur dan manajer pusat. Ia kemudian bekerja di berbagai organisasi pelatihan sebagai instruktur penguji atau pelatih instruktur. Akhir akhir ini ia fokus untuk sharing tentang cara pelatihan rider yang baru dan meningkatkan keselamatan di jalan di Thailand.

 

Dasar ilmunya dikatakan berikut ini:
Safety riding mengerem mendadak mendahulukan rem depan itu sangat berbahaya, ngerem tidak bisa pakai angka rasio

This is not a personal opinion like yours. This is from 75 Years of combined motorcycle training experience. This is what I was taught thirty five years ago. It is taught as a matter of course to thousands of UK students every year.

Motorcycle Basic Training is compulsory in the UK. All riders must demonstrate their ability to do a simulated emergency stop, so how to stop a motorcycle is practiced and demonstrated every day by hundreds of novices and test candidates, we have to know what is best practice, otherwise we end up in trouble.

I personally was teaching this on a daily basis for many years, while also teaching Instructors to do the same.

Katanya ini bukan pendapat pribadi seperti penulis. Ini asalnya dari gabungan pengalaman pelatihan motor 75 tahun. Ini apa yang ia pelajari 35 tahun yang lalu. Inilah yang diajarkan kepada ribuan pelajar UK setiap tahun.

Pelatihan dasar motor adalah hal yang wajib di UK. Semua rider harus bisa menunjukkan kemampuan pada simulasi berhenti mendadak. Cara menghentikan motor sudah dilatih dan ditunjukkan setiap hari oleh ribuan pemula dan calon, sehingga mereka harus tahu apa yang paling baik, atau mereka bakal kena masalah.

Ia mengajar langsung soal ini hampir setiap hari selama bertahun tahun, dan juga mengajarkan instruktur hal yang sama.

 

Pada kutipan berikut, penulis hanya fokus pada tahap awal pengereman. Pada saat weight transfer belum atau sedang terjadi. Pada saat bodi motor belum mentok ke depan.

Setelah bodi motor sudah nungging saat ngerem, penulis pun pakai rem depan lebih kuat dari rem belakang. Nggak ada beda antara metode rem depan dulu vs rem belakang dulu kalau beban motor sudah lari ke depan.

Soal mengapa saat ia pakai rem depan tidak ngelock:

I have ridden all sorts of bikes in the UK and Thailand. I toured Southern Thailand on an ER6. But the last bike I rode there was a CB1300. We have all riders from 50cc moped to Police Advanced Riders on BMWs.I have never owned a bike with ABS.

I ride a ZRX1100 with twin six pot callipers on the front. I could lock the front wheel with ease from any speed. But I don’t, because I have practiced for many years doing it correctly. Like the hundreds of other Instructors teaching thousands of students have.

We teach progressive brake usage, squeeze a brake lever, never pull or grab. Because again, the sudden application of a brake can cause a wheel to loose traction. We practice this through repeated sessions of virtual emergency stop scenarios, where an Instructor will raise a hand to simulate a child stepping into the road or another hazard.

It is also very important to note that in the later stages of breaking the pressure on the brakes should be relaxed as it can again lead to skidding as the traction forces are reduced.

This is not a matter for debate, these are scientific facts based on how a motorcycle works and the technique has been used to train people to Police Advanced standards for many years.

Dikatakan bahwa ia telah mengendarai berbagai motor di UK dan Thailand. I touring di selatan Thailand naik ER6. Motor terakhir CB1300. Mereka punya banyak rider yang menaiki mulai bebek 50cc hingga pengendara polisi di BMW. Ia tidak pernah punya motor yang dilengkapi ABS.

Ia naik motor ZRX1100 dengan dua buah cakram 6 kaliper di depan. Ia bisa dengan mudah membuat roda depan terkunci pada semua kecepatan. Tapi tidak, karena ia berlatih bertahun tahun untuk bisa melakukannya dengan benar. Seperti halnya yang dilakukan oleh ratusan instruktur dan ribuan pelajar.

Ia mengajarkan penggunaan rem secara progresif. Rem ditekan bertahap, tidak langsung ditarik atau digenggam. Karena penggunaan rem secara mendadak akan membuat ban hilang kendali. Mereka melatih itu dari berkali kali sesi pelatihan simulasi pengereman mendadak, di mana instruktur akan mengangkat tangan untuk memberi tanda seakan akan ada anak sedang menyeberang atau halangan lain.

Ia mengatakan sangat penting untuk dicatat bahwa pada tahap pengereman selanjutnya kekuatan rem harus dikurangi untuk mencegah ban selip.

Katanya ini bukan soal debat, tapi ini soal fakta science yang berdasar pada cara kerja motor dan teknik yang sudah dipergunakan bertahun tahun untuk standar pelatihan advance polisi.

Jawaban penulis:
Untuk yang diatas penulis setuju. Penulis juga sudah buat artikel berikut:

 

Soal motor dengan linked brake (CBS):

I know about linked braking systems and would never ride a bike with one fitted as I consider them to be dangerous. I am sorry to hear you are stuck with one. Poor you.

Katanya ia tidak akan pernah naik motor yang dilengkapi linked brake karena menurutnya berbahaya. Ia kasihan dengan penulis. Katanya melas.

Jawaban penulis:
Penulis juga menganggap CBS berbahaya:

 

Soal mengapa mendahulukan rem depan itu baik dan mendahulukan rem belakang itu jelek:
Metode pengereman mendahulukan rem depan itu bukan metode safety riding standar internasional

The reason why the front brake is recommended to be used before the rear is the initial transfer of weight forward. If the rear brake is applied first, as the transfer of weight goes forward and often causes the rear wheel to loose traction. Cause and effect.

What happens is that the rider must stop without locking the rear wheel. If they apply the rear brake first then they have a far greater chance of locking the rear wheel and sliding to a halt. This is considered a loss of control and therefore often an instant fail. The whole reason we teach front brake first is to stop that from happening.

This is a base line fail, goes with another reason for locking the rear wheel / failing the test, which is disengaging the clutch too early.

Anybody doing the basic CBT course in the UK is taught how to do an E-stop on their first day of training. Many, scared of the front brake, will try to stop using rear brake first, or only the rear brake. Overcoming the fear of the front brake is what we teach. Making sure they apply front brake first is how we get them to stop the lose of control from the rear.

So from day one of basic training, to Police Advance Gold ROSPA standard, the manner in which we teach people to apply the brakes does not change. This is because it is based on physics and years of looking at what works best.

By applying the rear brake first, then transferring weight forward, you risk loosing traction at the rear or extending the braking distance. That is a statement of fact.

across the board, we all agree on the fundamental principles of how to stop a motorcycle and that comes down to under normal conditions (I.E. except for when it is exceptionally slippery such as ice or oil) that the front should come on first in order to transfer the weight forward.

Dikatakan bahwa alasan mengapa rem depan direkomendasikan dipakai sebelum belakang adalah untuk mengawali perpindahan beban ke depan. Jika rem belakang di rem dulu, maka perpindahan beban akan ke depan dan sering membuat ban belakang lepas traksi. Sebab dan akibat.

Pengendara harus berhenti tanpa membuat ban belakang terkunci. Jika merekan menggunakan rem belakang dulu maka akan besar kemungkinannya mereka mengunci ban belakang dan selip sampai berhenti. Ini dianggap sebagai lepas kendali dan berarti langsung gagal. Satu satuya alasan merekan mengajarkan menggunakan rem depan dulu adalah untuk mencegah itu terjadi.

Ini alasan gagal mutlak, setara dengan bila mengkopling terlalu dini.

Semua orang yang melakukan CBT dasar di UK diajarkan untuk mengerem mendadak pada hari pertama pelatihan. Banyak yang takut pakai rem depan dan mencoba menggunakan rem belakang dulu atau rem belakang saja (catatan untuk komunitas safety riding: keduanya beda). Melatih untuk tidak takut pakai rem depan adalah yang mereka ajarkan. Memastikan bahwa mereka mempergunakan rem depan dulu adalah cara merekan untuk tidak lepas kendali bagian belakang.

Jadi mulai dari hari pertama pelatihan dasar sampai standar Police Advance Gold ROSPA, cara pelatihan untuk pengereman tida berubah. Ini karena itu berdasarkan pada ilmu fisik dan bertahun tahun mencari tahu cara pengereman yang baik.

Bila menekan rem belakang dulu, dan membuat beban berpindah ke depan, ada resiko lepas traksi belakang atau memperpanjang jarak pengereman. Ini adalah pernyataan fakta.

Walau ada perbedaan pendapat, mereka semua setuju terhadap prinsip dasar dalam menghentikan motor pada kondisi normal (kecuali ketika jalan tidak licin karena es atau oli) bahwa depan harus didahulukan untuk membuat beban berpindah ke depan.

Jawaban penulis:
Weight transfer bisa dilakukan menggunakan rem belakang juga. Justru teori weight transfer menunjukkan resiko penggunaan rem depan:
Teori weight transfer bisa menjelaskan mengapa mendahulukan rem depan bisa bikin celaka

Kelihatannya, motor motor mereka itu rem belakangnya pada terlalu sensitif semua:
Takut pakai rem belakang di motor sport bisa jadi karena pabriknya mendesain rem belakang terlalu ngawur pakemnya, berikut ini trik ala pembalap

 

Dari debat itu bisa disimpulkan bahwa mereka mengajarkan pakai rem depan dulu karena kalau belakang dulu ban belakang jadi selip. Untuk mencegah ban depan selip mereka melakukan latihan tiap hari bertahun tahun.

Yang penulis herankan, mengapa mereka tidak meluangkan waktu yang sama untuk melatih biar ban belakang nggak selip?

Padahal penulis berpindah mengerem mendahulukan rem belakang masih termasuk sebentar, ta[i hampir nggak pernah roda belakang selip. Penulis pakai rem depan sudah puluhan tahun, tapi sejak muncul motor dengan rem cakram, kadang masih saja kebablasan. Terutama waktu pertama pegang matik. Mengerikan banget motor matik kalau dibanding motor bebek atau sport kalau jalan mendekati 100 di spedo.

 

thairoadcraft bolak balik bilang evidence sepertinya mengacu pada tradisi yang sudah 75 tahun ngerem mendahulukan yang depan.

Penulis pernah pakai motor yang tromol depan belakang. Untuk ngelock ban belakang mudah banget di motor seperti itu. Ngelock ban depan hampir nggak mungkin. Jadi mereka mengajarkan mendahulukan rem depan memang solusi jitu untuk saat itu.

Tapi sekarang, rem depan cakram dan rem belakang tromol, ban depan yang jadi lebih mudah ngelock. Ban belakang mudah ngelock cuma untuk yang apes dapat motor pabriknya ngawur rem belakang dibuat pakem banget. Apa yang mereka ajarkan jadi terasa nggak sesuai lagi. Depan yang gampang ngelock kok malah disuruh ngerem depan dulu.

Besok besok, kalau penulis punya motor rem depan cakram dan rem belakang cakram, maka akan penulis pastikan rem belakang nggak terlalu pakem. Kalau perlu diberi oli biar lebih licin. Kalau rem belakang beneran terlalu pakem, sekalian buat artikel protes terhadap kebodohan pabriknya.

 

Yang diajarkan safety riding Indonesia jelas nggak turun temurun. Karena ajaran tahun ini beda dengan 6 tahun lalu. Ilmu juga jelas bukan standar jepang atau internasional. Entah pakai standarnya siapa.

Iklan

13 thoughts on “Terjemahan debat soal urutan pengereman safety riding metode Inggris dengan thairoadcraft

  1. Udahlah mas Sucahyo, gak usah terlalu ngotot memaksakan pandangan kita hrs diterima org lain yg gak setuju. Mrk mau ngikutin…bagus buat keselamatan mrk sdr. Mrk gak setuju…ya silakan aja semoga selalu beruntung di jalan.
    Saya bastard rider sblmnya selalu pakai rem dpn dan blkg berbarengan dgn komposisi tekanan yg berbeda2 sesuai kebutuhan, kecepatan dan kondisi jalan, tp skrg jd murid anda : Injak rem blkg dulu, sepersekian detik kemudian baru bejek rem dpn berapapun kecepatannya !!! Nah wkt yg sepersekian detik itu yg mungkin bisa menyelamatkan kita saat kondisi darurat / panic braking.
    Thanks suhu. πŸ˜‰

    Suka

    • Terima kasih. sip :).

      Iya, saya pernah coba bicara dengan salah satu instruktur safety riding lokal tapi sayangnya ia menolak debat. Yang saya sedihkan mengapa sampai fitnah menyebar juga di komunitas mereka.

      Saya membuat rangkuman karena menurut saya thairoadcraft ini sepertinya mewakili lembaganya langsung sebagai chief instructor di UK. Debat juga disertai informasi dan alasan.

      Suka

  2. Pk opera mini kykny ga keluar komentarnya…haha

    Mungkin kl pake moge, mendahulukan rem depan sudah mumpuni. Faktor ban lebih besar, traksi lebih banyak, kaliper rem bagusan, dan system rem yg akurat. Jadi rider bisa lebih confident.

    Harus di coba nih moge vs bebek/motor laki di speed yg sama pake rem depan….
    Sayangnya ga punya moge hehehe…

    Suka

  3. Baru masalah rem depan belakang aja sudah rame, belum masuk ke engine brake, tambah ribut lagi nanti he..he… Cuma mau nambahin aja, tanpa bermaksud membela pemilik blog ini, saya sudah merasakan sendiri efek panic braking dengan rem depan dulu, rem belakang dulu, ataupun rem depan belakang bareng. Dari berbagai kondisi jalan dan kecepatan motor. Hasilnya bervariasi, mulai dari crash alias ndlosor mencium aspal, dan ada juga yang selamat (padahal kondisi ekstrim).
    Silahkan para pembaca mencoba sendiri teknik pengereman (khususnya panic braking) yang menurut anda “paling benar” dan buktikan hasilnya. Paling bagus kalau dicoba real di jalan raya, biar lebih yakin lagi. Oh ya, jangan lupa berdoa dulu sebelumnya 😁

    Suka

    • Terima kasih. Sip :). Iya, mending dicoba sendiri saja.

      Saya sebenarnya tidak masalah ada yang tidak setuju. Bila argumentasinya logis bisa saya sertakan sebagai pertimbangan pembaca. Namun jangan pakai fitnah atau bohong. Sayangnya yang terjadi itu orang pada protes karena dikira saya melarang pakai rem depan, padahal tidak. Jadinya tidak nyambung terus.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s