Video penulis mencoba membuat ban bunyi cit cit pakai rem depan saja lumayan sulit


Penulis sudah beberapa kali menyebutkan bahwa penulis dalam mengerem menggunakan acuan bunyi ban. Sudah lama ingin buat video untuk ini namun tidak pernah sempat. Kebetulan tadi pagi ada waktu dan penulis mencoba mengerem sambil mengusahakan ban berbunyi cit cit. Karena harus pegang kamera maka penulis cuma pakai rem depan saja.

Agak susah juga mengerem pakai tangan satu. Untuk menahan badan penulis pakai kaki. Kaki menginjak pojokan depan agar badan tidak mengayun ke depan.

Berikut videonya:

Kecepatan kadang turun naik karena harus lewat polisi tidur. Pengereman semi maksimal cuma sempat dua kali.

Penulis mengerem dengan cara terusan ditekan. Penulis tidak menggunakan cara lepas tekan. Penulis juga tidak merubah rubah kekuatan pengereman. Penulis tekan dengan tenaga konstan.

Di video terdengar suara cit cit beberapa kali pada saat mengerem. Suara cit cit itu menurut penulis adalah tanda ban sudah mulai mendekati batas. Suara cit cit yang jarang jarang menurut penulis artinya sebenarnya tenaga pengereman bisa ditambah lagi. Namun karena pakai tangan satu jadi susah nahan badan, sehingga susah untuk menambah kekuatan pengereman.

Biasanya penulis membatasi suara cit cit maksimal setiap setengah detik. Bila suara cit cit lebih cepat dari setengah detik, maka kekuatan rem sedikit penulis kurangi. Bila suara cit cit jarang, maka kekuatan rem sedikit penulis tambah. Tapi susah juga mengubah kekuatan selagi sedang mengerem.

Kecepatan penulis pakai cuma sedikit di atas 40km/jam karena toh di safety riding ngeremnya pakai kecepatan tersebut.

Penulis cuma pengendara amatiran.

Semua orang mestinya bisa melakukan yang seperti ini bila sering memakai rem mendekati batas kekuatan roda. Orang yang mengklaim mengerem bisa maksimal mestinya bisa melakukan ini dengan mudah.

Untuk yang ingin latihan, lakukan dengan hati hati. Nambah kekuatan rem nya jangan buru buru. Lakukan bertahap dari berulang kali latihan. Lebih aman lagi bila saat mengerem depan sudah mengerem belakang duluan. Motor akan lebih stabil karena rem belakang berfungsi agar motor tidak keluar jalur.

sebagai referensi, berikut video pengereman abs, dengarkan bunyi cit cit nya:

Diingatkan sama bro hoho, mestinya tidak semua ban mudah dicari limit grip tertingginya. Ban street tire lebih mudah karena batas grip lebar. Sementara itu ban sport atau slick makin kecil. Overlimit bisa mendadak kalau di ban balap:

Iklan

11 thoughts on “Video penulis mencoba membuat ban bunyi cit cit pakai rem depan saja lumayan sulit

  1. Hhhmm…. Saran ane om, coba panic breaking di jalan aspal. Grip-nya beda. Lebih baik lagi.

    Pengalaman ane, panic braking sampai ban belakang ngesot ninggalin jejak di aspal, itu keras banget bunyi decitan-nya, sampe temen ane kaget. Ban ngunci abis.

    Ane sih nggak mau bejek abis rem depan. Dulu pernah, stoppie, terus crash.

    Suka

    • Ok.

      Sudah coba di aspal. Yang lebih banyak bikin cit cit itu justru kalau di paving atau di jalan beton. Karena ban secara otomatis nggak terusan menyentuh aspal. Kalau di aspal saya jarang bisa rapat bunyi cit cit cit nya, seringnya model yang rem abs yang jarang jarang. Kalau di jalan beton jadi mirip ABSnya mobil.

      Berdecitnya ban yang ngelock beda dengan berdecitnya ban mendekati limit. Lebih keras yang mendekati limit. Paling tidak itu yang saya alami.

      Suka

      • Kayaknya tergantung kondisi ban dan kampas juga om. Dulu waktu ban masih fresh dan masih pakai kampas ori, decit di aspal ban belakang ane kenceng banget. Sekarang masih decit. Cuma nggak sekeras dulu.

        Suka

        • Iya, kondisi ban juga mempengaruhi. Merek ban juga. Dulu saya pernah coba Supra X generasi pertama ban nya susah sekali bunyi. Tahu tahu sudah ngelock dan tergelincir.

          Kalau dalam keadaan mendadak, sepertinya lebih cocok bila ban depan yang dibuat berdecit. Tapi kadang memang ngeri.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s