Di safety riding waspada, lihat ke depan dan jalan lebih pelan saja tidak cukup, harus juga bisa respon cepat dengan benar


Penulis tidak tahu apakah respon cepat diajarkan di safety riding Indonesia apa tidak. Yang umum diajarkan adalah pengendara harus lebih waspada,
Safety Riding (Roda Dua)

Waspada, lihat ke depan dan jalan lebih pelan itu mengurangi resiko karena bisa memberikan waktu lebih banyak untuk merespon. Tapi itu saja tidak cukup. Kita juga butuh respon yang cepat. Karena bukan kita saja yang menggunakan jalan, tapi juga orang lain.

Orang lain ada yang menyeberang tiba tiba, ada yang melakukan kesalahan mengendarai, ada yang mengantuk, kita atau orang lain bisa berada pada posisi blindspot, dst. Kecelakaan tetap bisa terjadi walau kita sudah jalan sangat pelan, walau kita sudah waspada, walau kita sudah melihat ke depan, dst. Untuk mengurangi resiko maka respon yang cepat juga penting.

Kebutuhan respon yang cepat ini menjadi alasan penulis membahas beberapa hal soal safety riding.

Misalnya soal klakson, mengapa penulis protes soal tombol klakson yang dipindah? Itu karena kalau tombol klakson dipindah otomatis respon dari yang biasa pakai yang tombolnya di bawah jadi lambat.
Standarisasi posisi tombol membuat perubahan posisi tombol klakson dan sein di motor Honda itu nggak logis dan berbahaya

Soal klakson ini penulis tidak tahu apa reaksi dari komunitas safety riding. Entah bakal menyalahkan pabriknya atau menyalahkan pemakainya. Yang jelas dari khalayak yang bukan komunitas safety riding ada yang memang mengaku direpotkan, namun ada juga yang mengaku no problem. Tapi tetap jelas bahwa tombol klakson pindah itu membahayakan beberapa orang.

Yang penulis tangkap dari safety riding Indonesia itu tombol klakson dianggap nggak penting. Alasan pindah tombol klakson juga karena tombol lampu belok dianggap lebih penting. Klakson pun disarankan dipakai belakangan:
Ajaran defensive riding ngerem dulu klakson belakangan itu ngawur dan jangan diikuti

Sepertinya sih ajaran itu muncul karena menggunakan klakson dan rem belakang secara bersamaan di motor Honda itu lebih berbahaya, paling tidak kalau di Honda Beat. Bagian tangan yang ngegrip handle bar jadi sangat berkurang.

 

Soal kecepatan respon juga yang membuat penulis membahas soal penempatan jari di tuas rem.
Walau instruktur safety riding melarang, kenyataannya kebiasaan meletakkan jari di rem itu justru lebih aman

Penulis mengambil kesimpulan bahwa menaruh jari di rem meningkatkan respon berdasarkan pengalaman pribadi. Ada orang lain yang sudah menguji, mungkin nanti akan penulis buat artikelnya. Ada juga hasil risetnya, yang menunjukkan bahwa 35% orang celaka di Jerman itu karena nggak sempat ngerem walau masih ada jarak untuk mengerem:
Ini riset yang menunjukkan ngawur dan bahayanya ajaran safety atau defensive riding mendahulukan rem depan dan melarang menaruh jari di tuas rem

Di gambar diatas terlihat bahwa 45 dari 610 kasus kecelakaan pengendaranya terjatuh, dimana sistem ABS akan bisa membantu. Itu terjadi karena pengendara mengerem pakai rem depan dulu. Bukti bahaya mendahulukan rem depan. Di tahun ini safety riding Indonesia mengajarkan bahwa ngerem harus di depan dulu.
Beda Chief instruktur safety riding ternyata beda urutan ngeremnya

Cara ini berbeda dengan metode pengereman standarnya jepang. Yang diajarkan di Jepang itu mengerem depan belakang secara bersamaan.
Klaim bahwa safety riding Indonesia pakai standar Jepang itu hoax, ada video yang membantah itu

Mendahulukan rem depan penulis anggap berbahaya. Apalagi karena di Indonesia sepertinya tidak diajari untuk mengerem mendekati threshold.
Safety riding mengerem mendadak mendahulukan rem depan itu sangat berbahaya, ngerem tidak bisa pakai angka rasio

Artikel tersebut mendapat reaksi keras dari komunitas safety riding sehingga muncul fitnah yang mengklaim bahwa penulis melarang pemakaian rem depan. Padahal pada kenyataannya penulis mengharuskan pemakaian rem depan setelah memakai rem belakang.
Mengapa ada black campaign anti pakai rem belakang dulu? di hoax jadi pakai rem belakang saja

Penulis juga membahas soal klaim palsu CBS. Pengalaman jelek penulis dalam memakai rem CBS dituangkan pada artikel berikut, yang paling penting adalah pada motor matik Honda mengerem mendahulukan rem depan sangat berbahaya.
Combi brake system penyebab celaka, naik matik Honda dengan CBS harus extra hati – hati!

Honda PCX tidak termasuk karena CBSnya sudah dilengkapi delay valve:
Safety Riding: Sistem CBS Combi Brake System Honda PCX 150 ada delay springnya biar lebih aman roda depan nggak ngerem duluan

Soal kehandalan CBS juga menipu. Di jok ada stiker yang menuliskan bahwa kalau ingin ngerem maksimal harus tekan rem dua duanya, namun dipromosikan rem CBS membuat amatiran jadi ngerem seperti profesional.
Fungsi CBS di motor matik Honda sesungguhnya bukan untuk memperpendek jarak pengereman tapi untuk memperpanjang jarak pengereman

ABS itu penting, tapi menurut penulis pengendara sebaiknya mencoba melakukan threshold braking walau motor sudah dilengkapi ABS:
Pakai ABS tidak menjamin jarak pengereman lebih pendek

12 respons untuk ‘Di safety riding waspada, lihat ke depan dan jalan lebih pelan saja tidak cukup, harus juga bisa respon cepat dengan benar

  1. Saya amati bnyak orang merasa aman kalo udah pandangan kedepan dan pelan. Ga tau jalur yg dia lalui bnyak kendaraan yg melaju lebih cepat, spion cuma accesories

    Suka

  2. Yaeelaaahhh Om…om, orang mah banyakan masa bodoh perihal ginian, yang penting bagi mereka asal naik kendaraan bisa selamet sampai tujuan udah bersyukur banget, nasehatnya (terutama para orang tua/mbah2 kepada anak/cucunya) yang penting kalo naik motor jangan kenceng2 santai aja, ngga ada itu nasehat gimana teknik pengereman yg benar, gimana menggunakan sign, atau soal respon cepat kek artikel diatas, susah dah pokoknya, ekekekek…

    Suka

    • Ha ha iya. Biar lambat yang penting selamat ya. Sekarang ini kalau masih ada yang pakai pedoman biar lambat asal selamat itu seringnya bikin celaka. Di jalan kencang melaju lambat. Kadang juga menyeberang seenaknya. Sudah menyalakan spion tapi yang belakang belum tentu bisa melihat karena kehalang kendaraan lain. Karena yang dipatuhi lambatnya, nggak memikirkan soal selamatnya. Nggak memikirkan bagaimana biar lebih selamat.

      Sayangnya jalan sekarang menuntut orang harus mampu menjalankan motor dengan cepat dan bisa ngerem di kecepatan tersebut.

      Suka

      • Yang penting bisa jaga emosi supaya kita selamat dan orang lain selamat. Belajar kontrol emosi dan lebih dewasa dari bermotor haha. So bijak gueee.

        Suka

      • Bhuahahaha….., jadi inget CBS abal-abal Honda punya, memang betul kata ente Om CBS abal2 di matic low end Honda itu emang bikin ngeri, kondisi jalan sekarang memang menuntut kita untuk riding lebih cepat dengan kuantitas kendaraan yg makin banyak, dan sering kali mengharuskan kita untuk mengerem dg respon cepat, nah disinilah kinerja rem yang dapat diandalkan dan dipercaya sangat menentukan keselamatan didalam berkendara, lha CBSnya Honda mana bisa dipercaya . . ., wong remnya aja tepu-tepu, misal niatnya mau ngerem belakang doang eeehh malah yg depan ngerem duluan, ketika tuas rem kiri di tekan dan motor masih ngeloyorrr lalu ditambah tuas kanan, malah rasanya mau ngelock rem depannya, jadi serba salah, jadinya naik matic honda ane wajib ultra hati2 dan pasang tingkat keweaspadaan extra tinggi, (nyokab dirumah punya Beat). Apalagi matic honda menurut ane di sektor braking point (diluar faktor CBS) masih kurang mampu memberikan feedback yg baik kepada pengendara, atau kurang dapat memberikan rasa percaya diri kepada pengendara, memang ane akui rebound shockbrekernya tergolong nyaman, namun braking point tak sebagus matic yamaha.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.