Honda katanya mau bikin motor V4 tandingan Ducati V4 di WSBK


Yang ngomong young machine, diperkirakan Honda bakal bikin motor V4 yang bisa untuk WSBK juga, namanya Honda RVF1000.
HONDA新型V4開発にGOサインか?!

Ceritanya Honda itu panas sama Ducati kok produksi motor V4 untuk WSBK. Motor yang sekarang CBR1000 terbukti nggak kompetitif di WSBK. Sementara itu RC213V yang street legal terlalu Baca lebih lanjut

Walau motor MotoGP lebih bertenaga dan lebih ringan bisa dikalahkan WSBK di Jerez karena kalah canggih


Mungkin sudah baca berita soal motornya Jonathan Rea bisa lebih cepat dari motor MotoGP tercepat punya Ianonne saat latihan di Jerez:
Rea outpaces MotoGP riders as Jerez test ends

Ini sudah kedua kalinya di Jerez, di tahun 2016 juga sama:
A WSB bike faster than a MotoGP bike?

Twice World Superbike champ Jonathan Rea was the star of the show and flew home with a big grin on his face after outpacing half the MotoGP grid (albeit mostly the back half). His astonishing 1m 38.721sec lap on his factory ZX-10R would’ve put him on pole at last May’s Spanish Grand Prix, 0.015 seconds ahead of Valentino Rossi, 0.137 seconds in front of Jorge Lorenzo and 0.170 seconds ahead of Marc Marquez.

Katanya sih motor MotoGP lebih bertenaga, 260 hp vs 230 hp:

Obviously, MotoGP bikes are better than World Superbike machines. A MotoGP engine accelerates with 260 horsepower and stops with carbon brakes. Rea’s ZX-10R makes maybe 230 horsepower and uses steel brakes.

Kalau lihat websitenya Ducati versi GP beratnya 157 kg, sementara versi WSBK beratnya 168 kg. Tenaga versi GP lebih besar dari 250 hp, versi WSBK lebih besar dari 215 hp.

Katanya sih motor WSBK lebih mudah cari limitnya, kalau di MotoGP nggak berasa tahu tahu sudah jatuh:

“A superbike is so forgiving,” says Aprilia MotoGP rider Sam Lowes, whose brother Alex rode both WSB and MotoGP during 2016. “When you’ve got that feeling, feedback and forgiveness you get so much confidence that you feel like you can nearly crash and it’s okay, but when you’re on a stiff MotoGP bike you feel good, good, good, then crash… and you’ve no idea why.”

Penulis setuju bahwa yang terpenting adalah grip:

Racing is all about grip. And the more horsepower you have, the less power matters and more grip matters, because it’s all about getting that power to the ground.

Yang disebut menyalurkan tenaga ke jalan itu penulis terjemahkan biar ban nggak spin. Ban spin di motoGP itu jadi masalah untuk semua tim. Ngomong soal traksi ban belakang kurang, seringnya berhubungan dengan ban belakan spin. Banyak tim pakai konfigurasi Big Bang juga alasannya untuk mengurangi spin. Ducati dibuat berat belakang biar traksi akselerasi baik, biar nggak gampang spin. Motor Honda dibuat pendek wheelbasenya juga biar nggak gampang spin. Yamaha berat motor dibuat ke depan juga…. kena musibah problem ban spin selama musim.

Rasanya kok nggak pernah dengar keluhan soal ban spin di WSBK. Sepertinya karena sistem elektroniknya bisa seenaknya dikembangkan sebaik mungkin sama pabriknya. Tidak terpaksa pakai unified software macam di MotoGP.

Punya Kawasaki sebagai berikut:

Konsumen Indonesia benci desain motor MotoGP yang nggak sporty sehingga menolak desain yang mirip MotoGP?


Terus terang penulis jadi nggak pede untuk menjelaskan apa itu arti kata sporty. Dalam bayangan penulis kata sporty itu adalah desain yang membuat motor jadi mirip motor balap atau desain yang membuat jadi kompetitif saat balapan.

Tapi, apa benar begitu? Karena kok rasanya sporty di Indonesia itu nggak ada hubungannya dengan dunia balapan.

Menurut pembaca, tampilan berikut ini sporty atau tidak?

Karena kok terkesan beda jauh dengan penampilan berikut ini, motor yang pernah dapat gelar motor terbaik se Indonesia: Baca lebih lanjut

Website Moladin sekarang lebih lengkap, jadi bisa akses seperti versi ponsel, bug sudah diperbaiki


Sebelumnya website moladin tampilannya jauh lebih sederhana

Namun sekarang sudah ada pembaharuan. Banyak fitur yang sebelumnya cuma bisa dilihat lewat ponsel, sekarang sudah bisa diakses lewat website juga:

Fitur yang ditambahkan adalah review untuk produk motor, apparel, spare part & asesori dan perawatan. Di setiap bagian bisa dilihat gambar beserta deskripsi produk.

Untuk bagian apparel akan ditunjukkan berbagai macam harga yang memungkinkan kita memilih harga yang terbaik. Penulis tidak tahu apakah itu sudah mencantumkan harga terendah dari semua lapak di satu toko atau hanya dipilih salah satu:

Bisa dilihat juga review dari produk tersebut. Sayang untuk versi web, pengunjung tidak bisa melakukan komentar atau memberikan review. Itu hanya bisa dilakukan melalui moladin ponsel.

Bagian spare part & asesori dan perawatan masih belum berfungsi. Bila dijalankan maka yang tampil adalah bagian aparel. Seperti misalnya kita memilih perawatan, maka yang kelihatan adalah kacamata, helm dan jaket:

Padahal seharusnya yang muncul sebagai berikut (ini versi ponsel)

Menggunakan shortcut dari halaman depan juga tidak bisa:

Seharusnya muncul seperti berikut (versi ponsel):

 

Untuk motor pilihan harga cuma ada dari Wow Finance:

Ini artinya membeli motor bisa langsung lewat moladin. Namun sekarang ini cuma tersedia di beberapa tempat saja. Seperti misalnya Honda Scoopy tersedia hanya di tangerang dan jakarta:

Untuk Yamaha NMax kebetulan masih belum ada:

 

Untuk bagian forum tidak banyak berubah dari sisi tampilan. Namun sekarang tidak bisa lagi komentar atau menjawab komentar.

Isian untuk bertanya masih ada tapi sudah tidak ada lagi tombol untuk posting pertanyaan:

Mungkin sekarang sudah dibatasi sehingga versi web tidak bisa lagi dipergunakan untuk bertanya atau komentar. Bila ada informasi dari moladin tentang hal ini akan penulis update artikel ini.

Perubahan website moladin sudah lumayan. Semoga bug bisa diperbaiki. Dan akan bagus juga bila nanti pengunjung bisa mencicil beli jaket atau oli.

Update:
Di 28 November 2017, bug diatas sudah tidak ada.

Yang untuk NMax juga sudah ada cicilannya, akses kota juga sudah lebih banyak:

Bila menekan tombol Ajukan kredit dibawah, maka akan muncul layar berikut:

Wajar bila MotoGP dituding menjadi penyebab banyaknya aksi sok rebah rebahan di tikungan


Penulis tertarik juga melihat spanduk pinggir jalan yang memberi peringatan bahaya tikungan dengan menunjukkan gambar rossi ndelosor:
Adegan Jangan Ditiru…! Rossi Terjatuh Gagal Nikung di Jalan Raya

Rasanya pantas kalau MotoGP jadi kambing hitam orang orang yang suka sok miring miring kalau belok, karena untuk promosi kadang miring itu yang dipakai:

Lorenzo pernah pamer:

Marquez pun pernah gaya miring:

Dari MotoGPnya sendiri pun pernah mengklaim sebagai balapan yang motornya paling miring:

Yang repot kalau spanduk begituan dianggap nggak ampuh.

Ya moga moga saja bukan MotoGP nya yang dilarang siaran.

Banyak yang sangat kritis spesifikasi oli mesin tapi mengapa kok oli impor menolak dan nggak lulus standarisasi nasional?


Kita semua tahu orang Indonesia itu ada yang nggak perduli soal oli mesin dan ada yang maniak sekali dengan spesifikasi, oli itu harus yang begini dan yang begitu. Namun ternyata pemerintah mengklaim bahwa spesifikasi dari kebanyakan oli cuma ngawur. Jadi kasihan juga, sudah ngotot mencari oli dengan spesifikasi harus tertentu tapi datanya ternyata meleset.

Ini disebutkan oleh sumber berikut: Baca lebih lanjut