Motor matik dengan dek rata nggak lebih enak untuk bawa barang, nggak lebih enak untuk kaki


Artikel sebelumnya membuat penulis berpikir. Penulis akui memang bahwa Honda Vario itu memang enak untuk bawa galon air:
Apa Bahayanya Motor Buat Jualan Air Galon?

Namun tentu tidak semua orang beli Vario untuk jualan galon air atau hanya untuk beli galon air. Dan yang lebih penting lagi adalah motor matik dek rata nggak cuma Vario saja.

Selain vario, banyak yang kesiksa kalau harus bawa galon air walau deknya rata:
Dek Beat POP Memang Lega, Tapi Kurang Aman Untuk Membawa Galon Air Minum

Dek yang luas dan bentuk inner bodinya membuat galon berdiri bebas dan tidak tertahan oleh bodi motor. Ketika berkendara, ada kemungkinan galon tersebut bergeser atau jatuh karena goncangan dan kondisi jalan yang tidak rata. Untuk menghindari hal tersebut, biasanya pengendara memegangi galon tersebut dengan tangan kiri atau berkendara dengan satu tangan.

Susahnya bawa galon air mineral pakai motor

Mau nggak mau bawa pake motor Honda Beat saya deh,botol galon 12 liter ini muat sih di taruh di dek sebelah kanan atau kiri,tapi tetap nongol dan rawan merosot karena mentok di body plastik yang membulat. Di standarin samping pasti jatuh,apalagi saya lewat jalan penuh polisi tidur sampe cape peganginnya

Penulis juga merasakan sendiri, bawa air galon di Spin atau Beat itu nggak enak. Kalau di robohkan di tengah nggak cukup, di taruh samping bikin was was banget. Malah terlihat lebih enak yang berikut ini:
Aerox 155 Bisa Angkut Galon

NMaX bawa galon

 

Barang nggak cuma galon air saja. Ada juga misalnya kerdus. Apa bawa kerdus lebih enak kalau di motor matik dek rata? Rasanya kok tidak:
Dek Matic Harus Lega

Mending mana dengan yang ini:
Depan Jok Yamaha Nmax yang Lapang..! Angkut barang banyak Ok!

Bawa tabung gas juga begitu, tabung gas memang bisa ditaruh di dek, tapi enak mana dengan yang berikut ini?

Ada yang argumentasi bawa barang belanjaan lebih enak. Tapi apa ya beneran barang belanjaan yang untuk dimakan mau ditaruh di dek? Paling juga digantung. Jadi dek rata nggak lebih unggul.

Ada yang bawa tas bisa lebih enak di dek rata. Itu kalau nggak takut tasnya kotor. Kalau takut kotor ya di bawa sendiri. Sama juga dengan laptop, apa beneran nggak sayang bawa laptop ditaruh dek? Kalau di matik yang tangki bensin di depan bagasi bisa lebih besar untuk muat belanjaan atau tas.

 

Dek rata juga nggak membuat ruang kaki lebih lapang. Siapa sih yang sering menaruh kaki di tengah tengah dek? Paling juga digantung ke samping sambil ngangkang. Bila bagian tengah dek dihilangkan juga paling nggak merasa:

Menurut penulis, orang itu sebenarnya nggak butuh dek rata tapi butuhnya jok rata. Biar bisa muat banyak:

 

Memang untuk beberapa keperluan pakai dek rata cocok, tapi apa bisa di generalisasi bahwa motor matik dek rata enak untuk bawa barang?

21 respons untuk ‘Motor matik dengan dek rata nggak lebih enak untuk bawa barang, nggak lebih enak untuk kaki

  1. sy pemakai nouvo dari pertama, ini juga ajib utilitasnya…. jok datar panjang, mau bawa galon, gas biru apa aja masuk di dek tulang tengah
    makanya sy heran ada yg komen dek rata enak bawa galon, enak darimana galon nyempil2 gitu

    Suka

  2. MX King gak bisa begitu, Tornado GS juga gak bisa tp Kharisma baru bisa, jarak nya lebar n bisa angkut galon ato tabung LPG. Yg masalah jok rata itu ketakutan para ngepbeha dagangan gak laku maka di buat lah seakan2 dek rata itu cocok buat angkut galon/gas lpg padahal sebetulnya tidak begitu. tapi itu udh sistematis, cuma blog ini yg bahas itu dengan gambar pulak. blog laen mah lngs di banned, eh gw dah di banned sih di beberapa blog.

    huehehehehehe

    Suka

    • apakah di banned karena eksistensi anda di kolom komentar memang sebegitu dapat memberikan ancaman kepada blog2 roda dua yang terafiliasi dengan pabrikan penguasa itu bro, apa begitu?

      soalnya dulu ane pribadi pernah menuliskan komentar pada blog otomotif roda dua yg ownernya sudah pernah ke “holy land” yg pemilik agregator blog otomotif roda dua terbesar itu yang dibagian kanan-kiri-atas terdapat iklan pabrikan motor penguasa itu, yakni dengan ngasih link google cache soal artikel yang di recall milik roda2blog yg bahas rangka CB150R banyak yg patah (disertai bukti otentik berupa gambar dan bengkel yg memperbaiki) dan ternyata ketika ane klik comment tidak bisa, kalo biasanya komentar kena moderasi lha justru ini malah ngga bisa komen :V
      lantas ane tanyakan langsung kepada owner blognya by twitter perihal ini, ane tanya apakah kata2 seputar “cb150r rangka patah” itu “dikarungi” sehingga kalo komen di blog ngga bisa kalo ada kata2 yg mengandung unsur2 kata tersebut, dan beliau hanya menjawab kurang lebih seperti ini “saya nggak main karung2an klo soal komentar, silahkan email secara langsung saja pada contact centre AHM”. Tapi ternyata perkataan beliau tidak sesuai fakta yang ane temui, dimana kalo komen selain kata2 yg dikarung yg ane maksud diatas bisa, malahan klo komen dengan bahasa yg nyinyir pun juga bisa, tapi pas ngasih link soal rangka cb patah (karna mengandung unsur kata2 “rangka patah”) gak bisa, kan aneh. orang komentar jelek, komentar nyinyir saling adu ego adu argumen malah lolos komentarnya, sementara yang ingin memberikan informasi yang benar justru malah “ngga lolos”.

      Suka

      • gw sih emang udh dibanned permanen, soalnya gw pernah kritis terkait pemberitaan velg CBR yg ancur tabrakan, sampe link nya gw taro dimana2. tp cuma di blog itu saja yg gw gak bisa komeng, ada 2 sih tp yg 1 msh bisa lolos yg 1 lg fix sampe sekarang. Hahahahaha

        Emang udh bayaran dan sistematis, udh pasti lawan yg lain gak akan bisa main kesitu. Udh di endorse dan bayarannya gede. klo kata satar sih 2 digit.

        Suka

        • ya kalo udah di “endorse” gitu artinya sudah bukan blogger otomotif roda dua lagi, tapi sudah seperti corong pabrikan yang berkedok seorang blogger, dan kalo gitu definisi blogger otomotif roda dua yang sukses adalah blogger yang “mendapat kontrak dari pabrikan” dong ceritanya? hal ini menjadi kasihan sama pabrikan lain yang “ototnya” kalah kuat dengan pabrikan penguasa, karna mereka tidak mungkin bisa membayar blogger dg nominal lebih tinggi (dengan harapan reviewnya ntar dibagus2in) daripada jumlah nominal yg dibayarkan oleh pabrikan penguasa, karna sebagai “blogger yang sukses” dengan jumlah yg mencapai ribuan traffic pengunjung blog tiap harinya, mereka juga punya kekuatan dalam “bargaining”, kasarannya “elo-elo para pabrikan siapa aja yg paling gede paling kuat bayarin gue maka reviewnya yg paling gue bagus-bagusin” gitu !
          makanya kalo ane bilang (menurut terawangan ngawur ane) 70-90% Blogger otomotif roda dua tanah air kita ini sudah menjadi “binatang ternak” daripada pabrikan roda dua penguasa tanah air.
          BTW ente bilangnya bayarannya mencapai dua digit, artinya udah diatas 10.000.000 dong nilainya?
          hehehe…., apa Om Sucahyo ngga tertarik ikutan di endorse gitu, gede lho bayarannya, hehehe…

          Suka

          • ha ha, tertarik 🙂

            Kalau dari sisi minat konsumen. Kalau kalau review jadi seragam semua, dan banyak website memberitakan hal yang sama semua, konsumen bisa jadi kebal dengan berita semacam itu. Bukankah jadi negatif juga kalau konsumen nggak percaya sama blog?

            Dan saya takutnya sekarang itu sudah mulai terjadi. Pembaca jadi nggak percaya kalau ada yang memberitakan keunggulan. Juga nggak percaya kalau ada yang memberitakan kelemahan.

            Suka

          • tapi emang betul kan, lha wong sumbernya si satar yg jelas sales. dia kan blak2an klo dia emg di endorse, masalah lain ya itu gw gak tau. tp yg jelas berita cacadnya produk tertentu gak pernah di ulas diblog2 besar cuma blog2 cere saja yg ada.

            klo kata ngepbeha emang udh sistematis dan itu di akui sama mereka. hahaha

            Suka

            • Oh iya dulu Satar pernah bilang yeee, lupa ane… Yg ngendorse ya pabrikan penguasa kan?
              Makanya gak heran kok artikelnya banyak sekali yang “menjelek-jelek-an pabrikan nemesis abadi dari penguasa”. Tetapi caranya tidak langsung frontal ngata2in sama kejelekan produk2nya, caranya dengan melakukan tindakan yg bernuansa “Pelemahan Brand Name”, misalnya saja dengan selalu memojokkan, membandingkan, merendahkan dari icon utama pabrikan nemesis abadi dari pabrikan penguasa, yaitu VR46 IYKWIM.
              Apalagi buat blogger yg udah pernah pergi ke Holy Land dan mendapat gelar setelah dari sana itu, berita Rangka CB Patah disinggung supaya diangkat artikel aja jawabannya malah nyuruh laporan langsung sama AHMnya, semakin menambah buktinbahwa beliau juga mendapat endorse :v

              Suka

  3. kayaknmya emang mending beli aerox 155 tipe standar aja daripada vario 150, dek vario emang rata tapi ruang pijakan kaki ckup sempit, selain itu dipake jalan stang stir berasa lari2 kanan kiri

    Suka

  4. Wkwk….

    Sekitar tahun 2000 awal, saya masih pakai Suzuki RC100. Dek rata, bawa anak 4 dan istri 1 serta koper 2 dan tas sekolah anak anak 3. Piye jal…
    Dek rata plus papan kayu, jawabnya…. 😆

    Baca tulisan, memang inilah Indonesia, Mas.
    Alat yang digunakan, atau barang yang diperalat, kadang terasa dipaksakan. Tapi memang idealitas di Indonesia adalah sesuatu yang sungguh sangat sulit untuk didapatkan.

    Rakyat mandiri, pemerintah pun mandiri. Tidak saling mengurusi maksudnya, hehehe…
    Kalau ada keterkaitan, lebih sebagai beban…..

    Suka

  5. kalo ada komparasi angkut galon diberbagai type dan merek skutik, pemenangnya pasti Mio J dan Soul GT, yamaha Mio J dan Soul GT itu dek ratanya super lebar dan layernya bisa nahan 2 galon di kanan-kiri tanpa harus diikat, design dek rata n layer mio j ini beda dari kebanyakan skutik yang ada…

    coba dan buktiin sendiri…

    ingat yaa MIO J YMJet-Fi bukan MIO karbu atau MIO M3 125

    Suka

  6. kalau menurut sy, dek rata itu sepertinya lebih fokus untuk mayoritas biker perempuan sih. jadi untuk naik kemotor gak perlu angkat kaki setinggi2nya, bisa kejengkang..wahahahaha

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.