Teknologi idle stop mengurangi keawetan mesin? Bisakah oli mesin mencegahnya?


Entah ini iklan oli atau memang beneran, ada yang bilang teknologi idle stop bikin mesin jadi nggak awet. Padahal sekarang motor kan musimnya pakai idle stop, seperti contohnya Honda dan Yamaha:

Infonya berikut ini:
Stop-start technology: what’s the long-term impact on my car’s engine?

the higher number of stop-start cycles lead to increased engine wear unless steps are taken to prevent it.

“A normal car without automatic stop-start can be expected to go through up to 50,000 stop-start events during its lifetime,” says Gerhard Arnold, who is responsible for bearing design at Federal Mogul. But with automatic stop-start being activated every time the car comes to a standstill, the figure rises dramatically, perhaps to as many as 500,000 stop-start cycles over the engine’s life.”

That’s a big jump and one that poses major challenges to the durability and life of the engine’s bearings.

Disebutkan bahwa makin sering mesin menyala mati maka mesin makin nggak awet. Kendaraan yang tanpa idle stop diperkirakan menyala mati 50 ribu kali seumur hidup. Sementara itu yang pakai idle stop bisa sampai 500 ribu kali. Naiknya ekstrem.

Katanya yang bikin mesin aus itu karena mesin tidak bisa melindungi dengan baik saat komponen berjalan lambat. Tapi yang bikin curiga di situ disebutkan berikut ini:

Federal Mogul has developed a new material called Irox with a polymer coating containing particles of iron oxide (rust), which in this microscopic form is surprisingly slippery. In fact it’s so slippery that the coefficient of friction of an Irox bearing is 50 per cent lower than a conventional aluminium bearing and will easily last the life of an engine equipped with stop-start

Jadi seperti iklan. Castrol juga punya iklan oli yang sama:
CASTROL MAGNATEC STOP-START

Iklannya:

Perlu juga dilihat grafik berikut:

Disitu terlihat memang disebutkan aus terjadi besar pada saat mesin menyala dan mati. Tapi juga disebutkan aus juga besar pada saat mesin berjalan pelan.

Entah mana yang lebih bikin aus, mesin dibiarkan idle atau dibuat mati saat berhenti menunggu.

Sebelumnya penulis sudah membahas soal keausan di:

Untuk kondisi start stop maka aditif yang paling cocok untuk yang bisa bekerja saat mesin panas atau komponen harus bergesekan secara keras. Kalau ringan aditif ZDDP, kalau ekstreme maka yang cocok aditif molybdenum disulfide (WS2) atau nano dst. Tapi seperti yang penulis pernah jelaskan sebelumnya, aditif anti wear atau extreme pressure itu akan mengurangi daya perlindungan oli di sisi lain.

Karena alasan tersebut penulis nggak pakai solusi aditif moly atau zddp. Solusi penulis? Pakai minyak goreng dan pro capacitor / cemenite 🙂 . Suara Honda Beat ESP ISS sampai sekarang masih lumayan halus, cuma CVT yang tetap saja berisik.

18 respons untuk ‘Teknologi idle stop mengurangi keawetan mesin? Bisakah oli mesin mencegahnya?

        • pro capacitor dijual 100 ribu satu biji di tokopedia dan bukalapak. Efeknya seperti nambah oktan dan nambah tenaga pembakaran. Biasanya suara mesin jadi sedikit lebih halus seperti bila film strength olinya nambah.

          Suka

      • Oh ya kalo dipasangi magnet bundar/melingkar di selang bensin yg diletakkan antara tangki dg karburator/injeksi itu gimana efeknya? katanya bisa meningkatkan atomisasi dari molekul bensin sehingga lebih dapat menghasilkan tenaga dan bikin irit??tapi kalo pasang magnet ane kok khawatir tidak akan bertahan dalam jangka waktu yg lama, karena kan sifat magnet itu kalo kena suhu panas (dlm hal ini panas dari mesin) terus2an bakal berkurang daya kemagnetannya, kecuali motor bebek/matic yg tangkinya berlokasi agak jauh dari sumber panas (mesin)

        Suka

        • Efeknya ada, tapi ada syaratnya:
          1. motornya harus punya setelan irit / campuran bensin udara kering.
          2. magnetnya harus besar.
          3. efek lebih kuat kalau pakai magnet ferit hitam, bukan magnet yang putih.

          Syarat pertama ini yang banyak nggak tahu dan jadi nggak merasakan efeknya.

          Dulu pakai supra fit x pakai magnet baru mulai terasa efeknya setelah pasang 3 magnetnya speaker kecil. Pakai premium jadi berasa pakai pertamax pada waktu itu. Efek panas mesin nggak terlalu ngefek ke kemagnetan. Berbulan bulan efek masih terasa kok.

          Suka

          • Waah ini syarat nomer satu itu yg ane agak kurang setuju, kalo motor disetting irit bukannya dikhawatirkan akan menjadi kurang tahan panas klo digeber keluar kota/touring, apakah begitu?

            Suka

            • Normalnya begitu, tapi efek dari alat semacam magnet atau pro capacitor itu mirip dengan meningkatkan oktan. Mesin justru lebih dingin dan ngelitik tidak terjadi.

              Suka

  1. Om Cahyo, kalo misal matic mau ganti oli sesat katakanlah Fastron Techno Ijo gitu apa ya caranya langsung ganti gitu aja atau ada perlakuan khusus macam proses flushing dg cara motor dipake selama beberapa ratus kilo abis itu diganti baru lagi oli fastronnya,?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.