Poka yoke, desain di motor yang nggak mungkin salah pakai walau pemakainya awam tidak pernah diajari


Poka yoke adalah suatu konsep dimana desain bisa mencegah kesalahan penggunanya. Contohnya berikut ini:

Konsep poka yoka di motor yang dijual Indonesia ada yang sip dan ada yang nggak sip.

Untuk penilaiannya, kita simak dulu penjelasan poka yoke berikut:
Poka Yoke

Shigeo Shingo demonstrated the concept of poka-yoke in 1961, The initial term was baka-yoke, which means ‘fool-proofing’ or ‘idiot proofing’. Due to the term’s offensive connotation, the term was changed to poka-yoke, which means ‘mistake-proofing’. The term “poka-yoke” comes from the Japanese words “poka” (inadvertent mistake) and “yokeru” (prevent/ to avoid).

Dikatakan konsep poka yoke diperkenalkan Shigeo Singo di tahun 1961. Istilah awalnya adalah “baka yoke”, yang artinya “yang goblok sekalipun nggak bakalan salah”. Karena dianggap terlalu kasar, istilahnya diganti jadi poka yoke yang artinya pencegahan kesalahan. Istilah tersebut dari bahasa jepang. Poka artinya salah nggak sengaja, yokeru artinya mencegah.

 

Berikut beberapa contoh implementasi desain di motor yang menurut penulis sip dan nggak sip berdasarkan konsep poka yoke.

Pengereman
Orang kalau ngerem salah itu bisa jatuh. Nggak cuma yang goblok saja, yang jago sekalipun bisa jatuh. Apalagi kalau ngeremnya depan dulu, makin beresiko jadinya.

Yang bisa mencegah itu adalah ABS. Mau pakai cara ngawur sekalipun resiko jatuh jadi berkurang. Apalagi kalau sudah pakai ABS mewah yang bisa untuk tikungan juga.

Yang nggak bisa mencegah itu sistem linked brake yang difungsikan cuma pakai tuas rem belakang, seperti misalnya sistem Combi Brake di motor Honda murah atau Unified Brake di motor Yamaha murah. Ini karena orang masih tetap bisa salah saat melakukan pengereman depan. Sistem CBS dan UBS murah cuma cocok untuk orang yang ngeremnya ngawur pakai belakang saja.

 

Akselerasi
Orang kalau salah cara pindah gigi maka akselerasi nggak maksimal. Orang juga kadang salah mau shift up tapi keliru dengan shiftdown. Yang bisa mencegah ini adalah sistem transmisi otomatis. Nggak perlu ribet memikirkan ganti gigi, cukup mainkan gas sama rem saja.

Sistem yang juga membantu juga adalah slipper clutch di motor murah. Walau yang pakai shift downnya ngawur sembarangan nggak pakai teknik throttle blip, nggak memperhitungkan kecepatan mesin dan kecepatan motor, mesin dijamin nggak rusak. Di motor mewah ada quickshift. Nggak usah ribet pakai kopling, mau pindah gigi bisa langsung tekan.

Ada juga traction control, yang bisa mencegah selip. Cuma keterbatasan teknologi membuat implementasi kurang sempurna, sehingga tidak bisa 100% diandalkan.

 

Setelan lampu depan
Lampu depan itu kalau terlalu tinggi jalan jadi nggak terang, yang dari berlawanan arah jadi silau. Terasa banget kalau lampunya putih.

Konsep poka yoke bisa diterapkan sehingga walau yang nyetel lampu ngawur, lampu nggak akan bikin silau. Sayangnya ada saja desain yang tidak pakai konsep ini, jadinya di jalan ada saja motor yang bikin silau. Padahal lampunya LED putih. Pabrik motor juga terkesan cuek dengan masalah ini.

 

Pencegahan motor loncat saat menyalakan motor
Di motor dengan transmisi manual, ada beberapa motor yang tidak bisa dinyalakan mesinnya ketika transmisi tidak netral. Ada juga yang harus menekan tuas kopling ketika menyalakan mesin. Tapi penulis nggak tahu apakah cukup dengan menekan sedikit atau harus benar benar ditekan sampai kopling fungsi.

Yang jelas nggak sip adalah di motor matik. Karena pengendara tetap bisa menyalakan mesin walau ban tidak terkunci selama lampu rem menyala. Istilahnya menggantung rem. Tentu kita kadang lihat lampu rem menyala tapi motornya melaju kencang. Ini jelas penerapan poka yoke yang nggak bagus. Yang sip mestinya motor harusnya bisa dinyalakan kalau parking brakenya aktif.

Yang nggak sip juga adalah cara kerja idling stop atau stop start. Motor bisa langsung nyelonong bila digas. Nggak ada pencegahan kesalahan. Contohnya bila ada yang bawa anak di depan. Saat berhenti maka mesin mati sendiri. Bila saat turun si anak pegangan ke gas maka motor akan langsung nyelonong karena memang motor dalam kondisi siap jalan walau mesinnya mati.

Namun di motor matik ada yang sip yaitu mesin mati saat sandar samping turun. Ini mencegah motor loncat saat posisi kendaraan tidak siap.

 

Pencegahan motor terlalu miring
Di beberapa motor sport dilengkapi dengan footstep depan yang bisa melipat. Ada besi panjang yang bisa memberikan informasi ke pengendara bila motor terlalu miring.

Entah mengapa di motor matik sport tidak dilengkapi ini juga padahal yang cornering pakai motor matik banyak juga:

 

Pencegahan baju tersangkut rantai
Beberapa motor sekarang ini masih pakai rantai. Tapi yang lebih rawan adalah yang footstep belakangnya berada di dekat rantai seperti di motor bebek. Oleh karena itu motor selain di Indonesia kebanyakan menggunakan penutup rantai untuk motor yang bisa dipakai boncengan:

Kalau di Indonesia sih pada sok gengsi dan sok sporty. Padahal aslinya no problem. Buktinya motor matik yang CVTnya tertutup malah lebih laris.

 

Posisi tombol klakson
Posisi tombol klakson itu biasanya ada di bawah:

Namun entah mengapa, belakangan ada yang pasang tombol klakson di tengah.

Solusi itu nggak sip dari sisi poka yoke. Bukannya dicegah tapi malah orang jadi makin sering salah.

Barangkali pembaca tahu penerapan konsep poka yoke di motor yang lain?

Implementasi lain yang bisa dilakukan pabrik motor:
Module 7: Quality Assurance

Iklan

10 respons untuk ‘Poka yoke, desain di motor yang nggak mungkin salah pakai walau pemakainya awam tidak pernah diajari

  1. Dulu ada motor bajaj sein nya mirip mobil pak, bisa mati otomatis kalo habis belok. Yg penting lg gmana konsep agar ga lupa matiin sein, ngandalin indikator di speedo masih kurang, rider skarang kn jarang nengok speedo terutama matic, kalo manual masih nengok2 dkit buat lihat rpm/posisi gigi

    Suka

    • terima kasih sharingnya. wah itu itu fitur sip juga. Iya, indikator di speedo tempatnya kadang susah dilihat. Spedo juga makin mungil. Dulu juga pernah lampu sein itu bunyi ya.

      Suka

  2. Istilah Poka-Yoke berlaku untuk desain ‘product to product’, bukan ‘product to human’.
    Poka-Yoke berhasil Jika benda bisa berfungsi dengan baik menurut parameter fungsi. Bukan menurut parameter sosial atau hubungan antar manusia.

    Suka

    • bisa kasih contoh?

      Yang saya tangkap poka yoke itu adalah desain (entah proses, interface, alat, dll) yang bisa mencegah kesalahan yang mengoperasikan / memakai. keterangan selanjutnya dari kutipan:

      The essential idea of poka-yoke is to design the process so that mistakes are impossible or at least easily detected and corrected, In Shingo’s words “The causes of defects lie in worker errors, and defects are the results of neglecting those errors. It follows that mistakes will not turn into defects if worker errors are discovered and eliminated beforehand” He later continues that “Defects arise because errors are made; the two have a cause-and-effect relationship. … Yet errors will not turn into defects if feedback and action take place at the error stage”.

      Suka

  3. Misalnya, tuas rem itu di desain buat ditarik. Kalau didorong, rem nya ngga bisa berfungsi.

    Misalnya soal ABS. Yang jadi masalah adalah manusia yang mengoperasikannya atau mendesain fungsi tambahan untuk menghubungkan beberapa fungsi lain yang tidak tepat. Rem nya sih secara fungsi (per satuan fungsi) bekerja dengan baik. Ketika antar fungsi diberi fungsi tambahan yang memiliki parameter lebih fleksibel, disitu kemungkinan ada masalah.

    Skema Poka-Yoke seperti:
    Benda + benda = benda yang berfungsi.

    Colokan soket 3 dibuat untuk supaya manusia bisa membantu antar benda berfungsi. Outputnya pun masih fungsi antar benda seperti mengalirkan arus listrik. Bukan fungsi yang bisa dipahami manusia. Ketika arus mengalir, lampu bisa menyala, baru bisa ada penilaian dari manusia.

    Teknologi sudah berkembang ke arah ‘fungsi yang mewakili manusia dalam menentukan parameter’. Biasanya dengan alat sensor otomatis. Jadi sudah tidak sesederhana colokan soket 3 yang beda bentuk.

    Disana Poka-Yoke sudah tidak berlaku. Karena begitu posisi kontak sudah ON, berarti Poka-Yoke sudah berhasil. Selebihnya ditentukan oleh operatornya. Entah itu manusia nya atau sensor otomatis.

    Jatuh, mengganggu orang, mencelakakan adalah ketika fungsi bersinggungan dengan perspektif fungsi yang dibangun antar manusia. Sudah tidak murni fungsi antar benda.

    Mungkin begitu kira2 yaa 🙂

    Suka

    • Terima kasih penjelasannya, namun maaf saya tidak setuju. Menurut saya poka yoke itu intinya adalah nggak mungkin salah. Disebut tidak berlaku mungkin kurang tepat karena poka yoke bisa jadi metode untuk mengatasi output banyak yang nggak sesuai standar. Kalau sudah tidak ada defect baru mungkin tidak perlu.

      Menurut saya teknik poka yoke bisa diterapkan di berkendara juga. Misalnya kasus kecelakaan ER6N masuk jurang. Menurut saya itu adalah tanda kesalahan. Di kasus ini poka yoke berarti metode untuk mencari kira kira apa yang bisa dirubah di motornya atau apa yang bisa dilakukan pengendara untuk mencegah itu

      Suka

  4. Saya melihat kita punya perbedaan pemahaman soal Poka-Yoke. Tapi saya tidak menyalahkan.
    Pak Sucahyo mungkin mempergunakan logika Poka-Yoke yang tidak pernah salah sebagai kesatuan fungsi yang luas.. Saya setuju. Memang betul pak. Poka Yoke tidak akan salah. Atau kemungkinan untuk salah sangat kecil. Dan logika itu yang memang sangat bagus diterapkan ke semua hal seperti desain produk, mekanisme, bahkan prosedur dan lain2.

    Justru yang saya pahami adalah, Poka-Yoke yang sangat sederhana. dalam desain produk, sebuah benda/produk di desain sedemikian rupa agar manusia bisa membantu menghubungkan satu benda dengan benda lain agar tidak salah pasang. Biasanya paling umum dengan parameter bentuk dan ukuran. Ditambah dengan identitas lain yang lebih fleksibel seperti warna. Benda2 yang terhubung belum tentu sudah menjadi satu kesatuan fungsi.

    Dalam kasus kecelakaan ER6N, dalam pemahaman saya, Rem nya berfungsi dengan baik. Kalau tidak ngerem pasti terbang.. Rem nya tidak salah, meskipun outputnya sama2 celaka. Rem ABS pun mungkin akan berfungsi dengan baik tapi tetap saja kepeleset karena mungkin jalan licin dan faktor2 fisika lainnya, ditambah dengan faktor operator/pengendaranya.

    Mungkin yang Pak Sucahyo akan tawarkan adalah Poka-Yoke pada prosedur pengereman yang baik.
    Tapi prosedur untuk dijalankan manusia itu parameter nya terlalu fleksibel untuk output yang diharapkan. Terlalu banyak faktor tambahan yang mempengaruhi kontrol manusia ke benda / alat.
    mungkin jika Prosedur pengereman bisa se saklek ‘soket kotak ketemu kotak’, kecelakaan tersebut bisa dihindari.

    Kalau di Poka-Yoke pada benda /produk, benda didesain supaya punya kontrol terhadap manusia.
    Sedangkan pada prosedur, manusianya yang punya kontrol terhadap benda.

    Suka

    • Maaf saya masih kurang jelas cara pandangnya. Bisa diberikan referensi?

      Pengertian saya bukan seperti itu. Sebelum implementasi poka yoke pemakai awam bisa salah, setelah implementasi poka yoke pemakai awan nggak bisa salah lagi. Untuk kasus ER6N, poka nya adalah terlalu kencang, jalan licin dan ngerem depan dulu. Yokerunya adalah berjalan lebih pelan, dan motor dilengkapi ABS.

      Suka

  5. “Di kasus ini poka yoke berarti metode untuk mencari kira kira apa yang bisa dirubah di motornya atau apa yang bisa dilakukan pengendara untuk mencegah itu”

    Yang ini saya pisah, pak.

    Sangat bisa. Misalnya dengan membuat sensor2 tambahan yang berfungsi mendeteksi medan sehingga ketika parameter inputnya tidak layak, motor akan mengurangi kecepatan dan berhenti.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.