Kejadian ER6N masuk jurang jadi pelajaran untuk hati hati dan mengerem jangan mendahulukan yang depan


Barusan ada kabar bahwa ada rider yang kena musibah masuk jurang:
Kecelakaan Rider ER6N Terekam Kamera

Motor sepertinya tidak dilengkapi ABS:

Kejadian terjadi setelah rider melewati tanjakan dan saat cuaca sedang hujan:

Rider terlihat melakukan akselerasi saat di tanjakan sehingga jauh meningkalkan kamera:

Namun setelah melewati tanjakan terlihat kaget dan motor jatuh:

Mungkin pemandangan ini yang bikin kaget, ternyata jalannya menikung dan tidak ada pengaman:

Berikut videonya:

Ridernya selamat:

 

Jalan licin dan tidak mengenal medan mempunyai peranan yang cukup besar dalam kecelakaan ini. Yang juga menurut penulis penting adalah motor tidak dilengkapi ABS.

Di motor yang tidak dilengkapi dengan ABS sangat berbahaya bila mengerem mendahulukan rem depan. Dari cara jatuhnya, penulis menduga rider mengerem mendahulukan rem depan. Karena panik (penulis nggak tahu jari siaga di tuas rem atau tidak) maka tekanan rem depan dilakukan berlebihan sehingga motor menjadi jatuh.

Saat motor jatuh pengendara tidak akan bisa mengendalikan motor ataupun lompat dari motor lagi. Menurut penulis akan lebih aman bila mengerem belakang dulu, sesudah itu baru pakai rem depannya.

Penulis juga anjurkan untuk membiasakan menaruh jari di tuas rem dan membiasakan bila mengerem melakukan yang belakang dulu. Sehingga bila dalam keadaan panik tidak terlalu kuat tekanan rem depan.

Iklan

10 thoughts on “Kejadian ER6N masuk jurang jadi pelajaran untuk hati hati dan mengerem jangan mendahulukan yang depan

    • Tapi harus juga ingat bahwa ABS nya kebanyakan motor itu KW2 yang nggak bekerja dengan baik di tikungan. Jadi kalau penggunaannya pas lagi menikung, bisa jadi tetap bahaya.

      Yang butuh ABS itu terutama yang kalau ngerem depan dulu atau depan saja.

      Suka

  1. klo kondisi medan kyk gtu pencet rem belakang duluan yg ada motor jadi understeer sama aja masuk ke jurang.
    ridernya masuk jurang gara2 kurang sigap mengendalikan motor. motornya jga yg jenisnya cruiser yg susah diajak nikung cepat dan juga tidak mengetahui medan karena pada saat menanjak sblm akhir tanjakan malah ngegas kenceng, pas diujung tanjakan kaget krn ada tikungan(klo anak2 cornering nyebutnya tanjakan cilukba). klo hapal medan tanjakan tikungannya yg kyk gitu ga perlu ngerem sama sekali,cuman maenin gas doang cukup

    Suka

    • understeer itu cuma bisa terjadi kalau ngeremnya depan duluan. Coba cek keluhan rossi sama vinales di lintasan basah.

      Reaksi rider normal, karena ban depan selip sudah terbukti manjur banget bikin motor diluar kendali. Marquez pun saat recover dari jatuh macam begitu pasti melebar juga.

      Suka

      • Mau tanya pak dhe: Kalo ngerem depan duluan itu relatif lebih beresiko, terus kenapa ukuran, jumlah disk juga jumlah piston rem depan ‘lebih’ jika dibanding yg belakang?

        Suka

        • Duluan itu berhubungan dengan timing.

          Grip ban itu berubah sesuai dengan beban. Kalau belum dibebani gripnya kecil, kalau sudah dibebani gripnya besar. Termasuk juga ban depan.

          Grip ban depan tidak langsung mendadak secara ajaib dan nggak masuk akal lalu tiba tiba bisa 100%. Kenaikannya bertahap. Sesuai dengan beban yang diterima di ban depan. Seperti ditunjukkan di grafik berikut:

          Gampangannya kalau ngerem nggak boleh langsung 100%. Harus bertahap

          Tapi namanya orang panik tentu ngeremnya sering berlebihan. Dan ini yang bikin celaka. Karena grip depan belum banyak tapi sudah dipakai dipakai ngerem maksimal. Ya ndlosor.

          Untuk itu lebih aman kalau ngeremnya belakang dulu. Biar grip ban depan jadi nambah. Kalau grip ban depan sudah nambah, maka negrem depan jadi lebih pakem dan daya henti jadi lebih sip. Selanjutnya sesuai normalnya, daya pengereman akan lebih banyak bertumpu pada ban depan. Daya pengereman lebih banyak di ban depan.

          Jadi daya pengereman tetap harus lebih besar yang depan, tapi itu kalau grip ban depan sudah mantap. Nggak langsung tiba tiba. Rem belakang dipakai untuk bisa membuat grip ban depan mantap dulu.

          Semoga bisa mengerti.

          Banyak sekali orang yang takut untuk menambah atau menyesuaikan daya pengereman. Dari awal sampai akhir tenaga tetap sama. Di jalan licin juga caranya sama. Orang macam begini yang sering celaka kalau saat jalan licin. Mangkanya ada yang sampai ngomong kalau di jalan licin semua teori bubar. Karena mereka nggak membedakan timing dan perubahan distribusi berat.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s