Motor listrik itu nggak pantas dibilang lebih irit dari motor bensin


Motor listrik itu sering disebut lebih hemat:
Viar Q1 merupakan Motor listrik legal on road pertama dengan STNK – BPKB dan inilah detail semua jawaban!!

Q : Apakah biaya operasional motor listrik Viar Q1 lebih hemat dibanding motor bensin?

A : Ya tentu saja dengan Viar Q1 jauh lebih hemat. Coba kita asumsikan biaya bahan bakar motor listrik dengan motor konvensional. Maksimal pengisian yang dibutuhkan oleh Viar Q1 untuk menempuh jarak 60 km adalah sebesar 2 kwh atau sekitar Rp. 3.000,- (Rp. 1.500,- / kwh) per sekali pengisian, sedangkan motor konvensional membutuhkan sekitar 1 setengah lt atau Rp. 11.250,-. (Rp. 7.500,- per liter). Dan itu belum termasuk biaya servis berkala maupun pergantian part yang tidak ada di Viar Q1.

Menurut penulis tidak bisa dibandingkan seperti itu. Biasanya dalam menentukan irit atau tidaknya suatu motor itu harus dibandingkan dengan yang performanya setara. Yang satu kelas. Orang yang membandingkan iritnya Suzuki Nex dengan Suzuki Hayabusa pasti dihujat.

Nah perbandingan diatas itu senada. Masa ya motor sangat lambat dibandingkan dengan motor kencang?

Berikut contoh bila ada Honda Beat yang akselerasi saat Viar Q1 lagi lewat. Waktu yang dibutuhkan Viar untuk mencapai 402 meter adalah 26 detik:

Itu pakai asumsi top speed Viar Q1 55km/jam:

Sementara itu Honda beat yang sudah ngepur bisa mencapai 402 meter dalam 21 detik:

Top speed juga beda. Punya Viar Q1 maksimal 55 km/jam, sementara Honda Beat bisa 95 km/jam. Beda jauh. Jadi jelas dari sisi performa sudah beda kelas. Jelas nggak cocok dibandingkan. Wajar dong kalau motor lambat lebih irit?

 

Selain itu ada lagi faktor hubungan kecepatan dan jarak jangkau. Kan semua orang tahu kalau gas pol itu pasti beda iritnya dengan kalau nggak di gas pol.
Performa Motor Listrik Yamaha dan Viar Q1, Keren Mana?

Untuk spesifikasi motor listrik Yamaha E-Vino, motor ini menggunakan baterai lithium-ion dengan spesifikasi 50V-10Ah. Saat baterai terisi penuh, motor ini mampu menempuh jarak 30 km, dengan kecepatan puncak 44 km/jam. Namun, untuk mencapai jarak terjauh, kecepatan motor harus konstan di 30 km/jam.

Jadi untuk fairnya mestinya pakai yang kecepatannya sama. Dari spesifikasi Honda Dio, kalau motornya jalan 60 km/jam maka konsumsi bensin bisa 57.9 km per liter. Ingat bahwa ini angka real hasil dicoba.

Penulis nggak yakin kalau Viar Q1 digeber gas pol bisa mencapai jarak 60 km. Motor Zero saja katanya kalau di highway jarak jangkau jadi cuma separuhnya:

With an aerodynamic riding posture that helps deliver up to 223 miles in the city and 112 miles on the highway, the Zero S offers the highest range in the Zero lineup.

Dan juga angka yang disebut diatas 2 kwh itu kan cuma teoritis. Apa yang ngecharge batre 2kwh selama 5-7 jam beneran mengkonsumsi pas 2 kwh juga? Kalau beneran pas wah sakti banget chargernya. Yang punya Viar Q1 barangkali bisa coba ukur pakai meteran token? Tapi sayangnya waktu charging lumayan lama butuh 5-7 jam, ditinggal ngecharge tanpa ada orang juga bahaya.

Oleh karena itu anggap saja jarak tempuh saat Viar dijalankan di kecepatan 55 km/jam itu 30 km. Pengisian selama 5 jam butuh listrik 2,2 kwh, senilai 3.300 rupiah.

Honda Beat bensin premium seliter seharga 6.450 rupiah bisa untuk 57,9 km. Viar Q1 3.300 rupiah bisa untuk 30 km. Sudah 11-12 tuh. Nggak lebih hemat, nggak lebih boros. Tapi silahkan kalau mau ada yang iseng mengukur berapa jarak jangkau motor matik kalau dijalankan 30km/jam untuk dibandingkan dengan motor listrik.

 

Motor listrik juga tidak bisa dibilang bebas biaya perawatan. Butuh ganti baterai yang harganya mahal:
Baterai Motor Listrik Viar Q1 Masih Mahal, tapi Bisa Dikredit

Menurut Deden Gunawan, Corporate Manager PT Triangle Motorindo (TM), produsen motor Viar, harga baterai mencapai Rp 5 juta. Karena mahal, pembelian baterai bisa dilakukan dengan sistem kredit. “Kami menyediakan kredit,” ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (12/6/2017).

5 juta bisa untuk 5 tahun maka tiap hari (karena motor cuma bisa dipakai sekali charging sehari) kira kira nabungnya 2.700 rupiah. Jadi kehitung lebih mahal deh. Biaya perawatan motor bensin untuk busi, belt, oli dan filter udara rasanya nggak sampai 5 juta setelah 5 tahun.

Jadi sepertinya motor listrik itu dari sisi biaya pemakaian justru lebih mahal.

36 respons untuk ‘Motor listrik itu nggak pantas dibilang lebih irit dari motor bensin

  1. hhahaha,,,maklum om,,orang awam gk brfikir sampai disini,,
    kebayang naik beat kecepatan crusing 40km/jam,,sampek pegel bensin gk habis2,,saya yakin diatas 60km/liter.

    Suka

    • iya, pasti lebih irit.
      Menguji Kebenaran Motor Honda Yang Paling Irit

      Lomba adu irit konsumsi bahan bakar New Honda Revo 110 telah sukses digelar di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (15/3) dan mencatatkan sebuah rekor baru, yaitu satu liter bahan bakar untuk jarak tempuh 187 Km. Gila bener.. Setahu SL.com yang namanya motor irit palingan 1 liter/35 Km, tapi ini tembus 187 Km.

      Hasil rekor tersebut dipecahkan oleh Bapak Bambang Gunawan, dari kategori peserta umum. Padahal Bambang bukan seorang mekanik, tapi ia adalah seorang wiraswasta yang menggunakan Honda Absolute Revo 110 keluaran 2009. Menurut Bambang, ia mengaku kalau kunci kemenangannya terletak pada gaya berkendara dia saat memacu motornya dengan kecepatan 35-40 kilometer (km) per jam dengan posisi gigi empat.

      Suka

  2. Kurang kecil cc nya kalo beat

    Coba bandingin sama iritnya c70,, itu masih karbu lo,
    Coba c70 pasangin injeksi,, bisa 100km/l kalo cruising 40 kpj

    Suka

    • Masalah utama motor listrik itu, makin kenceng makin boros,,
      Kenapa? Dari motor listriknya ya emang gitu
      Ditambah dari baterainya, makin besar ampere yang dipakai makin dikit total kwh nya

      Jadi gini, anggap baterai 100 Volt, 2 kwh, dipakai di motor listrik 2 kw
      Kalo kita gas setengah maka pemakaian ampere 10 A maka bisa 2 jam, total 2 kwh
      Tapi kalo pemakaian amperenya 20 A saat gas full maka baterai tsb gak bisa mensuplai selama 1 jam,, pasti lebih rendah dari itu, bisa jadi totalnya cuma 1,8 kwh
      Apalagi jika dimodif agar motor listrik bisa pakai 40 A,
      Bisa jadi cuma 20 menit baterai udah abis

      Semua baterai seperti itu,, kapasitas teoritis bukan saat di discharging maksimum nya, tapi di rata2 nya
      Jadi misal baterai 2 kwh dengan top speed 60 kpj misal, kapasitas 2 kwh akan tercapai saat speed 30 kpj, diatas 30 kpj pemakaian gak sampai 2 kwh baterai sudah habis, di bawah 30 kpj bisa lebih dari 2 kwh

      Suka

        • Kelihatan kalo penulis ga pernah pake / ga punya molis
          Pasti komentarnya kaya gini beda kalo yang sudah pakai molis diatas 2 tahun pasti akan merasakan hematnya pakai molis kuncinya pinter merawat batre agar awet saya pengguna molis rakitan yang bisa mencapai kecepatan topspeed 120kpj dan jangkauan bisa capai 150km sekali cas

          Suka

        • ok. kalau nggak salah itu namanya hybrid. Jadi kalau ada kendaraan listrik hybrid maka itu artinya dalamnya ada gensetnya juga. Jadi pas baterai mau habis. gensetnya nyala dan ngecharge batrenya. tapi jadinya sama saja bohong. Memang bener motornya punya penggerak listrik. tapi masih pakai bensin untuk gensetnya.

          Suka

    • Auto charging gimana?
      Ga ada itu free energi

      Motor listrik 2kw ga bisa menggerakkan generator 2 kw, dan generator 2 kw gak bisa charging 2 kw juga,,
      Kalo motor listrik 2 kw dipakai buat charging 1 kw, maka yang kepakai buat jalan cuma 1 kw, malah makin lemot….

      Untuk sekarang hybrid masih solusi terbaik

      Suka

  3. Mungkin bukan performa target dari motor listrik. Tapi hilangnya polusi dari emisi pembakaran. Sekaligus tentang sumberdaya tak terbarukan. Merambat ke pemanasan global. Memperlambat rusaknya lingkungan dan memperpanjang umur bumi utk next generation. Mungkin loh ya

    Suka

    • Iya, masalahnya sumber listrik yang dipakai ngecharge masih bukan yang terbarukan. 75% dari batu bara, solar dan gas alam. Masih mencemari lingkungan. Akinya juga termasuk limbah B3.

      Performa nggak bisa ditingkatkan karena keterbatasan teknologi.

      Suka

        • Iya, ada pertimbangan seperti itu juga. tapi katanya sih sebagus bagusnya batre lithium yang sudah 5 tahun, kapasitas bakal cuma 80%. Padahal kualitas batre yang ada belum tentu sebagus itu. Kalau perlakuannya seperti batre hp, setahun bisa sudah soak.

          Suka

      • mungkin ide molis seolah terlalu awal jika ditilik dari hulu resourcesnya (sumber daya listrik masih mengandalkan generator bersumber energi yang tidak terbarukan), tapi juga tidak mubazir karena suatu saat evolusinya lebih cepat ke arah molis berperforma tinggi dan efisien (jika tidak diinisiasi dari sekarang, perkembangan dan riset molis akan mundur/tertunda juga)

        dan pada saatnya molis sudah berkembang ke arah teknologi ideal yang paten, kemungkinan besar sumber daya listrik juga sudah lebih banyak disuplai dari sumber energi terbarukan 🙂

        Suka

        • Yang jadi kendala itu sepertinya baterai. Dan teknologi baterai itu sudah di push oleh perkembangan hp. Sementara itu perkembangan motor listriknya sendiri sudah mentok. Cuma beda di kemasan dan implementasi.

          Menurut saya nggak banyak beda antara implementasi lebih awal atau akhir akhir. Konsumen sama sama harus bayar lebih mahal.

          Listrik energi terbarukan juga lebih mahal. Bisa jadi ongkos dan perawatan mesin bensin lebih murah.

          Suka

  4. Setuju nih, ditambah lagi masalah limbah baterainya nanti. Di Indonesia sepertinya belum ada pabrik pengolah limbah elektronik, jadi kalau baterai rusak dibuang tempat sampah dan merusak tanah/air jadi beracun yang memicu kanker dan penyakit mengerikan lainnya bagi penduduk disekitar pembuangan. Jadi ramah lingkungannya dimana ? CMIIW.

    Suka

  5. Pembahasan katanya 😉 karena tidak ada badan atau orang yg terpercaya valid untuk mengatakan hitam putih 😭 pengadaian dan katanya …. dari aturan yang omg dan tidak pernah bisa lurus menimbulkan ketinggalan dan gagap teknologi tanpa pernah ada kajian yang terbaik 😞

    Suka

  6. 800 watt dibanding 9HP, 9HP itu setara, 6500 watt, kalai dibanding cc, 800 watt setara 30cc

    Berapa rata rata kecepatan kendaraan motor di jakarta? hitung aja, jarak tempuh dalam km dan waktunya, sepanjang yang saya tahu nggk akan lebih dari 25 km/jam
    berapa kali top speed lebih dari 60 km/jam di dalam kota? sehari palingan 2 atau 3 kali touch 70kpj, dan palingan cuman dalam hitungan detik

    kenapa harus pakai kendaraan yang performanya over spec dibanding kebutuhan,
    Setahu saya kebutuhan, jarak tempuh, tidak sampai 20km, kecepatan rata rata max 25kpj, max speed sesekali 60 kpj saja, single seater, sesekali goncengan

    Suka

    • Kalau pemakaiannya pelan seperti itu, maka motor listrik memang bakalan lebih irit. Karena kalau motor bensin kan untuk ekonomis ada kecepatan minimalnya. Dengan jarak jangkau seperti itu, memang cocoknya motor listrik.

      Suka

  7. gw rasa point humanis nya untuk pake motor / mobil listrik adalah karena bebas polusi dan pakai sumber daya alam yg bs diperbaharui. karena minyak itu di prediksi 20-30 thn lagi akan habis (koreksi ya kalau salah)
    Bukan soal irit nya. Walaupun memang termasuk irit juga, tapi mungkin msh bs kalah dgn motor semacam Suzuki Nex.

    Yg sulit dan jd hambatan sekarang, teknologi battery itu tidak banyak berkembang selama dekade ini.

    Suka

    • Untuk prediksi sepertinya mundur terus. Lagipula pembangkit listrik kita masih mengandalkan solar. Kalau diprediksi langka, aneh juga karena harga minyak bumi tidak terus menerus naik tapi malah sempat turun.

      Untuk irit sebenarnya perbandingan memang tidak fair. Karena motor listrik top speed cuma 45 km/jam dibandingkan dengan motor bensin yang kecepatannya lebih dari 90 km/jam. Kalau ditambah dengan biaya tukar tambah baterai, malah sama saja, seperti contohnya gogoro.

      Iya, teknologi baterai sulit sekali berkembang.

      Suka

  8. wah menarik nih. saya jg kepikiran sama. ga yakin kalo motor listrik lebih irit drpd bensin😄, apa teknologi motor listrik kurang efisien? dibanding mobil listrik vs mobil bbm efisien nya lebih terasa. contoh tesla model x. yang sudah banyak yang ngetes rata2 mereka bilang 1kwh = 4 km so kalo dihitung2 mungkin sekitar setara 1 liter = 20-25 km. sekitar 2x lebih efisien dr mobil bbm? soal kecepatan banyak yang bilang mobil listrik jg lebih kenceng akselerasi nya (entah kalo top speed) tp bisa di bilang setara lah. walau harga nya masih mahal bingit hahaha.. entah.. kita lihat saja gimana kedepan nya….

    Suka

    • Yang jadi masalah di mesin bensin adalah kendaraan yang dibuat bertenaga tidak bisa dihilangkan tenaganya seenaknya. Sementara di kendaraan listrik bisa.

      Jadi bila kendaraan dibuat 100% fokus irit, pastinya kendaraan listrik akan kalah irit.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.