Mengomentari klaim MASPI bahwa mencampur minyak goreng ke oli mesin itu berbahaya


Dapat head up dari cici di grup “Oli mesin pakai aditif minyak goreng”, soal MASPI yang bilang mencampur minyak goreng ke oli mesin itu berbahaya. Artikel dimuat di liputan6, tapi sepertinya asalnya dari otoasia:
Oli Mesin Campur Minyak Goreng, Bisa Begini Efeknya

Sayang nggak ada penjelasan ilmiahnya.

Penulis komentari dulu soal gambarnya. Itu gambar rasanya bukan dari percobaan orang Indonesia tapi mencomot dari internet. Gambar bisa dilihat kalau search “engine sludge”. Itu adalah mesin mobil:
Timing Chain Repairs – 3.6L V6 Engine

Yang berikut malah lebih populer lagi:
Oplos Minyak Goreng ke Oli Mesin, Ademnya Bisa Jadi Cuma Sebentar

Kerak Mesin Menumpuk Performa Jadi Buruk

 

Jadi jelas gambar tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Kalau dipasang seperti itu jelas tujuannya adalah untuk menakut nakuti, bikin serem, horor, dst.

Yang diklaim membuat minyak goreng berbahaya itu adalah kandungan gliserin.
Oplos Minyak Goreng ke Oli Mesin, Ademnya Bisa Jadi Cuma Sebentar

Oplos minyak goreng ke oli mesin ramai di dunia maya dan disebut-sebut bikin mesin jadi adem. Begitu juga efeknya ke suara mesin, katanya campuran itu bikin jadi lebih halus. Benarkah demikian? Sebenarnya, pencampuran ini berbahaya karena minyak goreng merupakan bahan nabati yang rentan mengandung gliserin.

Apa itu gliserin?
Glycerine (Sweet Water)

Gliserin adalah Senyawa yang ada di alam dalam bentuk trigliserida, yang merupakan ester gliseril dari Fatty Acid. Semua lemak dan minyak yang ada di dunia mengandung triglycerida. Minyak kelapa Sawit mengandung sekitar 13,5% gliserin, yang tertinggi di antara lemak dan minyak komersial

Kalau dari angka itu, sepertinya itu mengacu pada asam linoleic.

Asam linoleic katanya mempunyai efek positif pada pengujian keausan dengan 4 bola:
Lubricating properties of vegetable oils and paraffinic oils with unsaturated fatty acids under high‐contact‐pressure conditions in four‐ball tests

It was shown that linolenic acid with three double bonds was the most effective at higher temperature, where the formation of a friction polymer was observed

Sementara itu penulis juga sebelumnya sudah membahas bagaimana kandungan stearic acid dan oleic acid sebagai aditif friction modifier masa depan:
Implementasi dan dasar teori trik sesat minyak goreng sebagai aditif pelicin oli mesin matik dengan hasil mesin lebih halus dan enteng

Ada beberapa pembuktian juga:
Chapter 2 – Utilization of Vegetable Oil as Bio-lubricant and Additive

Menurut buku diktat kuliah teknik kimia di UI, minyak nabati punya kemampuan melumasi jauh lebih tinggi daripada oli mineral:
PELUMASAN DAN TEKNOLOGI PELUMAS (Dosen Sukirno), DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FT-UI

vegetable oils can have excellent lubricity, far superior than that of mineral oil.

Tapi entah mengapa sama MASPI disebut aus makin banyak.
Oli Mesin Campur Minyak Goreng, Bisa Begini Efeknya

Efek lainnya adalah perubahan kemampuan terhadap pengaruh keasaman dan kekentalan pelumas, yang akhirnya berpengaruh pada masa pakainya di mesin. Kalau sudah begitu, maka efek langsungnya adalah naiknya jumlah gram (wear metals). “Naiknya wear metals adalah potensi metal surface scratch atau baret di permukaan mesin.”

MASPI mestinya tahu hal ini karena katanya anggotanya termasuk ahli oli juga. Mereka juga ingin dijadikan rujukan kalau tanya tanya soal oli:
Presentasi maspi

Misi
• Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan peranan pelumas dan cara pelumasan yang benar.
• Menjadi rujukan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai pelumas dan pelumasan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Berperan aktif dalam penyusunan dan pengembangan standardisasi pelumas.
• Menjalin kemitraan dan memberi masukan kepada Pemerintah dan berbagai lembaga nasional maupun internasional yang berkaitan dengan pelumas.
• Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pelumasan.

 

Diklaim juga bahwa mencampurkan minyak goreng dengan oli mesin bisa bikin sludge, tapi ada dua penjelasan yang bikin bingung:
Oplos Minyak Goreng ke Oli Mesin, Ademnya Bisa Jadi Cuma Sebentar

Terlebih lagi, pencampuran itu bisa menimbulkan sludge atau lumpur kental hasil pencampuran dua bahan tersebut. Memang, lumpur sisa campuran dua bahan kimia tersebut bisa hilang saat panas. Namun, keberadaannya bisa menambah lapisan.

Oli Mesin Campur Minyak Goreng, Bisa Begini Efeknya

Naiknya wear metals adalah potensi metal surface scratch atau baret di permukaan mesin. Lalu, karat terbentuk karena adanya water content berlebih, kecepatan pembentukan H2SO4 lebih cepat sehingga mempercepat terbentuk sludge yang akan berakibat fatal untuk mesin,

Yang bikin penulis bingung itu setahu penulis pembentukan sludge terjadi ketika oli mengalami oksidasi:

Oksidasi menyebabkan timbulnya sludge dan membuat oli makin asam. Jadi bukan H2SO4 yang membuat sludge, tapi oksidasi. H2SO4 itu salah satu efek dari oksidasi. Tapi heran mengapa kok waktu panas bisa mencair lagi. Setahu penulis kalau sudah teroksidasi, makin panas yang makin banyak sludgenya.

Soal kompatibel, mungkin oleh yang ngomong minyak goreng itu disamakan dengan castor oil atau minyak jarak. Padahal beda banget. Castor oil itu kandungannya beda. Sama pabrik oli mesin castor oil nggak boleh dicampur dengan oli mineral:
Walau castor oil itu dari bahan nabati, ternyata beda dari yang lain dan aslinya tidak boleh ditambahkan ke oli mesin biasa

Oli sintetik juga ada yang nggak kompatibel dengan yang lain, yaitu PAG:
Orang tahu oli sintetik itu daya pelumasannya baik tapi tidak tahu itu kecuali PAO yang justru jelek

Selai castor oil tersebut, minyak nabati disebut kompatibel dengan oli mesin biasa:
Environmentally Acceptable Lubricants – Biosmeermiddelen, backup

Changing from a mineral to a vegetable oil lubricant is relatively simple, as vegetable oils and mineral oils are compatible and vegetable oil lubricants will perform properly if some mineral oil residue remains.

Intinya, cara pemakaian oli yang baik, nggak perduli mau olinya ditambah minyak goreng atau tidak:

  • Cek suara mesin. Kalau mesin mulai kasar segera pertimbangkan ganti oli, jangan nunggu sampai suara mesin jadi halus lagi (karena oli makin kental karena oksidasi).
  • Cek warna oli. Jangan nunggu oli jadi hitam
  • Cek volume oli. Selama dipakai oli akan berkurang. Jangan sampai oli berkurang dari seharusnya. Jangan juga berlebih.

Sayangnya, di grup oli itu yang pertama dan yang terakhir nggak digunakan. Mereka pakai cara ngawur suara mesin kasar dianggap bagus dan volume oli berkurang dibiarkan (nggak semua, tapi ada yang begitu). Jadi kalau mereka posting hasil negatif dari hasil mencampur dengan minyak goreng, nggak usah heran. Bisa jadi di dalam mesin mereka banyak kerak karena metode yang ngawur tersebut. Kalau diberi minyak goreng pasti keraknya bakal larut dulu. Kalau dalam kondisi seperti itu dipaksakan dipakai lama ya pasti jelek banget hasilnya.

Kalau mesin banyak kerak maka hasil positif baru akan bisa didapat setelah percobaan kedua. Kali pertama anggap flush.

 

 

btw, Bisa jadi soal minyak goreng ini akan keluar lagi di eventnya MASPI:
Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI) Terbentuk untuk Penggiat Otomotif Tanah Air

“Ke depannya MASPI juga ingin mengadakan kegiatan serupa dengan frekuensi yang lebih rutin, tentu saja akan dikemas dalam bentuk yang lebih menarik dan interaktif lagi. MASPI akan hadir di ajang IIMS yang sebentar lagi akan diadakan di bulan April 2018 ini,” tambah Nadya.

9 respons untuk ‘Mengomentari klaim MASPI bahwa mencampur minyak goreng ke oli mesin itu berbahaya

  1. hahaha…katanya kumpulan ahli oli,,
    masak cari contoh sendiri saja gk bisa, cuma nyomot gambar google, salah jurusan pula,,kl mau bukti, tu motor saya hmpir 3 tahun pakai oli+migor,,suruh pelototin daleman mesin bersihnya kyak apa.

    Suka

  2. Om, mau nanya, sy berencana migrasi motor all new cb150r sy ke oli HDEO, sebelumnya menggunakan motul 3100 (rencana nanti akan ditambahkan migor juga, karena sy udh pakai migor jg di panther kapsul sy dan no problemo) boleh minta rekomendasi pakai oli HDEO apa ya untuk motor sy itu, buat flushing dan pemakaian setelahnya krn sy rada bingung milih yang pas nih.

    Suka

    • Saya lebih merekomendasikan PCM Fastron Techno 10W40. atau kalau sering kencang atau kena macet 15W50. Alasannya karena oli HDEO terlalu fokus ke pembersihan.

      Oli PCMO atau HDEO selain itu tidak berani menyarankan karena sepertinya tren oli PCMO / HDEO pada mulai menggunakan aditif extreme pressure semua.

      Menurut saya bila pemakaian olinya nggak sampai kelewatan masa pakainya nggak perlu flushing sama sekali.

      Suka

      • Siapp, dicopy om pakai Fastron Techno 10W40, nah sy seringnya pakai luar kota, jarak 60an kilo pp, jadi lebih recomended yg Fastron Techno 15W50 gitu ya om?
        kalau ganti oli rutin tiap bulan +-1000 km, kalau Fastron Techno + migor bisa dipakai buat brp km yg recomended?

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.