Duduk melorot ke depan nggak sesuai syariah kok protesnya ke ojol, harusnya ke pabrikan dong


Ada pengguna ojol yang protes karena jok motornya tukang ojek pada bikin penumpang merosot ke depan semua:
Keluhan Pelanggan Wanita: Sadel Ojek Online Jengking Jadi Bikin Nempel Pel

Saya peLanggan ojoL,ToLong perhatikan keLuhan saya. Mbok yao kaLok menerima driver juga diLihat kendaraan nya,sadeL dibuat standart saja jangan yang modeL jengking apaLagi dikasih peLumas ,saya duduk jadi mLortok terus ke depan,kaLok posisi nge rem Lebih parah Lagi saya jadi mLotrok pLus dempet sama bapak nya ????????

Itu yang protes mungkin seumur umur nggak pernah dibonceng naik motor dan baru sekarang merasakan nggak enaknya dibonceng naik motor masa kini. Itu protes jelas salah sasaran dan sudah telat banget. Sudah lama motor joknya nggak rata lagi.

Dulu memang jok motor itu rata:

Kalau sekarang? Seperti yang berikut ini saja sudah untung:

Karena ada kok yang pegangan untuk penumpang saja sama pabrik nggak diberi:

Atau sengaja dibuat susah dipakai:

Yang kelihatannya seakan mudah dipergunakan seperti ini:

Aslinya juga susah dipergunakan. Emangnya gampang pegangan kalau behelnya seperti berikut ini?

 

Nggak usah berharap pabrikan bakal menggubris yang seperti ini. Karena mereka itu memang maunya begitu kok. Si penumpang kalau duduk wajib nempel yang depan.

Padahal ada yang bilang nempel nempel atau sentuhan itu haram:

Hukum Jabat Tangan dengan Wanita Non Mahram

Sedangkan berjabat tangan antara laki-laki dengan gadis yang bukan mahramnya, dihukumi haram oleh ulama madzhab yaitu Hanafiyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah dan Hambali dalam pendapat yang terpilih, juga oleh Ibnu Taimiyah. Ulama Hanafiyah lebih mengkhususkan pada gadis yang membuat pria tertarik. Ulama Hambali berpendapat tetap haram berjabat tangan dengan gadis yang non mahram baik dengan pembatas (seperti kain) atau lebih-lebih lagi jika tidak ada kain. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 37: 358-360)

Contoh memang berjabat tangan. Tapi menurut penulis, penumpang cewek mendempet badan rider cowok itu lebih parah daripada kalau cuma jabat tangan. Daya khayalnya levelnya lebih tinggi.

Bukti pabrikan nggak perduli dengan soal begituan bisa dilihat dari apa yang mereka ajarkan di safety riding:

Nih cuplikannya, pegangan behel dilarang:

Kalau pegangan dianjurkan yang seperti berikut ini, wajib mesra dempet yang depan. Jangan tanya penulis kalau yang depan oversize. Tanya ke mereka yang ngajari begitu.

Lutut juga wajib menjepit rider, harus rapat pat:

Kalau untuk yang model “syariah” solusi mereka adalah pegangan bajunya. Tapi batasanya cuma risih, dan nggak menyinggung soal syariah:

Tapi lucu juga, itu penumpang padahal awalnya duduknya mojok ke belakang:

Pabrikan nggak ngerti soal syariah itu wajar, karena memang asalnya bukan dari Indonesia. Kita yang harus ngasih tahu.

Tapi masalahnya suara konsumen di Indonesia itu dikuasai oleh konsumen gadungan yang sok sporty yang berkoar koar kalau jok itu wajib nungging. Behel juga dianggap nggak sporty. Sama ngawurnya dengan permintaan mereka untuk bikin motor sport duduknya nggak nyaman. Mereka itu gadunngan karena kalau beli motor pasti lebih pilih motor matik.

Dari sisi handling sebenarnya juga nggak jauh beda. Lha wong motor lambat kecepatan maksimal cuma 100 km/jam kok ribut soal duduk harus sporty. Nggak masuk akal banget. Suspensi keras dipuji handling makin ok, seakan akan yang suspensinya geal geol nggak bisa dibuat melibas yang suspensinya keras. Seakan akan mereka bisa melibas tikungan lebih kencang kalau suspensinya keras.

Padahal juara dunia balap motor juga nggak nungging motornya:

Padahal juga kalau di MotoGP sekalipun suspensi itu butuh yang lunak juga:

Jelas bahwa teori nungging itu sporty dan suspensi keras itu sporty adalah khayalan belaka.

Rider juga banyak yang egois. Kalau masih bujang atau motor dipakai sendiri sih silahkan. Tapi kadang motor yang bakalan untuk keliling keliling sama anak dan istri juga cuek nggak mikiri istri dan bakal nyaman atau tidak.

Nggak cuma yang motor sport saja, yang jelas jelas menyiksa penumpang. Yang motor matik pun kadang nggak memikirkan penumpang. Bodi motor dibuat jumbo biar kelihatan seksi, tapi penumpang jadi mudah capek karena harus mengangkang. Jok dan behel dibuat menyiksa penumpang juga seperti sudah dijelaskan.

Tapi sayangnya suara konsumen itu selalu terwakili oleh rider rider model begitu.

Kembali lagi ke soal boncengan, solusinya pabrikan biasanya adalah: beli motor sendiri saja atau naik taksi saja. Bisa dimaklumi karena memang suara konsumen diwakili oleh yang sok sporty. Pabrikan tentu takut kehilangan pangsa pasar. Sementara itu berapa sih jumlahnya ojol? nggak signifikan banget. Namun tetap lebih bagus kalau si pabrikan mengajarkan safety riding yang syariah beneran juga.

Yang lebih terpengaruh itu sepertinya operator ojol. Pengguna ojol penulis lihat juga mayoritas cewek. Tinggal operatornya kasoh opsi biar si pengguna bisa milih rider cewek atau menolak kalau motornya pakai jok mesum.

Lebih baik lagi sih bila ada ojol syariah. Pakai khusus motor yang didesain syariah dan tidak perduli soal safety riding yang nggak syariah.

Iklan

17 respons untuk ‘Duduk melorot ke depan nggak sesuai syariah kok protesnya ke ojol, harusnya ke pabrikan dong

  1. Motor sekarang emang rata2 jok nya begitu.. Masa mau pasang sabuk yg diikat ke behel bir ga melorot.. Kan lebih repot dan bahaya kalo kecelakaan. Lebih baik siapkan aja bantal buat penghalang pengemudi dan penumpang.. 😀😀😀. Dijamin banyak penumpang ojok yg ketiduran.

    Suka

  2. Skalian saja dibuatkan box/ papan dari triplek di belakang punggung driver ojol/kotak besar yg kya kaleng krupuk di belakang driver ojol biar kaga nyentuh sama sekali. Motornya pun jgn pakai buatan jepang, haram

    Suka

  3. motor ‘terbaik’ buat ojek adalah yamaha nouvo
    ini dulu kata temen kantor cewek yg lagi hamil, jok rata, lebarnya pas, panjang bahkan perut hamil aja bisa ga nempel

    Suka

  4. Kalo di negara asalnya
    Motor cc kecil itu gak boleh buat boncengan…

    Kalo jok honda sekarang dah ada punuknya, yang mencegah pembonceng merosot,, di pcx, vario, ncb, dah ada
    Kalo cbr masih merosot mungkin emang gak pas buat boncengan

    Vixion masih merosot parah,

    Suka

  5. Soal behel, ane pernah ditegor temen gara” pas boncengan ane pegangan ke behel. Katanya ngeganggu handling dia. Yang ngeselin juga jok motornya licin, jd serba salah. Mau komplen juga nggak enak. Orang nebeng gratis 😂. Ngomong” emang ngaruh ke handling yak kalo yang d bonceng pegang behel?

    Suka

    • Kalau mau untuk handling memang harus tetap nempel depan. Nempel depan bisa sambil pegang behel kok. Kalau pegangan depan bisa capek kalau jarak jauh. Kalau nggak ridernya ya penumpangnya.

      Suka

    • tergantung klo nyantai harusnya gak klo kenceng ya mau gak mau… klo speed di kisaran 40kph harusnya gak sih tp klo kejauhan duduknya misalnya di behel ya mengganggu sekali, minimal jarak 5cm dan pegangan behel untuk low speed msh OK lah

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s