Cara Universiti Putra Malaysia membuat oli mesin dari bahan minyak goreng


Sebelumnya penulis sudah bahas bahwa ada oli yang pakai bahan minyak goreng (minyak kelapa sawit). Namun ternyata bahasannya kurang mendalam. Penulis saat itu nggak sebut yang meneliti. Yang meneliti itu ternyata adalah Universiti Putra Malaysia.

Minyak enjin dari sawit

Universiti Putra Malaysia (UPM) berjaya menghasilkan minyak enjin Green Synthetic Engine Oil yang berkualiti mesra alam dengan menggunakan stok asas utama iaitu Palm Oil Based Trimethylolropane (TMP) Ester. TMP ialah ester metil minyak sawit bersifat mesra alam dan meningkatkan biodegrasi. Minyak ini mengurangkan pencemaran alam, tidak toksik, melindungi enjin untuk tempoh lama dan bersifat bio.

Katanya oli mesin dari bahan minyak goreng ini lebih awet:

“Satu formula khas telah dibangunkan dengan menggunakan ester TMP dan bahan aditif terpilih untuk memenuhi keperluan pasaran. Bahan api atau bahan api bio yang lain mudah dibakar untuk membentuk karbon dioksida dan air selepas setiap penggunaan. Tetapi, minyak enjin motor akan kekal sama selepas penggunaan beberapa ribu kilometer (km) perbatuan. Minyak ini perlu diganti sekurang-kurangnya setiap 5,000km dan akan dikitar semula sehingga ia tidak dapat dikitar lagi dan perlu dilupuskan,” katanya.

Perhatikan bahwa oli itu masih harus pakai aditif biar bisa dipakai di mesin.

Perhatikan juga bahwa walau disebut tidak beracun oli mesin biasa pun tidak terlalu beracun. Oli menjadi racun karena dipakai, racunnya bersumber dari pembakaran:

Oleh UPM teknologi ini dilisensikan ke D2O:
UPM hasilkan minyak enjin dirumus dengan ester TMP

Ia dikomersilkan kepada D20 Resources Sdn Bhd, syarikat tempatan yang menjalankan perniagaan berasaskan minyak sawit. – UPM

Produk D2O:

Karena yang meneliti universitas, cara membuat di sharing juga. Yang jadi fokus mereka adalah untuk memperbaiki pour point. Biar bisa tahan di suhu beku:
Synthesis of Palm Oil Based Trimethylolpropane Esters with Improved Pour Points

To improve the low-temperature properties of palm oil based TMP esters, which are well below the requirements set by the lubricants’ manufacturers, the high oleic content palm oil based TMP ester with a pour point between −10 and −32 °C was synthesized.

Kekentalan dan VI dari hasil proses bisa bervariasi:

There were small variations in the viscosities and viscosity index values of high oleic content palm oil based TMP, in the region of 50 cSt and 199, respectively.

Trik untuk memperoleh oli yang bisa punya pour point yang bagus adalah dengan memperbanyak kandungan oleic acid dan mengurangi palmitic acid:

The concentration of C16:0 methyl ester in the starting material should be below 10% w/w to ensure that the pour points of high oleic content palm oil based TMP esters are below −30 °C. In addition, the reaction conversion to triester must also be maintained above 90% w/w to produce TMP esters with excellent pour points

Selain pour point yang bagus, oli mesin dari bahan minyak goreng juga punya sifat anti penguapan yang bagus:

Kebetulan penyulingan (penyaringan) minyak kelapa sawit juga akan mengurangi kandungan palmitic acid dan menambahkan kandungan oleic acid:

Ini bisa jadi alasan mengapa kita harus menggunakan minyak goreng yang dua kali penyaringan 🙂

Kalau dipasaran, minyak goreng yang punya pour point bagus itu adalah sunco:

Penulis sendiri nggak terlalu perduli. Seadanya saja, yang penting dua kali penyaringan 🙂 .

Iklan

Satu respons untuk “Cara Universiti Putra Malaysia membuat oli mesin dari bahan minyak goreng

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.