Impresi pemakaian oli mesin Shell Advance AX-5, cuma cocok untuk yang nggak pernah kencang


Dua bulan sudah penulis pakai oli Shell Advance AX-5.

Namun terasa oli sudah waktunya diganti. Oli ini sebenarnya bagus, karena kekentalan kalau dilihat dari per harinya tidak banyak berubah. Namun masalahnya oli ini bila dipakai kencang setengah menit saja seperti sudah kehilangan kemampuan pelumasan. Suara mesin jadi kasar, respon mesin jadi nggak enak.

Tapi kalau nggak pernah dipakai kencang, kecepatan (matik) dibatasi cuma 60 atau 70 km/jam maka mesin tidak akan jadi kasar suaranya. Ini terjadi mulai dari oli masih fresh. Sayangnya pemakaian motor penulis tidak seperti itu. Sehingga oli Shell Advance AX-5 tidak cocok untuk penulis.

Menurut penulis sifat tersebut terjadi karena base oilnya bagus tapi aditifnya jelek. Kemungkinan yang berpengaruh besar adalah VI improver. Dilihat dari spesifikasi, VI termasuk tinggi juga:

Sifat ini bisa dibilang kebalikan dari oli Xten. Oli Xten yang sebelumnya penulis coba kekentalannya stabil bila dipakai kencang, namun di hari berikutnya jadi lebih encer. Ini rasanya karena aditifnya bagus tapi base oilnya jelek. Kekentalan juga rasanya nggak sesuai yang tertera bungkus.

Ketika menjelang dua bulan pemakaian, Shell Advance AX-5 terasa sudah nggak enak kalau dipakai kencang sebentar. Mesin rasanya sudah terhambat. Jadi terpaksa harus pelan pelan.

Sekarang ini penulis pakai Mesran Super 20W50. Rasanya beda banget. Setelah dipakai kencang sekalipun mesin nggak jadi berisik. Mungkin Shell AX-5 bakal akan sama kalau penulis pakai yang 20W50, tapi penulis lihat di toko online sekalipun nggak ada, apalagi offline. Yang ada cuma 15W40.

Sebelum pakai Shell Advance AX-5, penulis pakai Evalube runner. Dibanding evalube runner Shell advance AX-5 jauh lebih mendingan, terutama karena kekentalan di per harinya bisa awet. Kalau habis dipakai kencang sih sama jeleknya.

Tambahan:
waktu dikeluarkan, warna oli masih termasuk bening. Penulis justru jadi curiga jangan jangan ini oli daya larutnya jelek?

Iklan

10 respons untuk ‘Impresi pemakaian oli mesin Shell Advance AX-5, cuma cocok untuk yang nggak pernah kencang

  1. pas aku mau ganti oli suzuki smash fi ditawari oli merk rj london kaya merk cat. ya sudah coba aja lah harganya 43ribu. sudah seminggu jalan 300km masih terasa enak, secara uji feling masih enak ini daripada oli shell ax7 yang selalu kupakai sebelumnya.
    Menurut bapak apakah oli ini bagus?
    Sebetulnya saya ragu ragu untuk memakai oli merk rj ini untuk jangka panjang karena sepertinya tidak ada reviewnya di internet.

    Suka

    • Iya, saya baru tahu ada merek itu. Sepertinya merek oli lokal. Sayangnya kadang memeriksa oli tidak bisa dari rasa enaknya saja. daya pembersih, daya larut, sifat oksidasi susah tahu.

      Bisa jadi terasa lebih enak karena ax-7 nya jelek.

      Namun saya simpulkan untuk oli merek nggak terkenal harganya termasuk mahal.

      Suka

      • tadi sore oli sudah kuganti di km 360, oli kok warnanya masih kuning harusnya kan ya agak menghitam lah,, berarti ga bagus donk? benar harga mahal, apa karena merasa value merknya udah terkenal di segmen cat yaa?

        iya AX7 jelek kayanya, soalnya keluhannya mirip ax5 di review bapak, kasar kalo ngebut dan rasanya membuat mesin kaya tertahan gitu deh.. padahal udah 3 kali aku pakai ax7.

        tadi coba pakai mesran super motor 20w50 sekalian ganti saringan olinya,, rasanya enak halus dan semrintil..

        menurut bapak oli yang tepat untuk smash injeksi apa ya pak?

        Suka

        • Sip, terima kasih sharingnya. Kalau masih 360 km, mestinya warna oli tidak banyak berubah.

          Bila AX-7 jadi kasar setelah ngebut berarti aditif nggak jauh beda ya. Mungkin cuma bahan oli yang lebih baik.

          Oli untuk smash injeksi menurut saya lebih cocok yang 20W50. Seingat saya juga kalau gas pol smash injeksi itu mentok di rasio gigi.

          Suka

  2. Om, kalau RN Aditif yang dipake pertamina pada produk Prima XP (baik SAE 20W-50 & 10W-40) itu termasuk aditif apa ya? apakah sejenis Moly atau Graphite?
    dulu waktu pertama kali diiklankan itu Prima XP diklaim sanggup 7500 Kilometer, katanya…., ane kira aktualnya 3000 km udah harus diganti tuh, hehehe….

    oh ya BTW dari yang ane amati, hampir semua oli khusus matic dipasaran yg kisaran harga dibawah 80 ribu itu ternyata semua pada pake aditif Molybdenum lho Om, kayaknya udah populer nih aditif buat oli matic,wkwkwkwk…., kan katanya malah bikin kerak, hehehe…..XD

    Suka

    • Waduh, saya juga nggak tahu apa itu aditif RN. Yang jelas yang namanya aditif tiap oli sebenarnya sama. Yang sepertinya beda cuma konsentrasinya atau pakai versi yang murah atau yang mahal. Bisa jadi juga bukan hal yang penting. Kalau beneran semacam aditif EP, mending dihindari.

      Klaim tersebut mungkin untuk mobil. Kalau untuk motor dibagi dua, alias cuma 3250 km.

      Soal oli matik pakai aditif EP, mungkin karena kesan pertama kan jadi beda banget. Suara mesin lebi halus. Soal umur oli makin pendek, atau saat aditif EPnya sudah habis (sifatnya konsumtif), rasanya orang nggak bakal perhatikan. Saya sih nyesel pernah pakai oli khusus matik yang ada molynya.

      Suka

      • yang pasti udah pernah ada yang pake di motor kopling basah Om dan ngga bikin slip kopling. rencana ane mau tuang nih Oli di Aerox ane, pertimbangannya ini oli udah Synthetic yg ngga Full/Fully (blend kayaknya), sertifikasi udah API SM, API CF, dan ACEA A2-96/B2-98. dan yg jelas oli ini ada data sheet nya sebagai bahan informasi olinya (ngga kayak Yamalube yg data sheetnya nihil di web resminya). Kalo oli ini cocok nanti ane sharing deh impresinya, kan Om sendiri pernah bilang lagi cari oli harga 50 ribu kebawah tapi bisa long drain 3000 km minimal, oli ini termasuk terjangkau, ane beli 54 ribu aja, lebih murah 9000 dari PFT ijo, ditempat ane. Kalo hasilnya bagus kan bisa buat referensi kedepannya, hehehe….

        Suka

        • ok. sip. sebagai perbandingan yang sudah pernah coba oli apa saja?

          PFT hijaunya murah tuh. prima xp yang 10W-40?

          Prima xp bukan sintetik tapi grup II atau HVI:
          Pelumas pertamina

          PRIMA XP SAE 20W-50 adalah pelumas mesin bensin yang diformulasikan dari bahan dasar pilihan berkualitas tinggi dari jenis HVI dengan aditif hasil teknologi mutakhir dalam jumlah, jenis dan komposisi yang optimal, antara lain detergent dipersant, anti oksidasi, anti aus serta (VII) Viscosity Index Improver yang kesemuanya mampu memberikan perlindungan yang maksimal terhadap bagian-bagian mesin yang dilumasi.

          Suka

          • bener Om, Prima XPnya yang encer SAE 10W-40 API SM (sbelumnya ada yg API SL dan API SM, tapi akhirnya yg SL didiskontunyu). kalo yg SAE 20W-50 ane mau coba di JupiterZ 110 setelah selama 3 tahunan ini ane setia pake Meditran SX yg notabene HDEO SAE 15W-40.

            Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s