Solusi mencegah mesin mati mendadak / hilang kompresi matik Yamaha selama ini mbeleset?


Mesin mati mendadak karena hilang kompresi di motor Yamaha katanya sudah penyakit.
Penyebab Motor Los Kompresi dan Cara Mengtasinya

Kali ini saya akan membahas pertanyaan yang sering di tanyakan di grup x-riders Indonesia mengenai motor yang sering mati mendadak pada saat jalan, yupss kejadian seperti ini sering sekali ditanyakan beberapa member dan juga dari beberapa rekan X-rider lain yang bertanya melalui sms pada saat kejadian, lalu apa sih penyebab nya motor sering mati mendadak???

Penyebab Motor Los Kompresi dan Cara Mengtasinya

namun perjalanan tidak begitu mulus ditengah perjalanan tepatnya daerah Cikoneng Ciamis motor x ride saya tiba-tiba brebet pas di gas dan lama kelamaan semakin hilang tenagany

Cara mengatasi Motor Injeksi Mati Mendadak, Efek Jarang Service…

Beliaunya pakai Yamaha Xride (2013), pemakaian dilakukan terus menerus entah kenapa disaat dirinya mau berangkat kerja ditengah jalan motornya mati mendadak.

Berikut penjelasan dari internet mengapa itu bisa terjadi:
Tips Ketika Motor Matik Mati Mendadak Karena Hilang Kompresi

Ada beberapa penyebab hilangnya kompresi ini antara lain:
– Setelan klep yang terlalu rapat dengan kompresi tinggi.
– Kerak pada dinding mesin yang protol atau ngelonthok dan menyumbat klep.
– Kurangnya asupan BBM

Penyebab dan cara mengatasi X-ride “mati” mendadak

Permasalahan pada aki/accu
Permasalahan Sikring
Permasalahan ECU

Solusinya kalau sedang mengalami ada yang menyarankan pakai oli:
Tips Darurat: Mio Hilang Kompresi? Semprot Pake Oli Brad!

Pada ruang bakar cukup disemprotin oli, lewat lubang busi doang. Hal ini sering dilakukan mekanik, saat menemui masalah seperti dibilang brader Freddy tadi.

Dengan diterapin trik seperti itu, alhasil motor bisa hidup lagi dan normal kembali brad. “Ketika oli masuk pada ruang bakar, otomatis akan memperpadat ruang kompresi. Nah, ketika motor diengkol (kick starter), oli masuk ke sela ring seher, sehingga mendorong keluar ring yang rapet, jadi mekar lagi,” jabar mekanik ramah ini.

Lantas soal klep nyangkut, gimana? “Sedangkan pada klep, oli bisa mendorong kotoran yang bikin klep nyangkut. Sehingga, katup bisa menutup sempura. Dengan begitu kompresi akan timbul kembali untuk menghasilkan tenaga mesin,” sambungnya.

Cara mengatasi Motor Injeksi Mati Mendadak, Efek Jarang Service…

Kompressi hilang, harus bongkar? seharusnya iya, namun sementara supaya motor bisa diajak jalan ke bengkel, ilmu mujarapnya adalah dengan cara cekoki ruang bakar dengan oli mesin secara langsung melalui lubang busi. Oli diambil dari oli mesin bekas ataupun baru, namun misalkan ditengah perjalanan enggak ada oli bekas, bisa pakai oli mesin yang diambil dengan sedotan lewat lubang masuk oli mesin (darurat juga)

Dikasih oli, dan sebelum dihidupkan..diselah dulu pakai engkol beberapa kali supaya oli bisa merata. Kenapa enggak pakai elektrik starter? Jawabannya biar hemat battery..supaya voltase battery enggak drob, pasalnya banyak pengguna dikala motornya mogok dipaksa dinyalakan pakai elektrik starter, imbasnya battery drop dan jadi dobel kerusakan. Pasang busi, dan coba di starter, pengalaman bisa saja tekanan kompressi akan membaik, namun biasanya butuh 1-4 kali pemasukan oli (tergantung tingkat kebocoran) bahkan bisa juga oli yang kita masukkan enggak bisa menahan kebocoran (harus bongkar).

Tapi kalau mau sip harus ke bengkel untuk membersihkan kerak:
Yamaha Mio Tiba-tiba Mogok, Ini Salah Satu Penyebabnya…

Salah satu gejala jika kompresi motor berkurang adalah jika motor saat diajak riding tiba2 mati mendadak dan setelah didiamkan kurang lebih 5 menit motor bisa hidup lagi atau kompresi dipancing dengan cara memasukkan oli mesin ke ruang bakar agar kompresi kembali padat, setelah motor hidup knalpot langsung ngebul asap putih karena proses mancing kompresi pakai oli mesin tadi. Jika motor sudah seperti itu tanda2nya kompresi berkurang.

Jadi yang selama ini dipercaya mesin mati karena hilang kompresi itu terjadi karena muncul kerak.

Muncul kerak tersebut diduga karena mesin tidak dirawat:
Cara mengatasi Motor Injeksi Mati Mendadak, Efek Jarang Service…

ditemukan bahwa teman kang Majid ini memakai motornya terus menerus untuk bekerja namun jarang masuk bengkel (jarang service). Jarang service termasuk jarang cek battery, jarang ganti oli, Jarang bersihkan filter udara, jarang gati busi juga dan lain sebagainya…bahkan menurut jawaban beliau, ketika ditanya kapan terakhir ganti oli? tau jawabnnya apa? lupa.

Skutik Mendadak Lost Kompresi? Ritual ini Jangan Diabaikan, Dong!

“Lagi-lagi, kalo hal ini umumnya terjadi karena dipicu oleh faktor perawatan yang lalai. Ya, kayak ganti oli itu, brad. Padahal penggunaan motor sangat rutin atau jam terbangnya tinggi,” terang brader Muhammad Soleh, mekanik bengkel umum ber-ngaran Family Motor ini.

 

Tapi anehnya, Yamaha mengklaim bahwa motor Yamaha X-Ride yang sekarang tidak akan lagi mengalami yang seperti itu karena mesinnya sudah diperbaiki:
Yamaha Tegaskan Masalah Teknis X-Ride Teratasi

Setelah berbicara dengan tim teknis, saya pastikan tidak akan terjadi lagi masalah lost compression di motor ini. Karena selain kami lakukan penyempurnaan di sektor performa mesin, juga kami lakukan beberapa perbaikan terkait masalah seperti itu.

Jadi menurut yamaha masalah terjadi bukan karena motor kurang dirawat tapi karena memang ada masalah.

Memang sih ada yang mengalami itu pada saat motor masih terbilang baru:
Yamaha Mio Tiba-tiba Mogok, Ini Salah Satu Penyebabnya…

malik: nanya bos, ane punya x-ride, baru beli pertengahan oktober 2014, trus kemarin (akhir jan 2015), tau2 motor mogok, gara2 lost compression. umur baru 3,5 bulan, sejak awal pemakaian juga pake pertamax terus, padahal 2 hari sebelumnya barusan di servis juga. itu kira2 apa sebabnya? makasih berat sebelumnya

haeruddin: saya pake motor x-ride baru 7 bln,,motornya biasa dipake perjalanan jauh…
kemarin tiba-tiba mati seperti penjelasan diatas…sy bawa kebengkel, org bengkelnya pancing pake oli bekas baru mau jalan..dan seminggu kemudian motor mogok lagi dan d bgkel sy disarankan ganti busi…. akhirnya, sy k servis resmi yamaha malah disruh ganti saringan udara.. tetapi selang 2 minggu penyakitnya kambuh lagi, busi yg baru diganti sdh hitam dan sy ganti busi lagi..

Bisa jadi klaim Yamaha tersebut benar mengingat selama ini motor Yamaha terkenal haus oli (olinya cepat habis) dan olinya sering kecampuran bensin. Busi jadi hitam di testimoni sebelumnya juga menunjukkan pembakaran tidak sempurna (masalah di ECU).

Sayangnya solusi tersebut tidak dijelaskan oleh Yamaha. Akan lebih baik bila Yamaha bisa sharing solusi yang mereka lakukan apa. Ganti per klep kek, ganti busi lebih panas kek, dst.

Untuk yang sekarang ini motornya masih dilanda masalah itu coba pakai oli yang lebih baik, jangan pakai Yamalube. Jangan maniak oli encer, sebaiknya coba oli kental pertamina yang 20W50 atau 15W50, selain awet, tidak mudah menguap, daya perlindungan juga lebih bagus. Jangan biarkan olinya habis. Tambah minyak goreng bila perlu.

Pembakaran sebaiknya diperbaiki. Jangan pakai filter ferrox atau knalpot racing. Jangan pakai busi dingin. Lihat warna busi, jangan sampai hitam basah atau berbintik. Hindari pertalite. Pakai pro capacitor bila perlu (he he he he). alternatifnya bisa coba cemenite, atau magnet di selang bensin. Coba pakai coil di kabel busi pakai aturan kumparan cemenite.

41 respons untuk ‘Solusi mencegah mesin mati mendadak / hilang kompresi matik Yamaha selama ini mbeleset?

  1. Apakah vampire oli ini bisa jg disebabkan oleh inreyen yg model hard itu ya om cahyo ? Kalo iya kenapa cm ymh yg terkenal vampire Tp aerox ane sama sekali nggak vampire Ane inreyen nya sesuai buku petunjuk Ya perjuangan yg sangat berat memang ha ha

    Ane pernah pake ymh pagi pagi cuaca dingin mati sendiri saat turunan/ lepas gas Posisi baru berangkat dr rumah langsung tanpa dipanasi Oli masih standard 10W-40 Busi dingin Cr9e standard nya Cpr8 e Dugaan ane dr busi Tp kenapa baru sekarang mati Ane ganti busi udah berbulan bulan udah pernah ganti dgn busi yg sama ga ada masalah
    Dugaan yg selanjutnya oli karena Sebelum nya pake 0w-40 aman aman saja Nah yg terakhir dugaan ane yg terkuat Ane “Kebanyakan ” make bahan tambahan di bensin Sejenis peningkat oktan tp ane pake supaya seluruh saluran bensin bersih aja tp ane pakenya asal banyak ga pake ukuran padahal pas ane isi pertamax turbo lg
    Menurut om Cahyo bagaimana ? terimakasih

    Suka

    • Kalau banyak yang mengalami mungkin sudah cirinya. Aerox mungkin sudah beda karakteristik. Karena rasanya yang kena biasanya adalah mio dan sekerabatnya.

      Bisa juga sih penambahan aditif bensin mempengaruhi. apalagi kalau pakai pertamax turbo. Pertamax turbo kan mestinya daya bakarnya tidak sebagus yang oktannya rendah. Oktan tinggi kan lebih susah terbakar. Dan juga kandungan energinya lebih sedikit. Kalau aditifnya tidak menambahkan energi, hanya oktannya saja, maka malah berefek negatif.

      Penambah oktan itu rasanya cuma cocok untuk dipakai pada bensin oktan rendah macam premium.

      tapi bisa juga dari aki. Karena biasanya kalau aki lemah kadang bisa mogok di jalan juga.

      Suka

      • Karena dimention di komen gan diatas, jadi ingat soal inreyen. Sepertinya menarik juga pak klo dibuatkan artikel soal metode inreyen model hard vs model pabrikan, disertakan contoh kasus & bukti2nya.

        Selama ini walaupun smua pabrikan sudah jelas2 nyatakan metode inreyen trbaik versi mereka selaku yg buat kndaraan tapi selalu saja ada
        bbrp pihak yg bilang hard inreyen adalah yg terbaik bwt mesin, slalu klaim hasil akhirnya power lbh besar dr inreyen sesuai anjuran pabrik, bbm irit, dan durabilitas mesin juga baik2 saja.

        Pdhl pabrikan justru ‘menakut2i’ inreyen cara sadis justru merusak & membuat mesin tdk maksimal.

        Sepertinya blm pernah lihat studi ilmiah dengan hasil terukur secara kuantitatif yg membandingkan 2 kendaraan yg identik inreyen dgn 2macam metode tadi utk buktikan klaim siapa yg paling benar.

        Suka

        • Iya, metode ilmiah nggak ada. Tapi ada faktor yang sangat penting yang rasanya jarang diperhatikan. Motor luar yang direkomendasikan pakai inreyen kasaran itu biasanya kan sekelas R1 atau motor sport 1000 cc lain yang mesinnya sudah pakai solid lubricant atau pelindung mesin. Oli mesin yang mereka pakai juga bukan ecek ecek macam yang ada disini.

          Sementara itu motor yang disini di hard inreyen mesinnya sama sekali nggak ada pelindung. Paling cuma piston dan dinding silinder, sekelas alusil (yamaha) atau nikasil (suzuki). Oli mesin juga jelas jelas kualitasnya di bawah standar.

          Saya pernah punya Honda grand inreyen pakai jalan kencang, nggak butuh beberapa km, sekejab saja langsung terasa negdrop tenaganya. Setelah itu punya shogun 110 inreyen alus banget. Tenaga sampai 1000 km masih serasa nyis. Tapi sayang sama bengkel di bleyer bleyer. Hilang sudah usaha untuk inreyen halus.

          Suka

          • lha ini dia, Om Cahyo menyebut ALUSIL pada teknologi pelapisan silinder motor yamaha jaman now dimari, itu emang bener adanya, teknologi DiASil emang boleh dibilang ya ALUSIL itu sendiri, sesuai kepanjangannya, “Die Casting Alluminium Silicone” sementara AluSil ya “Alluminium Silicone”, allias bisa dibilang ini adalah Nikasil versi hematnya/versi “pahe” nya, karena kagak pake “Nickel”, hahaha…. 😀
            , tetapi teknologi DiASil dikatakan memiliki kelemahan yang berkaitan dengan kasus Vampire Oli, menurut Pak Boen dari youtube “SiBoen Chanel”, penyebab daripada Vampire Oli motor Yamaha adalah karena Teknologi DiASil itu sendiri, dengan boring silinder aluminium dikatakan memang bisa bikin cepat pelepasan panasnya, namun disisi lain keburukannya juga silinder aluminium bikin suhu mesin mudah panas dan suhunya lebih tinggi daripada boring baja biasa, sesuai sifat dasar aluminium, ini yang membuat oli mesin lebih mudah menguap sehingga dibilang Vampire Oli, gitu sih kata beliau di salah satu video youtubenya, kira2 menurut Om Cahyo masuk akal nggak?

            Suka

            • setuju soal alusil.

              Soal bahan aluminium jadi penyebab penyakit itu, seingat saya mesin suzuki juga aluminium tapi nggak pernah dengar matik suzuki mengalami kejadian semacam. Piston dan ring pistonnya juga rasanya bahannya bukan dari baja tapi bahan ringan.

              Soal lebih panas. Setahu saya mesin itu dibuat dari bahan aluminium biar panas ruang bakar jadi lebih mudah menyebar. Memang sih kalau kena kulit lebih sakit. Ibarat panci yang pegangannya kayu dipegang lebih dingin daripada yang pegangannya logam.

              berkurangnya oli juga belum tentu karena menguap. Bisa jadi juga bisa valvenya olinya bocor, maka oli bakal mengocor lewat valve juga. Kan cukup aneh bila valve bisa menumpuk olinya. Itu oli yang menumpuk di valve sumbernya darimana?

              Suka

        • Reyen kayanya omong kosong kalo buat motor india, krn dlm tahap produksinya udh dibleyer2 di pabriknya sendiri.

          Kalo di beat ane reyen sendiri, soft reyen, yg jelas diexplore semua rentang rpm, speed rendah sampe topnya, tapi gak dibejek (akselnya bertahap/halus/soft),
          ngerem jg halus tapi bukan berarti ngerem dikit2 (tetep dimentokin tapi bertahap/halus/soft)
          soft reyen yg bawanya pelan2, ngeremnya dikit2 itu menurut ane salah kaprah. Soft itu gak seperti itu.
          Kalo yg transmisi manual ya pake semua gearnya, mentok rpm sampe red line di tiap gear, yg penting soft nggak grasa grusu.

          Suka

          • sip terima kasih infonya.

            Kalau untuk motor suzuki baru, dibleyer kencang langsung ketahuan berubah suara knalpotnya.

            Kalau saya sih reyen nggak pernah pakai rpm tinggi. Tapi rpm juga nggak terlalu rendah juga.

            Suka

    • klo liat kompresi motor aerox sama ky engine sejenis cukup pake pertamax aja agan Anto, klo pertamax turbo sangat mubazir, kecuali motor udh d upgrade kompresi & pengapian.

      pernah baca d Motorplus wkt uji coba BBM (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo ) Yamaha MT-25 (RK 11.6:1), d uji d mesin dyno hasil maksimum na pake pertamax & konsumsi BBM jg pake pertamax.

      trs pernah uji coba lg BBM (Pertamax, Pertamax turbo, shell 95, TOTAL 95) KTM Duke 200 (RK 11,3:) hasil maksimum malah pertamax turbo.

      jd pemilihan BBM harus tepat agar engga buang² uang & mubazir. begitu gan.

      Suka

  2. Alhamdulillah ane ga pernah kena, ane pemakai yamaha 7-8x ganti model, motor kerja motor turing, oli yamalube, tanpa modif mesin… X-Ride 2014 masih ada motor tempur bini

    Suka

  3. Ane sesekali pakai pertamax turbo karena irit sekali Bahkan sampai ke titik avg paling irit 52,3 km/l setelah pake per. turbo Padahal ane bawa nya sedang buru buru Ane yakin bisa naik lagi avg nya Mesin jg lebih hening dan tak ada gejala overheat ( Pake per. turbo tidak pernah lebih dr 2 jam )

    Entah apa ane yg gagal paham Bensin lebih Irit berarti pembakaran lebih sempurna Pembakaran lebih sempurna berarti cocok Sebelumnya mudik sampai ke titik terendah avg nya 34 km/l pakai pertamax

    Ketika kejadian mati mendadak itu Odo nya antara 13000 km sampai 16000 km Setelah 16000 km service di beres Minta injector cleaner ( yg diinfus itu ) sama carbon cleaner Setelah nya getaran mesin jd lebih terasa Feel saya sih performa meningkat ga signifikan tp cukup meyakinkan bahwa Sebelumnya ada penyumbatan karbon Bisa jadi karbon lah yg menyebabkan lost kompresi seperti disebut jg di artikel ini

    Suka

    • Sip, terima kasih infonya.

      Bensin oktan tinggi itu diberi tambahan aditif anti kerak karena rasanya oktan tinggi lebih mudah menimbulkan kerak.

      Selain itu di bensin yang lebih mahal biasanya ada pelicinnya juga. Lebih licin = lebih irit.

      Mungkin sekali sekali pakai oli nggak standard, misal fastron techno lalu dibandingkan lagi

      Suka

  4. gw pernah ngalamin pake mio dulu tp itu waktu pake premium. sekarang pake pertamax gak pernah mati begitu (sekarang ganti pertalite sih). Premium kekx cenderung lebih kotor drpd Pertalite.

    Tapi paling enak Tornado GS, pake premium atau Pertamax gak pernah lost tenaga, dulu pernah begitu karena businya kebanjiran oli. setel oli manual + bersihin busi dah tokcer lg.

    2 tak emang andalan dan gak rewel… hahahaha

    Suka

  5. Ane ingetnya setahun yg lalu Untuk menempuh jalur yg sama Ane perlu ngisi 30 ribu bensin/pertalite buat beat karbu Kalo pake beat f1 15 ribu
    Nah kalau setahun yg lalu tuh bbm udah naik berapa kali ane ga tahu Baca-baca selama jokowi jd presiden harga bbm udah 12x naik Sebelum naik kemarin kalau pake aerox yg cc nya 155 ane kalo isi full perlu pertamax 15 ribu sampai ke full kalau langsung ganti pake pertamax turbo ane isi 15 ribu ga full Ane cuma sesekali Ga pernah coba murni pertamax turbo tp kalau pas kejebak macet parah pernah sampai ngisi 20 ribu
    Paling gampang ya lihat mid Bisa langsung lihat konsumsi bensin aktual nya ketika berkendara maupun rata-rata nya

    Suka

    • terima kasih sharingnya. Beat FI mungkin lebih boros karena sudah lama. Dulu waktu beat esp saya masih baru bisa sama iritnya dengan spin karbu yang diiritkan. baru 10 ribu km beat espnya sudah boros.

      Suka

    • Gak usah curi2 kesempatan bc presiden bang.
      Harga premium 2013 sama skrg gak beda, harga pertamax 2013 lebih mahal dari skrg.

      Suka

  6. Agan roy paling jauh pake 2 tak berapa jam perjalanan ? Serius ne bisa diandalkan Belum pernah pake 2 tak seumur umur Lugu banget ane yak ha ha

    Suka

  7. Saya juga pernah pake beat esp waktu hujan, kasusnya mirip sama mas @anto diatas. Padahal oli std pabrikan, busi juga belum ganti. Ane tanya ke mekanik ahass katanya sensornya kehalang lumpur atau apa gitu. Apakah itu masuk loss kompresi juga ya?

    Suka

  8. Memang pernah terjadi di soul gt115 lost kompresi juga saat perjalanan dari semarang ke tangerang, lost di palimanan entah kebetulan apa memang karena efek pertalite karena matinya setelah motor di geber di jalan lurus pas nemuin lampu merah mesin tiba-tiba mati akhirnya saya usaha kick stater dan stater elektrik 15menitan baru bisa.

    Suka

  9. kalo Jupiter Z 110 ane tiap mau distarter pagi atau pada saat mesin udah dingin setelah dipake tadinya, itu mengalami gejala “hampir” lost kompresi, yaitu kick starter di slah agak ngelos tapi gak sampek ngelos banget, ada tahanannya tapi agak lemah gitu, itu kira2 kenapa ya Om?
    apakah itu suatu pertanda bahwa piston sudah aus? atau ring seher juga aus?
    saat awal dinyalakan dipagi hari,motor gak bisa di gas lancar alias muncul gejala mbrebet, harus nunggu 2-3 menit dulu baru lancar jalannya, kalo mesin udah panas baru kerasa enak nanti pas dipake dijalan, apalagi kalo pas pemanasan awalnya agak lama mesin baru bisa kerasa padet dan mantab tarikannya, dan juga saat dipake buat jalan jauh gitu, kalo saat awal kondisi baru dihidupkan itu pemanasannya cuma bentar katakanlah semenit doang, nanti sewaktu dipake lama gejala overheat lebih cepat munculnya, tetapi kalo pemanasan awal dilakukan agak lama katakanlah 4-5 menit mesin lebih terasa tahan lama untuk digeber.
    gejala2 diatas nampaknya tidak ditemui pada motor honda, di pagi hari supra fit bokap dipanasi gak sampe 30 detik motor di gas langsung greng responnya, kira2 rahasianya apa ya Om? padahal lho sistem pelumasan motor bebek honda cuma ngandelin cipratan bandul kruk as ngga se advance bebek suzuki atau yamaha, di suzuki dikenal yang namanya SALCS klo di Jupiter z 110 dikenal PCS (Piston Cooling System) dimana ada nozle yg nyemprot bagian bawah pen piston.

    Suka

    • Kalau diselah pakai kaki ada terasa ringan kemungkinan itu teknologi dekompresi. Tujuannya kalau distarter pakai kaki nggak berat.

      Soal mbrebet, kemungkinan campuran bahan bakar terlalu kaya untuk rpm rendah. kalau ada setelan pilot jet luar coba diatur. Atau ketinggian jarum skep dibuat lebih dalam. Kalau itu injeksi, maka coba carbon clean dan ganti sensor oksigen.

      aneh juga bila gejala overheat dipengaruhi oleh pemanasan mesin. Oli sekarang apa?

      Suka

      • lho bukannya sewaktu manasin motor pertama kali diwaktu pagi, dimanual book malah nyuruh ngaktifin tuas choke om, dimana artinya supply bbm biar jadi lebih banyak/rich kan fungsinya?

        oli sebelumnya pake meditran sx, dan sekarang baru coba prima xp, baik sx atau xp ngga ada pengaruhnya sih, ya soal pemanasan itu saja yg berpengaruh, apakah ini terkait dengan oli yg lebih kental saat suhu dingin, mengingat oli prima xp yg ane pake sekarang SAE depannya 20, jadi butuh pemanasan yg agak lama ?

        Suka

        • Tetap bisa terjadi setelan terlalu boros atau irit. Terlalu boros mesin segera mati setelah distarter. Terlalu irit mesin jalan agak lama lalu mati sendiri. Kadang pakai choke malah lebih susah menyala. Setelan karbu yang mempengaruhi adalah pelampung, jarum skep dan pilot jet.

          Rasanya oli nggak begitu banyak pengaruh kalau mereknya pertamina. Saya cuma pernah mengalami mesin susah mati waktu dingin cuma waktu pakai oli xten.

          Suka

  10. Pagi om2….Saya Nanya dong,maklum saya awam juga soal motor?saya punya Mio soul 2010(masih karburator)naek CC jadi 125 apa 150…saya kurang ngerti juga?saya ganti seher Byson,tapi klep standar…nah motor udah jadi tarikan awal sih enteng karena udah naek”tapi di ujungnya itu nembak2klo kita lepas gas,karburator standar,knalpot sudah bobokan sih….ada yg bilang karburator nya,tolong Bagi ilmunya dong om2….met pagi’.

    Suka

    • pagi

      Udara yang masuk ke mesin jadi lebih banyak karena saluran lebih blong. Untuk mengurangi nembak, karbu harus disetel ulang, tidak bisa pakai setelan standar. Mungkin harus diboroskan. Bukan salah karbu tapi kalau masih mau tetap pakai knalpot bobokan dan seher Byson maka karbu yang harus dirubah setelannya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.