Ada yang tahu improvement apa di rangka Honda CB150R 2018 sehingga lebih tahan patah?


Honda mengakui bahwa rangka Honda CB150R itu bisa mudah patah bila dimodifikasi:
CB150R StreetFire Terbaru Dijamin Rangka Teralisnya Tidak Retak

“Memang benar (frame body CB150R StreetFire retak), kita mendapatkan informasinya. Dari informasi yang kita dapat, rata-rata motornya sudah dimodifikasi. Tapi untuk sekarang, supaya membuat konsumen puas kita sudah lakukan improve hal tersebut,” ucap Wedijanto.

Memang ada contohnya sih. Honda CB150R yang rangkanya patah berikut terlihat ada modifikasinya:
Kasus Rangka Honda CB150R yang Sering Patah, Perlukah AHM melakukan Recal Produknya?

Namun jadi bikin penasaran improvement apa yang dilakukan pada Honda CB150R yang baru karena terlihat di rangka yang baru seperti ini:
HOnda new CB150R versi 3 facelift

Padahal di yang patah sudah begitu:

Ada yang menduga bahwa rangka mudah patah bila baut pernah dibuka:
Menurut AHM Rangka All New CB150R Lebih Kuat. Adanya Keretakan disebabkan Salah Tindakan. Lah?

Nah, wes gamblang kan masbro sekarang. Menurut AHM terjadinya retak pada rangka Honda CB150R itu karena si rangka sudah dimodifikasi. Entah, apakah dengan menambahkan frame slidder,crash bar, atau modifikasi lainnya yang pada intinya melepas baut sambungan antara sasis teralis dan aluminium pemegang mesin.

Kalau benar membuka baut pada rangka bisa bikin ringkih, berarti motor nggak boleh diturunkan mesinnya dong? Kalau misal nggak boleh dilepas bautnya sembarangan, bagaimana prosedur yang benar kalau mau pasang baut lagi?

Dari improvement yang dimaksud, apa artinya CB150R facelift 2018 sudah aman kalau dibongkar – bongkar?

Improvement macam apa yang sudah dilakukan?

23 respons untuk ‘Ada yang tahu improvement apa di rangka Honda CB150R 2018 sehingga lebih tahan patah?

  1. Lho? bukannya kata ngepbeha rangka patah itu cuma hoax belaka? hoax dr kompetitor untk menjatuhkan MS Sport nya Honda?

    Ati2 bro di serbu ama ngepbeha entar… lagian itu bukan cacad katanya tp kesalahan user/pemakai. pabrikan gak pernah salah.

    Suka

  2. http://www.motorival.com/compared-cbr250rr-ninja250r-yzf-r25-gsx-250r/#prettyPhoto

    seharusnya model tralisnya menganut filosofi deltabox seperti punya CBR250RR ini Om, dijamin lebih tangan retak dan patah serta lebih rigid, tapi nanti mau dijual brapa, hehehe….

    btw untuk kategori chassis tralis, punya cbr 250rr ini adalah yang paling benar menurut konsep dan filosofinya, yakni dari bentuknya saja sudah menyerupai shape daripada chassis deltabox itu sendiri dimana deltabox atau twin spar frame merupakan standar chassis motor yg dipake balap saat ini. makanya tidak heran diajang balap arrc cbr begitu digdaya selain karna faktor mesin sendiri, dan nampaknya r25 yg baru nanti akan tetap menjadi bayang2 cbr diajang balap mengingat klo dari bocoran tidak ada perubahan bentuk chassis alias basisnya masih sama kek sekarang yg lebih mendekati bentuk chassis ala ninja 250 karbu lawas, mungkin cuma small improvement, karna r25 adalah produk global yg jualannya cukup bagus maka yamaha nampaknya akan lebih berhati2 dalam meredesain ulang baik itu body atau chassis.

    Suka

    • Iya, katanya sih rangkanya mudah patah karena ada bagian yang cuma ada satu pipa. lagipula itu pakai las lasan listrik yang dari teorinya sudah rentan retakan:

      Rasanya kita nggak bisa pakai acuan dunia balap untuk soal rangka. Karena kalau untuk harian bisa jadi butuhnya lain. harus ada pengorbanan. aluminium terlalu mahal, delta box besi tebal bakal terlalu berat, trelis nggak bisa konsisten, dst.

      Suka

      • brati tetep Deltaseng atau Deltaboxeng vixion masih yg terbaik kalo buat mesin 150an cc? 😀

        rangka CBR yg diambil filosofinya Om, bukan berarti untuk dunia balap juga, cuman kalo anda amati itu rangka CBR250 sudah terlihat seperti memeluk mesin/blok silinder, motor2 superbike/supersport jaman now semua sudah menganut pakem semacam itu, rangka cbr250 sudah mendekati model rangka teralisnya MV Agusta F3 675/800 malahan klo ane bilang, hasilnya udah tau sendiri kan? handlingnya CBR Paling superior untuk saat ini di kategori sport 250cc/500cc kebawah, seperti ini model chassis mv agusta f3/brutale series

        Suka

        • Rasanya rangka CB150R itu tidak bisa dibilang mewakili trelist di dunia balap. Begitu pula deltaboxnya vixion. Sama sama jeleknya. Untuk mengurangi berat, pipa CB150R dihilangkan satu, bahan vixion pakai yang tipis.

          Kalau beneran di dunia balap. Soal kekuatan rasanya nggak pengaruh. Buktinya KTM saja pede.
          KTM confident its steel trellis MotoGP chassis can match aluminium rivals.

          Pertimbangan tim MotoGP banyak nggak pakai trelis itu kalau nggak salah karena pakai trelis nggak bisa sama ngeplek persis satu sama lain. Jadinya motor backup handlingnya bisa beda. KTM berani karena bisa menjamin bakal identik.
          Analyzing the KTM RC16 MotoGP Bike

          The fear of using a tubular steel frame was that the many different components and welds would make it difficult to produce two identical frames. Kallio told us he had never noticed that problem.

          Tapi nggak semua pabrikan mampu bikin yang seperti itu:

          We know more about the steel frame, we didn’t find any disadvantages, we knew our strong points and can use them, and we know also what to work on to reach the similar level to aluminum.

          Suka

      • Tapi anehnya, cbr250r jomblo juga pake model rangka yang sama dengan cb150 ini
        Dan bisa menguasai ap250 sebelum dikasih barbel

        Suka

        • cbr250r jomblo sasisnya mirip r25/ninja250r, sasis cb150 ini yg paling unik alias nyeleneh..
          mending niru cb150 exmotion, versi sederhana dari cbr250rr

          Suka

        • coba cek spesifikasi nya dulu deh, dulu kan bebasan. skrg Honda mintaya std pabrik, nah klo GSX keluar pakai yg lbih bagus apa minta std pabrik?

          Honda cuma bisa mainin regulasi… klo kalah regulasi di utak utik, makanya di IRS sempet batal ikutan karena gak mau pake aturan IRS.

          menurut beberapa orang potensi CBR150R itu bisa 32hp tp realitanya mledugh berjamaah. ama SOHC sekelas verza aja keok mulu.

          DOHC tapi gak guna

          Suka

          • tai…tapi…terbukti kan saat ini DOHCnya honda paling laris dipasaran untuk kelas 150cc, nampaknya jargon dan kampanye bahwa dohc lebih superior ketimbang sohc sudah berhasil merasuki alam bawah sadar dari masyarakat kita, udah kayak kacang goreng tuh cb dijalanan di kota ane, toh mereka tidak tahu menahu dan tidak mau cari tau perihal dohcnya kayak gimana mesinnya, apa itu overstroke apa itu overbore apa itu near squar, yang penting mesinnya DOHC berarti juosss gandoozzz kotosss…kotooss…, ahahahaha….XD, malah vixion yg baru bisa dihitung dengan jari kalo ketemu di jalan, terbukti desain vixion terbaru memang wagu kalo gak mau dibilang jelek, jualan motor masalah desain masih jadi prioritas menurut ane.

            Suka

            • intinya sih kemakan jargon DOHC itu kencang, yg di pelopori oleh Satria FU, kemudian CBR masuk dan sama kencang nya. makanya orang2 yg pengen DOHC tp merek bukan Suzuki beli nya Honda. Karena Suzuki dianggap mahal sparepart nya (dulu mungkin), skrg sparepart Honda lebih mahal dari pada Yamaha atau Suzuki.

              Suka

        • Ada bedanya. Di rangka CBR250R percabangan tidak numpuk di satu tempat:

          Model las lasan juga kelihatan lebih rapi:

          Yang lokal bisa jadi di sub kan ke tukang las lokal dan bukan pakai las robot. atau kurang penanganan terhadap retak karena las. Kalau diperhatikan retak rangka CB150R kan dipinggir las lasannya.

          Contoh dan penjelasan bisa dilihat di:
          Ada lagi rangka Honda CB150R patah, karena teknik las Honda lokal jelek? Masih perlukah mempertahankan rangka trelis?

          Suka

          • jangan disamakanlah antara rangka cbr 250 jomblo Thailand punya dengan rangka cb AHMpas, hahaha….., udah males ane sama pabrikan penguasa tersebut, yg banyak sekali hewan2 peliharaanya itu, mentang2 jualannya nomer satu trus kualitas barang ditekan banget, hahaha… 😀

            Suka

  3. “Memang benar (frame body CB150R StreetFire retak), kita mendapatkan informasinya. Dari informasi yang kita dapat, rata-rata MOTORNYA sudah dimodifikasi,” ucapnya seperti dilansir Detik di kawasan JI Expo Kemayoran, Jakarta, akhir pekan lalu.

    Klo disimak baik2 ucapannya, org Honda itu tdk menyebut “RANGKA MOTORNYA” sudah dimodifikasi. Dia hanya sebut MOTORNYA sudah dimodifikasi. – tanpa sebut lebih detail modif spt apa yg bisa bikin rangka patah.

    Statement ini efektif sekali menggiring perspektif orang bahwa “Rangka standar kalo ga diapa2in aman.”

    Buktinya ada yg nangkepnya langsung bgini:
    “Nah, wes gamblang kan masbro sekarang. Menurut AHM terjadinya retak pada rangka Honda CB150R itu karena si rangka sudah dimodifikasi. Entah, apakah dengan menambahkan frame slidder,crash bar, atau modifikasi lainnya yang pada intinya melepas baut sambungan antara sasis teralis dan aluminium pemegang mesin.”

    Padahal statement& penjelasan itu tdk keluar langsung dari mulutnya pabrikan.

    Jadi pabrikan ga bohong kalo nemuin motor rangka 100% standar yang retak/ patah dgn kondisi sudah modif, misal ganti knalpot, velg, batok headlamp, jok, lalu bilang ” itu rangka patah gara2 modif sih”

    Orang nangkepnya rangkanya yg modif, padahal blm tentu bgtu.

    Lihai sekali pemilihan katanya.

    Suka

    • Iya juga. Ganti ban dan suspensi juga termasuk modifikasi. Di kata kata asli juga menyebutkan cuma retak padahal yang terjadi dan dikhawatirkan adalah patahnya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.