Suspensi yang nyaman untuk matik cuma sedikit pilihannya, tapi lebih mending YSS DTG daripada Kayaba Zeto


Bahas agak panjang nih.

Review kembali sejak sekarang motor Honda Beat penulis sudah pakai skok YSS DTG, kalau dipikir pikir, pilihan suspensi aftermarket kalau mau nyaman itu pilihannya cuma sedikit. Sehingga banyak yang lebih memilih pakai suspensi OEM motor merek lain. Yang Honda pakai punya Yamaha, yang Yamaha pakai punya Honda. Maklum yang pernah merasakan naik matik Suzuki memang cuma sedikit. Walau sama – sama showa tapi bisa beda rasanya.|

Tentu saja dengan modifikasi seperti itu sama juga bohong. Yang Honda memang empuk, namun karena redaman skoknya terlalu lemah, ditambah dengan suspensi yang single action, dipakai di jalan raya nggak enak karena kadang mentok atau kadang ban bergetar hebat yang menjalar ke bodi. Kalau mengikuti motor matik Honda dari belakang pakai mobil ini mudah terlihat.

Sementara itu punya Yamaha sering pernya terlalu keras. Karena per keras ini suspensi memang nggak pernah mentok, tapi hentakan yang dari roda jadi lebih banyak yang tersalurkan ke bodi, sama saja nggak enaknya. Kadang kerasnya nggak masuk akal sehingga sering jadi sumber sakit pinggang.

Untuk Suzuki, pernya seempuk Honda, namun redaman skoknya besar walau untuk kompresinya. Sehingga kalau dibuat melabrak polisi tidur jadi terasa nyentaknya. Namun efeknya kalau dipakai di jalan jadi stabil. Apalagi jalan kencang, kontrasnya besar, jauh banget rasanya dibanding dengan matik Honda walau saat masih baru nyis. Dari rasanya, suspensi Suzuki itu termasuk double action, peredamannya dua arah. Sementara itu punya Honda sepertinya untuk kompresi betul betul los sehingga bisa mentok di jalan tambal sulam karena suspensi cuma kehambat satu arah saja.

Yang suspensinya Suzuki Nex II sepertinya difokuskan ke sporty dengan per yang sedikit lebih keras dan redaman awal lebih keras namun redaman berikutnya empuk. Jadinya hentakan jalan tambal sulam lebih terasa. Namun motor jadi jauh lebih stabil. Kalau dipakai melabrak polisi tidur mungkin di awal keras tapi memantulnya bakal nggak nyentak.

 

Suspensi aftermarket pilihannya ada banyak dengan merek dari luar maupun lokal. Namun sayang secara kualitaas tidak begitu bagus. Apalagi yang modelnya nggilap nggilap bergaya sporty. Parah banget. Per sering terlalu keras dan umur skok pendek banget. Oleh karena itu kita lebih sering melihat motor yang pakai skok beginian ban nya getar keras kalau lewat jalan tambal sulam.

Banyak yang mendewa dewakan setelan preload di suspensi aftermarket. Padahal rasanya guna preload itu cuma biar bodi nggak mentok kalau di polisi tidur dan mencegah suspensi bottoming up atau suspensi mentok. Dibilang bisa untuk semua kondisi tapi nyatanya lho tim MotoGP lebih milih ganti per untuk beda kondisi:
#motogptech: did you know the differences between wet and dry setup? #wetvsdry @MotoGP @andreaiannone29 @Rins42

 

Kalau dana mepet maka menurut penulis justru lebih sip beli suspensi imitasinya Suzuki. Penulis dulu pernah pakai. Selain dari per yang agak keras, dari sisi kerjanya masih lumayan bila dibandingkan dengan punya Honda.

Kalau ada dana maka rasanya pilihan yang awet cuma kayaba zeto dan yss dtg.

Sayangnya suspensi KYB itu serba misterius. Informasi tentang produknya serba nggak jelas, bahkan walau di website resmi. Produk yang jelas jelas tabungnya di atas keterangannya kok disebut double tube dan double action:
ZETO KYOS-ZT5060

Penulis yakin Kayaba Zeto itu single action dari testimoni berikut:
Review Shockbreaker Kayaba Zeto Z. MANTAF BRO!

Mantaf Soul!…hampir tidak ditemukan gejala mentog kehabisan jarak main ketika menghantam lubang. Tapi ketika ketemu aspal gelombang malah kadang mentog…hahaha…Soal bantingan lebih keras itu pasti…jangan kuatir, kerasnya gak jahat koq…masih bersahabat

Review Shock Breaker Motor Kayaba Zeto Z

Sayang, untuk kondisi jalanan yang bergelombang dalam dan tidak rata, shock Kayaba Zeto ini cukup keras, alhasil bokong dan perut saya yang buncit ini jadi mendal mendul gak karuan, begitupun hal sama yang saya rasakan ketika berboncengan dengan istri saya, shock Kayaba Zeto ini tidak cocok untuk jalanan aspal yang terlalu kasar dan bergelombang parah.

Kalau double action nggak bakalan mentok. Dan di jalan nggak enak pasti masih terasa nyaman. Apalagi kalau itu double tube. Mestinya rasanya seperti ngambang kalau di jalan nggak rata.

Payahnya informasi suspensi KYB itu bisa dilihat juga pada wesite resmi untuk penjualan. Keterangan sama ngeplek. Nggak ada bedanya antara yang mahal dengan yang murah:
Home Brand KYB

Untuk Honda beat saja bisa sampai ada tiga model yang harganya beda, padahal itu Kayaba Zeto semua. Keterangan sama semua. Nggak informatif.

Karena nggak informatif, serba remang remang, info tersembunyi dan meragukan seperti itu maka penulis sarankan jangan beli kayaba. Kalau terpaksa coba pilih yang tabungnya di bawah saja.

 

Yang sudah penulis rasakan enak itu YSS DTG. Harga di online sekitar 300 ribu. Hentakan awal lembut sehingga di jalan paving, beton atau aspal tambal sulam nggak berasa hentakannya. Jadi terasa melayang motornya. Malah jadi nggak pede waktu menikung. Stabil sih. Cuma anak mengeluh terasa keras kalau melewati polisi tidur dan jalan yang rusak banget. Mungkin terbiasa waktu pakai Beat empuk walau bodi dan suspensi mentok di mana mana. Di situasi lain sih nggak enak banget.

Penulis memaksakan beli suspensi yang bagusan itu karena takut rangka patah, bodi atau mesin pecah karena tiap hari dibentur benturin bodinya ke polisi tidur atau dibuat mentok suspensinya. Biaya perbaikan tentu nggak sebanding dengan harga suspensi. Kalau yang pakai anak kan nggak kepikiran soal itu. Beda waktu dipakai istri.

 

Ada yang menyarankan suspensi balap seperti RCB atau YSS tabung namun menurut penulis fokusnya sudah beda. Sejak merasakan YSS DTG, anggapan penulis tentang skok YSS jadi berubah total. Ada yang bilang keras tapi mungkin itu kerasnya kalau suspensi geraknya sudah banyak. Kalau geraknya sedikit malah seperti jelly. Naik motor serasa ngambang, respon dari ban jadi nggak berasa. Yang begini jelas nggak cocok untuk racing.

Suspensi untuk racing jelas butuh feedback dari ban. Jadi suspensi dituntut responsif namun mampu meredam dengan baik. Jadi hentakan dari ban ke jalan tetap terasa, tapi nggak sampai parah. Kemampuan redaman juga butuh lebih, agar suspensi nggak gampang mentok atau kehabisan jarak main.

Oleh karena itu yang racing kebanyakan pakai yang single tube. Pakai gas juga biar bisa lebih konsisten kerjanya saat diforsir. Desain single tube membuat diameter penekan oli jadi besar. Hambatan bisa diatur besar kalau mau. Hambatan awal juga akan besar, cocok untuk balapan. Motor nggak terasa mengambang.

Penulis juga sependapat dengan Suspension Secret bahwa peredaman itu harus seimbang. Jadi penulis nggak setuju dengan klaim bahwa suspensi sport cuma butuh setelan rebound saja. Belum tentu yang disetel itu sesuai dengan yang dibutuhkan. Bahkan kadang lebih mantap suspensi yang tanpa setelan tapi sudah dibuat pas dengan bebannya. Kalau sudah nggak pas, disetel macam apapun reboundnya nggak akan pernah puas. Bakal ada saja kurangnya.

Setelan kompresi dan rebound nggak seimbang akan punya efek di handling. Contoh waktu awal ngerem yang belakang bisa kayak mau keluar karena reboundnya (karena suspensi belakang melar) jauh lebih keras dari kompresi (karena suspensi depan kompresi). btw, suspensi matik yang single action, cuma meredam saat rebound, nggak imbang juga.

Tapi tentu sejelek jeleknya suspensi sport macam begitu, masih bakal jauh lebih nyaman dari bawaan motor, apalagi yang dari Honda (untuk matik lokal). Nggak nyesel beli tapi menurut penulis mending yang YSS DTG saja kalau tujuannya biar nyaman.

Entah mengapa kok kualitas skok OEM kebanyakan rendah. Penulis yakin showa dan kayaba mampu untuk membuat suspensi yang beneran nyaman, karena toh itu hanya dari setelan dan kemauan saja. Terbukti merek suspensi sama tapi beda merek motor beda rasanya.

Kalau dibilang teknologinya mahal rasanya juga aneh. Masa ya harga 300 ribu impor bisa dapat double tube dan pakai gas sementara harga 200 ribu cuma dapat single tube yang single action (OEM Honda)?

Iklan

22 respons untuk ‘Suspensi yang nyaman untuk matik cuma sedikit pilihannya, tapi lebih mending YSS DTG daripada Kayaba Zeto

  1. YSS nyaman pas masih baru. tapi pengalaman saya kalau sudah dipakai 2 tahunan dan sering bawa penumpang, lama-lama jadi ambles. maka perlu disetel preloadnya (untungnya bisa disetel) biar nggak mentok. namun mengeraskan preload punya efek samping, yaitu per bagian atas menjadi terlalu rapat (istilahnya “binding”), kinerjanya berkurang. hasilnya adalah shockbreaker terasa keras karena yang bekerja hanya per bagian bawah yang renggang. per yang renggang tsb tidak nyaman di jalan yg banyak tambalan namun masih ok buat menghadapi jalan mulus dan polisi tidur. sayangnya saya blm pernah menemukan per shockbreaker seukuran yss dijual terpisah.

    Suka

    • Umur suspensi itu sebenarnya gak lebih dari 1 tahun
      (untuk OEM)
      yang variasi paling 6 bulan (YSS dll)

      Atau paling mudahnya lihat aja garansi nya

      Setelah lewat masa garansi ya jangan berharap enak (kecuali ganti oli, spring, seal dll)

      Suka

      • menurut saya skok Honda tahan 6 bulan, Yamaha 1 tahun dan suzuki 2 tahun. Variasi ecek ecek mungkin 3 bulan. Imitasi mungkin 1 tahun. Apa benar YSS asli cuma tahan 6 bulan?

        Bila suspensi masuk garansi rangka maka 10 ribu km. Beli suspensi tiap 10 ribu km itu termasuk mahal. Jadi seperti ganti oli dong.

        Suzuki Spin saya sudah sekitar 10 kali lipatnya garansi tapi kalau dibandingkan dengan suspensi asli Honda beat masih mantap banget.

        Suka

        • Memang kenyataannya seperti itu,
          Suspensi kan pake oli, oli mau sebagus apapun tetap ada umurnya

          Shock belakang itu sebenarnya termasuk part fast moving,, namun gak banyak yang tau. Bukan karena jarang rusak, tapi karena kita gak tau kalo shock itu sudah saatnya diganti

          Lihat aja jadwal penggantian oli shock depan berapa km, ya segitulah umur shock belakang

          YSS, dan variasi balap lain itu dirancang untuk performa, bukan durability
          Dibuat sepresisi mungkin dengan spesifikasi spring, oli yang pas. Nah, spesifikasi yang pas ini bisa jadi tidak tahan lama
          Contoh aja kampas rem, kampas rem racing memang lebih pakem, tapi juga lebih cepat aus. Suspensi racing juga begitu, bisa jadi lebih cepat aus

          Garansi yss cuma 3 bulan, apa masih berharap performanya bakal sama setelah 6 bulan?

          Suka

          • Menurut saya yang lebih cepat rusak adalah sealnya. Kalau untuk oli, suspensi dengan gas akan lebih awet karena resiko berbuih berkurang. Untuk saya skok Suzuki Spin masih berfungsi dengan baik walau umurnya sudah lebih dari 9 tahun. Jauh banget perbandingannya daripada punya Honda Beat, ataupun Honda Supra Fit X New, ataupun Honda Supra Fit yang dulu pernah saya punya. Dulu nggak ngerti suspensi sih, jadi berpikir ban getar kencang itu normal. Lagipula dulu bagian belakang pasti getar kalau jalan agak kencang.

            Kalau untuk YSS, sepertinya garansi 1 tahun.

            Saya sendiri yakin YSS DTG bakal lebih awet daripada OEM Honda Beat. Lihat saja nanti. Saya pernah lihat perbandingan antara YSS palsu dan asli disebut beda di keawetannya.

            Suka

            • Mau tanya, YSS DTG memang ada preloadnya ya, saya belum tahu. pengalaman pakai YSS DTG di suzuki address selama 2 th, sekarang sudah glodak glodak, keras minta ampun. apakah sudah saatnya ganti? kondisi fisik shock masih bagus karena belum ada gejala oli rembes.

              Suka

            • Iya, YSS DTG memang ada preloadnya. Nggak begitu kelihatan memang. Ada lubang yang gunanya untuk pegangan kalalu diputar.

              Kadang suspensi sudah rusak itu tidak ada tanda suspensi. Kalau sudah glodak glodak itu bisa jadi karena skok nggak fungsi (ngelos) dan cuma per saja. Bisa ditambahi oli dari luar tapi nggak awet.

              Suka

  2. aku pakai monoshock RCB di new vixion. lebih nyaman buat cornering dan speeding di jalan mulus. tapi kalo ketemu polisi tidur, ya gitu deh.. perut berasa dikocok-kocok..
    wwkkwkk..

    Suka

  3. Tanpa mempertimbangkan harga, klo pake skok Ohlins untuk matic seperti Soul GT 115 apa kenyamannya jauh meningkat dibanding YSS DTG ?
    Yang saya pake saat ini Kayaba Zeto dan kesannya menurut saya tidak lebih baik skok OEM yamaha yg juga dri Kayaba.

    Suka

    • Sayangnya saya nggak pernah membandingkan. Ohlin juga biasanya dibandingkan dengan YSS G plus yang orientasinya lebih ke sport.

      Menurut saya beda lebih fokus di pernya. Bila bagian jalan yang tidak rata bedanya sedikit maka akan terasa nyaman pakai YSS DTG dengan per yang progressive. Hasil akan berbeda bila perbedaan tidak ratanya banyak karena di situasi ini per YSS DTG akan terasa keras. Ohlin dengan per linier akan lebih unggul disini.

      Jadi mestinya tergantung dari ketinggian tidak ratanya jalan. Kalau cuma untuk jalan aspal tambalan, maka YSS DTG menang. Tapi kalau sudah lebih dari itu, maka ohlin yang menang.

      Hasil juga beda bila untuk perjalanan jauh. Model tabung terpisah akan memberikan konsistensi kerja skok yang lebih lama.

      Suka

  4. awet tidaknya bs jg krn faktor rider itu sendiri, dng suspensi yang “enak” tanpa disadari si rider cenderung tetap melaju n males pelan2 di jalan jelek krn merasa nyaman. kalo sering2 seperti itu sudah pasti umur kaki2 akan lbh pendek.

    Suka

    • Rasanya tergantung besar jarak main suspensi, kerasnya suspensi dan kualitas komponen suspensi juga. Kalau sering dipakai melabrak polisi tidur maka suspensi pasti umurnya pendek. Kalau cuma jalan tidak rata rasanya tidak masalah. Suspensi Honda rata rata umurnya pendek. Kalau per terlalu keras, pasti umur shock breaker jadi pendek.

      Suka

  5. […] Satu yang penulis amati adalah suaranya mas Taufik jadi lebih bergetar kena getaran bodi setelah pakai Kayaba Zeto. Selain itu bodi motor terlihat lebih bergetar. Ini ciri suspensi single action. Sepertinya semua Kayaba Zeto begitu. Suspensi yang nyaman untuk matik cuma sedikit pilihannya, tapi lebih mending YSS DTG daripada Kayaba… […]

    Suka

  6. Kayaba zeto ada dua macem, zeto s dan z.
    Yg dual action dan dual tube itu yg seri s. Buat harian. Kalo yg seri z, buat heavy duty. Lebih keras, pistonnya lebih besar. Tapi tidak dual tube dan dual action

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.